NovelToon NovelToon
Alana : Wounds And True Love

Alana : Wounds And True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hee_Sty47

Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 2

***

Tingggg

Alana keluar dari kabin lift kala pintu yang perlahan terbuka. Gadis itu lantas menyusuri koridor sampai ke depan pintu unit apartement milik Bian

Gadis itu sempat kesal sebab menunggu kabar dari Bian yang tiba tiba menghilang. Sesuai janji mereka akan pergi keluar di malam minggu.

Namun sampai detik ini panggilan Alana dan semua pesan yang di kirim sama sekali tak ada di respon. Dan Bian tak kunjung datang menjemput nya.

Jujur Alana juga cemas, takut sesuatu yang buruk terjadi pada Bian.

Karena tidak betah menunggu kabar yang tak pasti, Alana memilih pergi mendatangi Bian.

Selama ini Bian tak pernah ingkar janji kala sudah berjanjian padanya. Pria itu pasti menempati nya.

Alana menekan tombol angka yang memang dia sudah hapal nya di luar kepala.

Bipp

Gadis itu masuk ke dalam, dahi nya mengernyit dalam dengan langkah nya terhenti kala melihat tas kerja Bian di atas sofa.

"Dia sudah pulang." Gumamnya sambil meletakkan sling bag nya di samping tas kerja Bian.

"Kak Bi. " Panggil Alana mendekati ke arah pintu kamar milik Bian. Tangan nya mengudara untuk mengetuk pintu kamar , namun tak ada sahutan dari dalam sana.

Alana memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Bian. Namun nihil, kamar itu kosong.

"Kak Bi " Panggilnya sambil menutup kembali pintu kamar. Karena di dalam kamar itu tak ada tanda tanda Bian di dalam kamar mandi. Sama sekali tidak ada suara gemericik air di sana.

Langkah Alana membawanya sampai ke arah kitchen.

Dia tertegun melihat samar seseorang yang duduk di kursi bar dengan pencahayaan yang sangat minim. Alana melepas blazernya dan menyampirkan di lengan.

Gadis itu lantas mendekat ke arah saklar lampu. Untuk menyalakan nya agar ia jelas melihat Bian.

Tak

Seketika lampu menyala terang.

Alana dapat melihat Bian yang memijat keningnya dan berlahan menegakkan tubuhnya. Tubuh atas pria itu terekspos, memperlihatkan tubuh nya yang sixpack. Sangat sempurna. Ada rasa ingin menyentuh dada bidang yang menonjol, serta bagian perut yang seperti roti sobek.

"Kak Bi. " Panggil Alana memberanikan diri mendekat pada Bian yang sedang menatap nya dengan kedua mata yang memerah.

Aroma alkohol dapat tercium di indra penciuman nya.

"Alana. Kenapa pakai baju seperti itu? " Tanya nya dengan suara serak.

Alana meletakkan blazer miliknya di atas meja bar, tepat di dekat botol alkohol. Tatapan nya meneliti botol alkohol yang sudah banyak berkurang. Ia menghela nafas dalam. Dan berdiri tepat di hadapan Bian. Aroma alkohol sangat pekat tercium oleh Alana kala dekat dengan tubuh Bian.

"Alana" Panggil Bian menatap dengan tak percaya penampilan Alana yang seberani ini.

"Heum." Alana mengikis jarak di antara mereka. Ia membalas tatapan Bian dengan lekat.

Hembusan nafas Alana menyapu kulit wajah Bian membuat sesuatu di dalam tubuhnya kian beraksi lebih.

Cup!

Entah siapa yang memulai kini kedua b!bir mereka saling menyatu. Bian yang kesadarannya memang sudah nyaris hilang menyesap b!bir itu dengan lembut.

Kedua mata Alana membulat ,  sungguh tak pernah dia rasakan seseorang menyentuh b!bir ranum nya. Jantungnya berdegup dengan sangat keras. Ini adalah c!uman pertamanya. Rasa nya begitu lembut, lembab dan hangat. Dan tubuh nya meremang.

