Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.
Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 CALM MEET CHAOS
Jungkook gak tau kapan tepatnya perasaan itu muncul.
Bukan pas gosip.
Bukan pas komentar pedas muncul.
Tapi pas dia liat Taehyung ketawa ke orang lain.
Pagi itu.
Koridor fakultas seni.
Taehyung lagi berdiri bareng Kim Seokmin.
Ketawa.
Bukan ketawa kecil sopan.
Tapi ketawa lepas.
Dan Jungkook… berhenti jalan.
“Kenapa lo bengong?” Jimin nyenggol.
Jungkook gak jawab.
Matanya tertuju ke satu arah.
“Lah,” Mingyu nyengir.
“Sejak kapan Tae sedeket itu sama Seokmin?”
“Sejak Chaos belajar sopan,” Hoseok nyeletuk.
Jungkook mendengus.
Di kelas.
Jungkook duduk di bangku belakang.
Biasanya dia gak peduli.
Sekarang?
Setiap Seokmin nengok ke arah Taehyung—
Jungkook refleks negangin rahang.
“Bro,” Namjoon bisik.
“Lo keliatan kayak mau ribut.”
“Enggak,” Jungkook jawab cepat.
“Ekspresi lo jelasin semuanya.”
Siang hari.
Kantin.
Taehyung duduk bareng Geng Calm.
Seokmin dateng.
“Eh Tae,” katanya ceria,
“nanti latihan bareng lagi?”
Taehyung mengangguk.
“Iya.”
Jungkook lewat.
Langkahnya melambat.
“Latihan apa?” Jungkook tanya, berusaha santai.
Taehyung nengok.
“Duet musik.”
“Oh.”
Jungkook senyum tipis.Terlalu tipis.
“Kayanya seru."
Yoongi yang liat dari jauh
langsung tau.
“si Chaos cemburu,” gumamnya.
__
Sore itu.
Lapangan parkir.
Jungkook berdiri sendirian.
Taehyung nyamperin.
“Lo kenapa?” Tanya Taehyung.
“Kenapa apa?” Jungkook pura-pura bego.
“Lo keliatan… beda.”
Jungkook menghela napas.
“Gue lagi belajar tenang.”
Taehyung ngangguk pelan.
“…tapi?”
Jungkook ketawa kecil, getir.
“Ternyata tenang gak ngajarin cara gak cemburu.”
Taehyung terdiam.
“Oh,” katanya pelan.
“Gue gak marah,” Jungkook buru-buru nambah.
“Gue tau lo bebas.”
Taehyung menatapnya lama.
“Terus kenapa lo bilang?”
nada suaranya lembut.
“Karena gue gak mau bohong,” Jungkook jawab.
“Dan gue gak mau jadi Chaos ke orang yang gue suka.”
Taehyung kaget kecil.
“…lo suka---"
Jungkook mengangguk.
Tanpa bercanda.
Tanpa senyum.
“Iya.”
Sunyi.
Angin sore lewat pelan.
Taehyung menunduk sebentar.
“Seokmin cuma temen duet,” katanya akhirnya.
Jungkook kaget.
“Oh.”
“Tapi…”
Taehyung mengangkat wajahnya.
“gue seneng lo jujur.”
Jungkook senyum kecil.
“Walau cemburu gue norak?”
“Sedikit,” Taehyung balas.
“Tapi manusiawi.”
Mereka jalan pelan ke arah gerbang.
Berdampingan.
Gak pegang tangan.
Tapi jaraknya lebih dekat dari kemarin.
“Lo tau gak,” Taehyung ngomong sambil liat depan,“gue juga cemburu.”
Jungkook berhenti.
“Hah?”
“Pas Geng Chaos ketawa bareng lo,” Taehyung lanjut pelan.
“Gue ngerasa… lo jauh.”
Jungkook bengong.
“Jadi kita impas,” Taehyung simpulin.
Jungkook ketawa kecil.
“Deal.”
Di kejauhan…
Mingyu teriak,
“ITU MEREKA PACARAN BELUM SIH?”
Jimin nutup mulut Mingyu.
“BELUM, TAPI AURA-NYA UDAH KAYA ORANG PACARAN.”
Hoseok senyum lebar.
