NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Gadis Polos

Transmigrasi Si Gadis Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lyly little

Shabila Diaskara adalah gadis polos dan lugu yang bersikap hiperaktif serta pecicilan demi menarik perhatian ayahnya—seorang Daddy yang membencinya karena kematian sang ibu saat melahirkan dirinya. Dalam sebuah insiden, Shabila berharap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Saat terbangun, Shabila menyadari dirinya telah bertransmigrasi ke tubuh Aqila Weylin, gadis cantik namun pendiam dan cupu. Kini dipanggil “Aqila,” Shabila—yang akrab disapa Ila — mulai mengubah penampilan dan sikapnya sesuai kepribadiannya yang ceria dan manja.

Beruntung, kehidupan barunya justru memberinya keluarga yang penuh kasih. Sikap hiperaktif dan manja Ila membuat seluruh keluarga Aqila gemas, bukan marah. Setelah tak pernah merasakan cinta keluarga di kehidupan sebelumnya, Ila bertekad menikmati kesempatan kedua ini sepenuh hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyly little, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 **Perpindahan Jiwa**

Cahaya putih menyilaukan perlahan menembus kelopak mata seorang gadis cantik.

Kepalanya terasa berat. Tubuhnya ringan, tapi aneh—seperti bukan miliknya sendiri. Ada aroma khas yang asing, bersih, sedikit menyengat. Bukan bau rumahnya yang dingin dan sunyi. Bukan pula bau hujan dan aspal terakhir yang ia ingat.

"Enggh, airrr!!" lenguh seorang gadis meminta air karena merasa haus.

"Aqila, kamu sudah sadar sayang?" tanya seorang perempuan.

'Aqila? 'Batin gadis tersebut, dia bingung kenapa namanya berubah.

Gadis itu mengerjapkan mata beberapa kali sebelum akhirnya membuka mata sepenuhnya. Yang pertama ia lihat adalah langit-langit putih dengan lampu bulat besar. Ia mengedipkan mata lagi, bingung dan perlahan menatap perempuan cantik yang berada di depannya ini, Kira-kira perempuan tersebut berusia 37, masih muda dan terlihat sangat cantik dimatanya.

Perempuan tersebut memberikan air kepada dirinya dan dia segera meminum hingga tandas.

"Aduh perut Ila kembung."

gumamnya lalu menepuk-nepuk pelan perutnya. Ya gadis yang baru sadar dan meminta air itu adalah Shabila Diaskara.

Perempuan tersebut terkekeh mendengar kalimat sang putri.

"Kamu baik-baik aja kan sayang? "tanya perempuan itu.

"Ila baik," ujarnya dengan tersenyum manis.

Saat perempuan itu hendak menyahut tiba-tiba pintu rumah sakit dibuka oleh seseorang, terlihat ada tiga pria datang

Ila bingung melihat itu lalu bertanya kepada perempuan yang ada disamping nya itu.

"Mereka siapa?" tanya Ila.

Perempuan tersebut mengernyit, "mereka ayah dan abang kembar kamu sayang, Aqila lupa?" tanya perempuan itu.

Ayah? Wajah Daddy berubah? Wajah Abang juga berubah kok jadi dua abangnya? Woahh! 'Batin Ila heboh.

"Terus tante cantik ini siapa?"tanya Ila polos.

"Aqila lupa sama bunda? Ini bunda sayang, ibu kamu?"

ucap perempuan dengan nada yang terdengar sedih.

"Panggil dokter Leo, "titah laki-laki yang terlihat seperti berumur 40 tahun itu kepada sang putra tertua. Alzian yang diperintahkan sang ayah segera memanggil dokter.

**Pengenalan**

Bryan Weylin dan Zeline Weylin sepasang kekasih yang memiliki tiga orang anak, anak pertama dan kedua kembar yang bernama Alzian Weylin dan Elzion Weylin lalu anak ketiga bernama Aqila Weylin yang sekarang tubuhnya ditempati oleh Shabila Diaskara gadis yang baru saja meninggal karena tertabrak mobil.

