Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Kayla... " gumam Juan menatap sepasang anak manusia yang berboncengan di lampu merah.
"Mas, kamu apa apaan sih, nyebut nyebut mantan kekasih kamu itu di dekat ku! " kesal Nia yang berada di mobil yang sama dengan Juan.
Sungguh Nia tidak suka dengan Juan menyebut nyebut nama adik sepupu yang sangat dia benci itu, dari dulu Nia memang tidak menyukai adik sepupunya itu, dia baik selama ini hanya pura pura saja.
"Ehhh.... Nggak gitu sayang, bukan maksud mas menyebut nama dia, tapi memang ada dia di sana." tunjuk Juan menunjuk ke arah motor yang berhenti di depan mereka, terlihat di atas motor itu Kayla dan Rangga sedang tertawa lepas, begitu pun dengan Rangga yang tidak sekali pun pernah tertawa seperti itu, namun lihatlah bersama Kayla dia bisa tertawa selepas itu, entah apa yang membuat mereka tertawa, tawa mereka membuat panas dua insan yang berada di atas mobil mewah sana.
Tampa sadar Nia meremat kuat ujung roknya, sungguh hatinya sangat panas melihat adengan tersebut, selama bersamanya Rangga tidak pernah tertawa selepas itu, tapi bersama Kayla yang baru saja dia nikah, kenapa Rangga terlihat sangat bahagia, sungguh Nia tidak terima melihat kebahagian mereka.
Rasa benci kepada Kayla semakin mencokol saja di hati Nia, sudah bersusah payah dirinya merebut Juan dari Kayla dan berharap Kayla akan hidup sengsara dengan lelaki dingin dan tidak mempunyai pekerjaan tetap itu, namun niat jahatnya tidak berhasil, justru mereka terlihat sangat bahagia dengan pernikahan dadakan itu.
Begitu pun Juan tidak kalah cemburu melihat Kayla memeluk manja pinggang Rangga, dan kepalanya bersender mesra di pundak laki laki yang di bilang tidak mempunyai masa depan itu, dulu bersamanya, Kayla selalu menjaga jarak, boro boro memeluk dia seperti itu, memegang tangan Kayla saja sangat susah.
Juan tidak menyangka Kayla bisa secepat itu melupakannya, padahal Juan berharap Kayla tetap memohon dan ingin kembali kepadanya, namun apa yang dia harapkan tidak mungkin terjadi melihat cara perlakuan Kayla kepada Rangga.
"Nggak bisa, ini nggak bisa di biarkan, Kayla itu hanya milik ku, aku harus kembali merebutnya." gumam Juan di dalam hati, Juan tidak terima melihat mantan kekasihnya bermesraan dengan laki laki lain, sekali pun laki laki itu kini sudah berstatus suami Kayla.
"Kurang ajar! kenapa mereka terlihat bahagia, ini nggak bisa di biar kan, bukan ini yang gue ingin kan, gue ingin Kayla menderita, tapi apa ini, kenapa dia terlihat lebih bahagia." Nia pun ikut memaki dua insan yang sedang bahagia itu.
Setelah lampu merah berubah menjadi hijau, motor yang di kendarai oleh Rangga itu melaju meninggalkan mobil yang di kendarai oleh Juan.
"Kemana mereka? " gumam Juan dalam hati. "Agggkkkk.... Sial, kenapa kehilang jejak sih." kesal Juan yang sudah tidak melihat motor Rangga.
"Sial.... Kenapa mas Juan kehilangan jejak mereka sih, dasar bodoh!" maki Nia yang hanya bisa berteriak di dalam hati.
"Kita mau kemana dulu sayang? " tanya Juan yang sudah tidak ada selera melanjutkan perjalanannya.
"Pulang aja mas, keburu nggak mood." jawab Nia kesal.
"Baiklah, kebetulan mas juga baru dapat pesan, ada kerjaan yang harus mas periksa secepatnya." ucap Juan mencari alasan.
Nia mengangguk, dan tidak perduli, karena hatinya masih kesal upah Kayla.
"Mas." panggil Kayla dengan suara tercekat
Rangga tersenyum tipis, lalu memegang tangan sang istri.
