NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Yuki

Cinta Untuk Yuki

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Yatim Piatu / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:948
Nilai: 5
Nama Author: Mawarhirang94

Dalam hujan deras yang menyesakkan, Yuki berlari menyelamatkan diri bersama bayi perempuannya, Ai Chikara, dari masa lalu yang mengancam nyawa mereka. Sebuah kecelakaan di tengah pelariannya justru mempertemukannya dengan Kai, pria asing yang tanpa ragu memberi perlindungan.

Di rumah keluarga Kai, Yuki dan bayinya menemukan kehangatan, perawatan, dan rasa aman yang belum pernah mereka rasakan. Di balik sikap dingin Kai dan kelembutan ibunya, perlahan tumbuh ikatan yang tak terduga—ikatan yang mungkin mampu menyembuhkan luka, sekaligus mengubah takdir mereka.

Namun, saat malam hujan berlalu, bayang-bayang masa lalu Yuki belum tentu ikut menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarhirang94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Bayangan Yang Mulai Bergerak

Kai menatap Ibu, menahan napas panjang, dan akhirnya mengangguk mantap. “Baik, Ibu. Aku akan menunggu waktunya… dan saat itu tiba… aku pastikan tidak ada celah bagi laki-laki itu untuk menyakiti mereka.”

Ibu Kai tersenyum lembut, menepuk tangan Kai. “Itulah anak ibu. Sekarang, mari kita biarkan mereka beristirahat. Segala sesuatu akan dijalankan sesuai rencana. Kau sudah melakukan yang terbaik semalam, dan kini tanggung jawabmu adalah memastikan keselamatan mereka tetap terjaga.”

Kai menunduk, menatap Yuki yang tidur lelap dan Ai Chikara di kamarnya. Rasa geramnya terhadap suami Yuki masih ada, tapi ia menahan diri, menyadari Ibu Kai benar—keselamatan dan ketenangan mereka jauh lebih penting saat ini. “Aku akan menunggu… dan ketika saatnya tiba, aku akan pastikan keadilan ditegakkan,” bisiknya pelan pada diri sendiri.

Ya sudah Ibu pergi dulu, aku titip mereka berdua. ada yang ingin aku urus." ucap Kai dengan nada lembut dan tegas pada Ibunya.

Ibu Kai hanya tersenyum, Setelah mobil Kai hilang dari pandanganan Ibunya. Lalu Ibu pergi kekamarnya untuk beristirahat.

Mobil hitam milik Kai melaju meninggalkan gerbang rumah besar itu dengan tenang. Dari luar, tak ada yang akan mengira bahwa di balik kemudi mobil mewah tersebut, seorang pria sedang menahan badai emosi di dadanya. Tangannya mencengkeram setir dengan kuat, rahangnya mengeras, sementara pandangannya lurus menembus jalanan kota yang mulai ramai.

Sepanjang perjalanan menuju perusahaan, bayangan Yuki dan bayi kecil itu terus muncul di pikirannya. Wajah pucat Yuki saat tidur, bekas luka kecil di dahinya, dan napas halus Ai Chikara yang teratur membuat dadanya terasa sesak.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh kalian,” gumam Kai pelan, suaranya nyaris tak terdengar di dalam mobil.

Begitu sampai di gedung perusahaan yang menjulang tinggi, Kai langsung turun tanpa banyak bicara. Para karyawan yang melihatnya hanya menunduk hormat. Aura dingin yang selalu melekat padanya hari itu terasa lebih berat dari biasanya.

Kai masuk ke lift khusus menuju lantai teratas. Begitu pintu tertutup, ia mengeluarkan ponselnya dan menekan satu nomor yang jarang ia hubungi kecuali untuk urusan tertentu.

Tak lama, panggilan tersambung.

“Bos,” suara di seberang terdengar rendah dan penuh hormat.

Kai tidak membuang waktu. “Aku butuh informasi lengkap tentang seorang pria. Nama, latar belakang, kebiasaan, jaringan pergaulan, apa pun. Tidak boleh ada yang terlewat.”

“Siap. Target siapa, Bos?”

Kai menyebutkan nama suami Yuki dengan suara datar, tanpa emosi berlebih, seolah sedang menyebutkan sebuah objek, bukan manusia.

“Dia tinggal di kampung bagian barat. Aku ingin tahu semua yang dia sembunyikan. Utang, hubungan gelap, tindak kekerasan, bahkan kebiasaan terburuknya. Aku ingin semuanya ada di mejaku.”

“Dipahami. Berapa lama batas waktunya?”

Kai terdiam sejenak sebelum menjawab, nadanya dingin namun penuh tekanan. “Secepat mungkin. Tapi lakukan dengan rapi. Jangan sampai dia sadar sedang diawasi.”

“Baik, Bos. Anak-anak akan bergerak.”

Panggilan terputus. Kai memasukkan ponselnya kembali ke saku jas, lalu melangkah keluar dari lift. Begitu memasuki ruang kerjanya, ia berdiri di depan jendela besar, memandang kota dari ketinggian.

