NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Kehancuran Mutlak dan Bobot Seratus Ribu Kati

​Cahaya bulan purnama menyinari hutan pinus di belakang Puncak Pedang Patah, memberikan rona perak pada dedaunan yang berguguran. Hawa dingin yang memancar dari tubuh Su Xue'er membekukan embun malam menjadi kristal-kristal es kecil yang melayang di udara.

​Sebagai Murid Inti dari Puncak Bulan, kultivasi Su Xue'er di Tahap Pembentukan Fondasi tingkat 5 membuatnya menjadi salah satu dari sepuluh besar jenius generasi muda di seluruh Sekte Pedang Bintang.

​Matanya yang sedingin es menatap Lin Xuan dari atas ke bawah. Penyamaran Mutiara Kekacauan membuat Lin Xuan tampak tak lebih dari seekor semut di Tahap Kondensasi Qi tingkat 6.

​"Hanya karena kau beruntung memicu Resonansi Pedang secara kebetulan, kau berani mempermalukan Guruku dan Master Puncak lainnya?" Su Xue'er menghunus pedangnya perlahan. Bilah pedang Kelas Roh Tingkat Menengah miliknya, Pedang Salju Menangis, memancarkan cahaya biru yang menyilaukan. "Hari ini, aku akan mengajarimu bahwa di dunia kultivasi, bakat ilusi tidak ada artinya di hadapan kekuatan mutlak."

​Lin Xuan menatap gadis arogan itu dan menghela napas panjang. Ia baru saja selesai mengangkat beban gila di Makam Pedang Kuno, dan Qi Kekacauannya masih sedikit bergejolak. Ia sungguh tidak berminat meladeni pertarungan omong kosong ini.

​"Nona Su, langit sudah gelap. Kembalilah ke puncakmu dan tidurlah. Aku sedang tidak ingin memukul wanita malam ini," ucap Lin Xuan sambil berjalan maju, berniat melewati gadis itu begitu saja.

​Alis cantik Su Xue'er berkerut tajam. Kemarahan meledak di matanya. Sepanjang hidupnya di Puncak Bulan, pria mana yang tidak menunduk hormat atau mencoba mencari perhatiannya? Pemuda udik berjubah hitam ini justru menyuruhnya tidur seolah mengusir lalat!

​"Sombong! Cari mati!"

​Su Xue'er tidak menahan diri lagi. Ia mengayunkan Pedang Salju Menangis-nya.

​"Seni Pedang Bulan Beku: Tarian Bayangan Salju!"

​Suhu di sekitar mereka turun drastis. Belasan bayangan pedang yang terbuat dari energi es murni melesat membelah udara, membentuk jaring mematikan yang mengunci semua rute pelarian Lin Xuan. Setiap bayangan pedang itu cukup tajam untuk menembus baja setebal satu inci.

​Lin Xuan bahkan tidak mengangkat kepalanya. Saat jaring pedang es itu berjarak kurang dari satu jengkal dari wajahnya, tubuhnya tiba-tiba menjadi buram.

​Wusss!

​Langkah Bintang Jatuh. Kecepatan yang didorong oleh fisik Tulang Besi Kulit Giok membuat Lin Xuan menghilang dari pandangan layaknya hantu. Bayangan pedang es milik Su Xue'er hanya menebas udara kosong dan menghantam bebatuan di belakang Lin Xuan, membekukannya hingga hancur berkeping-keping.

​"Apa?!" Mata Su Xue'er terbelalak. Ia bahkan tidak bisa melihat bagaimana pemuda di tingkat Kondensasi Qi itu bergerak!

​"Terlalu lambat. Dan niat pedangmu terlalu rapuh," suara dingin terdengar tepat di sebelah telinga kanannya.

​Su Xue'er tersentak kaget. Ia memutar tubuhnya dengan panik dan menebas ke arah suara itu dengan seluruh tenaga Pembentukan Fondasi tingkat 5-nya.

​"Tebasan Bulan Purnama!"

​Sebuah gelombang pedang berbentuk bulan sabit raksasa yang membawa hawa dingin ekstrem meledak dari pedangnya, menyapu bersih puluhan pohon pinus dalam radius belasan meter. Ini adalah serangan mematikan yang bisa membunuh monster spiritual Tingkat 2 dengan mudah!

​Namun, Lin Xuan sudah berada di udara, menatap rembulan. Ia mendengus pelan. Karena gadis ini bersikeras memaksanya bertarung, ini adalah kesempatan sempurna untuk menguji mainan barunya.

​"Kau bicara tentang kekuatan mutlak, Nona Su? Biar kutunjukkan apa itu kekuatan yang sesungguhnya."

​Lin Xuan mengulurkan tangan kanannya ke udara. Sebuah celah dimensi penyimpanan terbuka.

​Dari dalam celah itu, sebuah lempengan besi hitam raksasa tanpa bilah yang tertutup karat jatuh ke genggaman Lin Xuan.

​BOOOM!

​Begitu Pedang Pembelah Kekacauan mendarat di tangannya, gravitasi di sekitar Lin Xuan menjadi gila. Tubuhnya meluncur turun ke tanah dengan kecepatan meteor akibat bobot seratus ribu kati dari pedang tersebut.

​Saat kakinya menghantam tanah, bumi berguncang hebat seolah terjadi gempa skala besar. Kawah selebar sepuluh meter terbentuk secara instan, dan retakan tanah menjalar hingga ke kaki Su Xue'er, membuatnya hampir kehilangan keseimbangan.

​Su Xue'er menatap ngeri pada lempengan besi raksasa yang bahkan lebih tinggi dari tubuh pemuda itu. Benda mengerikan macam apa itu?!

