NovelToon NovelToon
Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Bukan Kamu Tapi Aku Yang Membuangmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Putri asli/palsu / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Mengubah Takdir
Popularitas:48.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.

Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!

Berakhir dengan kematian tragis.

Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...

"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

T-rex

"Ayah akan ada banteng betina yang mengamuk..." Bisik Rio pada Faro.

"Kenapa? Mau itu Neiji ataupun Dilan tetap menguntungkan untuk ibumu kan?" Tanya Faro pada putranya.

"Entahlah...hanya firasat." Rio kembali menikmati keripik kentangnya. Sampai sekarang T-rex ini akan bersabar menjadi anj*ng peliharaan ibunya?

Neiji... kakak pertama yang paling ditakuti olehnya. Bahkan seperti menyimpan hal yang lebih mengerikan daripada Braja, kakek mereka sendiri.

"Tidak perlu khawatir?" Lisa mengernyitkan keningnya, menyela kata-kata Braja.

"Bagaimana aku tidak khawatir pada keadaan Lily. Bagaimana pun dia yang dipermalukan. Selain itu Lily adalah calon menantu yang aku akui." Lanjut Lisa memegang jemari tangan Lily.

"Lily sayang kamu mau kan menerima Dilan, dan menikahi Rini sebagai istri kedua. Dilan tidak sengaja sayang... maafkan ya?" Ucapnya penuh harap. Bagaimana pun Lily yang menentukan jalan pintas menjadi pewaris bagi Dilan.

Tapi.

Lily tiba-tiba memeluknya."Ibu mertua..."

Semua yang ada dalam ruangan terdiam. Secara teknis walaupun menikah dengan Neiji tapi Lisa memang ibu mertuanya bukan?

Tidak ada yang salah dengan kata-kata Lily.

"Lily, aku tau kamu akan mengerti. Tante janji Dilan akan mengutamakanmu." Ucap Lisa membalas pelukan Lily. Dirinya memang tidaklah menyukai Lily, tapi penentu keputusan adalah Braja. Braja sudah pasti akan berpihak pada suami dari Lily.

"Kamu memang istri pertama. Tapi kamu tidak berhak mengatur hidupku. Ingat! Aku menikah denganmu karena paksaan dan perjodohan. Tidak ada cinta sama sekali! Jangan mengharapkan keturunan dariku. Karena melihatmu saja sudah menjijikkan." Peringatan dari Dilan pada calon istrinya? Maaf salah! Kakak iparnya.

"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Braja, bersamaan dengan itu Neiji berlutut?

Ada hal aneh yang membuat Lisa tidak mengerti. Tiba-tiba saja Neiji berlutut?

Dirinya melerai pelukannya dengan Lily. Menatap tidak mengerti pada putra sulungnya.

"Ibu! Aku berbuat kesalahan! Ibu boleh menghukumku." Kalimat yang diucapkan oleh putra sulungnya. Aneh! Ini benar-benar aneh baginya. Bukankah Neiji tadi sudah meminta maaf? Kenapa meminta maaf lagi? Apa ini seperti dugaannya?

Dan benar saja...

Lily ikut berlutut di samping Neiji. Wanita itu menitikkan air matanya."A...aku...ini karena ku. Aku merasa malu berdiri seorang diri di hadapan banyak orang. Neiji hanya ingin menyelamatkanku. Ini salahku."

Wajah Lisa pucat pasi, menduga-duga kemana arah pembicaraan ini."Ayah mertua?" pandangannya beralih ke arah Braja. Dirinya terlihat gugup.

"Aku yang memberikan perintah! Memangnya kenapa jika menikah dengan Neiji. Toh keduanya anakmu, keduanya adalah cucuku." Kalimat yang diucapkan Braja bagaikan vonis mati. Menutup jalan singkat Dilan untuk menjadi pemimpin perusahaan nantinya.

"Neiji!" Lagi-lagi Lisa ingin melampiaskan amarahnya. Meraih vas bunga hendak menghantam putranya.

