NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 15

langkah kaki Vanya terdengar riang di sepanjang koridor menuju gedung belakang. Perasaan menang benar-benar menyelimuti hatinya setelah melihat wajah Geby yang pucat tadi.

Dengan kunci pemberian Aiden di genggamannya, Vanya merasa seperti memegang kunci menuju wilayah terlarang.

​Begitu sampai di depan pintu kayu jati yang kokoh di belakang kantor OSIS, Vanya memutar anak kunci itu.

Cklek.

​Ruangan itu sangat berbeda dari kantor OSIS yang sibuk. Di sini hanya ada sofa kulit besar berwarna cokelat tua, meja yang rapi, kulkas kecil di sudut, dan aroma maskulin yang sangat kuat aroma Aiden.

Di balik meja, Aiden sedang bersandar, menatap laptopnya. Ia langsung menutup layar saat melihat siapa yang datang.

​"Gimana sidangnya, Bocah?"

tanya Aiden dengan suara rendah yang menenangkan.

​Vanya langsung berlari dan menjatuhkan dirinya di sofa, bersandar manja.

"Skakmat, Kak! Geby diskors dua minggu! Mama sama Mami keren banget tadi, gwehh sampe terharu!"

ucapnya dengan logat manja yang kental.

​Aiden bangkit dari kursinya, berjalan mendekat dan berdiri di hadapan Vanya. Ia menarik tangan Vanya, memaksa gadis itu berdiri tepat di depannya.

"Bagus kalau gitu. Berarti nggak ada lagi yang ganggu jam makan siang lo."

​Aiden tiba-tiba memegang dagu Vanya, mengangkatnya sedikit agar mata mereka bertemu.

Jantung Vanya mulai berdegup tak keruan. Sisi mesum Aiden mulai terpancar dari tatapannya yang menggelap.

"Tadi lo hebat di depan Kepsek. Sebagai imbalannya... gue mau sesuatu,"

bisik Aiden.

​Wajah Aiden perlahan mendekat, napasnya yang hangat terasa di bibir Vanya. Vanya reflek memejamkan mata, tangannya meremas seragam Aiden.

Namun, tepat saat bibir mereka hampir bersentuhan

​BRAKK!

​"WOY, DEN! Lo di dalem kagak?! Gila nih proposal lomba basket minggu depan"

​Pintu terbuka lebar.

Bagas, Rian, dan Kiki tiga sahabat Aiden sekaligus inti pengurus OSIS masuk tanpa mengetuk.

Mereka langsung mematung melihat posisi Aiden yang sedang memegang dagu Vanya dengan jarak wajah yang sangat intim.

​"Astaga naga... gue salah liat atau gimana nih?"

Rian melongo, kunci mobil di tangannya hampir jatuh.

​"Waduh, ganggu ya? Sori, sori! Lanjutin aja, Den!" seloroh Kiki sambil menutup mata dengan tangan, tapi jarinya tetap terbuka lebar.

​Aiden tidak langsung melepaskan Vanya. Ia justru menoleh perlahan ke arah teman-temannya dengan tatapan yang sangat tajam, seolah ingin membunuh mereka di tempat.

"Gue bilang jangan masuk tanpa ngetuk, kan?" desis Aiden dingin.

​Bagas berdehem canggung, mencoba mencairkan suasana.

"Sori, Tapi ini darurat. Sekolah tetangga minta kepastian soal lomba minggu depan. Mereka bawa sponsor gede, kita harus rapatin sekarang."

​Vanya yang sudah merah padam wajahnya langsung berusaha menjauh dari Aiden, tapi tangan Aiden masih menahan pinggangnya sebentar sebelum akhirnya dilepaskan.

Vanya langsung duduk di pojok sofa, menunduk malu, pura-pura sibuk dengan ponselnya.

​"Duduk lo semua,"

perintah Aiden mutlak.

Suasana santainya hilang, berganti dengan mode Ketua OSIS yang tegas.

​Tiga cowok itu duduk di kursi yang tersedia, meski sesekali Rian dan Kiki saling sikut sambil melirik Vanya.

"Jadi gimana? Sekolah sebelah mau kita yang jadi tuan rumah, tapi biayanya bagi dua,"

buka Bagas mulai serius.

​Selama hampir tiga puluh menit, mereka berdebat soal teknis lomba, keamanan sekolah, hingga koordinasi dengan guru olahraga.

Vanya yang menunggu di sofa merasa bosan, tapi juga kagum melihat Aiden yang sangat berwibawa saat memimpin teman-temannya.

Sesekali, Aiden melirik Vanya bukan lirikan bisnis, melainkan lirikan lapar yang membuat Vanya bergidik ngeri sekaligus berdebar.

​"Oke, fiks ya. Besok jam sepuluh kita survei lapangan lagi,"

tutup Aiden.

​"Siap, Bos! Yuk cabut, mumpung bel masuk masih lama, laper gue,"

ajak Kiki.

​Mereka bertiga bangkit. Sebelum keluar, Bagas menepuk bahu Aiden.

"Den, pelan-pelan ya sama adek kelas. Jangan sampe lecet, ntar bapaknya lapor polisi,"

canda Bagas sambil tertawa dan langsung lari sebelum Aiden sempat melempar buku.

​Begitu ketiga temannya keluar dan suara langkah kaki mereka menjauh, Aiden tidak langsung kembali ke mejanya. Ia berjalan perlahan menuju pintu.

​Cklek.

​Aiden memutar kunci pintu itu dua kali. Suasana ruangan mendadak menjadi sangat sunyi dan privat.

Vanya menelan ludah, ia merasa seperti mangsa yang baru saja dikurung dalam kandang singa.

​Aiden berbalik, melepaskan dasinya dan membuka dua kancing atas seragamnya.

"Tadi ada yang kepotong, kan?"

tanya Aiden dengan seringai miring yang sangat mesum.

​"K-kak... kan udah bel istirahat hampir habis," cicit Vanya, mencoba kabur tapi Aiden sudah berdiri di depannya, mengunci pergerakan Vanya di antara sofa dan tubuh kokohnya.

​"Gue nggak peduli. Dan gue tau, as* lo udah mulai penuh lagi dari tadi sidang, kan? Sini... biar gue bantu pumping tanpa alat."

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!