NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Jeritan Laras

Malam itu kediaman Sastro terlihat sunyi. Suhu udara juga terasa berbeda, lebih dingin dari biasanya.

Tiga dari empat kamar di rumah itu telah dihuni dan hanya sisa satu yang dibiarkan kosong. Kamar itu adalah milik Yudha, anak kedua Sastro yang kini tinggal di kota lain bersama keluarga kecilnya.

Jika biasanya Sastro akan tidur sekamar dengan Ginah, tapi beberapa malam ini Sastro memilih tidur di kamar tamu.

Ya, sejak perdebatan dengan anak dan istrinya, Sastro memang memilih tidur di kamar lain. Dia merasa sudah waktunya dia bersikap tegas pada sang istri.

Selama ini Sastro memang selalu memaafkan Ginah. Dia menganggap apa yang Ginah lakukan hanya sebagai bentuk pelampiasan dari rasa bosan karena lama menganggur.

Sebelumnya Ginah dan Sastro adalah TKI yang bekerja di Jepang. Mereka bertemu dalam sebuah acara yang digelar kantor kedutaan Indonesia di sana.

Dari pertemuan singkat itu Sastro dan Ginah saling jatuh cinta lalu terjalin lah hubungan yang manis. Setelah kembali ke Indonesia, keduanya memutuskan menikah. Jika setelah resmi menikah Sastro memilih menetap dan bekerja di Indonesia, tapi Ginah memilih kembali bekerja di luar negeri.

Awalnya Sastro keberatan. Dia merasa mencari nafkah adalah kewajiban dan tanggung jawabnya. Tapi Ginah bersikeras pergi karena merasa di negara sendiri peluang mendapatkan pekerjaan sangat sulit.

"Tapi kita baru menikah, apa kata orang kalo kamu pergi kerja di luar negeri. Terus kapan kita bisa punya anak kalo kamu ga di rumah," kata Sastro kala itu.

"Aku cuma pergi sebentar Mas," sahut Ginah sambil berkemas.

"Dua tahun itu lama Dek. Aku khawatir ... " Sastro sengaja menggantung ucapannya berharap sang istri paham apa yang ada di benaknya.

"Aku ga bakal selingkuh Mas. Aku cuma menuhin sisa tanggung jawabku aja. Majikanku itu baik banget, makanya aku ga enak nolak permintaannya yang ingin aku menjaganya selama anaknya dinas keluar negeri. Setelah anak majikanku itu kembali ke Jepang, aku bakal langsung pulang ke Indonesia walau kontrak kerja belum habis," janji Ginah.

Sastro terdiam lama seolah berusaha percaya.

"Lagian kalo aku kerja sebentar kan lumayan Mas. Bisa nambahin tabungan kita lho. Katanya kamu mau buka toko sembako, itu kan perlu modal yang ga sedikit. Rencananya, gajiku nanti sebagian dibuat nambahin modal buka toko dan sisanya ditabung untuk masa depan anak kita. Gimana Mas?" tanya Ginah sambil menatap sang suami lekat.

Sastro pun menghela nafas panjang sekali lagi. Dia tahu dia tak akan bisa menghalangi Ginah. Akhirnya dengan berat hati Sastro mengijinkan Ginah pergi demi mewujudkan impian mereka.

Ginah memang menepati janji. Walau kontrak kerja masih sisa setahun lagi tapi Ginah pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan tugasnya. Sebagai ungkapan terimakasih, majikan Ginah memberi pesangon yang cukup besar.

Setelah Ginah kembali, Sastro pun bisa mewujudkan impiannya. Modal tak sepenuhnya milik Ginah, sebagian juga uang Sastro yang diambil dari tabungannya. Walau kemudian Ginah mengklaim toko sebagai miliknya, Sastro tak ambil pusing. Menurutnya semua harta yang dia miliki adalah milik bersama termasuk toko itu.

Beberapa bulan kemudian, Ginah pun hamil. Tapi sayang bayi dalam kandungannya tak bertahan. Peristiwa yang sama terus berulang hingga beberapa kali. Sastro yakin itu terjadi karena Ginah terlalu lelah mengurus toko. Akhirnya Sastro memutuskan berbagi tugas. Ginah tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga, sedangkan dia mengurus toko.

Awalnya Ginah menolak. Tapi setelah diberi pengertian, dia pun setuju.

Upaya Sastro untuk mengistirahatkan istrinya di rumah membawa dampak positif. Ginah kembali hamil. Jika biasanya dia akan mengalami keguguran di usia kandungan dua atau tiga bulan, tapi kali ini bayi itu bertahan hingga lahir ke dunia.

Laras, dia adalah bayi pertama mereka. Dua tahun kemudian Ginah melahirkan bayi lainnya yang diberi nama Yudha.

Kehadiran Laras dan Yudha seolah membuka pintu rezeki bagi kedua orangtuanya. Toko milik Sastro makin ramai dan berkembang pesat hingga membuatnya sibuk. Tentu saja itu berimbas baik pada keuangan keluarga kecil Sastro dan Ginah tapi berimbas negatif pada hubungan mereka.

Ternyata memiliki uang banyak tetap membuat Ginah kesepian. Apalagi Sastro terlalu sibuk di toko dan menghabiskan waktu lebih dari 20 jam di sana.

