NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kilas balik kehancuran keluarga Sugeng

Malam hari, pukul delapan.

Sugeng berdiri di depan cermin lemari yang retak di kamarnya, ia tampak hanya memakai celana boxer spongebob dan tidak memakai baju.

Sugeng memperhatikan tubuhnya sendiri yang sedikit berotot dan tampak lebam lebam akibat pukulan para anak buah Linda di masa lalu.

Sugeng kemudian duduk di tepian kasur, entah mengapa tiba tiba ia teringat dengan perlakuan para anak buah Linda kepadanya dahulu sebelum ia melunasi semua hutang hutangnya.

Sugeng kembali mengingat semuanya, awal dari kehancuran keluarganya menjadi miskin, semua itu tak lain karena Linda dan keluarganya.

Dahulu sewaktu ayah dan ibu Sugeng belum meninggal, mungkin usia Sugeng sekitar 10 tahun, selepas main hujan hujanan di sore hari, ia yang sudah mandi membuat kapal kapalan dari kertas, ia kemudian memasukannya ke dalam parit dan dia ikuti terus.

Hingga ada seorang gadis sebaya dengannya, mendorongnya masuk ke dalam parit tanpa alasan hingga pakaiannya kotor dan basah. Gadis itu adalah anak dari kakak tertua Linda.

Sugeng yang emosi ganti menarik gadis itu hingga dia masuk ke dalam parit. Gadis itu menangis, gadis itu pulang mengadu kepada Linda karena saat itu kedua orang tuanya sibuk bekerja. Sugeng yang merasa tidak bersalah sama sekali tidak takut, ia pulang kerumahnya dengan perasaan sebal.

Tak lama Linda datang kerumah Sugeng dan memaki maki Sugeng, ibu Sugeng dan Nenek Ratmi. saat itu Sekar sudah menikah dan ngontrak bersama suaminya di desa lain sementara Ayah Sugeng masih di sawah miliknya. Tidak hanya di maki maki Sugeng juga di jambak dan di pukul oleh Linda kemudian meludahinya.

"Mikir kamu itu anak siapa! Mamakmu ngga akan mampu ganti baju Vera yang kotor dan rusak! Jangan lagi kamu maen sama Vera!" Bentak Linda. Usia Linda saat itu masih 28 tahunan.

"Aku nggak maen sama Vera.. dia yang tiba tiba nyamperin aku dan dorong gitu aja." Bela Sugeng.

Mendengar Sugeng yang melawan membuat Linda makin emosi, dia menjambak dan meludahi Sugeng lagi tepat di wajahnya.

Ibu Sugeng terpancing emosi melihat Sugeng yang di perlakukan seperti itu, ibu Sugeng lalu menjambak dan mencakar cakar wajah Linda hingga wajahnya berdarah.

Kampung itu ramai menjelang maghrib, seluruh warga datang mendengar kegaduhan tersebut. Pak RT mendamaikan Ibu Sugeng dan Linda di malam harinya.

Dan ternyata Linda masih tidak terima, dia memanfaatkan adiknya yang merupakan polisi untuk memenjarakan Ibu Sugeng. Ya Linda melaporkan Ibu Sugeng kepada pihak polisi dengan bantuan adiknya yang merupakan polisi. Ayah Sugeng pusing tujuh keliling, ia menjual semua sawah dan perkebunan demi mengurus sidang dan lain lain. Walaupun Linda di bantu adiknya namun karena ini hanya cerita novel bukan sungguhan maka Hakim tetap menyatakan ibu Sugeng tidak bersalah, karena ternyata ada salah satu warga yang melihat Vera terlebih dahulu mendorong Sugeng keparit dan Linda yang terlebih dahulu menghakimi Sugeng, bahkan saat itu Linda bisa di tuntut balik namun Ayah dan Ibu Sugeng tak melakukan itu.

Tak lama dari kejadian itu ibu Sugeng sakit kangker payudara, semua uang sisa hasil penjualan kebun dan sawah pun untuk biaya berobat ibu Sugeng. Namun tuhan lebih sayang ibu Sugeng, dia di panggil oleh tuhan walaupun sudah berobat di rumah sakit dengan biaya yang sangat mahal.

