NovelToon NovelToon
Selingkuh Terindah

Selingkuh Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Dark Romance / Konflik etika
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Tasya Prameswari hanya ingin Dicky, putranya bisa kembali ceria seperti dulu, namun sebuah kecelakaan merenggut kesehatan anak itu dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya bersama Setyo Wirayudha.

Sang mertua hanya mau membiayai pengobatan Setyo, namun tidak dengan Dicky. Tak ada yang mau menolong Tasya namun ​di tengah keputusasaan, Radit Kusumadewa datang membawa solusi. Pria kaya dan berkuasa itu menuntut imbalan: Tasya harus mau melayaninya.

Pilihan yang sulit, ​Tasya harus melacurkan diri dan mengkhianati janji sucinya demi nyawa seorang anak.

Bagaimana jika hubungan yang dimulai dari transaksi kotor itu berubah menjadi candu? Bagaimana jika Tasya merasakan kenyamanan dari hubungan terlarangnya?

Note: tidak untuk bocil ya. Baca sampai habis untuk mendukung author ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terima Kasih Atas Pelayanannya

"M-mandi?" Tasya nampak agak bingung.

"Iya, mandi. Kamu tak mungkin melayaniku dengan penampilan seperti itu, bukan?" Radit dengan jari telunjuknya menunjuk dari atas ke bawah. "Di dalam kamarku, ada kamar mandi yang bisa kamu gunakan. Bersihkan tubuhmu dan pakai bathrobe di dalam lemari!"

Tasya mengangguk. "B-baik."

Tasya melangkah pelan, dengan langkah kaki yang terasa berat, ia masuk ke kamar mandi yang terletak di dalam kamar tidur Radit yang memiliki dekorasi mirip dengan kamar hotel bintang 5. Ia menatap dirinya di depan cermin besar, penampilannya sungguh berantakan. Tasya tersenyum sinis pada dirinya sendiri. "Sekarang, kamu sudah menjadi pelacur, Sya. Pelacur, tukang selingkuh dan istri durhaka. Entah seberat apa timbangan dosamu kali ini."

Dengan berderai air mata, Tasya menanggalkan pakaiannya yang ada noda darah lalu berdiri di bawah pancuran air hangat. Air mata dan air pancuran menyatu menjadi satu bersama harum shampoo dan sabun mahal.

"Ini semua demi Dicky," kata-kata yang Tasya ucapkan berkali-kali, seolah menjadi mantra untuk menguatkannya, membenarkan perbuatan salah yang ia lakukan.

Selesai membersihkan tubuhnya, Tasya mengenakan bathrobe yang ada di lemari. Bathrobe berbahan lembut yang membalut tubuh polosnya. Sekali lagi Tasya mematut dirinya di cermin. "Hi, pelacur! Bekerjalah yang benar! Ingat, semua demi Dicky."

Tasya keluar dari kamar mandi. Ia hampir terkejut saat mendapati Radit sudah berada di dalam kamar. Radit sedang menyandarkan tubuhnya di tempat tidur. Ia sudah menanggalkan kaos miliknya, memamerkan tubuh berotot dengan perut datar yang sangat indah dipandang.

Wajah Tasya memerah, segera ia menundukkan pandangannya. Tak bisa Tasya pungkiri, tubuh Radit jauh lebih bagus dari tubuh Setyo. Lebih kekar dan berotot, ditambah wajah tampan Radit yang membuat banyak wanita terpesona dan aura seorang Kusumadewa sejati.

"Kemarilah!" Radit menepuk sisi kosong sebelah tempat tidurnya.

Dengan langkah ragu, Tasya mendekat. Ia berdiri di samping tempat tidur. Ia menundukkan wajahnya, menatap lantai marmer apartemen mewah, tak berani menatap mata Radit secara langsung.

Radit tersenyum, dengan nakal ia menarik tali bathrobe Tasya sampai terbuka. Tasya terkejut dan reflek menutupi tubuhnya kembali, tubuhnya agak gemetar. Setitik air mata berhasil lolos dari ujung matanya.

"Tak apa. Santai saja. Sini, duduk di pangkuanku." Radit menepuk pahanya yang ditutupi selimut. Suaranya tenang dan tidak menyeramkan namun Tasya tetap saja takut.

Tasya memberanikan diri menatap Radit. Ia pikir Radit akan marah padanya namun ternyata Radit malah tersenyum, terlihat makin tampan. Tasya menyadarkan dirinya, ia harus sadar diri, jangan terbuai pesona Radit si playboy kelas kakap.

"Kalau kamu takut, aku akan mulai dengan menghilangkan rasa takutmu. Duduklah!" Radit kembali menyuruh Tasya duduk di pangkuannya.

Tasya membuang keraguannya. Ia duduk di pangkuan Radit. Ia pikir, Radit akan mulai aksinya namun ternyata tidak. Radit malah mengajak Tasya mengobrol.

"Kamu sudah lama bekerja di perusahaanku?" Radit sengaja berbasa-basi. Bukankah ia sudah membaca semua identitas Tasya?

"Baru 2 tahun," jawab Tasya.

"Betah?" Radit menatap Tasya dengan intens seolah jawaban Tasya adalah hal penting yang harus ia dengar.

"Lumayan... betah," jawab Tasya jujur.

