Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Hari ini perusahaan Barack dibuat ketar-ketir karena sang nona muda akan melakukan audit bulanan terhadap semua pekerjaan karyawan.
Saat mereka memasuki meeting room, mereka sangat merasakan horor, seakan memasuki rumah hantu yang sangat menyeramkan.
Brak!
Bianca menggebrak meja dengan penuh amarah, membuat wajah semua karyawan memucat, bahkan tubuh mereka berkeringat dingin, merasa mati kutu.
"Saya sudah membaca semua laporan dari awal hingga akhir," ucap Bianca dengan nada dingin. "Saya telah memberikan kepercayaan penuh kepada setiap orang di sini untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Namun apa yang saya lihat? Pekerjaan yang tidak memenuhi target, proses yang tidak sesuai standar, dan laporan yang dibuat dengan tidak jujur!"
Semua karyawan menundukkan kepala, tidak ada yang berani membela diri. Jika mereka melakukannya, justru akan menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri.
Sang nona muda memang terlihat sangat cantik, namun kepribadiannya sangat dingin dan mengerikan.
Lalu Bianca berkata dengan tegas, "Saya tidak akan mentolerir hal ini lagi! Mulai hari ini, semua departemen akan menjalani audit ulang secara menyeluruh. Setiap orang yang terbukti terlibat akan menghadapi konsekuensi yang tegas."
Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk meminta maaf, "Ma-maafkan kami, Nona Bianca. Kami berjanji akan bekerja dengan baik dan tidak akan pernah mengecewakan Anda lagi."
Bianca menyilangkan tangan di dada. "Oke, saya beri waktu satu minggu. Tapi jika kalian tidak bisa memperbaiki kesalahan kalian, mereka yang terbukti bersalah akan saya pecat!"
Semua karyawan hanya menundukkan kepala. Tenggorokan mereka terasa kering, bahkan untuk menelan saliva pun terasa sakit. Tak ada yang berani menatap Bianca.
Bianca sedikit merendahkan suaranya, "Meeting hari ini dicukupkan sekian. Kalian boleh pergi dan melanjutkan pekerjaan kalian!"
"Baik, Nona," jawab mereka dengan serempak. Mereka pun segera pergi dari meeting room, dengan perasaan lega, akhirnya mereka bisa keluar dari tempat yang sangat menyeramkan itu.
Sekarang hanya tersisa Bianca dengan Asisten Fara. Bianca menghela napas dalam-dalam, untuk menenangkan diri. Memiliki jabatan sebagai CEO di perusahaan ayahnya, memang cukup berat. Tapi karena kondisi ayahnya yang sudah mulai menua, mau tidak mau dia harus meneruskan perusahaan sang ayah.
Bianca pun bertanya pada Asisten Fara, "Asisten Fara, bagaimana? Apakah tadi aku terlihat tegas?" tanyanya sambil tersenyum.
Meskipun Bianca sedang tersenyum, tapi tetap saja terlihat dingin. Asisten Fara pura-pura rileks sambil mengacungkan jempolnya. "Iya, Nona. Bahkan Anda terlihat sangat menyeramkan."
Bianca langsung berhenti tersenyum, saat mendengar perkataan Asisten Fara.
Asisten Fara segera mengkoreksi kata-katanya sebelum kena semprot dari sang nona muda. "Emm... maksud saya, Anda memang terlihat sangat tegas, Nona."
Asisten Fara teringat akan sesuatu, "Oh iya, Nona. Tadi saya mendapatkan pesan dari Tuan Pram. Dia bilang ingin bertemu dengan Anda."
Pram sudah beberapa kali menghubungi Bianca, tapi tidak direspon sama sekali. Karena itu Pram terpaksa menghubungi Asisten Fara.
Bianca hanya menghela napas. Sudah berkali-kali dia menolak perjodohannya dengan Pram, tapi ayahnya tetap bersikukuh akan melanjutkan perjodohan itu.
Meskipun ada banyak pengusaha muda yang mendekatinya, termasuk Pram, tapi tak ada yang bisa membuatnya jatuh cinta. Bianca adalah tipe gadis yang sangat sulit untuk didekati.
Mungkin karena selama ini dia masih dibayang-bayangi perasaan bersalah pada Raka. Sangat berharap bisa bertemu dengannya lagi. Dan ingin tahu bagaimana kehidupan yang dia jalani. Apakah dia hidup baik-baik saja?
Bianca berkata dengan serius, "Aku lagi malas membahas masalah di luar pekerjaan. Sebentar lagi kita akan bersiap-siap ke Barack Mal, kita harus melakukan audit disana."
Asisten Fara menjawab dengan hormat, "Baik, Nona."
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...