NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Angst / Obsesi / Romantis / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gavin hilang kontrol

"Eh, Nay Kenalin temen-temen gue."ucap Raihan pada Kanaya.

"Gavin..."Ucap Gavin sambil mengulurkan tangannya pada Kanaya, matanya tak lepas memandang wajah gadis cantik di hadapannya.

"Kanaya..."jawab kanaya, sedikit risih dengan tatapan Gavin.

"Alex,"

Tak lama giliran Alex yang mengulur kan tangan nya,sama persis seperti Gavin, matanya menatap intens Kanaya.

"Kanaya... "jawab Kanaya lagi, memberikan senyuman kepada pria di hadapan, sebenarnya Kanaya merasa sangat kurang nyaman dengan tatapan kedua pria ini.

"Woi...lo berdua jangan pada liatin Nay sampe kaya gitu dong."tegur Raihan kepada Gavin dan Alex ,membuat Gavin maupun Alex berdehem, sedikit kikuk karna ucapan Raihan.

Setelah itu mereka berempat mengobrol santai membicarakan banyak hal Gavin maupun Alex yang sudah biasa bertemu dengan banyak wanita, cukup mudah mengakrabkan diri dengan seorang Kanaya, sampai keempat orang itu memutuskan, kembali ke fakultas masing-masing.

"Gue minta,jangan ada di antara lo berdua yang naksir, deketin, apalagi berani nyentuh Kanaya ya!"tegas Raihan pada kedua sahabatnya .

"Wow...kenapa emang bro?"tanya Alex santai.

"Lo berdua bebas deketin cewek manapun, tapi jangan Kanaya."kembali Raihan berkata.

"Lo suka?"tanya Gavin singkat.

Raihan menggeleng ragu."Dia adik kelas gue dulu, dia punya trauma gitu sama sikap buruk laki laki, gue cuma gak mau di antara lo berdua, ada yang bikin trauma dia balik."

Gavin dan Alex saling pandang, kemudian mengangguk tanda mengerti. Namun tanpa Raihan tau kedua sahabatnya sama-sama tertarik kepada Kanaya.

******

Sesuai janji siang ini Raihan dan Kanaya akan pergi ke Gramedia untuk mencari buku yang Kanaya perlukan, Kanaya telah menunggu di parkiran ketika menghubungi Raihan, mereka memang telah bertukar nomor ponsel saat tadi bertemu di kantin.

"Nay..."panggil Raihan saat melihat Kanaya berdiri di parkiran, di belakangnya ada Gavin yang mengikutinya, sementara Alex telah pergi lebih dulu dengan salah satu pacarnya.

"Eh Rai...."balas Kanaya sambil tersenyum, senyuman yang membuat kedua pria di hadapan nya terpesona.

"Langsung pergi sekarang?"tanya Raihan

"Iya sekarang aja, gue gak mau sampe malem soal nya."jawab Kanaya.

Raihan mengangguk, melihat Gavin sekilas, Gavin yang mengerti sahabatnya tak ingin di ganggu hanya mengangkat bahu acuh, kemudian memasuki mobil nya,yang terparkir di samping mobil Raihan.

"Ya udah berangkat sekarang aja."ujar Raihan setelah melihat Gavin memasuki mobil nya, namun saat Raihan membuka pintu mobil, tiba-tiba ponsel nya berdering. Terlihat nomor sang ibu yang menelepon nya.

"Hallo mom,,, kenapa?"tanya Raihan saat menjawab telfon sang ibu.

"Rai, kamu udah pulang kan, langsung pulang ya nak, anter mommy ke rumah sakit sekarang."jawab sang ibu terdengar panik, membuat Raihan langsung menegang.

"Kenapa mom, siapa yang sakit"tanya Raihan mencoba untuk tenang.

"Raina...jatuh Rai, kepalanya berdarah, mommy mau bawa ke rumah sakit sekarang, kamu cepat pulang ya Rai."Raihan membuang napas kasar mendengar penjelasan sang ibu.

"Iya mom, Rai pulang sekarang juga. "jawab Raihan. Raihan yakin sang ibu pasti sedang panik sekarang, biasanya sang ibu akan langsung menelepon suaminya, namun saat ini ayah Raihan memang sedang berada di luar kota, karna itu sang ibu hanya menghubunginya.

Raihan mengusap wajah kasar, kemudian melihat ke arah Kanaya, memaksakan tersenyum pada gadis itu yang kini tengah melihatnya .

"Duh Nay, sorry banget kayanya gue gak bisa pergi sekarang, gue mesti nemenin nyokap ke rumah sakit."ucap Raihan menampukan kedua tangan nya meminta maaf.

"Oh... Ya udah gak apa-apa Rai, kalo lo gak bisa, gue bisa pergi sendiri nanti, lo ke rumah sakit aja, lagian kasian nyokap lo, kayanya panik banget ya."jawab Kanaya .

"Lo butuh bukunya hari ini kan..."Raihan tak melanjutkan ucapannya kemudian melihat ke kanan dan kirinya,melihat ke arah mobil Gavin yang masih terparkir di sebelah nya, sepertinya tadi Gavin juga baru menelepon seseorang, melihat dari tangannya yang baru saja menyimpan ponsel.

"Gav..."!panggil Raihan pada Gavin.

Gavin melihat ke arah Raihan, menaikkan sebelah alis nyaseakan bertanya " Apa" Raihan pun mendekati mobil Gavin .

