NovelToon NovelToon
Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Konflik etika
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

"Apa? Anak perempuan lagi? Jika begini terus, maka kamu harus kembali hamil dan melahirkan anak laki-laki untuk ku."

"Tapi.."

"Tidak ada tapi-tapi. Sebagai seorang istri yang baik, kamu harus menuruti semua perkataan suami mu ini."

"Ya. Baiklah."

Nasib baik tidak berpihak pada seorang wanita yang bernama Seruni. Ia di tuntut untuk terus melahirkan anak oleh suami nya. Di karenakan, ia belum bisa melahirkan anak laki-laki. Suami nya sama sekali tidak pernah membantu nya. Dengan lima anak perempuan yang masih kecil, wanita itu berjuang sendirian. Hingga akhir nya anak ke 6 lahir dan malapetaka itu pun terjadi. Seruni menyerah. Ia pergi dengan anak-anak nya meninggalkan sang suami yang sibuk dengan wanita lain.
Bagaimana kah perjalanan Seruni dan anak-anak nya?
Jangan lupa berikan komentar supaya author nya tambah semangat.
Terima kasih dan selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Dua bulan berlalu sejak kejadian malam itu. Dan selama dua bulan itu, Seruni dan suami nya sudah jarang berbicara. Pria itu hanya pulang, untuk membawa pakaian kotor dan mandi. Setelah itu, ia pergi lagi entah kemana.

Setiap kali Seruni mencium baju kotor sang suami, pasti ia menemukan bekas lipstik dan noda lainnya. Bau parfum wanita juga kerap tercium.

Selama dua bulan ini, Seruni sudah bertekad untuk bercerai dari suami nya. Ia sedang mengumpulkan banyak bukti supaya mempermudah diri nya ketika persidangan nanti.

Bukan itu saja, Adelia pun mau membantu dan mencarikan seorang pengacara untuk membantu perceraian antara Seruni dan juga Hamdan.

Seruni mengira, jika ia bisa dengan mudah untuk bercerai dari suami nya. Tapi ternyata, semua itu sangat lah sulit. Seruni harus bisa mengumpulkan bukti yang memudahkan suami nya untuk bercerai dari nya.

Bukan itu saja. Tepat di hari itu, Seruni kembali muntah-muntah dan mengalami gejala seperti saat ia hamil.

"Apa jangan-jangan aku hamil." Ucap nya pagi itu. Rasa nya, ia takut sekali jika itu benar terjadi.

Suara Seruni yang muntah-muntah, membuat Hamdan yang baru pulang pagi itu langsung menghampiri sang istri.

"Kamu hamil lagi? Pasti kali ini anak laki-laki. Aku yakin itu." Ucap Hamdan girang.

"Aku tidak tahu. Mungkin asam lambung ku kumat."

"Ah, aku yakin kalau kamu hamil. Ayo kita ke dokter kandungan sekarang."

"Apa? Dokter kandungan? Sejak kapan Abang mau membawa ku ke sana. Sudah lima anak ku. Tapi dari kelima anak itu, jangankan dokter, bidan saja tidak Abang izinkan untuk aku temui."

"Ah, berisik! Kamu ini jadi istri cerewet sekali. Kalau aku bilang pergi, ya pergi. Cepat siap-siap."

Seruni terdiam. Ia berencana bercerai. Dan saat ini malah hamil kembali. Apakah ia dan Hamdan memang tidak di takdirkan untuk bercerai saat ini.

Seruni pun cepat bersiap karena jika tidak, maka Hamdan akan terus membunyikan klakson nya dengan keras. Sebagai kepala lorong yang saat ini menjabat di komplek perumahan itu, terkadang Hamdan sering sekali bertingkah sesuka hati nya.

"Iya. Kami sudah siap." Ucap Seruni dengan membawa kelima anak nya. Kebetulan hari itu, mereka tidak sekolah.

"Untuk apa mereka ikut? Mobil ku bisa kotor."

"Lalu, siapa yang akan menjaga mereka?"

"Ya biarkan saja di rumah. Kan asal si Rima. Dia udah besar."

"Bang, jika anak-anak tidak ikut, maka aku tidak mau ke dokter." Ancam Seruni. Kali ini, ia memang harus tegas demi anak-anak nya.

