NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Nick menutup map di depannya.

Ruangan kembali sunyi setelah Pak Arman keluar.

Beberapa detik berlalu sebelum interkom di meja Nick menyala.

Suara sekretarisnya terdengar dari sana.

“Tuan, para direktur sudah menunggu di ruang rapat.”

Nick melirik jam di pergelangan tangannya.

Ia berdiri.

“Baik.”

Lalu tatapannya beralih pada Tessa yang masih duduk di kursi di depan mejanya.

“Aku ada rapat.”

Nada suaranya tetap datar.

Tessa mengangguk kecil.

“Aku akan menunggu di sini.”

Nick tidak langsung menjawab.

Ia menatap ruangan itu sebentar, seolah memastikan semuanya baik-baik saja.

Lalu ia mengambil jasnya dari sandaran kursi.

“Aku tidak akan lama.”

“Tidak apa, lanjutkan saja pekerjaanmu." jawab tessa disertai anggukan kecil,

Nick berjalan menuju pintu.

Tangannya sudah menyentuh gagang ketika ia berkata tanpa menoleh,

“Jangan menyentuh dokumen apapun di mejaku.”

Instruksi itu terdengar seperti peringatan.

“Iya.”

Nick membuka pintu dan keluar.

Pintu kantor itu tertutup kembali.

Ruangan besar itu langsung terasa jauh lebih sunyi.

Tessa menghela napas pelan.

Ia bangkit dari kursi lalu berjalan menuju sofa panjang di dekat jendela.

Dari sana, pemandangan kota terlihat lebih jelas.

Beberapa menit pertama ia hanya duduk sambil melihat keluar jendela.

Gedung-gedung tinggi berkilau di bawah cahaya siang.

Namun lama-kelamaan rasa lelah mulai terasa.

Hari ini terasa panjang.

Ia bersandar di sofa.

Matanya terpejam sebentar.

Tanpa ia sadari, beberapa menit berubah menjadi

puluhan menit.

Dan akhirnya…

Tessa tertidur

Ia melewatkan makan siangnya.

Sementara itu di ruang rapat lantai yang sama.

Nick duduk di ujung meja panjang.

Di sekelilingnya ada beberapa pria dan wanita yang jelas memegang posisi penting di perusahaan itu.

Para direktur.

Beberapa layar menampilkan laporan keuangan dan grafik pertumbuhan perusahaan.

Nick sedang menandatangani beberapa dokumen terakhir.

“Divisi logistik harus menyelesaikan revisi laporan hari ini,” katanya singkat.

Salah satu direktur mengangguk.

“Sudah kami tindak lanjuti, Tuan Nickolas.”

Nick menutup map di depannya.

“Kalau tidak ada lagi yang perlu dibahas, rapat selesai.”

Beberapa orang mulai mengumpulkan dokumen mereka.

Namun salah satu pria di sisi meja belum bergerak.

Direktur Operasional perusahaan.

Pak Adrian.

Usianya hampir lima puluh tahunan

Ia telah bekerja di perusahaan itu sejak perusahaan masih belum berkembang sebesar ini,

“Kalau boleh,” katanya akhirnya.

Nick menatapnya.

“Ada sesuatu yang ingin Anda sampaikan, Pak Adrian?”

Nada suaranya tenang.

Pak Adrian menyatukan kedua tangannya di atas meja.

“Saya hanya ingin menyinggung satu hal yang mungkin akan menjadi perhatian perusahaan.”

Nick bersandar sedikit di kursinya.

“Silakan.”

Pak Adrian melirik beberapa direktur lain sebelum kembali menatap Nick.

“Kabar tentang pernikahan Anda mulai terdengar di dalam perusahaan.”

Beberapa orang di ruangan itu saling bertukar pandang.

Nick tidak bereaksi.

Pak Adrian melanjutkan dengan nada profesional.

“Untuk seseorang dengan posisi seperti Anda, biasanya pernikahan menjadi peristiwa besar.”

