NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Happy reading<<<<<<<<

 

Imlie langsung membuka foto itu dan itu adalah foto Aryan yang tidur dengan kepala di pangkuannya Viona.

"Ck, pasti ini Viona yang kirim, sengaja banget buat mana manasin Gue." kesal Imlie dan menyimpan pesan itu. Kemudian menaruh hpnya sembarangan.

"Aryan Cowok Gue apa si Viona sih." batin Imlie frustasi kemudian dia memilih terdiam. Sampai tak lama tersadar dengan sesuatu.

"Tinggal lima ribu doang." batin Imlie.

"Sepertinya besok Gue harus cari kerja paru waktu nih.. Minimal buat makan sama ongkos lah. Kalau kaya gini kan Gue bisa isdet kalau nggak makan pagi." batin Imlie menatap langit langit kamarnya.

Tak lama perutnya kembali berbunyi.

"Perut oh perut. Bisa nggak Lo bersabar." nyanyi Imlie sambil mengelus perutnya.

"Maca mana Aku mau sabar, cacing pada demo cacing pada demo." nyanyi Imlie lagi dengan suara berbeda. Miris bukan. Padahal dia seorang Putri dari pengusaha yang cukup besar tapi mau makan saja sangat susah.

"Kayanya sudah waktunya makan malam, tapi kenapa Bik Ajeng nggak manggil Gue buat makan ya?" batin Imlie.

"Ah, pasti lupa kali." batin Imlie.

Ceklek

Imlie keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan di sana terlihat keluarganya sudah hampir menyelesaikan acara makan mereka.

"Mau apa Kamu di sini?" tanya Melani.

"Emm, mau makan Ma." jawab Imlie pelan.

"Ck, Kamu nggak dengar. Mulai sekarang Kamu jangan makan di rumah ini, cukup tempat tinggal saja yang Kami berikan padamu. Ini adalah hukuman buat Kamu karena sudah melukai Loli." ujar Melani tajam. Imlie meneguk salifanya.

"Tapi, perut Aku udah laper banget Ma. Aku nggak bisa nahan lagi Ma." ujar Imlie memohon menatap satu persayu keluarganya meminta belas kasih.

"Ck, nggak ada." ujar Papanya. Sedangkan Alvian hanya bisa menunduk tak ambil pusing.

"Li, maaf ya Aku nggak bisa bantu Kamu. Karena ini keputusannya Papa sama Mama. Lagian Kamu juga kan yang lukain Aku. Jadi, lain kali jangan di ulangi lagi ya." ujar Viona sok sokan lembut padalah kaya Iblis.

"Sayang sudah Mama bilang kan jangan terlalu baik, itu hukuman untuknya." ujar Melani.

"Baiklah, kalau gitu kalau minum bisa nggak?" tanya Imlie lagi karena dia sudah haus sejak tadi tak berani keluar kamar.

"Terserah." jawab Melani tidak peduli.

"Baiklah, terimakasih Ma, Pa." jawab Imlie dan meringis sangat pelan. Dan Alvian menyadari itu tapi tetap tak peduli.

"Ya Allah, kasihan sekalih Non Imlie." ujar Bik Ajeng dan Bik Pipit.

"Ingat!! Kalau ke dapur jangan coba coba makan diam diam atau Saya nggak ikhlas makanan itu masuk ke tubuhmu. Kalaupun Kamu nekat, maka makanan itu akan jadi penyakit untuk mu." ancam Melani sungguh sangat jahat.

"Tidak usah di sumpahin Ma. Udah kejadian." batin Imlie dan hanya bisa mengangguk.

"Assalamualaikum Bik. Aku minta airnya ya." ujar Imlie.

"Waalaikumsalam."

"Ya Allah, tuan rumah tapi masih saja meminta izin untuk mengambil air di rumahnya sendiri." batin Bik Pipit merasa kasihan pada Imlie.

