NovelToon NovelToon
Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Status: tamat
Genre:Sistem / Mafia / Time Travel / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: PENALIAR

Kang Yun-seo, seorang pemuda biasa dari dunia modern yang doyan main game, tiba-tiba terbangun di dunia Murim yang penuh intrik dan seni bela diri. Ia dipanggil oleh Hwang Yehwa, ratu iblis yang sekarat akibat pengkhianatan, dan kini kehilangan kekuatannya, berubah wujud menjadi manusia biasa. Untuk bertahan di wilayah manusia yang memusuhi iblis, Yun-seo harus berpura-pura sebagai suaminya. Dengan pengetahuan modernnya, Yun-seo beradaptasi di akademi pedang, menghadapi turnamen, konspirasi gelap, dan bangkitnya kekuatan iblis, sambil menumbuhkan ikatan tak terduga dengan ratu dingin itu. Sebuah kisah isekai penuh aksi, komedi, dan romansa di antara dua dunia yang bertabrakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENALIAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: PERANG DI LEMBAH IBLIS

Lembah Iblis berubah menjadi neraka dalam sekejap.

Dua pasukan besar bentrok dengan keganasan yang tak terbayangkan. Dari satu sisi, prajurit setia Dinasti Iblis yang telah bersembunyi selama 500 tahun—mereka bertarung dengan dendam dan harapan. Dari sisi lain, pasukan Lilian yang telah menduduki istana—mereka bertarung untuk mempertahankan kekuasaan.

Yun-seo belum pernah melihat pemandangan seperti ini. Ribuan makhluk bertarung, saling bunuh, berteriak. Darah iblis—hitam pekat—membasahi tanah. Api di mana-mana. Bau belerang dan besi terbakar memenuhi udara.

"Ini gila," gumamnya.

"BERTAHAN!" teriak Seo Jung-won di sampingnya. Ia sudah bertarung dengan tiga iblis sekaligus, Mahkota Naga Iblis di kepalanya bersinar terang.

Cheol-soo melempar bom api ke arah gerombolan iblis yang mendekat. LEDAK! Beberapa iblis terpental, tapi yang lain terus maju.

"Aku kehabisan bom!" teriaknya panik.

Yun-seo menghunus Tombak Seribu Jiwa. Dengan kekuatan barunya, ia melompat ke tengah pertempuran. Tombak itu menyala merah, membelah iblis-iblis seperti pisau membelah mentega.

Tapi jumlah mereka terlalu banyak. Setiap satu iblis jatuh, dua muncul menggantikan.

---

Yehwa dan Lilian bertarung di tengah kekacauan.

Keduanya sudah sama-sama lelah, tapi tidak ada yang mau menyerah. Lilian menggunakan Mahkota Kegelapan dengan maksimal—setiap serangannya mematikan. Yehwa mengandalkan pengalaman dan enam pusaka yang ia miliki.

"Kau pikir dengan enam pusaka kau bisa menang?!" teriak Lilian sambil menyerang. "Mahkota Kegelapan adalah yang terkuat!"

Yehwa menangkis. "Kau salah! Yang terkuat bukan pusaka—tapi hati yang menggunakannya!"

Pedang Naga Iblis dan Mahkota Kegelapan bertabrakan. Gelombang kejut menyebar, merobohkan puluhan iblis di sekitar mereka.

Lilian mundur, napasnya tersengal. Yehwa juga, lututnya hampir lemas.

"Aku... tidak akan kalah..." desis Lilian.

"Aku juga."

---

Di sisi lain pertempuran, Hwang Cheol-soo bertarung dengan para tetua pengkhianat.

Lima tetua yang memihak Lilian mengepungnya. Mereka sama-sama tua, sama-sama kuat. Tapi Hwang Cheol-soo tersenyum.

"Kalian ingat siapa guru kalian dulu?" tanyanya. "Aku yang mengajar kalian."

Para tetua itu ragu. Mereka ingat—Hwang Cheol-soo adalah tetua tertua, guru dari hampir semua tetua yang hidup.

"Jangan dengarkan dia!" teriak salah satu. "Dia pengkhianat!"

Mereka menyerang bersama. Tapi Hwang Cheol-soo bergerak cepat—lebih cepat dari yang seharusnya mungkin untuk seusianya. Ia menghindari semua serangan, lalu balas menyerang dengan telapak tangan kosong.