Neiji diam-diam tersenyum. Dipukul sekali maka Lily akan tetap menjadi miliknya. Lebih baik seperti ini, hubungannya dan Lily akan mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Braja setelah ini. Benar! Tujuannya untuk memiliki Lily akan tercapai sepenuhnya.

Tapi.

Prang!

Tidak ada rasa sakit di tubuhnya sama sekali perlahan matanya terbuka kala merasakan dekapan di tubuhnya. Aroma amis darah menyebar, pipinya terkena tetesan cair. Darah?

Lily memeluknya, hingga tubuh wanita itu yang terluka. Terkena pecahan vas bunga kaca.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Lily tersenyum lembut padanya, wajahnya pucat pasi. Dengan darah yang mengalir dari bagian punggung dan tengkuknya.

Neiji menonggakkan kepalanya, hidup yang begitu keras. Bahkan ibu kandungnya sendiri tidak mencintainya. Tapi wanita ini malah berkorban untuknya? Wanita yang dicintainya...

"Ke... kenapa?" Tanyanya, air matanya mengalir. Tidak terisak, tapi air mata yang mengalir perlahan. Kenapa orang ini harus berkorban untuknya?

"Neiji, aku menyukaimu. Karena aku menyukaimu, karena itu kamu tidak boleh terluka..." Kalimat yang benar-benar pelan.

Sebelum pada akhirnya Lily roboh dalam pelukannya. Rasa sesak menghujam dadanya. Bahkan tidak pernah terasa sakit ini. Kenapa harus seperti ini? Seharusnya vas itu menghantam tubuhnya.

Lisa melangkah mundur, tangannya gemetar, seperti mengetahui perbuatannya yang malah melukai Lily.

Benar! Kenapa dirinya harus menuntut seperti anj*ng peliharaan. Kenapa harus menjadi budak ibu nya hingga Lily mengorbankan dirinya.

Lily mencintainya, sedangkan ibunya...?

Darah menggenang di lantai, dirinya dibesarkan oleh pengasuh. Ibu yang bahkan tidak pernah menggendongnya penuh cinta.

Memeluk tubuh Lily yang tidak sadarkan diri. Air matanya mengalir tapi wajahnya masih terlihat tanpa ekspresi mengangkat tubuh Lily. Tubuh lemas mendingin...

Neiji memeluknya, apapun yang dilakukan ibunya pada dirinya, Neiji akan menerimanya dengan senang hati. Tapi Lily, kenapa harus Lily?

Mengangkat tubuh Lily yang tidak sadarkan diri. Braja bergerak cepat mengikuti.

"Neiji... tolong saat Lily sadar nanti katakan untuk tidak menuntut---" Kalimat Lisa terhenti.

Neiji melirik ke belakang, menyeringai bagaikan dapat membunuhnya kapan saja. Dirinya bagaikan kaku tidak dapat mengatakan apapun.

Apa itu tadi? Sebuah insting untuk bertahan hidup. Lisa terdiam tidak berani mengikuti langkah putra sulungnya.

Pria itu menyeringai dengan darah di pipinya. Di tambah tatapan wajah tidak normal. Semuanya membuatnya ketakutan.

"Lisa! Apa yang kamu lakukan!?" Bentak Faro menyadarkan Lisa yang terpaku diam. Kala dirinya menetralkan diri, Neiji sudah pergi membawa Lily, mungkin menuju rumah sakit.

Faro menatap kecewa pada istrinya menyusul langkah Braja, bersama dengan Rio. Rio hanya menghela napas sembari menggeleng."Ibu...kamu berbuat kesalahan saat ini. Jangan membangunkan T-rex yang sedang tidur. Dia ganas..." gumamnya.

Sementara Lisa terduduk, hanya Dilan, Rini dan anehnya Sari serta Rianto masih berada di tempat ini.

"Rini, Dilan, kalian sebaiknya pergi menyusul mereka ke rumah sakit." Ucap Lisa pada putra dan calon menantunya.

