NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perselisihan

Pagi itu kami bangun lebih awal lagi karena berencana untuk melakukan jogging bersama keliling desa lagi. Namun sepertinya hanya beberapa orang yang baru bangun atau bisa ikut tapi kami tetap melakukanya. Saat itu kami penasaran pada satu lorong kecil, jalanannya itu masih kasar jadi berbeda dengan jalan lain yang sudah diaspal. Kami pun melewati jalanan itu bersama-sama dan menemukan hamparan sawah yang indah. Siapa sangka tempat yang tersembunyi ini menyimpan pemandangan yang bagus untuk berfoto dan akhirnya kami pun berfoto bersama dengan latar sawah tersebut.

Namun Putra memberitahu kalau jalanan itu juga bagian dari desa tempat kami KKN, lebih tepatnya itu bernama dusun 5. Aku baru saja tau, kalau desa ini punya banyak dusun. Lagi-lagi Putra memberikan kami informasi yang hebat. Aku pun memujinya kembali. Setelah itu kami pun pulang ke posko tapi lewat jalan yang berbeda lagi. Putra lagi lah yang mengajak kami, katanya ada danau kecil yang juga tidak kalah bagus pemandanganya. Kami pun mengikutinya dan tiba ditempat tersebut. Benar saja sesuai ucapanya, danau itu sangat bagus. Airnya jernih dan banyak bunga teratai yang mekar mengambang diatasnya. Ruka pun berniat untuk memetiknya tapi Putra melarangnya.

“Kenapa gak boleh?” tanya Ruka

“Pokoknya jangan, udah itu saja. Dengarkan kata ku” jawab Putra

“Baiklah” balas Ruka sedikit kesal karena dia sangat menginginkannya tapi mau bagaimana lagi. Akhirnya dia pun hanya berfoto bersama Eni, Fatin, Bal, dan Sri. Sementara itu kami laki-lakinya hanya melihat saja. Lalu tak lama terdengar suara dari danau sehingga membuat kami terkejut

“Apa itu?” ujar Anwar lalu aku melihat kearah danau dan menemukan Ikon sedang melempari danau menggunakan batu

“Ikan...ikan, banyak ikan” katanya

Haha yang benar saja, siapa yang menyangka. Putra yang melihat itu pun langsung kesal dan segera melarangnya

“Apa kamu ini? Jangan lempar sembarangan. Ini danau keramat loh” ucapnya

“Ohh” suara Ruka yang paham kenapa Putra  sebelumnya melarangnya untuk memetik bunga

“Hehe maaf, aku gak tau” balas Ikon lalu Putra hanya menggelengkan kepalanya. Setelah itu kami pun pulang kembali ke posko

“Kalian duluan yah” ucap Putra dipertengahan jalan

“Kenapa? Emang kamu mau kemana?” tanya Ruka

“Ada lah, aku mau ambil sesuatu” jawab Putra lalu pergi meninggalkan kami.

Kemudian kami pun sampai diposko lalu istirahat, aku melihat Dani berjalan keluar dan bertanya, “Mau kemana”, dia pun menjawab akan pergi kebalai desa untuk menyalakan air lalu aku pun mengejarnya. Saat itu aku pun mencoba untuk bertanya kembali padanya mengenai hal-hal aneh yang terjadi disini. Aku melakukanya karena sebelumnya dia pernah bilang juga sempat merasakan sesuatu yang aneh pada desa ini. Tapi Dani sama sekali tidak menggubris ku, dia langsung masuk kedalam toilet untuk buang air.

“Hee” aku pun kembali lagi ke posko lalu melihat teman-teman ku yang sedang makan kelapa muda. Yang benar saja, padahal masih pagi—ini namanya sarapan kelapa jadinya. Entah lah aku tidak mengerti pada mereka, tapi menurutku itu sangat tidak sesuai dengan prinsip ku. Mereka bilang kelapa itu dari Putra, jadi dia meinggalkan kami sebelumnya karena mau memetik kelapa yah.

“Hmm” aku hanya menggelengkan kepala ku.

“Kazen, pikett” panggil Sulis

“Putra juga” celetuk Fatin

“Iyah sabar” balas Putra lalu kami berdua pun menghampiri mereka berdua yang sedang mencuci perabotan, kami pun langsung menggantikannya.

