NovelToon NovelToon
Kembalinya Cinta Lama

Kembalinya Cinta Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / CEO / Cintapertama
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tika Despita

Setelah enam tahun tak bertemu, Senja kembali bertemu mantan kekasihnya Arsean.
Pertemuan kembali mereka, mengingatkan luka dan rasa sakit pada dirinya Senja.
Karena di saat itu dia tengah hamil anaknya Sean, namun Sean tak tau. Kedua orang tua Sean pun seolah bungkam dan menginginkan anak dalam kandungannya Senja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Despita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Interview Kerja

"Angkasa.. Ibuk pergi interview kerja dulu ya. Kamu mainnya jangan jauh-jauh." Senja mengusap lembut kepala anaknya yang sedang duduk di bangku kecil warung makan Buk Asni.

"Iya Buk." Angguk Angkasa sambil tersenyum, tangannya sibuk menyusun beberapa Lego kesayangannya di atas meja.

Senja merapikan sedikit rambut Angkasa, lalu menatap wajah polos itu dengan penuh kasih dan sayang.

"Buk, titip Angkasa lagi ya." ucap Senja pada Buk Asni.

"Iya Senja. Semoga kali ini interview kamu berhasil. Ibuk doakan." jawab Buk Asni sambil menepuk bahu Senja pelan.

Senja mengangguk dan menyalami Buk Asni sebelum berangkat. Ada rasa hangat di dadanya. Ia benar-benar bersyukur bisa mengenal perempuan paruh baya itu. Selama ini Buk Asni sudah banyak membantunya. Memberikan pekerjaan di warung makan, bahkan mau mengasuh Angkasa setiap kali Senja harus kuliah atau mencari kerja.

Sebelum melangkah pergi, Senja sempat menoleh ke arah Angkasa yang masih asyik dengan mainannya. Anak itu melambaikan tangan kecilnya.

" Hati-hati ya Buk!" Kalimat itu seolah terdengar jelas di benaknya.

Senja kemudian naik bus menuju perusahaan pertama tempat ia akan interview hari ini. Ini sudah perusahaan keempat yang ia datangi. Ia berharap kali ini bisa lolos, karena sebelumnya selalu gagal.

Meski nilai akademis Senja tinggi dan ia cukup percaya diri menjawab setiap pertanyaan, tetap saja ia kalah oleh orang dalam.

Rata-rata yang diterima pasti mereka yang punya keluarga bekerja di dalam, atau yang sanggup memberi uang sogokan. Dari segi itu, Senja jelas tak mampu. Ia hanya punya ijazah, pengalaman seadanya, dan doa.

Di dalam bus, Senja menggenggam map berisi berkas lamaran erat-erat. Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri.

Kali ini harus berhasil.

Sesampainya di perusahaan, Senja langsung menuju ruang tunggu. Sudah ada beberapa pelamar lain yang menunggu giliran. Dari penampilan mereka saja, Senja sudah bisa menebak, sebagian besar lulusan universitas ternama.

Jantungnya berdegup lebih cepat. Tangannya terasa dingin.

Tak lama kemudian, pintu ruangan interview terbuka.

"Senja Diandra!" panggil seseorang.

"Iya." jawab Senja sambil berdiri.

"Ayo masuk!"

Senja mengangguk lalu melangkah masuk ke ruangan tersebut. Ia duduk di hadapan beberapa orang yang akan mengetes pengetahuannya.

Meski gugup, Senja berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan tenang. Ia mengingat kembali semua yang pernah dipelajari. Tidak sia-sia selama ini ia menjadi anak berprestasi sejak sekolah hingga kuliah.

Beberapa kali ia menghela napas pelan, menahan rasa cemas.

"Baiklah. Kami sudah mendengar jawaban dari setiap pertanyaan dan tes yang kami berikan." ucap salah satu pewawancara.

Senja menegakkan punggungnya.

"Kamu kami anggap lolos di tes awal. Namun akan ada interview selanjutnya. Dan itu yang akan menjadi penentu apakah kamu akan diterima di perusahaan ini atau tidak."

Mata Senja langsung berbinar tak percaya.

"Terima kasih Pak. Terima kasih Bu." ucap Senja dengan suara sedikit bergetar.

Ia tak menyangka bisa lolos tahap ini. Meski belum menentukan apakah ia benar-benar diterima bekerja atau tidak, tapi kabar itu saja sudah cukup membuatnya bahagia dan bersyukur.

-

-

Senja masih menatap gedung perusahaan di depannya. Rona bahagia belum sepenuhnya hilang dari wajahnya.

"Angkasa.. Ibuk akan berusaha. Di tes selanjutnya, Ibuk pasti akan lulus." ucap Senja dalam hati, sebelum akhirnya melangkah menjauh dari gedung perusahaan yang menjulang tinggi itu.

