Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.
Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lukas Menyerah
"Papa tahu ini tidak adil buat mu, mama meninggal karena takdir bukan karena kamu nak, tapi papa dan kakak-kakak mu justru menyalah kan mu. Maaf ya nak" ucap Lukas dengan mengusap rambut Nayra lembut, usapan yang nyaris tak pernah ia lakukan sejak Nayra lahir hingga kini berusia hampir 21 tahun
"Pah?" Seru Nagara tampak tidak terima dengan ucapan sang papa
"Kak, diam lah" dengus Nayla melirik sang kakak Sinis, bagi Nayla ini momen yang Nayra tunggu-tunggu seumur hidup, sehingga Nayla tidak mau ada yang menganggu Nayra dan papa nya
"Tapi La" protes Nagara membuat Nick buru-buru mendekati Nagara
"Jangan patahkan semangat hidup papa" bisik Nick membuat Nagara menarik nafas panjang lalu membuang nya kasar
"Pah, tetap lah hidup. Aku tidak mau kehilangan papa, aku sudah hampir 21 tahun menunggu pelukan ini pah, aku tidak mau ini jadi pelukan pertama dan terakhir dari papa" lirih Nayra dengan terisak
"Nak, tanpa sepengetahuan kalian papa sudah berjuang melawan penyakit ini, mungkin ini sudah saatnya papa menyusul mama mu. Papa sudah lelah nak. Papa menyerah" ucap Lukas dengan melepaskan pelukan putri bungsunya
"Pah, jangan berkata seperti itu, papa harus sembuh. Papa harus melihat aku dan Nayra tubuh bersama. Pah, kami sudah kehilangan Mama, kami tidak mau kehilangan papa juga" Isak Nayla berdiri di samping Nayra dengan mata yang sudah basah
"Pah, kita berlima akan akur demi papa. Kami akan buat masa tua papa bahagia, tetaplah hidup untuk melihat kami berlima, papa tidak ingin melihat kami menikah dan punya keluarga bahagia" timpal Nick dengan mata berkaca-kaca, sedangkan Nagara justru melirik sinis ke arah Nick saat mendengar ucapan Nick
"Kita ke luar negeri ya pah, kita cari dokter terbaik yang bisa jinakkan kanker, papa pasti sembuh" tambah Nathan
"Tidak perlu, waktu papa tidak lama lagi, kalian berlima hidup lah dengan akur dan saling menyayangi. Jangan benci Nayra. Dia adik bungsu kalian, tebus kesalahan papa. Sayangi dia seperti kalian menyayangi Nayla" pesan Lukas membuat Nayra sesenggukan dengan berjongkok menggenggam tangan sang papa
Lukas yang sudah bertahun-tahun berjuang melawan sakit nya tanpa sepengetahuan anak-anaknya pun benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya, Lukas meninggal setelah meminta maaf terhadap Nayra, putri bungsu yang selama ini ia abaikan.
Nagara Ananta Kennedy, putra pertama Lukas yang berusia 33 tahun dan menjabat sebagai CEO di perusahaan Kennedy pun mau tidak mau berusaha baik terhadap Nayra sesuai wasiat terakhir sang papa, meskipun hati kecil nya masih memiliki rasa dendam. Nicholas Anata Kennedy, putra kedua Lukas yang saat ini usia 29 tahun tampak lebih lembut terhadap Nayra, ia berusaha menjadi kakak yang baik untuk Nayra setelah sekian lama mengabaikan Nayra. Pria yang berprofesi sebagai pilot itu menjalankan wasiat dari sang papa dengan baik
Nathan Ananta Kennedy, Putra ketiga Lukas yang berusia 27 tahun dan berprofesi sebagai pengusaha di bidang kuliner. Di usianya yang masih muda Nathan berhasil memliki ratusan cabang restoran kelas atas, ia tampak masih seperti dulu acuh tak acuh terhadap Nayra, bukan benci lebih ke tidak peduli saja.
Nayla yang saat ini berusia hampir 21 tahun merupakan mahasiswi di salah satu universitas jakarta. Ia dan Nayra kuliah dengan jurusan yang sama, tapi Nayla di perlakukan bak Tuan putri oleh ketiga kakaknya, sedangkan Nayra dari kecil hanya ada bibi yang memperhatikan nya, bahkan yang antar jemput Nayra kuliah pun anak nya bibi yang bernama Alam, bibi Surti merupakan baby sister Nayra sejak bayi. Bibi Surti memiliki dua putra yang bernama Awan dan Alam, bibi Surti memang tidak memliki putri itulah kenapa ia sangat menyayangi Nayra seperti anak nya sendiri.
Satu bulan berlalu begitu saja. Tidak ada perubahan yang Nayra rasakan, kehidupannya masih sama, Naga dan Nathan yang mengabaikan nya, Nick yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai pilot hingga jarang pulang ke rumah, dan Nayla yang sebenarnya peduli dan sayang terhadap nya, namun sibuk dengan kegiatannya sendiri.