Akhirnya Ginah melampiaskan rasa sepinya dengan berkumpul bersama ibu-ibu muda lainnya dan mulai bergosip. Kehadiran Ginah yang banyak uang itu disambut hangat. Apalagi dia juga royal dan senang memberi. Sehingga dalam waktu singkat saja Ginah telah menjadi 'primadona' di kalangan ibu-ibu muda itu. Merasa di atas angin, bahkan Ginah mulai berani menyebar berita palsu hanya untuk menyenangkan teman-temannya itu.

Sudah banyak orang yang tersinggung dengan ucapan Ginah. Alih-alih meminta maaf, Ginah justru makin berani. Dia tak segan menantang mereka. Keributan pun tak terhindari. Meski beberapa kali menelan malu karena ucapannya tak terbukti, tapi Ginah tak peduli. Dia terus memprovokasi orang-orang untuk bertengkar dengannya. Akhirnya tak ada yang mau meladeni. Bukan karena takut, tapi karena bosan.

Mengetahui sepak terjang istrinya, Sastro pun marah dan meminta Ginah meminta maaf pada korbannya. Meski Ginah mau meminta maaf, tapi semua terasa sia-sia karena Ginah akan selalu mengulangi perbuatannya, lagi dan lagi.

Sama seperti yang lain, akhirnya Sastro pun lelah dan memilih mengabaikan perilaku istrinya. Tapi setelah Laras mengungkapkan perasaan kecewanya, Sastro berharap Ginah mau berubah.

"Semoga pengakuan Laras bikin dia sadar dan mau bertobat," gumam Sastro sambil menarik selimut.

Setelah menghela nafas panjang sekali lagi, Sastro mulai memejamkan mata. Entah karena terlalu lelah atau memang mengantuk, tak lama kemudian Sastro telah masuk ke alam mimpi.

Tanpa Sastro ketahui, saat dia terlelap, sesuatu sedang terjadi pada istrinya.

Ginah yang tak bisa memejamkan mata nampak mondar mandir di dalam kamar. Sesekali dia menatap kearah pintu berharap Sastro kembali ke kamar mereka. Tapi sayang harapan Ginah tak terbukti. Hingga tengah malam tak ada tanda-tanda Sastro akan kembali.

"Ck, apa harus begini caranya menghukum aku Pak. Apa belum cukup kamu mendiamkan aku beberapa hari ini. Aku ingin berubah, tapi aku juga perlu didukung bukan ditinggalkan," gumam Ginah sambil menghela nafas.

Ginah menoleh kearah jam dinding sekali lagi dan terkejut saat mengetahui jam telah menunjukkan pukul satu dini hari.

"Pantesan sepi. Pasti dia udah tidur sekarang," gumam Ginah sambil naik ke atas tempat tidur.

Setelah mengibas bantal, Ginah pun membaringkan tubuhnya lalu mulai memejamkan mata.

Tapi baru saja Ginah akan terlelap, sesuatu bergerak di balik selimutnya. Ginah yang terusik segera menyibak selimut yang menutupi sebagian tubuhnya itu.

Betapa terkejutnya Ginah saat mendapati sesuatu mirip ular berwarna hitam, tapi pendek dan gemuk seukuran lengan orang dewasa, sedang menggeliat di balik selimut. Saat Ginah masih mencoba mengamati, sesuatu mirip ular itu tiba-tiba menegakkan tubuh lalu menyerangnya. Ginah yang masih dikuasai rasa terkejut pun tak sempat menghindar saat sesuatu mirip ular itu menyemburkan cairan panas ke wajahnya tepat di bagian mata sebelah kanan.

Ginah menjerit sekencang-kencangnya. Tapi aneh, jeritan Ginah seolah tenggelam begitu saja. Karena tak seorang pun di rumah itu mendengar suaranya apalagi datang untuk melihat apa yang terjadi.

Setelah melukai Ginah, sesuatu mirip ular itu merosot turun dari tempat tidur lalu merambat cepat di lantai dan hilang di bawah pintu.

Ginah yang kesakitan nampak memegangi wajahnya. Tubuhnya pun gemetar hebat. Sebelum jatuh pingsan Ginah masih sempat memukul lampu duduk yang ada di samping tempat tidurnya hingga jatuh ke lantai. Pecahnya lampu menimbulkan suara gaduh yang menarik perhatian penghuni rumah.

Orang yang pertama kali datang ke kamar Ginah adalah Laras.

"Ibu. Suara apa barusan. Kok berisik banget?" tanya Ginah sambil mengetuk pintu.

Karena tahu sang ibu sendirian di kamar, Laras segera mendorong pintu. Betapa terkejutnya gadis itu menyaksikan sang ibu berbaring dengan posisi tak lazim, kepala menjuntai di samping tempat tidur sedang tubuh dan kaki masih berada di tempat tidur. Sedetik kemudian Laras menjerit saat melihat wajah sang ibu yang bengkak dan menghitam dengan darah yang mengalir entah darimana.

"Ada apa Ras?!" tanya Sastro.

Laras hanya menangis sambil menggelengkan kepala. Telunjuknya mengarah ke dalam kamar. Sastro segera merangsek masuk dan terkejut melihat kondisi Ginah.

Rupanya suara jeritan Laras tadi juga terdengar hingga keluar rumah. Beberapa tetangga terbangun lalu keluar mencari sumber suara. Mereka berkerumun di jalan desa sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

Di sebuah rumah tak jauh dari rumah Sastro terlihat seorang wanita duduk sambil tersenyum puas.

"Ini baru awal Ginah. Kita liat seberapa lama kamu sanggup bertahan," gumam wanita itu sambil menyeringai.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!