Ia berhenti sebentar.

“Investor, media, bahkan mitra bisnis biasanya mengharapkan pengumuman resmi.”

Nick menatapnya tanpa ekspresi.

“Dan?” ucap nick yang sudah tahu kemana arah percakapan ini akan berjalan,

Pak Adrian menjawab hati-hati,

“Tanpa pengumuman yang jelas, banyak spekulasi bisa muncul.”

Beberapa detik hening.

Nick akhirnya berkata,

“Pernikahanku bukan urusan perusahaan.” jawab Nick pendek tapi cukup jelas.

Pak Adrian tetap tenang.

“Tentu saja itu keputusan pribadi Anda.”

Ia mencondongkan tubuh sedikit.

“Tapi posisi Anda tidak sepenuhnya pribadi, Tuan Nickolas.”

Ruangan terasa lebih tegang sekarang.

Nick menatapnya beberapa detik.

Lalu berkata dengan nada rendah,

“Apakah kinerja perusahaan menurun karena aku menikah?”

Pak Adrian langsung menjawab,

“Tidak.”

“Apakah ada proyek yang tertunda?”

“Tidak.”

Nick mengangguk sekali.

“Kalau begitu perusahaan masih berjalan dengan baik.”

Ia berdiri dari kursinya.

“Rapat selesai.”

Tidak ada yang berani menahan.

Para direktur hanya saling bertukar pandang ketika Nick keluar dari ruangan itu.

Beberapa menit kemudian Nick kembali ke kantornya.

Ia membuka pintu.

Langkahnya berhenti.

Ruangan itu sunyi.

Namun bukan itu yang membuatnya berhenti.

Tessa tertidur di sofa dekat jendela.

Tubuhnya sedikit meringkuk.

Kepalanya bersandar di sandaran sofa.

Rambutnya jatuh lembut di bahunya.

Beberapa helai bahkan menutupi sebagian wajahnya.

Nick berdiri di dekat pintu selama beberapa detik.

Ia menutup pintu perlahan.

Langkahnya pelan ketika mendekat, mencoba tidak menimbulkan suara yang dapat mengganggu tidur wanita itu.

Tessa masih tertidur.

Napasnya terdengar tenang.

Nick berhenti beberapa langkah dari sofa.

Tatapannya jatuh pada wajah Tessa.

Beberapa detik berlalu.

Lalu ia menghela napas pelan.

Tangannya bergerak sedikit, menyingkirkan helai rambut yang jatuh di wajah Tessa.

Gerakan itu sangat ringan.

Hampir hati-hati.

Tessa tidak bangun.

Nick menatapnya lagi beberapa saat.

Kemudian berkata pelan, hampir seperti gumaman,

“Kau benar-benar bisa tidur di mana saja.”

Namun entah kenapa, sudut bibirnya sempat bergerak tipis sebelum ia kembali berdiri tegak.

Tessa belum bergerak sama sekali.

Ia tampak benar-benar tertidur.

Nick melirik jam di pergelangan tangannya.

Rapat tadi ternyata memakan waktu hampir dua jam lebih lama dari yang ia perkirakan.

Ia kembali menatap Tessa.

Tubuh wanita itu masih sedikit meringkuk di sofa. Salah satu tangannya terlipat di bawah pipinya, sementara tangan lainnya jatuh lemas di sisi tubuhnya.

Sepatu yang tadi ia kenakan sudah dilepas.

Mungkin tanpa sadar ketika ia mulai merasa lebih nyaman di sofa itu.

Nick berdiri beberapa detik lebih lama.

Matanya mengamati wajah Tessa.

Ekspresinya terlihat jauh lebih tenang dibandingkan ketika ia terjaga.

Tidak ada lagi raut canggung.

Tidak ada lagi tatapan ragu seperti saat berada di kantor tadi.

Hanya wajah yang terlihat lelah… dan damai.

Nick menghela napas pelan.

Ia berbalik menuju meja kerjanya, namun langkahnya berhenti setelah dua langkah.

