NovelToon NovelToon
Mahar Dendam Sang Ceo

Mahar Dendam Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeju Oranye

"Aku tak akan pernah menganggap mu istri apalagi menyentuh mu, karena ikatan ini ada semata- mata untuk menyelamatkan pernikahan kakak ku!"

Bagaimana rasanya harus menikah dengan seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya? Itulah yang terjadi pada Indira zaraa Husain, laki-laki yang terlihat soleh dan mapan yang menjadi pilihan orang tuanya ternyata tidak sebaik kenyataan nya. Kebenaran yang baru terungkap ketika akad di langsung kan membuat nya mau tak mau harus terlibat pernikahan palsu dengan laki-laki berdarah dingin bernama Senopati trian Barata.

Seno memiliki dendam dan menjadikan Indira istrinya adalah rencana dari dendam nya itu.

Bagaimana pernikahan mereka yang didasarkan atas dendam dan benci itu? ikuti kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeju Oranye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MDSC : 05

Paginya, keluarga itu sudah ribut dengan segala tekek bengeknya menyiapkan sarapan yang spesial untuk menantu mereka. Pak Baskoro baru saja pulang dari pasar dengan membawa tentengan penuh, sementara istrinya-- bu Rukmini, berjalan sambil berlenggak- lenggok dengan wajah sumringah, memamerkan deretan gelang dan cincin emasnya yang baru saja di beli, kepada para tetangga di depan rumahnya.

Para tetangga melengos melihat tingkah lakunya yang sombong itu, ketika bu Rukmini lewat mereka berpura-pura menyapa hangat. Semata-mata hanya ingin mencari bahan untuk gosip mereka nanti.

"Eh, bu Rukmini. Emas baru tuh. " celetuk salah satu tetangga, bu Desi.

Bu Rukmini dengan angkuhnya mengangguk. "Iya dong, emas asli nih. No kw- kw. " songongnya.

Salah satu ibu- ibu mendelik. "Halah, emasnya pun kau beli pake duit mahar si Indira kan, dari pengusaha kaya itu. "

Wajah bu Rukmini mendadak gusar, bibirnya maju dua inci. "Eeeh memang nya kenapa, namanya juga punya menantu kaya, masa iya aku gak boleh pamer. Sirik ya kau. " tudingnya geram.

"Buat apalah aku iri bu Rukmini, " jawab si tetangga. " nikahan putri mu pun terjadi karena musibah, apalagi pas tau kalau calon suami sebelum nya itu laki orang, harusnya sih aku kalau jadi kau malu ya, bukan malah pamer gitu. " sungut si tetangga yang congornya tak mau kalah itu.

Yang lain mendengus. "Iya, kok bisa- bisanya keluarga kalian malah bahagia di atas penderitaan putri kalian sendiri, miris! "

Bu Rukmini langsung meradang, di hampiri nya si tetangga itu. "Heh apa kau bilang? coba ngomong sekali lagi! "

Si tetangga yang memang sejak dulu tidak suka dengan sifat bu Rukmini yang tukang pamer itu langsung melotot, seolah menantang. "Memang benar kan apa yang ku katakan? kau tidak tahu yap pernikahan si Indira yang tidak biasa itu beritanya sudah viral di mana-mana. Banyak menghujat nya sebagai pelakor, keberuntungan nya cuma dinikahi saja sama pengusaha kaya itu. Paling- paling dinikahi cuma bertujuan buat balas dendam si pengusaha itu. "

Keadaan semakin memanas di tambah tetangga yang lain ikut menimbrung. "Iya, kau juga kok tidak tahu malu banget sih, malah pamer perhiasan yang di beli hasil memeras atas nama mahar itu. Apalagi kau kan cuma ibu tirinya si Indira, aku kalau jadi si Indira udah ngamuk- ngamuk sama kau!"

Wajah bu Rukmini sudah seperti benteng yang siap menyeruduk. "kalian ini memang nyinyir sekali ya hidupnya, tidak bisa melihat kebahagiaan orang! sini ku tarik satu- satu congor kalian! "

"Yeuy! situ yang pamer duluan. Kok malah marah pas dikasih fakta! " sorak salah satu ibu- ibu dan perkelahian pun tidak bisa di elakkan saat itu.

Untungnya para warga yang kebetulan lewat, tak tinggal diam saja dan berusaha memisahkan mereka, walaupun ada satu dua yang justru merekam.

Seno melihat pemandangan yang tak biasa di saksikan nya itu dari teras rumah. Matanya menyipit, kepala nya menggeleng pelan.

"Beginikah kehidupan orang-orang kampung? " pikirnya dengan wajah muak namun tak jua berniat ikut campur meski yang menjadi pusat keributan itu adalah ibu mertua nya.