Ia berjalan perlahan menyusuri trotoar. Senja memilih pulang dengan berjalan kaki demi menghemat uang. Sesekali ia memijit tumitnya yang mulai terasa nyeri karena sepatu pump shoes yang dipakainya.

Sepatu bekas yang ia beli di pasar loak itu sudah cukup sering menemaninya melamar kerja. Meski bentuknya sudah kusam, Senja tetap menggunakannya karena memang tak ada uang untuk membeli yang baru. Bahkan baju formal yang ia pakai hari ini pun hasil membeli barang bekas.

Tak terasa, langkahnya sudah cukup jauh. Napas Senja mulai terasa berat. Ia pun berhenti sejenak dan duduk di depan sebuah boutique baju pengantin.

Ia menunduk, mengusap peluh di dahinya. Namun karena merasa tak enak dengan pemilik boutique dan para karyawannya, Senja akhirnya kembali berdiri hendak melanjutkan perjalanan.

Langkahnya terhenti. Pandangan Senja tertuju ke dalam boutique. Di sana berjejer rapi gaun-gaun pernikahan dengan berbagai model dan warna.

Sekilas kenangan lama menyusup ke benaknya.

Saat itu mobil Sean mogok di jalan ketika mereka pulang dari belajar kelompok. Akhirnya mereka memutuskan berjalan kaki daripada naik taksi atau ojek. Di tengah perjalanan, mereka iseng masuk ke boutique ini.

Sean bahkan pura-pura sibuk memilih gaun pengantin, seolah mereka benar-benar akan menikah. Karena keisengannya itu, Senja sampai mencoba beberapa gaun pernikahan yang ada di sana.

"Ternyata dulu memang seindah itu." lirih Senja, masih menatap ke dalam boutique.

Namun siapa sangka, dari ruang ganti yang jelas terlihat ke luar, Sean dan Rea muncul dengan pakaian yang akan mereka gunakan untuk pertunangan nanti.

Sean tampak gagah dalam tuxedo hitamnya. Sementara Rea terlihat begitu anggun dan cantik dengan gaun yang pas di tubuhnya.

Senja yang berdiri di luar hanya mampu tersenyum lirih.

Dulu dirinya yang berdiri di samping Sean. Kini sudah ada wanita lain yang menggantikan posisinya, dan mereka terlihat begitu serasi.

Sean yang berada di dalam boutique tersenyum kagum melihat Rea di sampingnya.

"Kamu sangat cantik," bisik Sean.

Rea tersipu malu, lalu mencubit pelan perut Sean.

Namun di saat itu, Sean yang tiba-tiba menoleh ke luar justru melihat Senja berdiri di sana.

Senyum Sean perlahan memudar. Ada perasaan sesak yang tiba-tiba mengisi dadanya setiap kali tatapannya bertemu dengan Senja.

Menyadari Sean melihat dirinya, Senja segera memalingkan wajah. Ia memilih melangkah pergi, mempercepat langkahnya meninggalkan tempat itu.

Ia tak ingin Sean salah paham. Tak ingin pria itu mengira dirinya masih menyimpan rasa atau penasaran.

Bagi Senja, semua itu sudah selesai.

Sekarang yang terpenting hanyalah Angkasa dan masa depan mereka berdua. Bahkan dia benar-benar tak peduli apakah Sean akan menikahi wanita lain.

**

"Ada apa, beb?" tanya Rea heran saat melihat perubahan ekspresi Sean.

"Gak ada apa-apa kok, sayang." jawab Sean sambil tersenyum tipis.

Ia lalu mengalihkan pembicaraan agar Rea tak curiga.

"Setelah ini kamu mau ke mana?"

"Kita cari makan yuk. Tapi aku gak mau makan di restoran mahal atau mewah. Aku mau makan di warung makan biasa saja," ajak Rea sambil menggenggam tangan Sean.

"Baiklah." Sean mengangguk.

Sean kemudian menggandeng Rea keluar dari boutique dan masuk ke dalam mobil. Mesin dinyalakan, lalu mereka melaju perlahan menyusuri jalanan. Mereka mencari warung makan sederhana sesuai permintaan Rea.

Di tengah perjalanan, tanpa sengaja Sean melihat Senja berjalan sendirian di trotoar.

"Apa dia akan berjalan pulang? Cuaca panas kayak gini?" gumam Sean pada dirinya sendiri.

"Apa, beb?" tanya Rea heran.

"Gak kok, sayang." Sean buru-buru menjawab lalu kembali fokus mengemudikan mobil, meninggalkan Senja yang masih berjalan seorang diri.

Tak lama kemudian, Rea menunjuk ke arah depan.

"Beb, itu ada warung makan!"

