NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kimmy Yummy

"Menikah muda adalah jalan ninjaku!"

Bagi Keyla, gadis cantik kelas 3 SMA yang keras kepala dan hobi tebar pesona, cita-citanya bukan menjadi dokter atau pengusaha, melainkan menjadi istri di usia muda. Namun, belum ada satu pun pria seumurannya yang mampu meluluhkan hatinya yang pemilih.
Sampai sore itu, hujan turun di sebuah halte bus. Di sana, ia bertemu dengan Arlan. Pria berusia 28 tahun dengan setelan jas mahal, tatapan mata setajam silet, dan aura dingin yang sanggup membekukan sekitarnya. Arlan adalah definisi nyata dari kematangan dan kemewahan yang selama ini Keyla cari. Hanya dengan sekali lirik, Keyla resmi menjatuhkan pilihannya. Om Duda ini harus jadi miliknya.
Keyla memulai aksi pengejaran yang agresif sekaligus menggemaskan, yang membuat Arlan pusing tujuh keliling.

Lantas, mampukah Keyla meluluhkan hati pria yang sudah menutup rapat pintu cintanya? Atau justru Keyla yang akan terjebak dalam gelapnya rahasia sang duda kaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy Yummy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 10

Malam ketiga ujian akhir. Keyla merasa otaknya hampir meleleh. Sejarah Dunia dan Ekonomi ternyata adalah kombinasi yang mematikan. Ia duduk bersila di atas karpet bulu, dikelilingi oleh kertas-kertas rangkuman yang lebih mirip dengan peta harta karun yang berantakan.

"Dua jam lagi... cuma butuh dua jam lagi buat selesaiin bab ini," gumam Keyla sambil menepuk-nepuk pipinya.

Ia meraih ponselnya, berniat mencari hiburan singkat. Ia memotret secangkir kopi instan yang sudah tinggal ampas dan tumpukan buku yang tebalnya menyaingi bantal tidurnya.

Keyla: Om, lihat deh. Nasib calon istri Om menyedihkan banget. Otak aku udah mau meledak. Kalau aku pingsan pas ujian besok, Om mau kan kasih napas buatan?

Keyla tertawa kecil membaca pesannya sendiri. Ia yakin Arlan tidak akan membalas secepat itu, atau mungkin tidak akan membalas sama sekali. Namun, hanya dalam hitungan detik, tanda typing muncul.

Arlan: Tidur, Keyla. Napas buatan tidak ada dalam prosedur medis untuk orang yang kurang tidur. Yang kamu butuhkan itu bantal, bukan aku.

Keyla membelalak. "Wah, dia bales cepet banget!" pekiknya senang.

Keyla: Gimana mau tidur? Kalau nilaiku jelek, makan malam kita batal dong? Om sengaja ya nyuruh aku tidur biar Om nggak perlu traktir aku?

Arlan: Logika macam apa itu? Kalau kamu kurang tidur, konsentrasimu pecah. Kalau konsentrasimu pecah, nilaimu hancur. Tidur sekarang, atau aku blokir nomor ini sampai ujianmu selesai.

Keyla: Ih, ancamannya ngeri! Oke, oke, aku tidur. Tapi ucapin Selamat Bobo dulu dong, Om. Pake Sayang kalau bisa.

Arlan: Dalam mimpimu.*

Keyla mengerucutkan bibir, tapi matanya berbinar. Ia baru saja akan meletakkan ponselnya saat sebuah panggilan masuk. Bukan dari Arlan, melainkan sebuah nomor layanan pesan antar makanan.

"Halo?" Keyla menjawab dengan bingung.

"Malam, Kak. Pesanan dari Pak Arlan untuk alamat ini sudah sampai di depan gerbang. Ada satu paket makanan sehat dan susu murni."

Dengan cepat Keyla langsung berlari turun ke bawah, melewati ruang tengah yang sepi karena Ayahnya sudah tidur dan menghampiri pagar. Benar saja, ada kurir yang membawa tas penghangat.

