(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)
Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.
Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.
Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.
Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.
Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 128: Rahasia Sang Raja Fana
Setelah Sang Ratu menyeret kedua anak tertuanya ke ruang bawah tanah, taman Paviliun Bunga Persik menjadi sangat sunyi.
Zhao Xuan menoleh ke arah ayahnya, Raja Zhao, yang masih duduk tenang di kursi batu sambil menyesap tehnya. Pria paruh baya itu sama sekali tidak terlihat panik atau terkejut melihat istrinya tiba-tiba memancarkan aura dewa yang sanggup membelah langit.
"Ayahanda," tegur Zhao Xuan pelan, berjalan mendekat. "Ayahanda melihat Ibunda terbang dan mengeluarkan petir tadi... tapi Ayahanda terlihat sangat biasa saja. Apakah Ayahanda tidak curiga?"
Raja Zhao meletakkan cangkir tehnya. Ia menatap langit biru, lalu tersenyum hangat, sebuah senyuman yang memancarkan kebijaksanaan luar biasa dari seorang pria fana. Ia menepuk kursi di sebelahnya, menyuruh putra bungsunya duduk.
"Xuan'er, sejak hari pertama Ayah menemukan ibumu tergeletak terluka parah di Hutan Perbatasan dua puluh tiga tahun lalu, Ayah sudah tahu dia bukan manusia biasa," Raja Zhao menghela napas panjang, matanya menerawang penuh cinta. "Selama tiga tahun pertama, ibumu bahkan tidak mau disentuh oleh siapa pun. Tatapannya sangat dingin, seolah ia sedang diburu oleh kematian itu sendiri."
Raja Zhao mengusap kepala Zhao Xuan. "Tapi Ayah terus membujuknya. Ayah merawatnya tanpa menuntut apa-apa. Ayah tidak peduli apakah dia seorang dewi dari langit atau siluman dari dasar bumi. Ayah hanya ingin melindunginya, memberinya rumah di mana ia bisa hidup seperti orang biasa, tertawa, dan membesarkan anak-anak tanpa harus memikirkan kejamnya dunia luar."
Mendengar pengakuan tulus itu, hati Zhao Xuan yang telah hidup dalam pengkhianatan bergetar hebat. Cinta murni tanpa syarat dari seorang fana ini jauh lebih berharga daripada pusaka tingkat Nirvana mana pun.
Di dalam lautan kesadaran Zhao Xuan, suara Gu Tianxue terdengar berbisik hormat. "Tuan... Raja fana ini memiliki Hati Dao yang luar biasa murni. Pantas saja Sang Ratu bersedia melepaskan segalanya demi beliau."
"Gu Tua," balas Zhao Xuan dalam hati, menatap wajah ayahnya lekat-lekat. "Kau pernah bilang bahwa Roh Dunia akan segera lahir di Benua Tianyun ini, bukan?"
"Benar, Tuan Asura. Dan menurut hukum alam, Roh Dunia memiliki kehendak mutlak. Ia secara alami akan menolak kultivator dari dimensi asing seperti Leluhur Yao atau Raja Iblis. Roh Dunia hanya akan tunduk dengan sempurna pada seseorang yang lahir dan memiliki ikatan darah murni dengan alam fana ini."
Mata hitam Zhao Xuan berkilat dengan sebuah tekad yang mengguncang takdir.
Leluhur Yao dan Alam Iblis menginginkan Roh Dunia ini untuk menjadi Kaisar Dewa? batin Zhao Xuan tersenyum sinis. Bermimpilah. Aku akan membangunkan meridian ayahku secara diam-diam. Aku akan mengajarkan Seni Penelan Langit padanya. Saat Roh Dunia itu lahir, aku akan menyuapkannya langsung ke mulut ayahku! Biar para dewa dan iblis itu menangis darah melihat seorang raja fana mengunci dunia ini dari jangkauan mereka selamanya!
"Ayahanda," Zhao Xuan memeluk ayahnya, diam-diam mengalirkan setitik energi dari Roda Bintang Ruang dan Waktu ke dalam tubuh Raja Zhao untuk perlahan membersihkan meridian fananya yang tersumbat tanpa menimbulkan rasa sakit. "Ayahanda adalah raja terhebat di seluruh dunia."
Sementara keluarga Kerajaan Zhao sibuk dengan urusan internal mereka, gelombang ketakutan dan intrik mulai menyapu seluruh Benua Tianyun.
Mundurnya armada dewa dari Benua Tengah dan lenyapnya pasukan Alam Iblis secara misterius di wilayah Zhao membuat tiga kerajaan fana lainnya—Kerajaan Yan (Utara), Kerajaan Chu (Timur), dan Kerajaan Su (Barat) merasa sangat waspada.