Bian yang memang sudah lihai dalam hal seperti ini mulai menguasai. Melumat ranum Alana penuh n!kmat. Bian menjelajahi b!bir ranum yang terasa manis. Sesekali dia mengigit gigit kecil.

Sementara Alana yang tidak berpengalaman sama sekali hanya bisa diam tanpa membalas. Nafasnya tersengal karena permainan Bian membuatnya kewalahan mengatur nafas sendiri.

Bian yang paham, menjeda sebentar cumb uan nya, memberi ruang Alana bernafas sejenak.

Tangan Bian tak tinggal diam, karena kini sudah merenguh tubuh Alana yang semakin menempel dengannya.

Tubuh Alana masuk di tengah kedua sisi pahanya. Tangan nya mengusap lembut tengkuk Alana tanpa melepas pangutan.

"Balas sayang . " Lirih Bian serak dan kembali memangut b!bir ranum Alana.

Alana yang tubuhnya terasa menegang namun mulai merasa dirinya melayang terbang . Sangat sulit dia deskripsi kan rasa saat ini.

Dengan gerakan kaku dan nalurinya saja Alana membalas decapan Bian. Seperti drama drama yang dia tonton. Lidah Bian lansung menelusup masuk dalam rongga mulut dengan sedikit tergesa gesa. Lidah yang berkelit membuat tubuh Alana semakin memanas.

Kian sulit untuk gadis itu menjelaskan rasa yang di rasakan nya saat ini. Tubuh nya mulai meminta lebih.

Bian langsung mengangkat tubuh Alana. Menggendong nya ala koala. Karena takut jatuh Alana membelit tangan nya di leher Bian.

Keduanya sama sama masih menyesap satu sama lain. Dengan Bian yang terus melangkah menuju kamar nya.

Bruuk

Bian melempar tubuh Alana di atas kasur membuat gadis itu tersentak. Cukup terkejut.

Bian melepas gesper nya dan melemparkan nya dengan asal. Dan ia melepas celana berbahan kain itu menyisakan celana dalam mahal nya.

Sementara Alana meneguk ludahnya susah paya kala melihat tubuh Bian yang nyaris sempurna, lalu tatapan matanya mengarah pada aset berharga yang nampak penuh dari dalam kain tertutup itu.

Jantung Alana kian berdebar tak menentu. Rasa takut bercampur penasaran begitu mendominasi saat ini.

Bian merangkak naik ke atas kasur dan langsung mengukung tubuh Alana, bahkan bibirnya kembali membungkam b!bir gadis itu yang membuat nya candu.

Alana yang kembali terbuai oleh sentuhan yang di berikan Bian seketika pasrah. Kala tangan Bian bergerilya di p4ha dalam nya , mengusap lembut.

B!bir Bian turun perlahan menyusuri dagu dan berganti menuju ceruk leher Alana.

Jari Alana menyusup dan mer3mas sen5ual di kepala Bian dengan mendongak ke atas, memudah kan Bian bermain di ceruk lehernya.

"Enghhhhh.... " Lenguh Alana kala Bian menyesap kuat di area lehernya, memberi jejak tanda merah di sana.

Tubuh Alana menggelinjang tak menentu, nafasnya berderu hebat. Rasanya dia ingin lebih. Miliknya terasa berkedut di bawah sana. Sulit ia jelaskan.

Sementara Bian kembali menjelajahi bib!rnya pada da da Alana. Lidahnya berkelit di sana membuat gadis itu rasanya ingin menjerit. Apalagi kini tangan Bian sudah dengan lancang mer3mas kuat salah satu benda kenyal nya. Tangan pria itu bergerak layak nya mer3mas squishy.

Pakaian Alana sudah berserakan di lantai, entah kapan baju itu terlepas dari tubuhnya. Karena kini Alana sudah naked. Benar benar polos tanpa pelindung apa pun.

Alana sadar betul sesuatu yang lebih akan terjadi sebentar lagi.