Perkelahian barulah menemukan titik tengah ketika pak Baskoro datang dan langsung menarik istrinya untuk masuk ke rumah-- lebih tepatnya lewat pintu belakang dapur mereka, karena malu ada di Seno di sana yang sejak tadi memperhatikan.

"Ibu! apa- apaan sih kau ini? malah ribut di depan menantu kita, tidak malu kamu?! "

Bu Rukmini yang kadung emosi, menepis tangan suaminya dengan kasar. "Ya abisnya aku emosi, pak. Itu tetangga mulutnya asal merepet aja kaya knalpot racing! keluarga kita diomong yang engga- engga sama mereka! "

"Ya udah ngapain kau urusin. Mereka tuh cuma iri karena gak bisa kaya kita, yang punya menantu kaya raya, ngapain juga dengerin omongan mereka yang penting kita udah hidup mewah! "

Bu Rukmini berpikir lagi, lantas ia mengangguk saja. "Bener si pak, lagian apa salahnya kan kita ngebelanjain uang dari maharnya si Indira. Walaupun aku ibu tirinya, aku juga ikut membesarkan nya pak. "

Pak Baskoro mengangguk demi menenangkan hati istrinya itu. "Iya, gak usahlah kau dengerin omongan mereka. Sudah selayaknya kan si Indira harus nya rela uang maharnya kita pakai, itung- itung berbakti kepada orang tuanya yang sudah membesarkan nya selama ini. "

"Iya, bener kamu pak. Biarin kedepannya aku bikin mereka semakin panas dengan kehidupan kita yang sudah jadi orang kaya ini, pak. "

"Iya, iya terserah apa yang ingin kau lakukan lah. Toh uang 2M itu gak akan habis sampai beberapa bulan ke depan, kalo habis pun kita bisa nyuruh si Indira buat minta lagi ke suaminya. "

Mendengar itu, raut wajah bu Rukmini pun langsung sumringah. "Hihihi benar kamu pak. "

Pak Baskoro mengangguk. "Sekarang kamu masak saja, buat hidangan mewah untuk menjamu menantu kita dan kakaknya itu. "

Bu Rukmini langsung semangat 45, demi uang apapun bisa ia lakukan. "Ashiapp pak! "

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Siangnya, saat hampir menunjukkan pukul dua belas, Indira baru keluar kamar.

Meskipun bukan muslimah sejati, ia tetap menjaga auratnya dengan baik. Di ruang tamu sudah tersaji berbagai hidangan mewah.

Bu Rukmini terlihat repot membawa buah- buahan untuk pencuci mulut bagi kebiasaan orang-orang kaya setelah makan makanan berat.

Melihat Indira hanya diam saja mematung membuat bu Rukmini berdecak kesal. "Daripada berdiam diri saja seperti patung, lebih baik kau bantu- bantu ibu sini! "

Indira tergagap, lantas segera mendekat membantu ibunya tersebut. "Kenapa hidangannya mewah-mewah sekali bu? "

Bu Rukmini memutar bola matanya."Ya harus mewah lah! namanya juga menjamu menantu kolongmerat. Gimana sih kau ini?! "

Indira menghela napas pelan. "Bu, apa kalian enggak ada sedih- sedihnya dengan apa yang terjadi padaku saat ini?"

Kebetulan saat Indira bertanya seperti itu, ayahnya datang. "Kenapa kami harus sedih? sekarang kan kau bersuami kan orang kaya, harusnya kau bahagia. "

"Tapi... dulu kalian begitu senang terhadap mas Ryan, kalian begitu membangga-banggakan, tapi begitu mendapatkan pengganti yang menurut kalian lebih, kalian lupa dengan segala kebanggaan kalian terhadap nya. "

Pak Baskoro berdecak. "Indira kau ini naif sekali. Ya untuk apa kau sendiri peduli dengan suami orang? apalagi dia adalah suami dari kakak ipar mu sekarang. Dan apa kau pikir kami tahu tentang statusnya sebagai suami orang itu?"

"J- jadi kalian sebenarnya tidak tahu?!"

"Ya mana kami tahu. " desis pak Baskoro. "waktu itu ayah berkata seperti itu cuma untuk gertakan saja bagi mereka. Dan benar kan, setelah itu Seno mau tanggungjawab dan menikahi mu? "

"Ayah... ayah tahu kan apa yang ayah lakukan ini? ayah justru menjerumuskan ku ke neraka baru! " Indira menggeleng tak habis pikir.

"Halah, omongan mu ketinggian Indira! yang penting sekarang kita bisa hidup mewah, engga melarat lagi! "

"Ayah sama saja menjadikan ku sebagai alat transaksi! "

Plak! Indira mendapatkan tamparan di sebelah pipinya, tidak kuat memang namun tetap saja menggoreskan luka di hatinya.

