Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia
"Abang kan tau, kalau adik tak pernah usik kartu debit kamu. Apa Kuara yang ambil? Sebab dia kan tau no pin kartu ATM milik abang," Halimah menjelaskan pembelaannya.
Syamsuddin terdiam. Selama ini Kiara memang tau jika puterinya sering diminta untuk menarik uang ke ATM karena jarak yang cukup jauh, dan diagen tidak dapat menarik dalam jumlah besar, serta biaya yang juga cukup tinggi.
"Untuk apa Kiara uang sebanyak itu?" tanya Syamsuddin dengan rasa bimbang. Ia berfikir, mungkin puterinya kabur membawa uang tersebut sebelum menghilang.
"Puteri kita sejak berpacaran dengan Rama sedikit lain sikapnya." Halimah merasa jika ada pengaruh buruk dari pemuda tersebut. "Adik rasa curiga dengan si Rama. Dia beli motor baru, itu kan harganya sekitar tiga puluh jutaan, apa Kiara yang beli? Jangan-jangan dia yang bunuh Kiara, sebab wajahnya gak ada sedih-sedihnya setelah Kiara pergi gak ada kabar," Halimah melontarkan kecurigaannya.
Syamsuddin mengjela nafasnya dengan berat. Ia tahu jika mereka sangat terpukul, tetapi menuduh tanpa bukti juga tidak dibenarkan.
"Kita tidak ada buktinya, Dik. Maka gak bisa menuduh sembarangan," Syamsuddin mengingatkan istrinya.
Meskipun ia merasa sangat curiga, tetapi benar yang dikatakan oleh suaminya, tak ada bukti konkrit yang nyata, sehingga membuat tuduhan itu tak dapat dijadikan alasan.
****
Minggu berlalu, Reva dan Rama menyebarkan undangan dan akan menggelar pesta pernikahan yang cukup mewah.
Halimah merasa terpukul, sebab sebelumnya Kiara mengatakan jika pemuda itu akan melamar puterinya. Tetapi disaat gadis itu belum ditemukan kabarnya, justru berita pernikahan itu membuatnya sakit hati. Ia semakin curiga jika kedua orang tersebut mengetahui sesuatu tentang Kiara.
Minah yang merupakan iparnya terlihat tanpa dosa, mengundangnya untuk hadir dipesta pernikahan Reva.
Sebenarnya tak ada yang perlu ia sakit hati kan, sebab Rama hanya seorang pemuda mokondo yang tak layak diperebutkan, hanya modal tampan saja, tanpa bisa bekerja.
Hanya saja, puterinya menghilang dan belum ditemukan, lalu mereka bergembira diatasnya, sedangkan selama ini mereka tahu pemuda itu adalah kekasih Kiara, dan kecurigaan Halimah semakin membesar.
"Tiga hari sebelum hari H nanti datang ya, Kak, sekalian sama abang. Si Rama lamar dengan uang yang cukup banyak," ucap Minah yang secara tidak langsung memanasi Halimah.
"Oh, syukurlah, semoga langgeng. Tapi saya gak janji bisa datang, saya masih belum dapat berhenti mencari keberadaan Kuara, harap maklum dengan kondisi saya sat ini,"
Minah mengulas senyum datar. "Iya, saya akan mengerti, hanya saja saya sampaikan, ya sudah, saya pulang dulu yak, Kak," Minah berpamitan, dan Halimah hanya mengangguk pelan.
Setelah kepergian Minah, ia semakin merasakan dadanya sesak, harapan dan doanya yang tak pernah putus, semoga ada keajaiban.
****
Kiara yang berada ditempat asing, terlihat sedang menatap cermin yang diberikan oleh sang wanita cantik tersebut.
Susuk dibokongmu, akan membuat para pria terpesona, sedangkan yang ada dibibirmu, akan membuat siapapun yang mendengarkan ucapanmu, patuh dan juga terpedaya." sosok wanita itu menjelaskannya kepada Kiara.
Gadis itu menatap wajahnya yang terlihat berubah dengan drastis. Ia merasa sangat cantik, wajahnya seolah memancarkan aura yang penuh pesona.
"Aku akan juga memberikan satu susuk lainnya, sebuah berlian, dan ini akan aku masukkan dibagian bibir liang goa surgawimu, dan siapapun yang berani memasukinya, maka ia akan kembali lagi, dan menagih, kau akan menjadi pujaan banyak pria." tanpa menunggu persetujuan sang gadis, sosok itu menanamkan batu mutiara berwana putih dibibir liang goa milik Kiara.