Sean mengikuti arah tunjuk Rea. Di ujung jalan memang terlihat sebuah warung makan sederhana. Ia pun menepikan mobil.

Sean turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Rea. Setelah itu, mereka berjalan masuk ke dalam warung.

"Silakan duduk Om, Tante," ucap Angkasa ramah.

Sean tersenyum melihat bocah laki-laki itu.

"Terima kasih."

Angkasa mengangguk kecil.

"Om sama Tante mau pesan apa?" tanya Angkasa polos.

Sean tersenyum jahil. "Memangnya kamu bisa mengingat pesanan kami?"

"Bisa kok, Om!" jawab Angkasa percaya diri.

Rea ikut tertawa kecil melihat interaksi mereka.

Belum sempat Angkasa mencatat pesanan, Buk Asni buru-buru menghampiri.

"Maaf ya, maaf. Mau pesan apa, Mas sama Mbaknya?"

"Gak apa-apa, Buk," jawab Rea tersenyum.

Setelah pesanan dicatat, Buk Asni segera menuju dapur. Sementara Angkasa kembali ke kursinya dan sibuk bermain. Sesekali Sean melirik bocah itu.

"Beb, kalau dilihat-lihat dia mirip kamu ya. Matanya, hidungnya, bibirnya," celetuk Rea tanpa sadar.

"Oh ya? Apa aku sebegitu tampannya sampai anak itu mirip aku? Jangan-jangan bapaknya kembaran aku," goda Sean.

Rea tertawa kecil.

Tiba-tiba Angkasa berdiri dari kursinya.

"Nini, Angkasa pulang dulu ya. Itu Ibuk sudah pulang!" ucapnya pada buk Asni sambil berlari kecil keluar warung.

Sean refleks menoleh mengikuti arah lari bocah itu.

Dari dalam warung terlihat jelas Angkasa memeluk seorang wanita yang baru datang. Wanita itu mengenakan pakaian yang sama seperti Senja yang ia lihat berjalan tadi.

Jantung Sean seakan berhenti sesaat.

"Anak itu..." lirihnya dalam hati, tak percaya.

1
Soraya
untuk kata ibu tlg jgn pake huruf k thor
sunaryati jarum
Memang itu akibat kesalahan kamu,tapi akhirnya sadar, semoga setelah pertemuan kembali dengan Ny Raya hidupmu dan Angkasa semakin baik
sunaryati jarum
Benar dia penyelamatmu dulu Senja
Soraya
lanjut thor
Qhaqha: Ok.. Ditunggu.. 😊😊
total 1 replies
nesha
lanjut thor double uuuup
Qhaqha: insyallah ya... 😊😊😊
total 1 replies
Soraya
ditunggu updatenya
Qhaqha: Bab baru udah di up ya... Jangan lupa bantu ratingnya ya 🙏🙏🙏
total 2 replies
Ryn
lanjuut thour 💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Qhaqha: ok😊😊😊😊😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Memang lebih baik seperti toh Kedua orang Sean menolak Senja. Agar tidak menimbulkan masalahJika mereka bersatu kembali harus
Sunaryati: belum selesai sudah terkirim.
maksudnya harus dapat restu kedua orang tua Sean,atau malah dengan Dirgantara
total 1 replies
Qhaqha
Aamiin😊😊😊
Soraya
lanjut
Qhaqha: Sipp.... Bantu bintangnya juga ya kk😊😊
total 1 replies
nesha
nyeseeek bacanya.. moga ada pelangi setelah hujan buat senja dan anaknya
Soraya
lanjut thor
Sunaryati
Kau dan suamimu akan menerima karma karena menyia- nyiakan keturunan kalian.Biarkan Sean menikahi Rea, dan tidak memiliki keturunan.Sedangka Senja menikah dengan Dirgantara,agar mereka menyesal seumur hidup.
Qhaqha: 😊😊😊
Mohon bantuan untuk ratingnya ya KK...
total 1 replies
olyv
jleb g tuh?? kasihan senja..sini peluk nak 😭😭
Qhaqha: Ayuk kita peluk ramai-ramai 😊
total 1 replies
nesha
makjleb bgt
Qhaqha: jleb banget.. 😊😊
total 1 replies
nesha
pada akhirnya akan berjodoh 😍
nesha
dan di saat kamu sudah tau pun kamu g berusaha untuk mempertahankan senja demi anakmu, tapi kamu lebih memilih untuk bertunangan dgn rea. pengecut kau sean
Soraya
lanjut thor
Qhaqha: ok
.😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Maksud Dirgantara Sean merampas jabatan itu gimana
Qhaqha: Tunggu up Bab selanjutnya ya KK.

😊😊😊
total 1 replies
Sunaryati
Waduh kasihan Senja, nanti kena marah wanita dekatnya Dirga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!