Rini menyipitkan matanya tidak mengerti. Tapi Dilan menghela napas menarik tangannya untuk pergi. Tapi kala dirinya menatap ke belakang, seperti ada hal yang dibicarakan ketiga orang ini, entah apa.

***

Lisa menghela napas benar-benar berusaha untuk tenang."Apa yang terjadi saat pesta?" Tanyanya pada akhirnya kepada kedua orang ini."Kenapa bukan Lily yang menikah dengan Dilan!?"

Sari dan Rianto saling melirik, mungkin memutuskan untuk berucap apa adanya. Tentunya kecuali tentang bagaimana rencana Rini untuk menikah dengan Dilan.

"Saat Lily memasuki ballroom memang sudah sedikit terlambat dari jadwal. Wartawan bayak bertanya tentang keberadaan mempelai pria padanya. Tamu undangan banyak yang membicarakannya. Karena itu dia berkata daripada menanggung malu lebih baik mati." Sari menelan ludah mengucapkan yang sebenarnya.

"Kenapa kalian tidak menenangkannya. Seharusnya kalian menenangkannya dan membawanya keluar dari ballroom!" Bentak Lisa tidak habis pikir, semua rencananya berantakan.

"Kami tidak berani!" Sari dan Rianto berlutut di hadapan wanita ini bersamaan.

"Tuan Braja berada di sana menenangkannya. Kemudian memberikan perintah pada Rio untuk menikahi Lily." Jelas Rianto gugup.

"Karena itu Neiji yang maju..." Gumam Lisa membuat kesimpulan sendiri. Tapi memang benar, jika Lily menikah dengan Rio, merupakan sebuah kerugian yang besar untuknya. Musuhnya hanya anak itu, anak haram yang dibawa suaminya...

Wanita yang mungkin tidak menyadari telah membangunkan T-rex yang tengah tertidur.

1
RahaYulia
yg pnonton itu aac rio y sbnrnya, bnr2 mnikmati sajian🤣🤣🤣
RahaYulia
waduh🤭🤭🤭
RahaYulia
aku rasa dimasa sblm wkt trulang c neiji dg ksadaran pnuh bikin anknya😁😁😁
RahaYulia
🤣🤣🤣🤣ah dsr neiji pdhal klo kmu yg g tau malu jg lily g bkal nolak
RahaYulia
didlmnya psti byk tersimpan roti sobek atau batu bata 🤣🤣🤣😁
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍💪💪💪💪💪
Ika
lope lope sekebon
Ufiyyyy
ahirnya evan muncul... van jgn galak2 sm kkak ipar... nnti bella ngamuk kmu kurg ajar sm kakaknya.. 🤣🤣🤣
Eka Anam
iparan kah mereka itu
Imas Karmasih
Ervan hati hati itu sodara iparmu😄😄😄
Imas Karmasih
Rio figuran yg baik jangan berubah ya🤭
mimief
dilan?
ga mungkin otak nya ketinggalan di selakangan
Lisa...bisa jadi . kakeknya meninggal perebutan kekuasaan
apa Rio? si kelinci manis itu ternyata menyimpan taring.
apa mungkin malah keluarga nya,Rini yg ga puas berebut sama Silvia 😜
mimief
ow...ow
ternyata ipar nya😜
mimief
kaget ya ..
kaget donk
sama... reader juga
es batu ternyata bisa meleleh di suhu yg tepat🤣🤣🤣
Afrilho
Benar Ervan 😍
yesi yuniar
kapan neiji akan hadir dgn wajah aslinya di muka umum ??
Nur Wahyuni
eehh ada ervan disini... jangan gitu Neiji.. nanti kau sendiri juga akan takluk sama istrimu.. 😁
Indar
bakal tambah seru nih sudah mulai ketemu sama orang yg mempunyai hubungan keluarga sebenarnya/asli sama neiji
vj'z tri
sama nya ma elu 🤣🤣🤣🤣 cucok jadi ipar ini mah 🤧🤧🤧
vj'z tri
ehm apa adik ipar yang datang 🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!