Semenjak kejadian itu Ayah Sugeng sangat terpukul, ia begitu depresi di tambah lagi dia menganggur dan tak punya pekerjaan. 3 bulan kemudian Ayah Sugeng berhasil mendapat pekerjaan, ia merantau ke Tanjung Priok Jakarta utara dan menjadi kuli pelabuhan namun naas, tepat di usia Sugeng yang menginjak 12 tahun Ayah Sugeng mengalami kecelakaan kerja kepalanya tertimpa besi dan ia tewas di tempat.

Dua bulan kemudian Sekar menikah dengan seorang pekerja pabrik gula, mereka memutuskan untuk mengontrak di luar desa.

Tak ingin merepotkan kakaknya yang belum lama menikah Sugeng memutuskan mencari uang sendiri, ia berkeliling desa meminjam uang kesana kemari, namun tidak ada yang mau meminjamkan Sugeng dengan alasan tak punya uang dan kebutuhan mereka banyak, namun sejatinya alasan mereka tak mau meminjamkan Sugeng uang lantaran mereka takut Sugeng tidak bisa mengembalikannya apalagi Sugeng sudah tak memiliki kedua orang tua.

Sugeng terpaksa meminjam uang kepada Linda, ia kembali mendapatkan cacian, dan ludah. Walaupun Linda tetap meminjamkan Sugeng uang dengan bunga yang sangat mencekik, sejak saat itulah Linda menjadi lintah darat..

Setelah kejadian itu Sugeng putus sekolah, ia bekerja keras serabutan mulai dari memelihara kambing kambing Pak RT hingga kerja kuli kasar ikut dengan Pak Jito demi melunasi hutang kepada Linda.

Begitulah kira kira kilas balik Sugeng...

Sugeng mengepalkan kedua tangannya erat erat penuh emosi, ia sudah lama melupakan kejadian itu namun entah mengapa malam ini dendam lama yang sudah ia kubur kembali menyeruak.

Ia mengingat semua kejadian itu... tak bisa di pungkiri Sugeng teramat dendam kepada Vera dan Linda, Sugeng menganggap mereka berdua adalah iblis wanita yang menghancurkan keluarganya.

"Kalian benar benar iblis!" Ucap Sugeng sembari bangkit dari duduknya, Sugeng mendekati lemari dan membukanya, "karena kalian berdua adalah iblis.." ia kemudian mengambil koper jadul di dalam sana dan membukanya, "maka aku akan membalas kalian dengan cara seperti iblis!" Batin Sugeng penuh emosi dendam benar benar sudah menguasai dirinya.

Sugeng mengambil Batu Jingga itu dan Alat stun gun.. Sugeng memandangi kedua senjata andalannya itu secara bergantian... "dahulu aku tidak punya kekuatan untuk melawan Linda dan seluruh anak buahnya... namun sekarang?" Sugeng menyeringai, "sekarang aku sudah memiliki kekuatan... Linda, Vera akan aku balas kalian berkali kali lipat!"

"Hmmm... target pertamaku mau tidak mau harus Linda, hanya dia yang masih di desa ini. Vera kuliah di luar kota, adik Linda yang jadi polisi itu? Apakah aku juga harus membalasnya juga? Aku harus membalasnya juga! Dia juga terlibat atas kehancuran keluargaku, dia polisi pasti membantu Linda dan membuat Ayah membayar denda kepada Linda! Sialan karena dia adalah pria akan aku bunuh dia dan akan aku buang mayatnya ke sungai.. hahaha.." dendam benar benar merubah Sugeng malam hari itu, dalam pikirannya hanya ada balas dendam.

"Akan aku ambil apa yang menjadi milikku!" Ucap Sugeng dalam hatinya penuh dengan tekad.

Angin berhembus pelan membuat handuk yang menutupi jendela kamar Sugeng terhempas, tampak wajah seorang wanita cantik menyeringai menatap Sugeng.

"Kutukan Mustika Condrokinasih tak akan pernah putus, selamanya!"

1
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!