“Ini bukan balas dendam,” ucapnya pada bayangannya sendiri di kaca. “Ini perlindungan.”

 

DI KAMPUNG – KEMARAHAN YANG SALAH ARAH

Sementara itu, di sebuah rumah sederhana di pinggir kampung, suasana jauh dari tenang.

Pintu rumah terbuka keras hingga membentur dinding. Seorang pria masuk dengan wajah merah padam, napasnya memburu, dan sorot mata penuh amarah. Tangannya mengepal, urat-urat di lehernya menegang.

“Perempuan sialan itu!” teriaknya sambil menendang kursi kayu di ruang tamu. “Berani-beraninya dia kabur!”

Di sudut ruangan, seorang wanita dengan pakaian mencolok duduk santai. Bibirnya tersenyum tipis, bukan karena terkejut, melainkan karena menikmati pemandangan kemarahan di depannya.

“Tenanglah, sayang,” ucapnya manja, suaranya dibuat lembut dan menenangkan. “Kenapa harus marah sebesar itu?”

Pria itu membalikkan badan dengan kasar. “Kau tahu apa yang dia lakukan?! Dia pergi membawa anak itu! Anak yang seharusnya tidak pernah lahir!”

Wanita itu berdiri, melangkah mendekat dengan gerakan perlahan. Tangannya menyentuh lengan pria tersebut, jari-jarinya bergerak lembut seperti menenangkan binatang buas.

“Mungkin dia tidak akan kembali,” katanya ringan. “Hujan semalam deras sekali. Jalanan licin, hutan di luar kampung juga berbahaya.”

Pria itu terdiam, napasnya mulai melambat. “Maksudmu…?”

Wanita itu mendekatkan wajahnya, berbisik penuh racun manis. “Siapa tahu dia jatuh ke jurang, atau diserang binatang buas. Perempuan lemah seperti dia tidak akan bertahan lama.”

Ekspresi pria itu perlahan berubah. Kemarahan di wajahnya mulai tergantikan oleh senyum tipis yang bengkok.

“Kalau begitu…” katanya pelan, “semua masalah selesai dengan sendirinya.”

Wanita itu tersenyum puas. “Benar, sayang. Tidak perlu mencarinya. Anggap saja dia sudah mendapatkan nasib yang pantas.”

Pria itu tertawa kecil, lalu duduk di kursi dengan santai. “Kau memang selalu mengerti aku.”

Wanita itu duduk di pangkuannya, melingkarkan tangan di lehernya. “Tentu saja. Aku selalu di pihakmu.”

“Setelah dia tidak ada,” lanjut pria itu, “tidak ada lagi yang menghalangi kita.”

Wanita itu mengangguk cepat. “Kita bisa hidup tenang. Tidak ada tangisan, tidak ada beban.”

Namun, di balik senyum manis wanita itu, matanya berkilat penuh ambisi. Tidak ada rasa bersalah sedikit pun atas kemungkinan kematian seorang ibu dan bayi.

 

DUA DUNIA, DUA NIAT

Kembali ke gedung tinggi di pusat kota, Kai duduk di kursinya dengan punggung tegak. Tangannya terlipat di atas meja, ekspresinya dingin dan terkendali. Layar komputer menyala, menampilkan laporan-laporan bisnis yang seharusnya ia periksa.

Namun pikirannya berada di tempat lain.

“Jika mereka tahu Yuki masih hidup,” gumamnya, “mereka akan mencarinya.”

Ia menekan tombol interkom. “Masuk.”

Seorang pria bertubuh besar masuk dengan langkah tenang. “Bos.”

“Aku ingin pengamanan di rumah ditingkatkan,” perintah Kai. “Tidak boleh ada orang asing mendekat tanpa izinku.”

“Siap.”

“Dan satu lagi,” Kai menatap bawahannya dengan tajam. “Jika kau menemukan bahwa pria itu pernah menyakiti Yuki lebih dari yang sudah kita tahu… laporkan langsung padaku.”

Pria itu mengangguk. “Dipahami.”

Setelah bawahannya pergi, Kai menyandarkan tubuhnya ke kursi. Matanya terpejam sejenak.

Bayangan Ai Chikara kembali muncul. Bayi kecil itu tertidur damai, tanpa tahu bahwa di luar sana, dua orang dewasa sedang membicarakan kematiannya seolah itu hal sepele.

“Dunia ini kejam, Tapi aku paling wanita murahan dan laki-laki semena-mena pada wanita,” bisik Kai. “Tapi aku akan menjadi tembok untuk kalian.”

Di kampung, pria itu tertawa bersama selingkuhannya, yakin bahwa masalah telah selesai.

Di kota, seorang pria lain mulai menyusun langkah dengan tenang, tanpa suara, tanpa ampun.

Dan tanpa mereka sadari…

bayangan besar sudah mulai bergerak mendekat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!