“Chaos + Calm \= bahaya.”
Taehyung berhenti di depan gerbang.
“Gue balik.”
Jungkook ngangguk.
“Iya.”
Taehyung melangkah…
lalu balik lagi.
“Jungkook.”
“Ya?”
“…makasih udah cemburu”
Jungkook senyum.
“Gue belajar dari lo.”
Dan untuk pertama kalinya—
Si Chaos Jeon cemburu tanpa ribut.
Dan si Calm Kim…
gak menjauh.
Status mereka sekarang itu…
bukan temen,
bukan musuh,
bukan juga pacar.
Tapi terlalu dekat buat dibilang biasa.
__
Pagi itu.
Taehyung duduk di bangku taman kampus, baca buku. Biasanya sendiri.
Sekarang…
“Boleh?” Jungkook udah berdiri di depannya.
Taehyung ngangguk.
“Duduk aja.”
Jungkook duduk.
Dekat.
Gak nanya lagi.
Dan yang bikin aneh—
Taehyung gak geser.
“Lo dateng pagi,” Jungkook komentar.
“Lo juga,” Taehyung balas.
Sunyi.
Tapi sunyi yang nyaman.
“Orang-orang liatin kita,” Jungkook ngomong pelan.
Taehyung ngelirik sekeliling.
“Iya.”
“Lo terganggu?”
Taehyung mikir sebentar.
“…enggak.”
Jungkook senyum kecil.
__
Siang hari.
Chaos + Calm kepergok makan bareng.
Satu meja panjang.
Tanpa ribut.
“Ini kejadian langka,” Seokjin berkomentar.
Mingyu nyuapin dirinya sendiri sambil melongo.
“Gue gak nyangka hidup gue sampe di titik ini.”
Yoongi ngopi tenang.
“Tenang aja, ini termasuk fase.”
Hoseok nyeletuk,
“Fase jatuh cinta.”
Taehyung hampir nyedak minum.
Jungkook batuk barengan.
“HOSEOK,” Namjoon protes.
“APA? SALAH?” Hoseok balik.
Taehyung pura-pura fokus makan.
Jungkook ngelirik dia.
Dan senyum.
__
Sore.
Hujan rintik turun.
Taehyung berdiri di halte kampus.
Sendirian.
Jungkook dateng bawa payung.
“Lo gak bawa payung?”
Taehyung geleng.
Jungkook buka payung.
Tanpa nanya.
Mereka berdiri di bawah payung yang sama.
Jarak…?
deket.
Bahunya hampir bersentuhan.
“Taehyung,” Jungkook tiba-tiba ngomong.
“Hmm?”
“Kalau gue bilang gue pengen—”
Jungkook berhenti.
Taehyung nengok.
Hujan makin deras.
“Apa?” Taehyung nanya pelan.
Jungkook menghela napas.
“Enggak.”
Taehyung nunggu.
Tapi Jungkook cuma senyum kecil.
“Belum waktunya.”
Taehyung mengangguk.
“…gue bisa nunggu.”
Jawaban itu bikin Jungkook kaget.
Malamnya.
Chat masuk.
JUNGKOOK:
Lo yakin?
TAEHYUNG:
Yakin apa?
JUNGKOOK:
Nunggu orang Chaos kayak gue.
Tiga titik lama.
Balasan masuk.
TAEHYUNG:
Lo Chaos bukan ke gue.
Jungkook baca itu berkali-kali.
Dadanya anget.
Besoknya.
Lapangan kampus.
Chaos lagi ribut.
Calm duduk di pinggir.
Taehyung berdiri, jalan ke arah Jungkook.
Tanpa ragu.
Tanpa nengok kanan kiri.
Chaos langsung senyap.
“Bro…” Mingyu bisik,
“gue merinding.”
Taehyung berhenti di depan Jungkook.
“Lo kosong setelah ini?” Taehyung tanya.
Jungkook bengong.
“…iya.”
“Temenin gue ke toko alat musik.”
Jungkook senyum lebar.
“Dengan senang hati.”
Dan mereka jalan berdampingan.
Di depan semua orang.
Tanpa status.
Tanpa deklarasi.
Tapi semua orang tau—
ini bukan cuma hampir pacaran.
Ini tinggal nunggu keberanian.