Dia adalah Kezia Putri Ramadhan – CEO muda berusia 25 tahun yang menguasai bisnis tekstil keluarga dengan tangan besi. Hidupnya penuh dengan rapat bisnis, target penjualan, dan tanggung jawab berat hingga dia tak punya waktu untuk cinta. Namun, semuanya berubah ketika keluarga dihadapkan pada kehancuran keuangan yang hanya bisa dihindari dengan satu cara: menikahi putra keluarga Wijaya.
Yang tak disangka, calon suaminya adalah Rizky Wijaya – seorang anak SMA berusia 18 tahun yang baru saja lulus ujian masuk kampus, suka bermain game, ngemil keripik, dan masih sering lupa menyetrika baju!
Tanpa pilihan lain, mereka menjalani pernikahan yang tak diinginkan. Di rumah besar Kezia, tingkah lucu Rizky tak pernah berhenti: memasak yang malah membuat kompor berasap, menempelkan stiker kartun di laptop kerja istri, hingga menyuruh asisten perusahaan memanggilnya "Mas Rizky". Tapi bukan hanya kelucuannya yang menghiasi kehidupan mereka – rasa cemburu sang suami muda yang masih dibawa umur ju
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kepahiang Martin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KULIAH DAN CINTA DI RUMAH
Suatu pagi yang cerah, Rizky terbangun dengan wajah yang sedikit memerah dan tangan yang masih meraba perut Kezia yang semakin membuncit. Tiba-tiba dia merasa ingin membuat kejutan khusus untuk istri tercinta. Dia berdiri perlahan agar tidak mengganggu Kezia yang masih tidur nyenyak, lalu pergi ke dapur dengan hati-hati.
Di dapur, Rizky mulai membuat sarapan istimewa – membuat bubur ayam yang sudah dia pelajari dari nenek Kezia, dengan tambahan bahan khusus yang aman untuk ibu hamil. Sambil memasak, dia bernyanyi lagu romantis khas tahun 90-an dengan nada yang sedikit salah tapi penuh perhatian. "Hati yang ku berikan, cinta yang tak ternilai..." nyanyinya sambil mengaduk bubur dengan hati-hati.
Ketika bubur sudah siap, dia menyajikannya di atas meja makan yang sudah dihiasi dengan bunga mawar kertas yang dia buat sendiri. Dia bahkan menaruh lilin kecil yang bentuknya seperti bayi sedang tidur – hasil kerja kerasnya selama beberapa malam setelah kuliah.
"Kak Kezia... bangun dong Kak Kezia..." ucap Rizky dengan suara lembut saat mencium dahi Kezia yang baru saja terbangun. "Aku buat sarapan spesial buat kamu nih Kak Kezia! Bubur ayam yang sudah aku pelajari dari nenekmu, dan ada juga telur dadar yang bentuknya kayak hati lho!"
Kezia membuka mata perlahan, matanya langsung bersinar melihat meja makan yang penuh cinta. "Wah sayangku, kamu bikin ini sendiri ya? Lucu banget bentuk telur dadarnya kayak hati yang lagi senyum!" tanya Kezia dengan senyum lebar, lalu mencicipi buburnya. "Enak banget! Kamu sudah bisa memasak seperti koki profesional nih!"
Rizky hanya bisa tersenyum malu tapi bangga. "Aku belajar dari video YouTube dan juga ditunjang sama masakan yang kamu ajarin Kak Kezia. Tapi aku masih sering salah ya – kemarin malah salah masukin garam jadi rasanya kayak permen aja!"
Keduanya langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Saat itu, ada suara klakson dari luar rumah – ternyata teman-teman kuliah Rizky datang mengunjungi mereka dengan membawa berbagai makanan kesukaan Kezia. "Kak Kezia, kita bawa makanan kesukaan kamu ya! Ada es buah campur yang sudah diperbaiki lagi, dan juga makanan khas Palembang yang aman buat kamu!" ucap salah satu teman dengan senyum ceria.