Hamdan pun akhirnya setuju karena berharap banyak dari anak yang saat ini di kandung oleh Seruni.

Mereka semua pun langsung menuju ke tempat praktek dokter kandungan yang tidak jauh dari rumah mereka.

Sesampainya mereka di sana, Seruni kesulitan membawa kelima anak-anak nya sekaligus. Hamdan bahkan sama sekali tidak mau peduli dengan kerepotan sang istri dengan kelima anak-anak yang masih kecil.

Semua mata memandang ke arah mereka saat berjalan. Seruni tahu sekali apa yang ada di dalam pikiran mereka semua yang ada di sana.

"Wah, rame sekali anak-anak nya. Perempuan semua lagi." Ucap salah satu wanita yang ikut duduk di kursi tunggu.

"Eh, iya. Alhamdulillah rejeki dari Allah."

"Hmmm, kalau aku sih nggak sanggup ya. Dua anak aja sudah cukup. Ini sekarang sedang hamil anak kedua. Perempuan lagi."

"Oh iya."

"Mbak, kalau misal nya nggak sanggup lagi, bisa kok nyerah. Aku kasihan lihat nya. Kalau seandainya nanti anak nya perempuan lagi gimana?"

Wanita itu terus saja berbicara. Seruni tahu, jika mungkin wanita yang baru saja ia temui itu hanya memberi sedikit perhatian pada nya.

Karena Hamdan pun sama sekali tidak mau peduli dengan Seruni dan anak-anak nya. Hamdan duduk berjauhan. Sedangkan Seruni sudah seperti wanita yang tidak bersuami.

Beberapa menit berlalu. Anak-anak nya Seruni mulai bosan. Karena saat itu, mereka tidak bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Hanya anak pertama dan kedua saja yang masih bisa menurut..

Sedangkan yang lain, mereka masih dalam tahapan penasaran dengan segala sesuatu yang baru saja mereka lihat saat ini.

Satu persatu, ibu hamil di periksa di dalam. Hingga tiba lah waktu nya Seruni di panggil untuk masuk. Ia pun di dampingi oleh Hamdan dan juga kelima anak-anak mereka.

"Dengan Ini Seruni." Ucap Suster yang bertugas.

"Iya. Saya Seruni."

"Ini, anak-anak Ibu?"

"Iya, benar. Saya datang ke sini hanya untuk memastikan apakah saya hamil atau tidak."

"Oh, begitu. Baiklah. Sekarang kita periksa ya, Bu."

Seruni pun berbaring di atas tempat tidur. Dengan terpaksa Hamdan menggendong anak mereka yang berumur delapan bulan. Lalu tidak lama kemudian, seorang dokter wanita pun langsung memeriksa Seruni.

"Ini anak ke berapa, Bu?"

"Anak ke 6, dokter."

"Wah, luar biasa. Anak yang terakhir seperti nya masih kecil ya, Bu."

"Benar, dokter. Baru delapan bulan."

"Semua anak nya perempuan?"

"Iya. Suami saya pengen punya anak laki-laki." Ucap Seruni secara tiba-tiba.

"Kalau kali ini bukan laki-laki, bagaimana Pak suami?"

Dokter kandungan itu malah bertanya pada Hamdan yang sejak tadi repot dengan bayi Nasha. Anak kelima mereka.

"Ah Bu dokter. Urusan ibu kan periksa istri saya. Untuk apa ini terus bertanya hal itu."

"Sebagai seorang dokter, saya punya kewajiban melindungi pasien saya. Pak, istri bapak sudah melahirkan 6 kali. Saya kasihan pada istri anda. Laki-laki atau perempuan itu sama saja. Yang penting harus bersyukur."

"Ah, banyak omong. Katakan saja sekarang. Apakah istri saya hamil atau tidak. Itu saja. Tidak perlu berbicara ke sana kemari."

"Ya. Istri anda hamil. Selamat ya, Pak."

",Ya. Ya. Ayo kita pulang. Yang penting aku sudah tahu jika kamu hamil anak ku."

Setelah mengatakan hal itu, Hamdan dengan kasar langsung meletakkan bayi Nasha di lantai yang ada di ruangan dokter itu. Ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Seruni dan anak-anak nya.