Setelah kembali ke kamar, Keyla membuka bungkusan itu. Isinya adalah sandwich gandum ayam panggang dan segelas susu cokelat hangat yang masih mengepul. Ada secarik nota kecil dari restoran tersebut. "Makan, lalu tidur. Jangan membantah."

Keyla memeluk gelas susu itu dengan perasaan membuncah. "Om Arlan... kamu itu sebenernya malaikat atau duda sih? Perhatian banget!"

Ia segera mengirimkan pesan lagi.

Keyla: Susu cokelatnya enak banget! Makasih, Om! Tapi Om tau nggak, ada satu yang kurang?

Arlan: Apa lagi?

Keyla: Kurang Om di sini buat nemenin aku minum. Hehe.

Arlan: Tidur, Keyla. Sekarang.

Keyla: Siap, Bos! Good night, Om Dingin kesayangan Keyla!

Keesokan paginya, Keyla berangkat ke sekolah dengan energi penuh. Ia merasa seolah-olah mendapat tambahan nyawa setelah perhatian kecil dari Arlan semalam. Di sekolah, ia bertemu Rena yang tampak lesu dengan kantung mata hitam.

"Key, gue mau mati. Sejarah Dunia bikin gue ngerasa hidup di zaman purba," keluh Rena sambil menyandarkan kepala di bahu Keyla.

"Sabar, Re. Semangat dong! Lihat nih, gue aja seger," Keyla memamerkan wajahnya yang berseri.

"Dih, pake susuk apa lo? Perasaan semalam lo curhat di grup kalau lo pusing?"

"Susuk dari Om Arlan. Dia kirimin gue makan malam sehat semalam. Kayaknya dia emang udah mulai terpikat sama pesona gue, Re," ucap Keyla bangga.

"Serius? Om Duda kaku itu kirim makanan? Wah, gawat. Es kutub utaranya beneran mulai retak," Rena menggeleng tak percaya. "Tapi lo jangan ke-GR-an dulu. Siapa tau dia cuma kasihan karena lo curhat kayak orang mau mati."

"Biarin aja! Kasihan itu pintu gerbang menuju cinta, tau!"

Tiba-tiba, dari arah gerbang sekolah, sebuah mobil mewah berhenti. Namun kali ini bukan mobil Arlan. Seorang wanita turun dari mobil itu, menggunakan kacamata hitam besar dan pakaian yang sangat modis—lebih modis daripada Riana. Wanita itu tampak sedang menanyakan sesuatu kepada satpam sekolah.

"Itu siapa ya? Kayaknya bukan orang tua murid sini," bisik Rena.

Keyla menyipitkan mata. Entah kenapa, jantungnya berdegup kencang melihat wanita itu. Wanita itu menoleh ke arah koridor, dan saat matanya bertemu dengan mata Keyla, ia melepaskan kacamatanya. Wajahnya cantik, dewasa, dan memiliki aura yang sangat elegan.

"Key, dia ke sini..." Rena menyikut lengan Keyla.

Wanita itu berjalan menghampiri mereka. "Permisi, Dek. Boleh tanya? Di sini ada yang namanya Keyla Abraham?"

Keyla terpaku. "Saya sendiri. Ada apa ya, Tante?"

Wanita itu tersenyum, "Oh, jadi ini yang namanya Keyla. Gadis kecil yang akhir-akhir ini sering mengganggu Arlan?"

"Tante... kenal Om Arlan?"

"Kenal? Tentu saja," wanita itu tertawa kecil, suara yang terdengar sangat berkelas namun dingin. "Perkenalkan, namaku Siska. Mantan istrinya. Dan aku rasa, kita perlu bicara sebentar sebelum kamu masuk ke ruang ujian."

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up yg banyak
Reni Anjarwani
lanjut thor koyol bgt arlan
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Putri Lauren
aku suka banget ceritanya, lanjut thor
Kimmy Yummy: Makasih, udah mampir Kak
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kimmy Yummy: Oke, siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut thorr
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjuttt
Kimmy Yummy: Makasih udah mampir Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!