Aqila Weylin sama seperti Shabila Diaskara yang polos dan lugu, bahkan tubuh mereka sama-sama pendek tapi menggemaskan, pipi chubby, mata bulat. Uhh sangat menggemaskan. Tapi perbedaan Aqila dan Shabila adalah sikap, kalau Shabila pecicilan dan hiperaktif maka Aqila sebaliknya dia gadis yang pendiam dan penampilan nya pun cupu. Walaupun cupu kedua orang tua dan abang-abang nya begitu menyayangi Aqila.

Back to topict

Alzian datang bersama seorang dokter laki-laki, "tolong periksa putri saya," ucap Bryan dingin, dia sebenarnya agak aneh karena putrinya itu tidak mengenali keluarganya.

Ila hanya mengerjab polos saat dokter itu memeriksa dirinya, "Kenapa dokter periksa Ila? Ila sakit kah" tanya Ila polos.

"Eh dodol, kalau di periksa berarti lagi sakit." gemes Elzion dengan penuturan adeknya itu.

"Ila bukan dodol." ralat Ila.

Zeline bingung dengan perubahan nama panggilan putrinya itu. "Aqila," panggil Zeline.

"No Panggil Aqila, i'm Ila." sargahnya.

"Akibat jatuh dari tangga dan membuat kepalanya membentur lantai dengan keras, itu mengakibatkan dia kehilangan ingatannya. "Jelas dokter tersebut dan mereka mengangguk.

Shabila mendengarkan dengan seksama, meski banyak istilah yang tak ia pahami. Namun satu hal yang ia tangkap—Ia lupa segalanya.

“Jadi…” Shabila mengangkat tangan pelan. “Aku nggak mati ya, Dok?”

Semua orang terdiam.

Dokter itu terkejut sesaat, lalu tersenyum kecil. “Tidak. Kamu selamat.”

“Oh…” Shabila tersenyum lega.

Setelah dokter pergi, keluarga itu kembali mengelilingi tempat tidur Shabila.

"Aqila denger...," Ucap nya terpotong.

"i'm Ila." Ucap Ila memotong ucapan Zeline.

"Oke Ila dengar ya, ini Bunda dan disebelah Bunda Ayah Ila. Dan disana abang kembar kamu namanya Alzian dan Elzion dan nama kamu Aqila." jelas Zeline agar putrinya itu tahu siapa mereka.

'Hu'um apakah Ila terlahir kembali? Woahh Ila punya ayah dan ibu bahkan dua abang yang mirip." Ila terkikik serata membatin

"Wajah abang mirip hihi," ucapan polos Ila membuat mereka gemes.

"Kan kembar dek," gemes Brian.

"Ila gak punya kembaran kah?," tanya Ara polos.

"Gak punya princess, "sahut Alzian, dia sungguh gemes dengan adek kecilnya ini walaupun merasa aneh dengan perubahan sang adek.

"Kapan putri saya bisa pulang?" tanya Bryan kepada sang dokter.

"Sore ini sudah bisa pulang tuan, kalau begitu saya permisi keluar. "ucap dokter tersebut lalu keluar.

"Ayah," panggil Ila dan Bryan menoleh kepada sang putri.

"Yes princes?"

Ila senang karena respon ayahnya yang lembut. Ila merentangkan tangannya dan membuat Bryan bingung.

"Mau apa hm?"tanya Bryan lembut.

Ila cemberut apakah ayahnya yang sekarang sama seperti ayahnya yang dulu? Ayah yang tidak menyukai putrinya.

"Peluk," cicitnya pelan sambil menunduk.

Bryan tersenyum walaupun merasa aneh dengan sikap putrinya ini, Bryan memeluk Ila dengan sayang. Ila yang mendapat pelukan itu senang bukan main, ini pertama kalinya dia mendapatkan pelukan hangat dari seorang ayah.

"Abangnya gak di peluk dek," Sindir Elzion pada Adek kecilnya.

Ila yang masih dalam pelukan Ayah nya pun menoleh dan berkata.