“Ahh merepotkan” keluh ku tak sengaja

“Apanya yang merepotkan” balas Putra

“Nggak kok hehe” aku tersenyum cengir kearahnya

Setelah itu teman-teman ku yang lain pun juga sudah mulai keluar, matahari pun mulai bersinar sangat cerah. Rencana kami hari ini adalah kembali berkunjung ditaman kanak-kanal lalu membersihkan masjid yang ada didesa tersebut. Namun itu hanya untuk teman-teman ku yang tidak piket, sementara itu aku dan Putra itu tetap berada diposko karena piket.

Hari itu kami membuat saluran air lalu juga membersihkan sampah-sampah disekitaran posko. Putra memang anak yang sangat rajin, gara-gara dia aku jadi ikutan juga jadinya. Benar-benar merepotkan tapi aku tidak punya pilihan lain. Setelah itu kami pun istirahat dalam posko sementara itu teman-teman ku perempuan sedang memasak. Saat itu aku sangat bosan dan masih kepikiran tentang hal yang aku lihat saat melakukan scan beberapa hari lalu dibalai desa. Hingga akhirnya aku pun bertanya pada Putra yang punya banyak informasi mengenai desa ini.

“Mas, aku mau tanya dong” ujar ku

“Tanya apa?” balasnya

“Sejauh apa kamu tau tentang desa ini” tanya ku

“Hmm nggak tau juga sih, nggak bisa ku pastikan tapi lumayan lah karena aku pernah ngobrol sama orang-orang disini” jawab Putra

“Tentang apa saja”

“Banyak” balasnya lagi

“Pangeran tasahea, penunggu balai, Hybrida,gunung setapak, ngaben, dadong kenet, atau bulan mati. Kamu tau?” ucap ku cepat

“Tunggu satu-satu”

“Kalau begitu pangeran tasahea—Hybrida. Siapa dan apa maksudnya itu” ujar ku

“Pangeran Tasahea yah?” Putra berpikir sejenak

“Kalau Tasahea itu nama desa ini, katanya diambil dari nama pejuang masa lalu yang berhasil mengalahkan monster raksasa bernama Kongga. Kalau Hybrida, aku gak tau. Baru dengar aku sama kalimat itu” Tuturnya

“Yang lain lag—“ saat aku mau bertanya lagi tiba-tiba  Sulis memanggil lagi untuk pergi membeli galon lalu aku pun berdiri tapi Putra bilang biar dia saja yang pergi bela dan aku menunggu disini saja untuk bantu-bantu yang lain.

“Baiklah” aku menerimanya denga senang hati lalu Putra pun pergi sendirian.

“Nah, Putra bilang tadi kamu bantu-bantu kan” bicara Sulis, perasaan ku jadi tidak enak saat mendengarnya dan benar saja aku disuruh untuk mengupas bawang merah. Ayolah yang benar saja, aku tidak bisa melakukanya tapi mereka mengajari ku lalu menertawai ku karena meneteskan air mata.

“Jangan nangis dong nal” ucap Fatin

“Nggak kok” balas ku

“Itu mata mu berair” katanya sambil tertawa tapi dia juga menestkan air mata.

“Ehh?Apa ini?” aku tidak menyadarinya lalu saat memejamkan mata ku malah jadi sangat perih. Aku pun segera pergi keluar untuk mencucinya. Teman-teman ku pun kembali menertawai ku.

Setelah perihnya hilang aku pun kembali masuk kedalam posko lalu tak sengaja melihat sebuah bunga, “Bunga siapa ini” tanya ku

“Punya ku itu” pekik Putra dari jauh. Aku terkejut lalu menaruh kembali bunga tersebut.

“Cepat juga kamu belinya” ucap ku

“Iyah lah, ngapain lama-lama” balas Putra lalu membawa masuk galonnya kedalam posko. Aku pun juga ikut tapi duduk menjauh dari Sulis dan Fatin.

“Kenapa kamu?” tanya Putra lalu kedua temannya perempuan tersenyum. Saat itu aku pun berbaring sejenak hingga ketiduran. Aku tidak tau lagi apa yang terjadi, namun ketika bangun keadaanya jadi rumit. Aku melihat Fatin marah-marah lalu Tian menangis. Sementara itu Anwar tiba-tiba juga membanting piring makannya lalu pergi. Ruka mencoba untuk menenangkan teman-temannya itu tapi tidak berhasil. Suasana dalam posko pun jadi hening setelahnya,kami semua makan tanpa berbicara apapun yang biasanya itu selalu ramai tapi waktu itu semuanya diam dan hanya fokus makan saja.

“Kali ini apalagi yang terjadi?” pikir ku mulai kepikiran dan khawatir lagi. Perasaan ku pun jadi tidak enak, aku menunggu kejadian aneh apalagi hari ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!