Tatapannya kembali ke arah sofa, beberapa detik ia terlihat berpikir, lalu akhirnya ia berjalan kembali ke arah Tessa.

Tangannya mengambil jas yang tadi ia lepaskan dan menggantungnya di sandaran kursi.

Kemudian ia berdiri di samping sofa.

Tessa sedikit bergerak dalam tidurnya.

Alisnya berkerut pelan.

Seolah merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya.

Nick menatapnya sebentar.

Lalu tanpa berkata apa-apa, ia mengambil bantal kecil yang ada di ujung sofa dan menggesernya sedikit ke bawah kepala Tessa.

Gerakannya hati-hati.

Sangat hati-hati.

Tessa menghela napas kecil dalam tidurnya, lalu kembali diam.

Nick berdiri tegak lagi.

Beberapa detik ia hanya menatapnya.

Kemudian ia kembali ke mejanya.

Kursi kerjanya berderit pelan ketika ia duduk, Ia membuka laptopnya lagi, beberapa email baru sudah menunggu.

Namun sebelum mulai membaca, pandangannya kembali melirik ke arah sofa.

Tessa masih tidur.

Ruangan itu tetap sunyi, hanya suara ketikan keyboard yang sesekali terdengar.

Sekitar dua puluh menit berlalu.

Nick sedang membaca laporan proyek baru ketika Tessa sedikit bergerak lagi.

Kali ini lebih jelas.

Nick berhenti mengetik.

Ia mengangkat pandangannya.

Tessa bergeser sedikit di sofa, matanya masih tertutup, namun tubuhnya mulai berubah posisi.

Beberapa detik kemudian matanya terbuka perlahan.

Ia berkedip beberapa kali.

Seolah mencoba mengingat di mana ia berada.

Ketika matanya akhirnya fokus, ia langsung melihat Nick di meja kerjanya.

Nick sedang menatapnya.

Tatapan itu tenang seperti biasa.

Tessa langsung duduk.

“Maaf.”

Kata itu keluar spontan dari bibirnya.

Ia merapikan rambutnya dengan cepat.

“Aku tidak sengaja tertidur.”

Nick tidak menjawab langsung.

Ia hanya menutup laptopnya perlahan.

“Aku yang sedang bekerja tapi kau yang terlihat kelelahan.” ucap nick datar,

Namun tidak terdengar menyalahkan.

Tessa menunduk sedikit.

“Mungkin karena hari ini terlalu banyak hal baru.”

Nick berdiri dari kursinya.

Ia berjalan menuju jendela.

Beberapa detik ia melihat keluar.

Kemudian berkata tanpa menoleh,

“Sudah hampir sore.”

Tessa menoleh ke arah jam di dinding.

Ia sedikit terkejut.

“Aku tidur selama itu?”

Nick menoleh sekilas.

“Sekitar dua jam.”

Tessa terlihat sedikit malu.

“Maaf.”

Nick menghela napas pendek.

“Kau terlalu sering meminta maaf hari ini.”

Tessa terdiam, Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Beberapa detik ruangan kembali sunyi.

Lalu Nick berkata lagi,

“Ayo.”

Tessa menoleh.

“Kita pulang.”

Kalimat itu keluar singkat.

Namun entah kenapa membuat Tessa sedikit lega.

Nick sudah mengambil jasnya dari kursi.

Ketika ia berjalan melewati Tessa, ia berhenti sebentar.

Tatapannya jatuh pada wajah wanita itu.

“Kau tidak perlu memaksakan diri untuk memahami dunia ini dalam satu hari.”

Tessa menatapnya.

Nick melanjutkan dengan nada yang tetap tenang,

“Kau akan melihatnya perlahan.”

Beberapa detik mereka saling menatap.

Lalu Nick berbalik menuju pintu.

“Tessa.”

“Ya?”

Nick membuka pintu kantor itu.

“Kalau kau ingin tidur lagi… lakukan di rumah.”