Mata-mata mereka melaporkan bahwa Kerajaan Zhao tampaknya dilindungi oleh "Dewa Penjaga Tak Kasat Mata". Wilayah Zhao menjadi zona aman mutlak di tengah invasi. Menyadari hal ini, ketiga kerajaan mulai merencanakan taktik licik: mereka harus mengikat Kerajaan Zhao dengan pernikahan politik untuk mendapatkan perlindungan dewa tersebut!
Target utama mereka tentu saja adalah pangeran satu-satunya yang belum menikah Pangeran Ketiga, Zhao Xuan.
Namun, desas-desus kejam menyertai rencana itu. Karena Zhao Xuan tidak pernah keluar dari istana dan tidak pernah menunjukkan diri di acara publik (karena sibuk mengurus Sekte Langit Asura dan tidur siang), rumor di luar berhembus liar.
"Pangeran Ketiga Kerajaan Zhao pastilah cacat," bisik para bangsawan Kerajaan Yan. "Kudengar wajahnya sangat buruk rupa dan dia idiot! Makanya Sang Ratu selalu menyembunyikannya!"
Di Kerajaan Su, rumor ini dijadikan senjata oleh para putri kerajaan untuk saling menjatuhkan.
Di dalam istana Su, Putri Su Yue putri ketujuh yang terlahir dengan Penyakit Bawaan Yin Dingin Ekstrem terbatuk darah di atas ranjangnya. Kulitnya sepucat kertas, namun kecantikannya sangat menawan dan rapuh. Belasan tabib istana telah menyerah penyakit dingin ini menggerogoti organ dalamnya sejak lahir.
"Su Yue, adikku yang malang," ucap Putri Mahkota Su dengan nada mengejek, berdiri di ambang pintu kamar Su Yue. "Ayahanda Raja telah memutuskan. Kita harus mengirim seorang putri untuk dijodohkan dengan Pangeran Ketiga Kerajaan Zhao yang buruk rupa itu demi aliansi. Kakak-kakakmu yang lain terlalu berharga untuk dibuang. Jadi... bersiap-siaplah. Kau yang akan dikirim ke sana."
Su Yue tidak menangis. Ia menghapus darah dari bibirnya dan mengangguk pelan. "Baik, Kakak."
Ia bersedia bukan karena pasrah dinikahkan dengan pangeran "monster". Su Yue telah mendengar rumor lain: di Kerajaan Zhao, ada dewa tak kasat mata yang sanggup menciptakan keajaiban. Jika tabib fana tidak bisa menyembuhkannya, mungkin dewa di Kerajaan Zhao itu bisa melepaskannya dari siksaan rasa dingin yang membakar ini.
Lima Tahun Kemudian
Waktu mengalir layaknya air sungai di musim semi. Lima tahun berlalu tanpa terasa, membawa perubahan yang luar biasa di balik layar dunia fana.
Di bawah pelatihan neraka Sang Ratu, Zhao Tian dan Zhao Ling telah bertransformasi menjadi monster muda dengan Roda Bintang yang mengerikan. Di sisi lain, Sekte Langit Asura yang dipimpin Zhao Xuan telah menyebar bagaikan jaring laba-laba ke seluruh benua, menjadi penguasa absolut dunia bawah.
Dan hari ini, Istana Kerajaan Zhao dihias dengan lampion emas dan pita sutra merah di setiap sudutnya.
Ini adalah perayaan besar. Ulang tahun ke-17 dari Pangeran Ketiga, Zhao Xuan!
Di usianya yang ketujuh belas, Zhao Xuan telah kehilangan seluruh bentuk kekanak-kanakannya. Remaja "buruk rupa" dalam rumor itu kini berdiri setinggi enam kaki. Bahunya tegap, wajahnya memahat kesempurnaan seorang dewa, dan rambut hitam panjangnya diikat dengan pita giok sederhana. Di balik penampilannya yang terlihat seperti cendekiawan tenang, matanya yang hitam pekat menyembunyikan Niat Membunuh absolut dari seorang Asura dan kedinginan dari tiga hukum dimensi.
Sang Ratu, yang terlihat semakin cantik layaknya gadis berusia dua puluhan, memastikan perayaan ini digelar semeriah mungkin. Seluruh bangsawan, utusan dari Kerajaan Yan, Chu, dan Su, berkumpul di Aula Kedamaian Surgawi.
Bahkan di antara kerumunan pelayan istana, beberapa Utusan Elit dari Alam Dewa menyusup dalam penyamaran. Mereka dikirim oleh Dewa Perang Xuanming untuk menyelidiki anomali Kerajaan Zhao secara diam-diam, sangat berhati-hati agar tidak memancing amarah "Monster Tak Kasat Mata" yang menghancurkan pasukan iblis lima tahun lalu.
