NovelToon NovelToon
ISTRI KEENAM

ISTRI KEENAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance
Popularitas:115.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melon Milk

Sisi Caldwell dipaksa keluarganya mengikuti pesta kencan buta demi menyelamatkan perusahaan, hingga terpilih menjadi istri keenam Lucien Alastor, miliarder dingin yang tak percaya pada cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melon Milk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Lucien benar-benar menyebalkan. Sisi sempat berpikir pria itu mudah dipahami, tapi sialnya, usianya sudah dua puluh tahun dan tetap saja tidak mengerti apa-apa.

Bagian mana dari kalimat “bukan keinginanku” yang tidak ia pahami?

Tingkahnya berlebihan. Menyebalkan. Bersikap seolah suami yang sangat peduli, padahal yang ia jaga hanyalah citra. Sisi merasa muak.

Kini Sisi berada di kamar rahasianya sambil menarik koper dari sudut ruangan. Ia tidak berniat lagi tinggal di Masion ini bersama suami berotak sempit itu, atau mungkin, calon mantan suaminya.

Sisi baru saja hendak mengambil pakaian tiba-tiba Lucien menarik pergelangan tangannya.

Tatapan Sisi langsung mengeras.

“Siapa yang bilang kau boleh masuk?” katanya dingin.

Benar-benar percuma berbicara dengan pria ini.

“Aku mau berkemas, jadi lepaskan aku!” Sisi menarik lengannya dengan kasar.

Alis Lucien semakin berkerut.

“Oh, tiba-tiba berubah?” ejeknya. “Cepat sekali menyerah. Baru kemarin hampir memohon padaku agar tidak menceraikanmu, sekarang malah ingin pergi sendiri. Apa karena mantanmu? Kenapa, kalian mau tinggal serumah?”

Mata Sisi menyipit. Mulutnya menganga menatap Lucien.

Apa pria ini benar-benar gila?

“Jangan bodoh, Lucien!” bentaknya tertahan. “Mantan itu masa lalu. Selesai.”

“Aku hanya percaya apa yang kulihat dengan mataku sendiri,” balas Lucien agresif.

Sialan.

“Kau terdengar cemburu, Suami,” goda Sisi dingin. “Atau jangan-jangan memang cemburu?”

“Cemburu?” Lucien menunjuk ke arah cermin besar. “Lihat dirimu dulu.”

Sisi menyeringai.

“Tenang saja. Aku punya cermin sendiri.”

Tatapan Lucien menajam.

Sisi memijat pelipisnya. Kepalanya berdenyut. Malam ini terlalu panjang, dan ia harus menghadapi suami yang bertingkah seperti singa liar.

“Pergi. Aku mau istirahat,” usir Sisi, ingin mengakhiri semua ini.

“Beraninya kau tetap tinggal di sini?” bentak Lucien.

Sisi menarik napas panjang.

“Tadi aku mau berkemas, kau ikut campur. Sekarang aku bilang tidak jadi pergi, kau ikut campur lagi,” ucapnya tajam. “Katakan, Tuan Lucien, apa sebenarnya yang kau inginkan? Percakapan ini sudah terlalu panjang.”

Kesabarannya benar-benar habis.

Lucien memiringkan kepala, menatapnya dalam-dalam.

“Apa kau marah? Kau benar-benar marah sekarang?”

“Kenapa aku tidak boleh marah?” balas Sisi. “Aku juga manusia, Lucien. Aku juga punya batas kesabaran.”

Lucien terdiam sesaat.

“Kalau begitu, memang seharusnya kau marah. Kau terlalu pandai menahan diri.”

Ucapan itu membuat Sisi semakin tersulut.

“Ya, selama aku bisa menahan, aku akan menahan!” bentaknya. “Seperti saat kau menaruhku di kamar rahasia yang nyaris seperti penjara, aku tidak mengeluh. Tapi kalau kau terus menuduhku, itu keterlaluan, Lucien!”

Lucien mengamati kamar itu, lalu mengangguk singkat.

“Apa kau mengeluh tentang kondisi hidupmu sekarang?”

“Apa menurutmu aku akan senang seperti mantan istri-istrimu?” balas Sisi sarkastis. “Lucu sekali.”

Lucien menatap sekeliling kamar.

“Aku puas. Desainnya bagus. Apa keluhanmu?”

Sisi tertawa sinis.

“Kalau kau puas, kenapa kita tidak bertukar kamar saja?”

“Kau ingin tidur bersebelahan denganku. Tapi maaf, aku tidak mau.”

Sisi mendengus.

“Kuat sekali imajinasimu. Kau bukan hanya gila, tapi juga sok tahu. Tidak ada yang mau tidur bersebelahan denganmu.”

“Kalau begitu, kenapa kau mengeluh?” balas Lucien dingin. “Kau tahu aku tidak suka perempuan menyentuh barang-barangku. Tapi kau terus memprovokasiku.”

Sisi benar-benar kehabisan kata-kata. Kepalanya terasa pusing.

“Katakan saja apa yang kau mau aku lakukan,” katanya akhirnya. “Aku menyerah.”

Ia benar-benar lelah dengan semua drama ini.

Lucien menghela napas panjang, lalu menatapnya serius.

“Kalau aku mengusirmu dari mansion ini, Ibu dan yang lain akan mengamuk,” ucapnya datar. “Jadi demi keluarga, aku memberimu kesempatan. Tapi kalau kau berani menggoda pria lain, aku akan memburumu dan menghancurkan keluargamu.”

“Oke,” jawab Sisi singkat. Ia tidak punya tenaga lagi untuk melawan.

Lucien berbalik dan meninggalkan kamar itu, menutup pintu dengan keras.

1
Mira Hastati
bagus
Enong Nuraini
iyaa kenapa buka selvar sja yg di jodohkan dneg. lucien🤭
Enong Nuraini
kasian sisi
cutriara
seru
Surmanti Surmanti
kenapa gambar novelnya diubah? padahal gambar awal lebih cocok dengan karakter Lucien yg datar, dingin 🤭
Ana Akhwat
Miris juga seorang perempuan berstatus istri tapi kelakuannya pada laki-laki lain seperti perempuan murahan
Ana Akhwat
🤣🤣🤣astage sisi sungguh luar biasa usilmu
Ana Akhwat
Bagus Sisil tingkat kan sifat tengilmu biar si Lucian yang sombong itu bertekuk lutut padamu
Ana Akhwat
Saya suka sikap sisi yang berani😁
kalea rizuky
emang kayak lacur
kalea rizuky
sisi kayak lacur
kalea rizuky
MC sok kuat tp ngemis ngemis males ddh
Nesysila_088
/Drool/
fau.syifa20
seruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!