Rizky langsung melompat senang. "Wah teman-teman datang ya! Yuk kita makan bareng aja di taman belakang ya! Aku juga ada ide nih – kita bisa buat acara kecil-kecilan aja ya, gak perlu besar-besaran karena pentingnya kuliah dan kesehatan kamu semua!" ucap Rizky dengan suara ceria. "Oh iya, aku juga mau bilang nih – nasehat buat semua pembaca yang mungkin sedang merencanakan hal besar seperti menikah atau punya anak: Jangan pernah terburu-buru untuk mengambil keputusan besar dalam hidup, seperti menikah atau punya anak sebelum kamu benar-benar siap secara emosional, finansial, dan pendidikan."
Setelah acara kecil itu usai, Rizky mengajak Kezia berjalan-jalan ke taman kota yang penuh dengan bunga dan anak-anak yang sedang bermain. Tiba-tiba Rizky berhenti di tengah jalan, mengambil sesuatu dari tasnya – sebuah gelang kayu yang dia ukir sendiri dengan bentuk hati yang ada tulisan "Kezia & Rizky – Cinta yang Tak Terbatas".
"Kak Kezia... aku punya sesuatu nih," ucap Rizky dengan suara sedikit gemetar tapi penuh cinta. Dia mengambil tangan Kezia dengan lembut. "Aku tahu kita masih sedang menjalani kuliah dan bisnis bareng, tapi aku ingin kamu tahu bahwa cinta kita bukan hanya karena pernikahan atau apa yang akan datang nanti. Aku mau kamu tahu bahwa – walaupun aku dulu anak SMA yang suka bertingkah dan belum siap – tapi dengan kamu, aku merasa seperti sudah siap menghadapi segala sesuatu."
Rizky kemudian melanjutkan kata-katanya dengan suara yang penuh perhatian. "Kamu tahu nggak Kak Kezia, aku sering mikir – apa jadinya kalau aku dulu tidak kuliah dan langsung punya anak? Tentu aja akan sangat sulit kan? Makanya nasehat penting buat semua pembaca: Jangan pernah terburu-buru menikah atau punya anak sebelum kamu benar-benar siap, baik secara pendidikan (seperti menyelesaikan kuliah dulu), finansial, dan juga secara emosional. Setiap langkah besar dalam hidup seperti menikah atau punya anak butuh persiapan yang matang, bukan hanya karena cinta semata."
Kezia meraih wajah Rizky dengan lembut, matanya penuh dengan cinta dan haru. "Aku tahu sayangku... dan aku juga mau kamu tahu bahwa cinta kita bukan hanya karena kita akan punya anak atau karena pernikahan kita. Tapi karena kita saling menghargai proses masing-masing – kamu yang masih kuliah dan aku yang sedang menjalani kehamilan dengan senang hati."
Rizky kemudian menarik tangan Kezia dan mengajaknya duduk di bangku taman yang penuh dengan bunga-bunga cantik. Dia mengambil sebuah kotak kecil dari tasnya – dalam kotak itu ada cincin kayu yang dia ukir sendiri dengan bentuk hati dan tulisan "Selalu Bersama".
"Kak Kezia... aku tahu kita masih dalam proses kuliah dan bisnis bareng, tapi aku ingin kamu tahu bahwa cinta kita bukan hanya karena kehamilan atau apa yang kita alami," ucap Rizky dengan suara penuh emosi. "Aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu bukan hanya sebagai istriku atau ibu anak kita kelak, tapi sebagai manusia yang luar biasa yang telah mengubah hidupku dari anak SMA yang ceroboh menjadi orang yang mau belajar dan berkembang."
Kezia menangis pelan sambil mencium bibir Rizky. "Aku juga mencintaimu sayangku... kamu telah mengajarkanku bahwa cinta itu butuh waktu dan proses – seperti kuliahmu yang sedang berjalan, atau bisnis kita yang pernah salah langkah tapi bisa diperbaiki. Dan untuk semua pembaca yang mungkin sedang merasakan hal yang sama: Jangan pernah merasa bahwa kamu tidak cukup baik karena belum selesai kuliah atau belum siap punya anak. Yang penting adalah kita mau belajar, saling mendukung, dan tidak pernah terburu-buru dalam mengambil keputusan besar seperti menikah atau punya anak sebelum waktu yang tepat."
