NovelToon NovelToon
Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Transformasi Hewan Peliharaan / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Dunia Kultivasi adalah dunia yang kejam bagi yang lemah dan indah bagi yang kuat

Karena itu Li Yuan seorang yatim piatu ingin merubah itu semua. bersama kawannya yaitu seekor monyet spiritual, Li Yuan akan menjelajahi dunia dan menjadi pendekar terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Desa Daun Hijau dan Sambutan Hangat

​Li Yuan masih terheran-heran melihat reaksi berlebihan sang bandit akibat cacian Dong Dong. Namun, saat ia menoleh kembali ke arah lawan, semak-semak di depannya hanya bergoyang pelan. Ketiga bandit itu telah menghilang tanpa jejak, meninggalkan debu yang mengepul seolah mereka baru saja melihat hantu kelaparan.

​"Wah, mereka lari secepat kelinci yang melihat harimau." gumam Li Yuan sambil menyarungkan pedang hitamnya.

​"Tentu saja! Siapa yang tahan dihujat oleh monyet tampan sepertiku?" Dong Dong menepuk-nepuk dadanya dengan bangga.

​Pedagang tua itu keluar dari tempat persembunyiannya sambil menyeka keringat di dahi. Ia membungkuk dalam-dalam. "Terima kasih banyak, Pahlawan Kecil! Nama saya Lao Chen. Jika bukan karena kalian, mungkin harta dan nyawa saya sudah melayang. Sebagai rasa terima kasih, maukah kalian mampir ke desa kami di balik bukit ini? Desa Qingyun (Awan Hijau)."

​Li Yuan dan Dong Dong saling lirik. Perut mereka yang baru saja dikuras oleh ramuan kakek hantu mulai memberikan sinyal lapar lagi. "Tawaran yang sulit ditolak, Paman Lao Chen." jawab Li Yuan dengan seringai lebar.

​Mereka pun berjalan menyusuri jalan setapak yang ditumbuhi bunga liar hingga tiba di sebuah desa kecil yang asri. Desa itu dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan aliran parit yang jernih. Begitu memasuki gerbang desa, Lao Chen berteriak dengan suara serak, "Semuanya! Lihat siapa yang membantuku menghadapi bandit-bandit terkutuk itu!"

​Dalam sekejap, orang-orang desa keluar dari rumah mereka. Seorang pria bertubuh kekar dengan kapak di bahunya mendekat—dia adalah Zhang Wei, sang penjaga desa. Di sampingnya, seorang wanita paruh baya dengan senyum ramah bernama Ayi Meiling menyambut mereka dengan membawa nampan berisi mantou hangat.

​"Anak sekecil ini melawan bandit?" Zhang Wei menatap Li Yuan dengan ragu, namun matanya membelalak saat melihat Dong Dong yang sedang berdiri tegak dengan tongkat emas di pundaknya. "Dan monyet itu... apakah dia seekor Binatang Roh?"

​"Panggil aku Dong Dong, Manusia Besar! Dan ya, aku jauh lebih hebat dari kelihatannya," sahut Dong Dong yang membuat Zhang Wei dan warga lainnya terlonjak kaget. "Dia bicara! Monyet itu bicara!"

​Suasana desa yang tenang mendadak jadi riuh. Ayi Meiling segera menarik Li Yuan menuju sebuah meja kayu besar di bawah pohon beringin. "Ayo, ayo duduk. Kalian pasti lapar. Di desa ini, kami tidak punya emas, tapi kami punya makanan terbaik untuk pahlawan."

​Li Yuan duduk di sana, dikerumuni oleh anak-anak kecil yang penasaran. Seorang gadis kecil berumur tujuh tahun bernama Xiao Hua memberanikan diri mendekat dan memberikan setangkai bunga pada Li Yuan.

​"Kakak Pahlawan, apakah pedangmu itu bisa membelah batu?" tanya Xiao Hua dengan mata berbinar.

​Li Yuan mengambil bunga itu dan menyelipkannya di telinga Dong Dong, yang langsung disambut dengan gerutuan sang monyet. "Pedang ini? Ini hanya pedang tua, Xiao Hua. Tapi pedang ini punya janji untuk melindungi orang-orang baik seperti kalian."

​Lao Chen kemudian menceritakan detail kejadian di hutan. Mendengar keberanian Li Yuan, warga desa mulai memberikan penghormatan. Di tengah obrolan, seorang pria tua dengan janggut putih panjang dan jubah abu-abu sederhana berjalan mendekat. Namanya adalah Kepala Desa Li Ming.

​Li Ming menatap Li Yuan dengan tatapan yang sangat dalam, seolah bisa melihat arus energi yang mengalir di tubuh bocah itu. "Arus Qi... di usia semuda ini. Dunia di luar sana memang sudah berubah, atau mungkin takdir sedang mengirimkan sesuatu yang besar ke desa kecil kami."

​Li Yuan merasakan aura ketenangan dari kakek ini. "Kami hanya pengelana yang mencari arah, Kepala Desa."

​"Maka arahmu saat ini adalah istirahat," ujar Li Ming sambil tersenyum. "Desa Qingyun mungkin kecil, tapi kami tahu cara memperlakukan tamu. Zhang Wei, siapkan rumah kosong di dekat sungai untuk mereka. Dan Ayi Meiling, pastikan monyet bicara ini tidak kekurangan buah-buahan."

​Malam itu, untuk pertama kalinya seumur hidup, Li Yuan tidak tidur di atas tanah keras atau di samping tempat sampah. Ia tidur di atas ranjang kayu yang harum, dengan Dong Dong yang sibuk mengunyah pisang kualitas terbaik di sampingnya.

​Namun, di tengah keheningan desa, Li Yuan menatap pedang hitamnya. Ia tahu, ketenangan ini hanyalah persinggahan singkat sebelum badai besar menantinya di dunia kultivasi yang sebenarnya.

1
Nanik S
Awal yang menarik
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus update nya semangat semangat semangat
Agen One: /Good//Good//Good//Pray//Ok//Ok//Good//Good//Ok/
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Li Yuan maju terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus
Aman Wijaya
semangat semangat Li Yuan bantai semua musuh mu
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
markotop top lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
joooooss joooooss pooolll lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
siiiip lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat
Agen One: okeeeee
total 1 replies
Aman Wijaya
nyimak Thor lanjut
Agen One
Ceritanya gak ada sedih-sedihnya coi. komedi dan perjuangan!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!