"Banyak omong kau! cepat panggil saja suami mu untuk makan! "

Indira tergugu namun tak ada air mata yang keluar karena sekuat tenaga ia menahan ya. Dan bertepatan ketika ia berbalik untuk menjalankan titah ayahnya.

Ternyata di belakangnya sudah berdiri Seno, tak jauh dari mereka. Entah sejak kapan, namun terlihat dari ekspresi nya, Indira menebak pria itu sudah ada sejak tadi dan mungkin melihat semuanya.

******

1
Ariany Sudjana
seno Seno kenapa kamu harus marah lihat postingan Adrian di medsos? kenapa juga Indira harus lapor sama kamu kalau mau kerja? emang kamu siapanya Indira? kamu bilang kamu suaminya Indira, apa benar seperti itu? bukannya kamu itu hanya suami di atas kertas, lagipula kamu kan sudah ada si pelacur murahan, yang kamu cintai dan kamu banggakan, sampai kamu ga tahu kamu sudah dibodohi sama si pelacur murahan 🤭🤭🤣🤣
Ayesha Almira
puas bgt indira bkn wanita yg lemah..
partini
jijik sehhh punya mu aja udah longgar kaya terowongan juga, nanti tekdung cari kambing hitam sihhh
partini
nanti tekdung bilang anaknya Seno aihhh ,, OMG seno seno CEO ledhoooooooooo 🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha windya memang pelacur murahan, pantas saja berambisi ingin jadi istrinya Seno, dan Seno bodohnya percaya dengan pelacur murahan seperti windya 🤭🤭🤣🤣
Aiyaa writer
bagus
Ariany Sudjana
hah Seno kamu bodoh, kamu ga suka Indira dekat dengan Adrian, sedangkan jalang peliharaan kamu itu nempel terus kaya perangko dan terus jadi kompor buat kamu, tapi kamu diam saja
partini
hemmm aihh seno seno bisa ga sih kamu berbeda dari laki laki lain yg melohoyyy 🤦🤦
ga tegas ulet bulu nempel pun diem" Bae rasa"kamu kurang 12/ons
azzura faradiva
dasar pria rakus,plin plan sana sini mauuuuu🙄
partini
seno lelaki menyek" ga ada tegas sedikit pun aduhhh 🤦🤦🤦
Ariany Sudjana
windya kamu ini pelacur murahan, udah tahu seni itu suami Indira, tapi kamu ga tahu diri nempel terus kaya perangko, benar-benar pelacur murahan kamu
Helen@Ellen@Len'z: 🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦windya windya 🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
total 1 replies
Dian Pravita Sari
ini pun gak tamat??? bener bener kecewa gak da satupun yg tamat cerita di novel. tooo
tinggalkan aja gak ada tanggung jawabnya buat pembaca
Dancingpoem: sabar ka, ini baru 21 bab dan masih bersambung/Sweat/
total 1 replies
partini
luka tusuk lama ehhhh apa seno seorang mafia
aduh ran ran laki laki kaya gitu di pertahankan cinta buta kamu
sen kamu ga tau kelakuan iparmu bantai lah dari pada nyakitin istri
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan gila kamu windya, kalau seno sudah tidak mau sama kamu ya sudah, dasar gila dan serakah kamu yah
Helen@Ellen@Len'z: windya🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦
total 1 replies
partini
memang sudah gila tuh anak asuh mu
partini
Widya kaya jelangkung deh
aduh situ lagi apa di dada remas" ga yah
Ariany Sudjana
dasar jalang murahan kamu windya, sampai segitunya kamu ngejar Seno, semoga setelah ini Seno bisa membuka hatinya untuk Indira, kalau tetap ga bisa juga, sudahlah Indira tinggalkan saja Seno, lebih baik kamu dengan Adrian
Ariany Sudjana
bodoh kamu Seno, Indira kamu biarkan sendiri di halte bus, dan kamu lebih membela menjemput jalang murahan itu di kampus, suami macam apa kamu? lebih baik Indira dengan Adrian saja, Adrian lebih bisa menghargai perempuan
Helen@Ellen@Len'z: setuju bgt andai lndra sm adrian aja drpd bersuami seno bangsat🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬jd lepaskan lndira biar lndira bahagia bersama org lain aja drpd berumahtangga sm seno🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬🤬
total 1 replies
partini
Indira generasi sandwich
Ariany Sudjana
dasar orang tua ga tahu diri, anak laki ga jelas gitu dibela terus, dikasih duit terus, dan kalau ada masalah, Indira yang jadi sapi perah. kasihan Indira, sudah orang tua ga tahu diri, punya suami hanya status di atas kertas saja, tapi ga pernah dianggap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!