"Lo bisa anter Kanaya gak Gav, gue harus nemenin nyokap gue sekarang, Kanaya juga butuh buku itu sekarang."ucap Raihan pada Gavin.

"Emang kenapa sama nyokap lo?"tanya Gavin.

"Raina jatoh Gav,nyokap panik mau ke rumah sakit sekarang."ucap Raihan, sebenarnya Raihan yakin adik nya pasti baik-baik saja, karna Raihan tau betul watak sang ibu yang panikan,bila terjadi sesuatu yang parah pada Raina adiknya, pasti bodyguard ibunya yang akan menghubunginya karna sang ibu pasti sudah pingsan bila itu terjadi.

Karna pernah ada kejadian sang adik jatuh dari sepeda, hanya luka gores sedikit tapi sang ibu sudah heboh mengabari semua orang dan langsung membawa adiknya ke rumah sakit.

Gavin mengangguk paham, cukup mengerti dengan Raihan dan keluarga nya,kemudian bertanya pada Raihan,"Dianya mau kalo perginya sama gue?"tanya Gavin.

Raiha berbalik, kemudian menatap Kanaya .

"Nay..lo pergi nya sama Gavin gimana?"tanya Raihan.

****

Akhirnya disinilah Kanaya , di mobil seorang Gavin Wijaya, Kanaya dan Gavin kini menuju arah pulang ke kediaman Kanaya, perjalan Kanaya dan Gavin memang singkat, hanya mengantarkan Kanaya membeli buku,dan langsung pulang karna Kanaya yang sepertinya belum terlalu dekat dengan Gavin, untuk makan pun Kanaya hanya membeli burger dan memakannya di perjalanan menuju rumahnya, sementara Gavin, memang bukan tipe orang yang memiliki jam makan yang teratur, mungkin Gavin akan kembali makan nanti di jam makan malam.

"Nay,,lo punya pacar? "tanya Gavin tiba-tiba.

Uhuk,,,!Kanaya tersedak,menelan makanan di mulutnya dengan susah payah, kemudian mencari air minum, sayangnya minuman Kanaya sudah lebih dulu habis, bahkan sebelum Kanaya memakan makanannya, melihat sebotol minuman di samping nya, spontan Kanaya langsung meneguknya begitu saja.

"Lo gak apa-apa?"tanya Gavin khawatir, "Sorry pertanyaan gue bikin lo kaget ya?"lanjut Gavin merasa bersalah.

"Ehmm...gak apa-apa ko, gue kaget aja."jawab Kanaya."Sorry minuman lo gue minum barusan, minuman gue abis tadi."lanjut Kanaya

"Its ok.."jawab Gavin sambil melihat minuman yang di masih di pegang Kanaya.

DEG...!!

Dan setelahnya Gavin terpaku ketika baru menyadari apa yang di minum Kanaya, memang kalo di lihat itu hanyalah botol colla biasa,namun isinya hanya Gavin yang tau, Gavin memang sering menukar isi minuman colla yang di bawanya, dengan minuman beralkohol yang biasa di minumnya, tentu itu untuk mengelabui orang2 di sekitarnya, terutama ibu nya, yang kadang sewaktu waktu suka memeriksa apartemen maupun mobil nya. Gavin tak tau lagi apa yang akan terjadi pada Kanaya setelah ini.

Gavin segera menjalankan kembali mobilnya, tadi ia memang sempat berhenti karna panik dengan keadaan Kanaya, Gavin berharap bisa segera sampai ke kediaman Kanaya, sebelum efek minuman itu terasa oleh Kanaya, namun 10 menit berlalu Kanaya terlihat gelisah dalam duduknya.

"Gav...bisa cari tempat yang sepi gak, kayaknya gue pusing, mual juga.."ucap Kanaya. Gavin mengangguk kemudian melajukan mobilnya mencari jalan yang terlihat sepi, setelah menemukan jalanan yang sepi Gavin pun menghentikan mobilnya.

"Lo mau keluar dulu?"tanya Gavin ,Kanaya menggeleng, terlihat memejamkan matanya,wajahnya juga terlihat berkeringat.

"Gerah Gav, pusing..."kata Kanaya, napasnya pun terdengar tak beraturan.Gavin yang melihat kondisi Kanaya sungguh ketar ketir, masalahnya...Kanaya benar-benar terlihat menggoda di mata Gavin, wajahnya yang memerah penuh keringat, napasnya yang terlihat terengah jelas memperlihatkan buah dada yang tercetak jelas di balik kaos hitamnya, di tambah paha putih mulus yang terlihat jelas benar-benar menggoda Gavin. Sungguh ini ujian berat bagi Gavin.

Namun...Gavin, tetaplah Gavin yang sulit menahan godaan, pada akhirnya sepertinya setan akan kembali mendominasi dirinya.

Katakan kan lah Gavin sudah Gila dengan apa yang di lakukan nya, Gavin berbalik menghadap ke arah Kanaya, semakin mendekati gadis itu yang masih memejamkan matanya, perlahan wajah semakin mendekat, semakin mempertipis jarak dengan wajah Kanaya, sampai akhirnya...tak ada lagi ada jarak di antara mereka.

Cup....!!!

-Bersambung

1
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Supri Yanto
lanjut👍
D
Lanjut
D
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!