Saat mereka berjalan pulang ke rumah, Rizky tiba-tiba berhenti di depan toko pernak-pernik kecil yang menjual boneka bayi. Dia melihat boneka yang lucu dengan rambut kuning dan langsung tersenyum lebar. "Kak Kezia, itu kayak bayi kita nanti ya? Lucu banget kan?" tanya Rizky dengan mata bersinar penuh cinta.
"Betul sekali sayangku," jawab Kezia dengan senyum lebar. "Dan aku tahu kamu akan jadi ayah yang luar biasa, meskipun masih suka bertingkah konyol dan lucu seperti sekarang!"
Rizky langsung tertawa terbahak-bahak dan menggendong boneka itu seperti seorang ayah yang sudah berpengalaman. "Lihat ya Kak Kezia! Aku sudah bisa bawa boneka kayak gini lho! Meskipun kemarin malah salah pegang jadi boneka itu jatuh ke kolam ikan di kampus!"
Keduanya langsung tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian lucu itu. Saat itu Rizky sedang berlatih merawat boneka di kampus, tapi karena terlalu senang dia membawa boneka itu ke taman lalu tidak sengaja menjatuhkannya ke kolam ikan – membuat semua orang di sekitar tertawa terbahak-bahak tapi juga merasa kagum dengan semangatnya.
"Sampai sekarang aku masih merasa malu tapi juga senang bisa membuat orang lain tertawa dan bahagia," ucap Rizky dengan suara ceria. "Dan itu juga jadi pengingat buat aku – bahwa meskipun hidup kita penuh dengan hal yang tidak terduga seperti kehamilan kita sekarang, tapi dengan cinta dan kerja keras kita bisa melewatinya dengan baik, sambil tetap menikmati kuliah dan bisnis kita yang sudah semakin baik."
Malam itu, mereka berbaring di tempat tidur dengan pelukan hangat. Rizky sedang membaca buku tentang pendidikan anak sambil kadang-kadang menggosok perut Kezia dengan lembut. "Kamu tahu nggak Kak Kezia, aku sering mikir kalau ada anak nanti, aku mau ajarin dia belajar dengan baik dulu sebelum mikirin hal lain. Nasehat buat semua pembaca: Jangan pernah terburu-buru mengambil keputusan besar dalam hidup seperti menikah atau punya anak sebelum kamu benar-benar siap, baik secara pendidikan maupun finansial. Selalu utamakan pendidikan dan kesehatanmu dulu, karena itu adalah aset terbesar yang bisa kamu miliki sebelum menghadapi tanggung jawab yang lebih besar."
Kezia mengangguk dengan senyum penuh cinta. Dia melihat wajah Rizky yang sedang bahagia membaca buku dengan lampu malam yang membuat wajahnya tampak hangat dan penuh cinta. Dia tahu bahwa perjalanan cinta mereka memang tidak biasa – dari anak SMA yang menikah dengan CEO muda, menjalani kuliah bareng, menghadapi kesulitan bisnis, hingga menghadapi kehamilan dengan penuh semangat dan canda tawa.
"Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku, sayangku," ucap Kezia dengan suara lembut. "Kamu telah mengajarkanku banyak hal – dari cara menjadi lebih sabar, hingga bahwa cinta itu butuh proses dan tidak pernah terburu-buru."
Rizky mencium dahinya dengan lembut. "Aku juga belajar banyak dari kamu Kak Kezia – tentang bagaimana menjadi orang yang tanggung jawab tapi tetap bisa menikmati hidup dengan tawa dan canda mu yang selalu membuatku bahagia."
Di luar jendela rumah mereka, bulan bersinar terang menerangi jalanan Palembang yang tenang – menyaksikan bagaimana cinta dua insan muda bisa tumbuh menjadi lebih kuat dan indah, meskipun penuh dengan kejutan dan canda tawa yang membuat semua orang di sekitar mereka merasa bahagia dan senyum sendiri.