"Tidak usah izin Non. Minum saja.. Semoga air itu bisa mengenyangkan perutnya Non ya.. Bismillah saja Non." ujar Bik Ajeng mengelus kepala Imlie yang sedang duduk minum segelas airnya.

"Iya, makasih Bibi Bibi cantik nan baik hati." jawab Imlie.

"Nak, makan makanan punya Bibi saja ya." tawar Bik Ajeng.

"Jangan Bik, Aku nggak papa kok. Aku takut aja ngelanggar perintah Mama tadi. Lagian Aku udah kenyang kok minum air putih. Bibi jangan salah sangaka air putih baik kok buat tubuh, biar meningkatkan kekebalan tubuh, menghidrasi kulit, dan juga membuat otak kita jadi encer kok." jawab Imlie panjang lebar dengan senyuman khasnya.

"Ya Allah, di saat tersakiti gini, senyuman itu tak pernah luntur... Ya Allah kapan penderitaan gadis ini berakhir. Kapan kau mengehentikan cobaan gadis ini Ya Rabb." batin Bik Pipit.

"Terus, lukanya gimana? Udah sembuh?" tanya Bik Ajeng mengusap tangan Imlie yang terluka.

"Alhamdulillah... Udah agak mendingan kok Bik... Yasudah Aku ke depan dulu ya Bik." pamit Imlie.

"Iya Non." jawab mereka.

Imlie ke depan dan melewati meja makan. Sebelum itu dia menghentikan langkah kakinya.

"Pa, Ma, Aku izin keluar sebentar ya." izin Imlie.

"Nggak peduli kalau nggak balik pun juga lebih baik. Lagian keluar aja Kamu kan mirip jalang." jawab Bu Melani tajam. Sungguh seperti bukan seorang Ibu kandung saja.

"Makasih Ma, udah izinin Aku.... Pa, Aku izin yaaa.." ujar Imlie pada Papanya.

"Terserah, tapi jangan buat Malu di luar." ujar Papanya.

"Terimakasih." ujar Imlie dan tidak mendapatkan jawaban dari mereka. Imlie menatap Alvian dan tatapan Alvian yang sejak tadi meliriknya di buat kembali menunduk dan memakan makannya.

Dengan cepat Imlie naik ke kamarnya dan mengambil uangnya yang sisa lima ribu. Imlie berencana makan bakso harga lima ribu, karena memang tukang baksonya suka nagkring di seberang rumahnya Imlie. Itu adalah bakso kesukaan Imlie.

Dan balkon kamarnya Alvian menghadap tepat ke arah jalan itu begitupun balkon kamarnya Imlie.

"Assalamualaikum Mang." salam Imlie

"Eh, Neng Imlie.. Waalaikumsalam Neng. Mau makan ya?" tanya Mang penjual bakso.

"Iya dong Mang. Tapi, kali ini bisa nggak Aku beli yang harga lima ribu?" tanya Imlie.

"Bisa dong." ujar Mang penjual bakso.

"Makasih Mang, Aku tungguin ya." ujar Imlie dan duduk di samping seorang Ibu dan anak perempuannya yang sedang ikut memakan bakso.

"Nak, sini Mama dinginin dulu.." ujar si Ibu itu perhatian pada anaknya.

"Makasih Ma." jawab anaknya.

"Masyaallah.. Indah sekalih ya kasih sayang seorang Ibu. Andai aja Aku di posisi anak ini." batin Imlie kemudian matanya berkaca kaca.

"Loh, Kakak kenapa nangis?" tanya bocah perempuan itu.

"Eh.. Nggak kok. Tadi mata Kakak perih aja." jawab Imlie.

"Nak, Kalau ada masalah.. Selesain semuanya dengan tenang ya." ujar Si Ibu. Membuat hati Imlie menghangat.

"Makasih Bu." jawab Imlie tersenyum lembut.