"Nay, kamu tidak sekolah ndok?" Tanya bi Surti
"Bibi, bukan sekolah bi. Tapi kuliah" kelakar Nayra menoleh ke arah sang bibi
"Sama saja to ndok, sama-sama belajar" sanggah Bi Surti dengan tertawa kecil
"Bibi mu ini orang kuno ndok" timpal pak Tarjo yang baru saja masuk ke ruang makan
"Halah, bapak aja yang sok gaul" sinis Bu Surti menatap sang suami, iya. Suami bibi Surti memang sudah Lima tahun terakhir ini kerja di kediaman keluarga Kennedy sebagai supir, ia bertugas mengantar jemput Nayla dan almarhum Lukas, semenjak Lukas meninggal, Nayla lebih sering di jemput oleh Nagara atau Nathan. Jadi pak Tarjo lebih banyak nganggur dan menghabiskan waktu untuk membantu pekerjaan bi Surti
"Bapak tidak mengantar kakak Ela?" Tanya Nayra melihat pak Tarjo
"Pagi ini Mbak Nayla di antar mas Naga ndok" jawab pak Tarjo berdiri di samping sang istri, sama halnya dengan sang istri. Pak Tarjo juga menganggap Nayra seperti putri nya sendiri
"Kamu mau di antar bapak atau mas Alam ndok?" Tanya pak Tarjo menatap gadis yang sudah ia anggap seperti putri sendiri itu
"Aku mau bawa mobil saja pak, aku rencana mau ke toko buku setelah pulang kuliah" jawab Nayra
"Tidak, bibi tidak setuju ndok. Biar mas mu saja yang antar. Bibi tidak tenang kalau kamu bawa mobil sendiri" protes bi Surti yang memang selalu menganggap Nayra masih anak-anak
"Bu, Nayra itu sudah dewasa Lo, dia sudah waktunya memiliki privasi, kalau terus-terusan di ikuti mas nya gimana mau punya pacar" timpal pak Tarjo berusaha menenangkan istrinya
"Bapak nih, bukan begitu pak. Tapi kan mas Alam lagi berusaha cari pekerjaan, sebaiknya jangan di ganggu dulu pak" ucap Nayra, Alam dan Awan memang ngekos di dekat-dekat rumah keluarga Kennedy, Awan sudah kerja sedangkan Alam baru lulus kuliah dan sedang sibuk cari kerja, sebenarnya Nagara sudah beberapa kali menawari Alam agar masuk ke perusahaan, tapi Alam menolak. Ia pingin berkerja tanpa bantuan atau koneksi dari orang tuanya
"Iya, mas mu ini susah ndok. Dia tidak mau terima bantuan, dia pingin buktikan kemampuan nya sendiri katanya" timpal pak Tarjo
"Bagus dong pak, memang seharusnya begitu" ucap Nayra dengan tersenyum ke arah bi Surti dan pak Tarjo, Nayra sudah menganggap keduanya seperti orang tua kandungnya sendiri
Bi Surti dan pak Tarjo merupakan orang Jawa, dulu bi Surti kerja sebagai baby sister untuk membantu ekonomi sang suami, tapi setelah kedua anak nya dewasa pak Tarjo nyusul bi Surti, Awan dan Alam sendiri memilih menyusul kedua orang tua nya setelah lulus kuliah, kini satu keluarga itu resmi merantau di Jakarta dan meninggalkan rumah juga kebun yang ada di kampung. Mereka meminta saudara nya untuk menjaga rumah dan kebun mereka yang ada di kampung
"Selamat pagi ibu bapak ku tercinta selamat pagi juga adik kecil ku yang tersayang" ucap Alam yang baru saja masuk dengan gaya tengil nya
"Loh, kamu kenapa datang?" Tanya bi Surti menatap putranya yang tiba-tiba duduk di meja makan tepat samping Nayra
"Mau mengantar adik kecil ku kuliah dong" ucap Alam dengan mengusap pucuk rambut Nayra lembut
"Loh, mas bukan nya mau cari kerjaan?" Tanya Nayra
"Ahh, capek. Dari kemarin enggak dapat-dapat!" Sungut Alam dengan menyomot roti tawar yang ada di depannya
"Pakai slay mas" ucap Nayra dengan menyodorkan slay cokelat ke arah Alam
"Tidak usah, mas sudah sarapan kok. Ayok kamu ada makul pagi kan" ucap Alam gegas kembali berdiri dan hendak segera pergi mengantar Nayra ke kampus
"Kamu jangan kurang ajar Lo le, meski Nayra udah kaya adik mu tapi dia tetap Lah majikan ibu" nasihat bi Surti, yang tidak suka Alam bertingkah konyol dan tiba-tiba duduk di meja makan seperti tidak memliki sopan santun
"Bi, tidak apa-apa. Toh kalian juga sudah kami anggap seperti keluarga" ucap Nayra menatap bi Surti
"Tuh dengar, Tuan Lukas sendiri juga sering nyuruh kita buat sarapan bersama kan" timpal Alam
"Ya tapi tetap harus jaga sikap Le" tambah pak Tarjo
"Oke" ucap Alam mengangkat jempol tangannya ke arah kedua orang tua
"Ayo Nay, nanti telat Lo" ajak Alam dengan menarik lengan Nayra lembut
"Oke deh, karena mas free hari ini aku akan merepotkan mas" ucap Nayra dengan tertawa kecil
"Ya sudah. Kalian hati-hati ya" pesan bi Surti yang di angguki oleh keduanya, Nayra dan Alam menyalami bi Surti dan pak Tarjo dengan takzdim sebelum pergi