NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Pelakor jahat
Popularitas:195
Nilai: 5
Nama Author: Bertepuk12

Afnan tahu dia adalah penjahat, demi mendapatkan Dareen yang menjadi obsesinya sejak lama, Afnan tega menghancurkan kebahagiaan Jeslyn, sahabat sekaligus wanita yang dicintai Dareen.

​Satu jebakan licik darinya, sebuah penghianatan yang membuat Dareen kehilangan dunianya dan mulai menanam kebencian mendalam pada Afnan.

​Namun, Afnan belum puas.

​Melalui skenario malam yang kotor, Afnan akhirnya berhasil menyeret Dareen ke altar pernikahan, ia mendapatkan status, ia mendapatkan raga pria itu, tapi ia tidak pernah mendapatkan jiwanya.

​"Kau telah menghancurkan hidup Jeslyn, dan sekarang kau menghancurkan hidupku, Afnan. Jangan pernah bermimpi untuk dicintai di rumah ini."

​Di tengah dinginnya pengabaian Dareen dan bayang-bayang Jeslyn yang masih bertahta di hati suaminya, Afnan tetap bertahan dengan segala tingkah centil dan nekatnya untuk membuat sang suami bertekuk lutut.

​Akankah cinta yang berawal dari penghianatan ini akan menemukan titik terang?

#KOMEDIROMANSA
#KONFLIKRING

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bertepuk12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Dia adalah Renala Galleria Van Moore, wanita paruh baya yang hanya hobby menghamburkan uang suami serta putra tunggalnya, benar beliau adalah ibu kandung Dareen.

Kehidupan Mommy Renala cukup baik, hanya tidur, belanja, makan, berpola seperti itu, sebab sang suami yang merupakan pimpinan dari beberapa perusahaan kecil alias cabang, karena pusatnya sudah diberi pada Dareen.

"Aunty-" Afnan tergagap, menutup matanya erat, bahkan sudah meremas ujung gaunnya hingga nampak kusut.

Hanya sekali Afnan bertemu dengan Mommy Renala, saat menghadiri peresmian cabang baru perusahaan milik Dareen, dan benar saja wanita itu sulit untuk didekati, bahkan selalu memberikan tatapan datar pada Afnan.

Demi Tuhan, kali ini Afnan tidak bisa bohong jika keberaniannya lenyap hingga ditelan bumi, ia tidak berani menatap Mommy Renala, sebab wanita itu sudah memberikan tatapan sengit sedari tadi padanya.

"Kamu tidak bisa berbicara dengan normal?" Mommy Renala menatap Afnan, sedikit menyindir lalu berkecak pinggang sembari berjalan menuju kursi yang Afnan duduki tadi.

"Baru malam tadi kamu di sini, kini sudah ingin menguasai mansion rupanya." Mommy Renala kembali berkata, menatap para pelayan yang masih menunduk.

Meneguk ludah kasar, keringat dingin terus membanjiri dahi Afnan, "Aunty aku tidak bermaksud." 

"Aunty?" Mommy Renata menatap Afnan, memutar bola mata, "Aku ini ibu mertuamu, panggil aku mommy sayang, mengapa memanggil aunty? Kamu tidak menganggapku, dasar anak nakal!"

Mengerjabkan netranya terkejut, Afnan mendongok perlahan, menatap Mommy Renata, "Mommy?"

"Ya sayang?"

"OH MY GOD MOMMY!" Dengan semangat, Afnan memeluk tubuh Mommy Renata, senyuman lega terbit diantara bibirnya, untung saja Mommy Renata tidak mempersulitnya.

Percuma saja ia tadi gugup.

"Mommy senang sekali anak narsis itu menikah denganmu," Mommy Renala menerima pelukan Afnan, mengelus surai blonde Afnan, "Kamu tau? Mommy sudah mengincarmu sejak bertemu saat ulang tahun Dareen."

Melepas pelukan, Afnan mengerucutkan bibirnya maju kedepan, "Tapi mommy membuatku takut saat itu! Menatapku seolah ingin menguliti tubuhku." Gerutunya.

Tertawa pelan, Mommy Renala terkikik, "Mommy mana tau sayang, kamu terus menarik perhatian sampai-sampai mommy tak bisa melepaskan pandangan darimu."

"Jadi, mommy merestui pernikahanku dengan Kak Dareen?" Afnan bertanya ragu-ragu, menundukan kepala.

Mengibaskan surai hitamnya, Mommy Renala mengangguk, "Tentu saja! Dareen anak koala, bocah itu tidak memberi tau mommy dan daddy jika ingin menikah! Pernikahan kalian harus dilakukan secara meriah, bukan hanya di gereja!"

"Mommy, tidak papa, Kak Dareen memang sedang berhemat." Afnan tersenyum polos tanpa dosa.