Tatapan Bian begitu sayu menatap keindahan di depan mata. Sungguh tubuh Alana sempurna. Tidak ada noda sedikit pun kecuali noda jejak se5apannya.

Bian menikmati setiap !nci tubuh Alana, bahkan pada aset berharga gadis itu. Bian bermain di sana memberikan Alana rasa yang sangat luar biasa n!kmat dengan lidah dan bibirnya.

Tubuh Alana menggelinjang tak menentu. Kedua tangannya meremas sprei dengan kuat . Kepalanya bergerak gelisah kesana kemari. Sungguh kecantikan Alana saat menikmati seperti ini berkali lipat di mata Bian.

Alana sepenuhnya sadar dengan apa yang dia lakukan saat ini, namun dia sama sekali tidak menolak. Justru sebalik nya dia begitu menikmati

Alana sangat berharap dengan apa yang ia berikan pada Bian, membuat pria itu jadi miliknya. Dan akan Alana buat Bian membalas cintanya. Meski pengorbanan nya saat ini tak main main. Dengan memberikan barang satu satunya yang begitu sangat berharga.

"Assssssttt sa... kiiit ." Teriak Alana kala aset di bawah sana mulai menerobos masuk hingga suara sesuatu yang robek terdengar jelas. Bahkan cairan kristal bening berlahan mengalir di sudut mata nya. Kedua tangannya mencakar kuat lengan Bian. Tubuh Alana serasa terbelah menjadi dua.

"Its okay sayang, sakit nya cuma sebentar. Habis ini kamu akan merasa enakkan. Tahan sebentar ya." Bisik Bian

Bian yang tak sabaran langsung membungkam b!bir Alana, memberikan gadis itu kenyamanan. Tangan di bawah sambil membantu mendorong aset nya. Hingga sekali hentakkan Bian menjebol paksa. Tubuh Alana sampai bergetar hebat. Kuku panjangnya menancap di punggung Bian.

Beberapa saat kemudian, rasa sakit yang sempat tercipta kini berganti dengan kenikmatan. Dan sekrang Alana memahaminya.

Racauan kedua insan saling berganti memekak keheningan di ruangan itu. Kasur yang terkoyak dengan suara deritan kasur seirama dengan hentakkan yang di berikan Bian.

Keduanya bergumal dengan sangat erotis, seakan tidak pernah menemukan kepuasan , keduanya melakukan hingga larut malam.

Brian sebagai sorang pria dewasa yang memang sudah menahan dirinya, melampiaskan di tubuh Alana.

Entah bagaimana besok kala dirinya terbangun dengan kondisi yang sadar sepenuhnya. Apa ada penyesalan dengan apa yang dia lakukan saat ini.

Keduanya terkulai lemas di balik selimut. Tidur saling berpelukan tanpa sehelai benang pun.

***

Sinar mentari masuk dari celah gorden yang tak sepenuhnya tertutup sempurna. Alana menggeliat kecil. Tubuhnya terasa begitu remuk usai pergulatan semalam.

Dia mendongak dan menatap wajah teduh Bian yang masih terlelap. Wajah Alana memerah bagaimana mengingat adegan yang dia mainkan bersama Bian.

Alana meringis kala pusat intinya terasa perih, hal itu membuat tidur Bian terusik. Perlahan kedua mata pria itu terbuka.

Pandangan keduanya saling bertemu sesaat.

Kedua mata Bian langsung melotot dan bangun dari posisinya. Seketika dia membeku kala melihat dirinya polos begitu pula Alana yang cepat cepat menutup badannya, akibat selimut yang tersingkap.

"Alana semalam. " Suara Bian tercekat, bersama tenggorokan nya yang terasa kering. Pria itu langsung mengusap wajahnya frustasi.

Kepalanya terasa begitu berat. Dan pikiran nya sontak kacau.

Apa yang sudah dia lakukan bersama Alana.

Gila

"Semalam bukan mimpi." Lirihnya pelan menatap Alana yang berbaring dengan kedua tangan meremat selimut. Wajah adik sepupunya itu memerah.