Di sudut ruangan kehormatan, duduklah Xiao Mei. Sang dewi es itu kini berstatus sebagai "Tamu Kehormatan Sekte Benua Tengah". Mengenakan gaun sutra merah darahnya, Xiao Mei menatap sosok Zhao Xuan yang sedang berdiri di tengah aula dengan tatapan penuh devosi, cinta, dan kepemilikan yang sangat posesif. Jika bukan karena perintah Zhao Xuan, Xiao Mei pasti sudah mencungkil mata setiap putri bangsawan yang berani mencuri pandang ke arah tuannya.
"Pangeran Ketiga Kerajaan Zhao sungguh... luar biasa tampan," bisik para putri utusan Kerajaan Yan dengan wajah memerah, menyadari bahwa rumor tentang kejelekan Zhao Xuan adalah kebohongan terbesar abad ini.
Tepat saat Zhao Xuan sedang menghela napas menahan kebosanan menghadapi rentetan ucapan selamat, terdengar suara pengumuman dari penjaga gerbang aula.
"Utusan dari Kerajaan Su, Putri Ketujuh, Su Yue, memasuki aula!"
Semua mata menoleh ke arah pintu.
Seorang gadis berusia enam belas tahun melangkah masuk dengan langkah gontai. Ia mengenakan jubah putih tebal dari bulu rubah salju, sangat kontras dengan cuaca musim semi yang hangat. Wajahnya tertutup cadar tipis, namun kulit tangannya terlihat transparan dan pucat. Setiap kali ia melangkah, udara di sekitarnya terasa membeku.
Itu adalah Yin Dingin Ekstrem.
Putri-putri dari kerajaan lain mulai mencibir, melihat kondisi Su Yue yang tampak seperti mayat hidup yang dipaksa datang. Namun, saat gadis itu berjalan mendekati singgasana dan berlutut memberi hormat kepada Raja Zhao dan Sang Ratu, ia tiba-tiba terbatuk hebat, memuntahkan setetes darah ke atas karpet merah.
"Maafkan ketidaksopanan hamba, Yang Mulia..." rintih Su Yue, tubuhnya nyaris ambruk karena hawa dingin dari dalam Dantian fananya meledak akibat kelelahan menempuh perjalanan jauh.
Seluruh penjaga bersiaga. Tabib istana segera berlari mendekat.
Namun, sebelum tabib itu sempat menyentuh Su Yue, sesosok bayangan hitam telah melesat dan berlutut di samping gadis itu.
Zhao Xuan memegang pergelangan tangan Su Yue yang sedingin bongkahan es.
Saat jari Zhao Xuan menyentuh nadinya, mata asuranya sedikit menyipit. Di dalam lautan kesadarannya, Gu Tianxue Sang Iblis Tua langsung menjerit kaget.
"T-Tuan! Hawa dingin ini! Ini bukan penyakit fana! Ini adalah Tubuh Kaca Yin Primordial! Salah satu dari sepuluh fisik terkuat di alam semesta yang diincar oleh Alam Iblis sebagai wadah sempurna Leluhur Darah mereka!"
Zhao Xuan menatap wajah pucat Su Yue yang sedang memejamkan mata menahan sakit. Gadis ini dikirim kemari sebagai buangan oleh kerajaannya, namun mereka tidak tahu bahwa mereka baru saja mengirimkan pusaka yang paling dicari oleh dewa dan iblis ke hadapan sang penguasa bayangan.
"Kau aman sekarang," bisik Zhao Xuan lembut.
Hanya dengan satu putaran Roda Bintang Gravitasinya, Zhao Xuan menyedot habis hawa dingin yang mengamuk di permukaan kulit Su Yue, menyimpannya ke dalam Cincin Jiwa Kuno (Telah diberikan ibunya setelah semua harta nya habis).
Su Yue perlahan membuka matanya. Rasa sakit yang menyiksanya selama belasan tahun mendadak hilang. Ia menatap wajah sempurna Zhao Xuan dari jarak sangat dekat, dan jantung fana gadis itu melewatkan satu detakan.
"A-Anda... apakah Anda dewa yang menyembuhkan saya?" bisik Su Yue dengan air mata menggenang.
Zhao Xuan mengukir senyum tipis. Ia melirik tajam ke arah sudut aula, tepat ke arah utusan Alam Dewa yang sedang menyamar, membuat para utusan dewa itu langsung berkeringat dingin dan menundukkan pandangan mereka dalam kengerian mutlak.
"Aku bukan dewa, Tuan Putri," jawab Zhao Xuan tenang, membantu Su Yue berdiri di tengah ribuan mata yang memandang mereka dengan takjub. "Aku adalah mimpi buruk bagi para dewa."