Kalimat itu terdengar dingin.

Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda di dalamnya.

Tessa berdiri dari sofa.

Lalu ia berjalan mengikuti Nick keluar dari ruangan itu.

1
Nur Halida
thor novel lucas greyson kenapa tiba2 hilang??🤔🥹
Zahraputri Putri
betulll..mending kmu pergi aja Cass jangan jadi bodoh
AstutieEcc
Nick bilang maaf aja, selesai masalah kalian, gemes dechhh/Angry//Angry//Angry/
Nur Halida
nick pasti akan menjadi suami dan ayah siaga tingkat dewa😁😁
Zahraputri Putri
sdh cukup cassandra jangan jatuhkn harga dirimu lebih dari ini,,tinggalkn orion buat dimenyesal banyak laki laki lain disana lebih baik dari dia,lagian kmu juga gk tau emaknya orion seperti apa,udh daripada sakit hati lebih dalam mending kmi pergi saja
Nur Halida
ayolah orion buka hatimu untuk cassandra
Nur Halida
ayolah orion buka aja sedikit hatimu untuk gadis setulis cassandra .. kamu harus bahagia dan melupakan tessa karena tessa sudah benar2 bahagia dengan nick
Nur Halida
itu baru bener nick.. kerena hidup berjalan kedepan 😁
Zahraputri Putri
sdh ya sdh dapat jodhnya masing masing,jadi fokus kedepan aja🤭jng lihat kebelakang lagi
Zahraputri Putri: paksa dia kk paksa 😁
total 2 replies
Nur Halida
akhirnya jodoh orion nongol juga hilalnya😊 .. keknya cassandra gadis tulus tinggal membuat orion move on aja ..
itsmecancer: mudah²an aja Orion gak rewel ya 😌
total 1 replies
Nur Halida
daniel.kalo masih jomblo mana paham apa yg terjadi tadi pagi hingga membuat mood nick jadi lebih manusiawi😁
itsmecancer: kasih paham say 🤫🤫
total 1 replies
Zahraputri Putri
sdh berani menggoda tessa🤭
dn nick kmu harus lebih santai ya jngn kaku kaku😁
Nur Halida
nick takut kamu kenapa2 tessa ...
itsmecancer: Nick makin overprotektif soalnya 🤫
total 1 replies
Nur Halida
itukan untuk kebaikanmu tessa apalagi kamu sedang hamil..
Zahraputri Putri
ternyata lucas Greysons sdh ada kamarnya sendiri😁
itsmecancer: Betul 😆 Lucas pindah rumah sekarang, sudah nggak jadi figuran lagi, sekarang dia jadi pusat masalahnya sendiri, kamu bakal lihat sisi dia yang beda disana, kalau sempat, boleh banget kenalan kesana juga ya☺️❤️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa nick tidak mau lucas mengambil alih aset reymond??
bukannya dg begitu reymond jadi gak bisa ngapa2in karena dia jatuh miskin jafi gak mungkin balas dendam lagi ke nick kan??
itsmecancer: yang jelas Nick bukan orang yang kayak gitu...lagian itu bukan bagian dari kesepakatan☺️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa keknya reymond ini lebih hebat dari nick ya .. buktinya dia tau kalo nick minta bantuan ke orang lain dan dia curiga ke lucas greyson ..
itsmecancer: karena dia main kotor beb... dan itu bukan dunia Nickholas
total 1 replies
Nur Halida
hancurkan reymond🤬🤬🤬
Nur Halida
jodohin orion dg gadis baik tulus dan ceria thor ..
kasihan banget lihat nick kesiksa ketika melihat orion orion dan tessa kek gitu
itsmecancer: nanti author pikir-pikir dulu 🤔
total 1 replies
Zahraputri Putri
udh thor buat sembuh aja orionnya ,gk tega lihat nick tersiksa bathin🤭
Zahraputri Putri: 🤣🤣tpi jangan lama lama dong kasian gk tega liatnya🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!