Alana menggelengkan kepala. "Ini nyata kak." Jawab nya lirih.

Bian cepat cepat turun dari atas kasur dengan tubuh naked. Alana yang melihat memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Sementara Bian langsung memakai celana dalam nya dengan gerakan cepat. Dia dapat melihat kamar nya yang benar benar sangat kacau. Lebih tepat nya ranjang nya.

"Sialan." Umpat nya tanpa sadar pada diri sendiri. Sementara Alana tercenung.

Bian langsung melangkah ke dalam kamar mandi dan membanting pintu cukup keras. Pria itu butuh air dingin saat ini , untuk mendinginkan kepalanya.

Brakkk

Alana tersentak dengan jantung yang berdebar debar.

Tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya dan langsung bangun dari posisinya.

Dengan meringis tertahankan Alana langsung mengenakan pakaiannya.

Setelah itu Alana perlahan keluar dari kamar Bian dengan berjalan tertatih. Ia memutuskan meninggalkan apartement Bian dengan perasaan yang sesak menyerang dalam rongga dadanya.

Apa yang sudah ia lakukan, tidak membuat pria itu bisa ia miliki juga. Alana tak menyangka respon Bian akan seperti itu. Pria itu terlihat marah.

Sementara di kamar mandi, di bawah pancuran shower Bian merutuki dirinya. Bahkan tangannya sudah beberapa kali menghantam dinding kamar mandi, melampiaskan amarahnya pada diri sendiri. Rasa perih pada tangan dan punggung di abaikan nya saja.

Setelah mulai menenangkan diri Bian menatap dirinya di balik kaca. Wajahnya menunduk menyamping melihat punggungnya yang terluka karena tancapan kuku Alana. Bian menarik napas berat, berharap ini cuma hanya sekedar mimpi.

Apa yang harus dia lakukan saat ini, sungguh kepala Bian seperti mau pecah. Bukan hanya karena efek mabok, namun karena masalah baru yang akan datang.

Bian memilih keluar dari kamar mandi. Saat melihat ke arah ranjang, Alana sudah tidak ada di sana. Pakaian Alana yang ada di lantai juga sudah tak terlihat.

Bian memijit kembali keningnya. "Ala" Panggil Bian mendekat ke arah ranjang. Terlihat jejak d4rah milik Alana yang dia rengut semalam.

"Baji n9an. " Bian lagi lagi mengumpat dirinya sendiri. Buru buru pria itu keluar mencari keberadaan Alans , namun sayang sangat adik sudah tidak ada di sana.

"Aghhhhhhh." Sentak nya frustasiiii.

1
tia
kasihan nasib u rayan 😁
Ameliaputri Putri
pepet terus ray pasti tdk lama lg aluna akan jtuh d pelukanmu krn dia udah cinta kamu
tia
lanjut thor ,,,jgan sampe ada pelakor
Ameliaputri Putri
makin seru lanjut thor
Ameliaputri Putri
komunikasi suami istri itu penting, begitulah jadinya kalau miscom, alana salah knp g terus terang aja selalu kalau ada apa² d pendam d hati g mau ngungkapin
RnStar
Salah paham lagi pasti nih. Yang satu lemot, yang satu cepat menyimpulkan
Dwi Retno
lanjuutt thorrr
RnStar
gas Alana.
RnStar
Sweet, lanjut dong Thor 🙏
RnStar
bouwlehh🤣
RnStar
ulat bulu mulai nongol nih huh
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
RnStar
Alana kalau nggk mau sama Rayan, biar sama aku aja 🤣
RnStar
Bagus, seru
RnStar
lanjut Thor double 🙏
RnStar
Sepertinya Alana mulai ada perasaan.
RnStar
seneng deh, Rayan mode sat set
RnStar
Ketebak kan, ktmu ma Bian. Move on Alana, ada Rayan yang sudah cinta sama kamu
RnStar
Curiga nanti ktmu ma Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!