"Nanti aja kapan-kapan Ila peluknya," jawabnya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang sang Ayah sehingga pipinya yang chubby terlihat semakin lucu.

"Hah dasar bocil," Ujar Elzion pada Ila.

"Hu'uh.. Ila udah besar abanggg," ujar Ila tak terima di katain bocil.

"Iya deh.. Iya udah besar," ujar Elzion mengalah karna takut Ade kecilnya menangis.

Bryan terkekeh pelan mendengar perdebatan kecil itu, tangannya masih mengusap punggung Ila dengan lembut. Ila mendongak, menatap wajah Ayahnya dengan mata berbinar.

“Ayah senyum,” ujarnya polos. “Berarti Ayah senang.”

Bryan terdiam sejenak, lalu mengangguk. “Iya, Ayah senang.”

Ila ikut tersenyum lebar.

Elzion mendecih. “Baru sehari udah manja.”

Ila menoleh cepat. “Bilang aja iri, jangan iri ya boss.”ujar Ila sambil terkekeh.

“Apa?!”

"Udah-udah, jangan berdebat lagi... Ila turun dulu yah kita siap-siap dulu untuk pulang," Ujar Bryan

Ila mengangguk tapi tidak melepaskan pelukan. Justru memeluk lebih erat.

“Kalau Ila lepas, Ayah pergi nggak?” tanyanya lirih.

Kalimat itu membuat Bryan tercekat.

“Tidak,” jawabnya cepat. “Ayah di sini.”

“Oke,” jawab Ila puas. “Kalau gitu Ila lepas.”

Ia benar-benar langsung melepaskan pelukan dan duduk manis kembali.

****************

Beberapa jam berlalu , mereka bersiap pulang. Ila sudah diganti pakaiannya—hoodie krem kebesaran dan celana panjang yang ujungnya sedikit menumpuk di mata kaki. Rambutnya dikuncir asal oleh Zeline.

Di lorong rumah sakit, Ila berjalan di tengah-tengah, tangannya menggenggam tangan Zeline, sementara mata bulatnya sibuk mengamati sekitar.

“Bunda,” panggilnya tiba-tiba.

“Iya sayang?”

“Rumah sakit ini bau obat,” ucap Ila serius. “Kayak permen pahit.”

Elzion refleks menimpali, “Mana ada permen pahit.”

Ila menoleh cepat. “Ada. Abang aja yang belum nyoba.”

Elzion terdiam.

Keluarganya tertawa kecil.

Di parkiran, Ila berhenti di depan mobil hitam besar.

“Mobil Ayah gede banget,” komentarnya. “Kayak paus.”

Elzion langsung bereaksi. “Hei! Jangan samain mobil ayah sama paus!”

Ku

Ila menatap Elzion dari ujung kepala sampai kaki, lalu mengangguk pelan. “Iya… Abang juga gede.”

“El—” Elzion hampir meledak. “Aku atletis!”

“Berarti paus atletis,” simpul Ila polos.

Zeline menutup mulut menahan tawa. Bryan dan Alzion berdehem, tapi mulutnya tertawa kecil.

"Udah ayo kita masuk mobil biar cepat sampe rumah." Ajak Zeline pada anak dan suaminya.

"Yeey... Pulangg," Girang Ila membuat mereka gemas.

Alzian Weylin sikapnya sama seperti sang ayah yang dingin dan cuek tapi hangat kepada keluarga nya apalagi kepada adek perempuan nya itu.

Elzion Weylin sikapnya berbanding terbalik dengan Alzian, Elzion banyak omong dan pecicilan tapi dia juga sangat menyayangi adek perempuan nya itu.

...****************...

1
Marsya
lupa namanya,tapi itu ketua dari abg2 ila klau gx slah,ampun dech bisa2nya lupa namanya🤣🤣🤣🤣
Little Girl ୭ৎ 。⁠*⁠♡.
maaf KA aku salah nulis tokoh harusnya Zeline bukan Radella.
Dewiendahsetiowati
Radella ini siapa Thor?
Dewiendahsetiowati
dapat ganti keluarga yang menyayangi
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!