Sesaat tubuh Kiara menegang, darahnya berdesir, merasakan sesuatu yang lain bersarang didalamnya.
Perlahan tubuhnya melemah, dan kembali segar dalam hitungan menit saja.
"Sekarang kamu sudah memiliki semuanya, pulanglah, dan balaskan dendammu, kamu akan menemukan apa yang kamu cari," ucap sang wanita cantik, lalu semuanya berubah dengan sangat tiba-tiba.
Byaaaaar
Ia merasakan jika sekilas cahaya seperti memisahkannya dengan dunia yang berbeda.
Kiara seperti terlempar dari sebuah perjalanan yang cukup panjang, dan membuatnya tersadar, jika saat ini ia sedang berada disebuah makam yang berlantai keramik putih bersih, dan udara yang cukup dingin.
Disudut makam.yang dibangun dengan dinding permanen dan memiliki luas sekitar dua stengah meter persegi itu, terdapat sebuah batu berwarna hitam yang menjadi tempat petilasan.
Ia memandang sekelilingnya, terlihat sepi, dan tampaknya tak ada yang berziarah. Kiara menatap sekelilingnya, hawa dingin dan aura mistis yang cukup kuat membuat ia beranjak bangkit dari tempatnya.
Ia berdiri sejenak memandangi makam tersebut, lalu melihat siluet bayangan wanita penari ronggeng yang menggunakan selendang merah sedang menatapnya dengan senyum yang sangat manis.
"Pulanglah, sudah saatnya kamu membalaskan dendammu," ucap wanita itu sekali lagi. "Jangan lupa, setiap malam Jum'at Kliwon, kamu sediakan sesaji didekat makamku, dan ada pantangan yang harus kamu jaga, jangan makan pisang mas, jangan makan pucuk daun labu, sebab itu dapat melunturkan susuk yang kuberikan, dan rapalan ajian yang kuajarkan padamu, dapat mengikat hati para pria yang menjadi korbanmu," sosok itu menjelaskan kepada Kiara tentang semuanya.
Kiara mengangguk, lalu berpamitan. Ia keluar dari makam, dan ternyata sudah pagi hari, ia bersedekap tangan didada, merasa sangat kedingingan.
Langkahnya terlihat cepat, menyusuri pematang sawah, dan sejenak memandang sawah milik ayahnya yang sudah selesai masa panen, disana ia pernah dikhianati dan dihabisi oleh orang yang dicintai dan juga ia percayai.
Ia menarik nafasnya dengan dalam, tak perlu meratapi masa lalu, saat ini hanya ada masa depan, dan akan pembalasan dimulai.
Gadis itu terdiam sejenak, menatap hamparan sawah milik ayah dan juga para tetangga. Hanya saja, ia masih bingung, sudah berapa lama ia pergi? Sebab semuanya sudah berbeda.
Gadis itu kembali melangkah, menuju pulang kerumahnya, melewati perkebunan kelapa sawit, hingga sebuah motor menghentikan langkahnya.
Seorang pria paruh baya yang rambutnya sudah hampir memutih berhenti dan memarkirkan motornya.
Ia menatap Kiara dengan ragu. Memastikan apakah gadis yang berada dihadapannya itu adalah puterinya.
"Kiara? Kamu Kiara kan?" ia bertanya dengan pandangan yang memastikan, sebab ada yang berbeda, dan sangat jauh berbeda wajahnya sangat cantik, tetapi pakaiannya kumal, sebab sudah dua minggu menghilang.
"Ayah." Kiara mendekap pria itu dengan cepat, ia menangis tersedu, sebab mengingat pengkhianatan Rama padanya.
"Sayang, kamu kemana saja? Ayo kita pulang, mamak sudah sangat khawatir." Syamsuddin membawanya naik ke boncengan.
Pria itu sebenarnya akan berangkat ke rumah Minah, adik kandungnya, sebab hari ini akan menikahkan Reva keponakannya dengan Rama.
Kiara tak ingin menceritakan kejadian sebenarnya, ia hanya ingin membalaskan semua pengkhianatan itu dengan caranya.
"Kiara tersesat, Yah, gak tau jalan pulang," jawabnya berbohong.
"Ya sudah, yang penting kamu pulang dengan selamat." Syamsuddin terlihat sangat senang, dan membawa pulang puterinya ke rumah.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