"Terima kasih, dokter. Saya minta maaf atas kelakuan suami saya."

",Sudah jangan di pikirkan. Saya tahu orang seperti beliau memang sudah ada sejak jaman dahulu. Semoga saja, Ibu seruni cepat dalam bertindak. Setelah ini, kalau bisa cukup saja ya, Bu. kasihan rahim dan anak-anak nya."

Seruni pun keluar dari ruangan itu. Ia berjalan kesana kemari dengan anak-anak nya yang masih kecil.

Seruni mencari di mana keberadaan suami nya. Ia lihat, suami nya telah masuk ke dalam mobil dengan cepat dan juga langsung menghidupkan mesin mobil.

"Bang,, tunggu kami."

"Kalian pulang naik angkot saja. Aku harus menjemput anak nya Susan."

Mobil milik Hamdan langsung pergi di depan mata nya. Sedangkan hati Seruni, benar-benar begitu remuk.

1
Ma Em
Semoga Seruni usahanya makin sukses agar Seruni menjadi pengusaha kuliner yg kaya banyak uang tunjukan pada si Hamdan bahwa tanpa Hamdan Seruni bisa juga kaya .
Kar Genjreng
Kakak Author jih sering menggunakan bahasa baku 😁dadi ketok le Jawa banget
Kar Genjreng: bahasa baku banget tak kiro asli jawa ,,
total 2 replies
Kar Genjreng
pak restu sebenarnya siapa apa laki laki di masa lalu suka dengan seruni tapi diam diam
Kar Genjreng
😮😮Hamdan mampus di kira wanita yang sudah tersakiti. lantas diam saja oh tidak makanya lngsung melejit punya penghasilan ,,nyesel kapok ham babi
Kar Genjreng
sabotase
Arda Aldi
jadi penasaran siapa pak restu di kehidupan lamanya seruni
Arda Aldi: penasaran kak
total 2 replies
Kar Genjreng
bertemu terus karena Hamdan memejejerr di kantor itu makanya somse 😮biarlah ga usah di anggap lama lama juga capai sendiri dan malu sendiri,,,
Kar Genjreng
😆 Hamdan baru rasa ya selama ini matamu ketutup ,,, makanya ga pernah menyadari selama ini ga perduli dengan darah dagingnya sendiri,,, justru menyayangi anak dari orang lain belum tentu wanita itu tulus lihat saja nanti
Uul dheaven: ke tutup tayik 🤭🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan makin terpuruk bentar lagi sedang janda nya makin melambung
bersinar 😮
Kar Genjreng
👍👍bawa Mak dan BPK nya jadi ada yang menjaga anak anak anak nya
Kar Genjreng
kakak masukan sedikit ya,,,apa bila anak berkata kepada ibunya Jangan menggunakan kata kamu,,, kalau berbicara tentang orang tua,, ucapkan kata beliau ya jangan mereka tapi beliau
Uul dheaven: terima kasih saran nya. pas di cek ternyata typo. Mau nulis kami jadi nya kamu 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
gampar saja seruni mulut lancang laki laki nyinyir
Uul dheaven: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
😮😮 ayah' tak punya adab dasar penghianat pindahin sekolah jangan satu sekolah maneh ga due Rai hamdan
Kar Genjreng
Alhamdulillah seruni dapatkan kehidupan yang nyata jadi tinggal 4anaknya 👍
Ma Em
Alhamdulillah Seruni setelah berpisah dgn Hamdan hdp nya makin sukses , semoga Seruni mendapatkan pengganti Hamdan lelaki yg lbh baik dan kaya , biar Hamdan kehidupannya hancur setelah berpisah dari Seruni .
Uul dheaven: pasti nya. 😊😊😊
total 1 replies
Eny
upx kok gak rutin kak
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kar Genjreng
👍 setelah jadi janda justru Alloh limpahkan rezekinya buat anak anakmu seruni,,dan tidak memikirkan laki laki rusakk yang bisanya hanya mengancam,,
Uul dheaven: betul sekali. karena setiap anak memiliki rejeki nya masing-masing
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan belum terlalu merasakan saat ini
sebentar lagi baru akan paham apa arti
dari semua kejadian yang sudah dia lakukan terhadap anak istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!