Satu per satu, para tetua itu jatuh. Bukan mati, tapi tak sadarkan diri. Hwang Cheol-soo tidak mau membunuh mereka—mereka korban propaganda Lilian.

---

Yun-seo terus bertarung, tapi mulai kewalahan.

Tombak Seribu Jiwa memang kuat, tapi ia belum terbiasa menggunakannya. Setiap serangan menguras energinya. Apalagi ia juga harus melindungi Cheol-soo yang terus-terusan diserang.

"Hyung, di belakang!" teriak Cheol-soo.

Yun-seo berbalik, melihat seekor iblis raksasa siap menyerangnya. Terlambat. Ia tidak bisa menghindar.

Tiba-tiba, sesosok bayangan melesat, memotong iblis itu menjadi dua.

Seo Jung-won.

"Kau hampir mati," katanya dingin.

"Makasih," ucap Yun-seo lega.

Seo Jung-won mengangguk. "Kita harus bertahan. Yehwa butuh waktu."

Mereka bertarung bahu-membahu—Yun-seo dengan tombak, Seo Jung-won dengan pedang, Cheol-soo dengan bom api sisa. Perlahan, mereka mulai mendesak mundur pasukan Lilian.

---

Di tengah pertempuran, Yehwa melihat sesuatu.

Lilian mulai kelelahan. Mahkota Kegelapan di kepalanya bersinar tidak stabil. Mungkin—mungkin ini saatnya.

Yehwa mengumpulkan seluruh kekuatannya. Lima puluh persen dari kekuatan ratu iblis—ditambah energi dari enam pusaka yang ia bawa. Pedang Naga Iblis menyala terang, hampir membutakan.

"Serangan terakhir," bisiknya.

Ia melompat, pedang terarah ke Lilian.

Lilian panik. Ia mengangkat Mahkota Kegelapan untuk memblokir—tapi terlambat.

Pedang Naga Iblis menembus Mahkota Kegelapan. CRAAK! Mahkota itu pecah. Lilian terpental, jatuh ke tanah.

Para iblis di sekeliling berhenti bertarung. Mereka melihat ratu mereka jatuh.

Yehwa berdiri di atas Lilian, pedang di lehernya.

"Menyerah," katanya.

Lilian tertawa—tawa getir, tawa kalah. "Bunuh saja aku. Aku tidak akan menyerah padamu."

Yehwa diam. Lalu, perlahan, ia menurunkan pedangnya.

"Aku tidak akan membunuhmu."

Lilian terkejut. "Apa?"

"Kau pengkhianat. Kau layak mati. Tapi..." Yehwa menghela napas. "Aku tidak ingin jadi ratu yang kejam. Cukup sudah perang ini. Cukup sudah kematian."

Ia menatap Lilian dengan mata lelah.

"Kau akan diadili secara adil. Sesuai hukum Dinasti Iblis. Bukan mati di sini, di medan perang, tanpa kesempatan bicara."

Lilian terdiam. Air mata mengalir di pipinya—pertama kalinya.

"Aku... kalah," bisiknya.

---

Pertempuran berhenti.

Pasukan Lilian meletakkan senjata mereka, satu per satu. Pasukan Dinasti Iblis tidak membunuh mereka—mereka hanya menahan.

Yun-seo berlari ke Yehwa, memeluknya erat.

"Kau hidup," bisiknya.

Yehwa tersenyum lelah. "Janji kan, aku akan kembali."

Cheol-soo dan Seo Jung-won bergabung. Hwang Cheol-soo datang dengan para tetua yang tertangkap.

"Ini berakhir," kata kakek tua itu. "Dinasti Iblis kembali."

Yehwa menggeleng. "Bukan kembali. Tapi memulai lagi. Dari awal."

Ia memungut pecahan Mahkota Kegelapan. Pusaka terakhir—hancur. Tapi mungkin itu yang terbaik.

Matahari mulai terbenam di Lembah Iblis. Perang usai. Tapi perjalanan mereka belum selesai.

---

1
Amiera Syaqilla
hello author😄
Q. Zlatan Ibrahim: halo juga terimalasih sudah mampir
total 1 replies
Manusia Biasa
emang manusia kadang lebih dari iblis
Q. Zlatan Ibrahim: seringkali
total 1 replies
Manusia Biasa
wkwkw ngakak gua baca sandiwaranya, lucu🗿😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!