​"Menghancurkan."

​Hanya satu kata yang keluar dari mulut Lin Xuan. Ia tidak menggunakan teknik pedang apa pun. Ia tidak repot-repot menyalurkan Qi Kekacauan ke luar tubuhnya. Ia murni menggunakan tenaga fisik dua puluh ribu katinya untuk mengayunkan besi kosmik seberat seratus ribu kati itu ke arah gelombang pedang es bulan sabit yang melaju ke arahnya.

​WUUUSSSHHHH!

​Ayunan pedang tumpul itu merobek udara dengan sangat kasar hingga menciptakan ledakan sonik (sonic boom) yang memekakkan telinga. Udara di depan ayunan itu terkompresi hingga membentuk meriam angin hampa udara.

​Saat besi raksasa berkarat itu menghantam Tebasan Bulan Purnama...

​CRASH! PRANGGG!

​Tidak ada perlawanan sama sekali. Gelombang pedang es kebanggaan Su Xue'er hancur menjadi bubuk kristal dalam seperseribu detik.

​Ayunan raksasa Lin Xuan tidak berhenti. Gelombang kejut dari angin yang dihasilkannya terus melesat maju bagaikan tsunami tak kasat mata, menghantam langsung ke arah Su Xue'er.

​Gadis arogan itu bahkan tidak sempat berteriak. Ia secara refleks menyilangkan Pedang Salju Menangis di depan dadanya sebagai pertahanan terakhir.

​CLAAANG... KRAK!

​Mata Su Xue'er melebar dipenuhi keputusasaan mutlak saat pedang Kelas Roh Tingkat Menengah kesayangannya—senjata yang diklaim terbuat dari Besi Es Seribu Tahun—membengkok parah hingga retak di bawah tekanan angin ayunan tersebut.

​BAM!

​Tubuh ramping Su Xue'er terlempar ke udara layaknya layang-layang putus tali. Ia melayang sejauh tiga puluh meter sebelum menabrak tebing batu hingga masuk sedalam setengah meter.

​Bebatuan berguguran. Su Xue'er terbatuk keras, memuntahkan seteguk darah segar yang menodai gaun putihnya. Rambutnya yang diikat rapi kini acak-acakan. Rasa sakit yang merobek seluruh meridiannya membuatnya tidak bisa mengangkat satu jari pun. Jika Lin Xuan mengayunkan pedang itu satu inci lebih dekat, tubuhnya pasti sudah hancur menjadi kabut darah.

​Kekalahan yang instan, absolut, dan sangat memalukan.

​Lin Xuan menyandarkan pedang raksasa itu di bahunya dengan santai. Keringat tipis muncul di dahinya. "Berat juga," keluhnya pelan, sebelum berjalan mendekati tebing tempat Su Xue'er terkapar.

​Gadis itu menatap Lin Xuan dengan mata gemetar. Kesombongan, kebanggaan Puncak Bulan, dan harga dirinya sebagai Murid Inti telah dihancurkan sepenuhnya oleh satu ayunan pedang berkarat tanpa bilah.

​"Kau... monster monster apa kau ini..." suara Su Xue'er bergetar, air mata rasa sakit dan penghinaan menggenang di sudut matanya. "Kultivasimu... fisikmu... itu bukan Kondensasi Qi..."

​Lin Xuan berjongkok di hadapannya, tatapannya datar tanpa sedikit pun belas kasihan, persis seperti saat ia menatap Ular Piton Cincin Besi di hutan.

​"Nona Su, dunia ini jauh lebih besar dari Puncak Bulan-mu. Malam ini aku mengampunimu karena kita memakai seragam sekte yang sama. Tapi jika kau berani menggangguku atau memata-matai Puncak Pedang Patah lagi..."

​Lin Xuan memutar Pedang Pembelah Kekacauan dan menancapkannya ke tebing tepat di sebelah kepala Su Xue'er.

​DUAARRR! Tebing itu runtuh separuh, mengirimkan getaran mengerikan langsung ke otak gadis itu.

​"...kepalamu yang cantik ini akan berakhir sama dengan tebing ini. Mengerti?"

​Su Xue'er menelan ludah dengan susah payah dan hanya bisa mengangguk kaku, seluruh tubuhnya menggigil ketakutan.

​Lin Xuan bangkit berdiri, mencabut pedang raksasanya, dan menyimpannya kembali ke Cincin Penyimpanan. Ia berbalik dan berjalan menuju gubuk reyotnya, meninggalkan Su Xue'er yang perlahan-lahan merosot jatuh ke tanah.

​Di atas atap gubuk bambu yang setengah hancur, jauh dari pandangan mereka berdua, Feng Wuchen berbaring malas dengan labu arak di tangannya. Matanya yang merah menatap bulan purnama dengan pandangan rumit.

​"Besi Inti Bintang Jatuh..." gumam lelaki tua itu serak. Tangannya yang memegang labu sedikit gemetar. "Benda terkutuk itu... bahkan tiga Master Puncak dari generasi sebelumnya yang mencoba mengangkatnya berakhir dengan tangan buntung. Anak monster ini... dia tidak hanya mengangkatnya, dia mengayunkannya seperti ranting kayu."

​Feng Wuchen menenggak araknya dalam-dalam, senyum miring yang gila mengembang di wajahnya yang keriput.

​"Hehehe... Pemimpin Sekte, Lie Tian... kalian sekelompok orang buta benar-benar telah mengirimkan naga sejati ke halaman belakangku. Mari kita lihat seberapa besar kekacauan yang bisa dibuat bocah ini di sekte busuk ini."

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!