"Mas ingin menyapa mertua mas." ucap Rangga lembut, Rangga membawa Kayla ke pemakaman umum di mana ke dua orang tua Kayla di makam kan.
"Mas tau orang tua ku di makam kan di TPU ini? " tanya Kayla berkaca kaca.
Rangga menganggukkan kepalanya.
"Mas pernah melihat kamu di makam ini, waktu itu mas lagi ziarah kubur ke makam nenek mas, mas mendengar kamu menangis pilu di sana." ujar Rangga.
"Ohhh.... " singkat Kayla yang tidak tau mau berkata kata lagi.
"Tunggu sebentar ya." ujar Rangga meninggalkan Kayla.
Kayla memandangi tubuh kekar sang suami yang mulai menjauh darinya itu.
"Neng Kayla, mau ziarah ya? " tanya seorang bapak bapak penjaga makam yang sudah Kayla kenal selama ini.
"Ehhh.... Iya bapak, saya mau ziarah." ucap Kayla sopan.
"Ayo bareng bapak, kebetulan bapak juga mau ke dalam." bapak itu.
"Duluan aja pak, saya nunggu suami." tolak Kayla sopan.
"Oalah... Neng Kayla sudah menikah toh, selamat yang neng, semoga rumah tangga neng sama mas Juan langgeng." ucap si bapak yang tau klau Kayla dan Juan pacaran.
"Ehhh.... Saya tidak menikah dengan Juan pak, tapi dengan laki laki lain." sela Kayla cepat.
"Oalah.... Maaf maaf, bapak salah." ucap si bapak tidak enak hati.
"Nggak apa apa pak." ujar Kayla ramah.
"Kay." panggil Rangga yang sudah membawa bungkusan di tangannya.
"Mas." Kayla tersenyum ke arah sang suami.
"Pak, kenalkan ini suami Kay, pak." Kayla memperkenalkan Rangga kepada si bapak.
"Rangga suami Kayla." ucap Rangga menjulurkan tangannya.
"Toni, salah satu penjaga makam di sini." sambut Pak Toni dengan ramah menyambut uluran tangan Rangga.
Setelah berbasa basi beberapa saat, akhirnya pak Toni mengundurkan diri.
",Ya sudah neng, mas. Bapak duluan ya, selamat untuk pernikahan kalian, semoga langgeng sampai ajal menjemput." Do'a tulus pak Toni.
"Baik Pak, terimakasih atas do'anya." jawab Kayla dan di angguki oleh Rangga.
Kayla berjalan menelusuri jalan kecil menuju makam ke dua orang tuanya dan di ikuti oleh Rangga dari belakang.
"Ayah ibu aku datang." ucap Kayla dengan suara bergetar.
"Kali ini datang bersama suami ku, semoga kalian merestui pernikahan kami ayah, ibu." ucap Kayla.
"Bu Yah, sekarang kalian boleh tenang di sana, karena sekarang sudah ada yang menjaga Kay." ucap Kayla.
Rangga ikut berlutut di makam ke dua mertuanya itu.
"Ayah ibu, kenalkan, aku Rangga suami Kayla, menantu kalian, ibu dan ayah tenang lah di sana, aku akan menjaga anak kalian di sini, aku akan memberikan kasih sayang kepadanya." ucap Rangga sungguh sungguh.
Kayla terharu mendengar ucapan suaminya itu, kalau di ingat ingat, Juan pernah beberapa kali ikut dengannya ke makam orang tuanya, namun tidak sekali pun Juan sampai berbicara dengan ke dua orang tuanya, justru Juan malah sibuk dengan HP nya.
Rangga menaburkan bunga di atas pusara ke dua orang tua Kayla, Kayla pun menaburkan bunga yang di beli oleh Rangga.
"Yah, bu. Kami pulang dulu, aku janji akan sering membawa Kayla berziarah ke sini." ucap Rangga lagi.
"Kay pulang dulu ya Yah, bu." ucap Kayla mencium batu nisan orang tuanya.
Rangga membantu sang istri berdiri dari duduknya, lalu berjalan meninggalkan makam tersebut.
Bersambung.....
semangat💪