Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Ragu nya Dina
"Aku tidak tau secara pasti tapi saat itu seluruh rumah memang gempar saat menemukan jenazah Ibu di dalam sumur." Vera berkata pelan.
"Bagaimana keadaan tubuh Ibu mu saat itu?" tanya Kiara lagi.
"Mengembung seperti orang yang sudah tenggelam lama dalam sungai." jelas Vera kembali.
"Sumur itu yang ada di dalam rumah sekarang atau beda, Kak?" Dina juga merasa penasaran.
"Yang ada di dalam gudang, dulu di sana ada taman kecil tapi di tutup setelah Ibu meninggal." jelas Vera kembali.
"Ibu tiri mu juga apa meninggal juga ada kesamaan?" tanya Purnama menatap Vera yang terlihat agak sopan karena takut juga dengan Purnama.
"Yang sama hanya warna kuku nya saja." jawab Vera.
Purnama masih berusaha mencerna tentang kesamaan meninggal nya antara Mayang dan juga Elma karena dia tidak menyaksikan secara langsung sehingga tidak mengetahui secara pasti apa yang telah terjadi kepada dua wanita itu, tapi menurut Vera sendiri mereka meninggal dalam keadaan yang sama.
Jadi ini mereka memang harus berusaha mencari tahu apa yang telah terjadi dan bagaimana keadaan di sekitar rumah Darto saat itu, dan tentu saja itu semua adalah tugas Kiara karena dia harus mencari tahu bagaimana keadaan Mayang dulu sebelum meninggal dunia dan bagaimana dia juga bisa mengalami hal buruk seperti itu.
Bila tidak di cari tahu sejak awal maka nanti yang ada hanya kesalah pahaman saja yang akan mereka temui, mau itu sulit ataupun gampang tapi yang jelas Kiara memang harus berusaha keras agar masalah ini segera terungkap tanpa ada satu kebenaran yang tertinggal di dalam kasus ini.
Memang tidak secara langsung juga bisa di ketahui dengan pasti namun yang jelas mereka harus berusaha keras agar semua bisa terungkap dan tidak ada masalah yang bisa terjadi untuk selanjutnya, rencana Kiara adalah mendatangi rumah Vera itu sendiri dan akan menginap di sana agar bisa menemukan salah satu bukti di sekitar rumah Darto.
Namun tentu saja itu bukan hal mudah karena saat ini Arum justru celaka dan harus mendapat pengobatan tetap dari Gun, mana keadaan dia bisa di katakan cukup parah sehingga Gun harus berusaha keras agar gadis itu bisa selamat dan kembali seperti sedia kala melepaskan racun yang ada di dalam tubuh dia saat itu.
Vera sendiri walau selama ini sangat keras bersikap kepada semua orang namun yang tidak dia ketahui adalah rahasia yang masih tersimpan di dalam rumah itu, Vera sama sekali tidak paham bahwa Darto memiliki sesuatu yang bisa menyelamatkan dia dari segala macam maka bahaya sehingga dari dulu hingga sampai sekarang dia tetap saja aman.
Ini Kiara masih harus bergerak sendiri agar segera tahu bagaimana asal muasal masalah ini bisa terjadi karena Vera saat ditanya pun dia sama sekali tidak memahami dengan benar, takut juga bila nanti mereka malah salah paham dan kemudian salah sasaran sehingga yang ada kasus ini bukan selesai tapi malah semakin parah.
"Adik mu itu lebih baik bila tinggal di rumah ku ini saja terlebih dahulu karena bila dia pulang sekarang maka dia tidak akan selamat." Purnama berkata serius kepada Vera dan juga Dina.
"Tapi Ayah pasti akan bertanya bila Arum tidak kembali ke rumah." Dina berkata dengan nada cemas.
"Kalian harus bisa mencari alasan agar Arum bisa bertahan dulu untuk beberapa hari di sini." Kiara juga membuka suara.
"Aku yang akan berbicara nanti kepada dia dan kau tidak usah cemas tentang hal itu." Vera menatap Dina.
"Bila kau memang tidak percaya dengan kami maka silakan bahwa Arum pergi dari sini saat ini juga!" Purnama berkata tegas karena dia bisa membaca pikiran Dina.
"Kau tidak percaya kalau Arum akan sembuh?" Vera menatap kaget kepada Dina.
"Bu..bukan begitu, aku hanya merasa takut saja bila nanti Ayah akan bertanya tentang Arum dan kita tidak bisa memberikan jawaban yang pas." jelas Dina dengan nada yang agak gugup.
"Kau tidak usah memikirkan hal itu terlebih dahulu karena nanti aku yang akan bertanggung jawab dan aku yang akan berbicara kepada Darto!" Vera berkata tegas.
"Ini semua akan segera ada resiko sehingga kau harus bisa menguatkan mental dan membuang rasa takut yang ada di dalam hati." Kiara berkata kepada Dina.
Dina menelan ludah dengan susah payah karena sekarang dia sudah memikirkan bagaimana nanti ketika Darto akan marah saat mengetahui bahwa Arum tidak pulang bersama dengan mereka, pasti Darto akan terus bertanya ke mana arung pergi dan mengapa malah tinggal di rumah Purnama.
Darto sendiri pasti mengetahui siapa Purnama karena wanita yang sedang mereka datangi saat ini adalah wanita yang begitu terkenal dari desa dia sendiri atau bahkan dari desa orang lain, mungkin saja Purnama sama sekali tidak mengenali siapa Darto tapi sebenarnya Darto sendiri sudah paham dan Dia mengerti bagaimana kekuatan yang ada di dalam diri Purnama.
Tentu hal itu nanti akan membuat mereka sangat kesulitan untuk menjelaskan dan kemungkinan besar pasti akan bertengkar satu sama lain untuk mempertahankan ego mereka, terutama Vera itu sendiri Karena Vera yang sangat keras kepala dan kemudian Darto juga sama-sama keras.
"Ya sebenarnya aku masih takut dan nanti Ayah pasti akan sangat marah kepada kita." Dina mengakui itu semua.
"Bila kau memang tidak sayang kepada Arum maka silahkan bawa dia pulang dan tidak usah peduli bila sampai rumah nanti dia akan meninggal dunia." Kiara berkata apa ada nya.
"Ra,. kalau berbicara jangan galau seperti itulah." Nolan sendiri kadang agak ketar-ketir melihat sang keponakan.
"Apa yang aku katakan itu adalah hal benar, ketika Dina dan Vera membawa Arum pulang maka gadis itu akan segera mati." Kiara berkata dengan sangat lantang.
Tentu saja hal itu membuat Dina dan juga Vera merasa kaget bukan main ketika mendengar bahwa Arum pasti akan meninggal dunia ketika sudah pulang ke rumah, Vera sendiri merasa tidak masalah bila Arum akan tetap tinggal di sini karena dia sudah sangat yakin dengan Kiara dan juga Purnama yang mau menolong kesusahan keluarga mereka saat ini dari gangguan setan gaib.
Hanya Dina yang masih tampak ragu karena dia belum mengerti sepenuhnya dan dia masih takut dengan kartu bila nanti terjadi hal yang tidak mereka inginkan, mungkin saja dia justru ingin bila Arum masuk ke dalam rumah sakit dan di rawat dengan dokter yang ada di sana sehingga gadis ini merasa lebih tenang.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
😍
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