Melototkan mata, Mommy Renala mengacungkan jemarinya membentuk kepalan tangan, "Dasar kere! Apa anak itu sekarang sudah melarat miskin?!" Ia berseru dengan gemas.

"Berhemat mommy bukan jadi miskin." Afnan meringis, membela sang suami.

Walaupun Afnan tau jelas alasan dibalik pernikahan mereka yang tidak dipublish kepada khalayak umum, bahkan dengan gila Dareen tidak memberitahu kedua orang tuanya tentang pernikahan mereka.

"Sama saja! Anak durhaka itu memang pantas menjadi orang kere! Menikah tidak bilang-bilang pula, sungguh mommy ingin memukul pantatnya itu." Mommy Renata berkata dengan sungguh-sungguh, lihat saja netranya yang bergetar.

Afnan terkikik geli, "Jika ingin dipukul kepala saja mommy, agar kewarasan Kak Dareen kembali normal." Tanggapnya menahan tawaan.

"Apa? Kepala? Bagaimana bisa kepala, otak suamimu berada di pantat!" Ujar Mommy Renala mendengus, sebal sendiri mendapatkan kelakuan setan putranya sendiri.

Tidak, Afnan berakhir dengan tawaan yang menggelegar setelah itu sebab Mommy Renala yang menistakan putranya sendiri, orang seasik ini, mengapa dulu selalu menampilkan tatapan sengit padanya dan berakhir membuatnya takut?

"Ngomong-ngomong sayang, sekarang kamu adalah nyonya baru, maka sudah seharusnya kamu mengatur urusan rumah tangga, jika ada yang melawan, tendang lalu usir." Ancam Mommy Renala menatap Bi Lily tajam.

Merasa tengah diancam, membuat Bi Lily spontan tunduk, badannya luruh bersimpuh, "Saya tidak berani nyonya." Serunya menundukan kepala, takut tatapan tajam yang terus digercarkan oleh Mommy Renala.

"Tenang saja mom, aku pasti akan menertibkan pelayan yang tidak tau diri," Afnan menyeringai, puas mendapat dukungan Mommy Renala, "Pengawal, seret Nata ke halaman utama, pukul dengan cambuk 10 kali, dia lancang karena tidak menuruti titah majikannya."

Mommy Renala di belakang tubuh Afnan tersenyum senang, mengacungkan jempolnya, "Mantap! Menantu seperti inilah yang selalu mommy cari, anak durhaka memang counternya wanita kurang ajar."

"Jika sekali lagi aku melihat lacur itu menggoda suamiku, maka aku tak segan mengirimnya kepada Kak Louis untuk diperdagangkan organ dalamnya." Ancam Afnan pada Bi Lily, senyuman manis terbit di bibirnya.

Sedangkan Bi Lily reflek mendongok, menatap Afnan tak percaya, bagaimana bisa wanita itu begitu keji pada putrinya? Mereka mau sama mau, lantas apa yang salah?

"Nyonya! Nyonya, jangan!" Bi Lily menggelengkan kepala takut, bersujud untuk meminta pengampunan.

Mendengar itu, Afnan hanya tertawa licik, badan itu lebih mencondong ke arah Bi Lily, tatapannya menjadi lebih tajam, "Maka perhatikan putrimu agar tidak menjadi lacur."

"TOL-ONG!? ADA APA INI?"

"Nyonya, ap-a yan-g saya lak-ukan?" Nata berkata dengan pelan, menahan tangisan sebab diseret bagai tahanan, berusaha memberontak pun rasanya percuma.

Diam tak menjawab, Afnan dan Mommy Renala memilih mengikuti para pengawal yang menyeret paksa tubuh lemah Nata, ingin menyaksikan bagaimana wanita itu dicambuk.

"Cambuk." Titah Afnan dengan tegas, menatap tubuh  tengkurap Nata tepat dibawah kakinya, beberapa kali wanita itu berteriak, meminta alasan mengapa ia diberlakukan seperti hewan.

Para pengawal menurut, mencabuk tubuh Nata dengan kasar, pekikan terdengar memilukan  bahwa wanita itu kesakitan bukan main, sayangnya tidak yang bisa membantu, bahkan Bi Lily sendiri hanya meraung di ujung sana.

"Dengar, aku cukup menoleransi kejalanganmu hanya sekali, jika setelah ini aku tau kau menggoda  atau berdekatan dengan suamiku, aku tak segan membunuhmu." Ancam Afnan tersenyum setan.

Menepuk tanganya, Afnan meneliti setiap pelayan yang tengah menatap aksi gilanya, "Aku adalah nyonya kalian, jika aku mendapati kalian berbohong lagi padaku, maka enyahlah."

Afnan langsung berbalik, lantas mengajak Mommy Renala menuju gazebo belakang, mereka akan menikmati waktu untuk meminum teh dan mungkin menghujat Dareen?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!