"Ini Neng Imlie, pesananya udah jadi." ujar Mang penjual bakso.

"Makasih Mang." jawab Imlie kemudian menyantap baksonya

"Loh, kok banyak sih Mang. Kan Aku cuman pesan lima ribu Mang." ujar Imlie.

"Itu bonus buat pelanggan setia yang sekarang sedang kere, heheh." canda Mang penjual bakso.

"Heheeh.. Bisa aja Mang terimakasih Mang... " jawab Imlie

"Lumayan lah, buat ganjeng perut. Nanti besok Aku minta tolong Kak Aryan buat jemput Aku deh. Kan Lima ribunya udah di pake buat makan bakso, hehehehe." batin Imlie.

Sedangkan Alvian yang berada di balkon tak sengaja menatap Imlie di seberang sana. Dia hanya menatap saja tanpa berbiacara sepatah katapun.

"Alhamdulillah.. Kenyang juga nih perut.. Kalau besok nanti kita cari dana lagi ya buat ngisi. Hehheheh." batin Imlie mengusap perutnya pelan. Dan kembali ke rumahnya setelah membayar baksonya tadi.

Imlie>>>>>>>

"Kak, bisa nggak jemput Aku?

Read

Imlie>>>>>>>

"Kak?"

Aryan>>>>>>>

"Nggak bisa, Gue lagi di rumah Viona."

Imlie>>>>>>>

"Kak, kali iniii aja.. Aku bareng Kakak ya."

Aryan>>>>>>>>

"Ck, nggak bisa."

Imlie langsung mematikan ponselnya. Kemudian turun dari kamarnya lagi dan lagi seperti biasa bertemu orang tuanya yang sedang sarapan.

"Ck, Kamu nggak budek kan? Sudah Saya bilang jangan makan di rum......"

"Maaf Pa, Aku nggak makan Kok. Aku cuman mau pamit aja kok." ujar Imlie menyela perkataan Papanya.

"Kamu, menyela perkataan Saya, hah? Dasar tak sopan." bentak Papanya.

"Maaf Pa." ujar Imlie.

"Sudah sana pergi." usir Pak Mahen. Dan saat Imlie hendak menyalimi orang tuanya tangannya langsung di tepis dengan kasar.

"Assalamualaikum." salam Imlie pelan.

"Waalaikumsalam." jawab mereka dingin.

"Eh, Imlie.. Mau bareng Aku sama Kak Alvian nggak? Kan Kamu pasti udah nggak ada ongkos ke sekolah kan?" tanya Lolita.

Pak Mahen yang mendengar itu baru sadar. Tumben sekalih Putrinya ini tidak meminta uang jajan. Tapi, beliau tak peduli.

"Kalau anak ini tak ada uang lagi, berarti sejak kemarin makan apa?" batin Pak Mahen.

"Akkh, bodoh ah. Pasti anak ini ada uang simpanan." batin

"Beneran Kak? Aku boleh nebeng?" tanya Imlie senang, seperti mendapat harapan baru.

"Ck, nggak usah.. Nanti malah buat anak anak Saya kecelakaan lagi." sela Melani.

"Baiklah." jawab Imlie dan pergi dengan wajah lesu.

"Ya.. Jalan ke sekolah? Apa nggak kerajinan Gue." gumam Imlie.

"Yaa.... Mau gimana lagi, Gue cuman punya dua pilihan. Jalan atau tetap jalan. Hehhehe." batin Imlie sungguh miris gadis ini.

"Perut, seperti biasa.. Sabar, sabar dan sabaaaarrrr." gumam Imlie menunduk menatap Perutnya.

"pulang sekalih nanti Aku coba ke restoran yang di seberang kantor Papa itu deh.. Mudah mudahan lowongan kerja yang waktu itu masih ada. Ya walaupun seorang pelayan sih.. Tapi, kan lumayan cuman antar antar makanan doang." batin Imlie.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!