"Kamu hebat juga loh, betah bekerja menjadi admin gudang yang harus kepanasan karena di gudang hanya ada kipas angin. Belum lagi repot dengan banyaknya barang yang datang." Radit tersenyum tipis. Ia memuji Tasya, nampak begitu tulus.

"Aku senang bekerja di gudang, Pak. Banyak bertemu supplier, interaksi dengan para supir pengangkut barang yang ramah dan baik, meski harus kepanasan karena bekerja di ruang terbuka tanpa AC." Tasya tersenyum tipis. Ia pernah protes meminta gudang disediakan AC namun usulannya ditolak dengan alasan tak ada gunanya. "Bekerja di gudang tak seburuk itu. Tak perlu berdandan, cukup memakai seragam kantor, beres."

Radit menatap Tasya dengan intens. "Padahal kamu cantik loh kalau berdandan, aku berani bertaruh."

Tasya tersipu malu dengan pujian Radit. Entah kapan ia benar-benar berdandan selain memakai sunscreen dan lip balm.

"Aku serius. Kamu cantik. Sangat cantik." Radit mengangkat dagu Tasya sampai mata keduanya bertemu. Radit bisa melihat kalau Tasya sudah tidak setegang sebelumnya. Ia membelai pipi Tasya dengan lembut, memajukan tubuhnya lalu mencium Tasya dengan lembut juga.

Tasya semula terkejut namun Radit tak membiarkan Tasya berpikir. Ia tak mau Tasya berubah pikiran. Ia terus mencium Tasya dengan lembut sampai Tasya larut dalam buaian Radit.

Radit dengan lihat menyentuh di beberapa titik sensual Tasya. Ia memberikan sensasi berbeda dan tanpa disadari Tasya sudah menyerahkan dirinya. Keduanya bahkan tak mempedulikan hujan dan petir di luar.

Setiap gerakan Radit seolah dirindukan oleh tubuh Tasya. Mereka bergerak bersama dengan suara eraangan kenikmatan. Mereka sudah lupa akan semua hal di dunia ini, hanya ada mereka dan kenikmatan yang tiada tara.

.

.

.

Tasya terbangun dan merasa asing. Ini bukan di kamarnya. Ia melihat lelaki yang tidur di sampingnya, bukan juga Setyo suaminya.

Kepingan memori perlahan memenuhi ingatan Tasya. Bagaimana semalam ia dan Radit menikmati malam berdua. Bagaimana ia bahkan mengeraang puas dan menikmati permainan Radit.

"Gila!" rutuk Tasya dalam hati. "Apa yang sudah kulakukan?"

Tasya cepat-cepat bangun dari tempat tidur. Tanpa ia sadari, selimut yang membelit kakinya membuatnya jatuh ke lantai.

Bruk!

"Aww!" pekik Tasya.

Mendengar suara orang jatuh, Radit yang tertidur pulas sontak membuka matanya. "Kamu kenapa? Kok bisa jatuh?" Radit menyalakan lampu kamar. Ia menghampiri Tasya hanya dengan mengenakan celana boxer saja. "Ada yang luka tidak?"

"Ti-tidak, Pak. Tidak apa-apa." Tasya kembali gugup seolah semua sikap santai di antara mereka sebelumnya sudah lenyap entah kemana.

"Serius?" Radit melirik kaki Tasya, memastikan tak ada luka. "Kamu mau kemana? Masih malam loh ini."

Tasya melirik jam di dinding, jam 2 pagi. Ia mengutuk dirinya yang lupa diri, pergi sejak tadi dan menikmati permainan Radit. "A-aku harus kembali ke rumah sakit."

Radit menatap Tasya dengan tatapan khawatir. "Biar aku antar. Kamu bersihkan tubuh dulu."

"Tapi-"

"Tak usah membantah! Lakukan apa yang kuperintahkan!"

"Baik, Pak." Tasya mengangguk patuh lalu dengan dibantu Radit ia berdiri dan pergi ke kamar mandi. Tak mau berada lebih lama di apartemen Radit, Tasya secepat kilat membersihkan tubuhnya namun saat mencari pakaiannya yang ia taruh di atas lemari kecil, ternyata sudah tak ada.

"Pakai ini saja. Pakaianmu biar nanti aku laundry sekalian, banyak noda darahnya." Radit memberikan jaket hodie dan celana joger untuk Tasya. "Punya adikku, pakai saja. Aku rasa... bra miliknya sama juga ukurannya denganmu."

Tanpa sadar Tasya menutupi dadanya dengan kedua tangannya. Melihat Tasya yang merasa malu, Radit mengulum senyumnya. Tasya lupa kalau Radit sudah melihat, memegang dan bahkan merasakan seluruh tubuhnya.

"Aku tunggu di ruang tamu." Radit memberikan Tasya waktu mengganti baju.

5 menit kemudian, Tasya sudah keluar kamar. Dengan menenteng tas miliknya, ia berjalan mendekati Radit.

"Sudah?" tanya Radit.

Tasya mengangguk. Ternyata benar yang Radit katakan, ukuran bra yang diberikan pas dengan miliknya. Hebat. Playboy memang bisa menebak ukuran buah sintal perempuan yang ditidurinya. Tasya meragukan pakaian yang ia kenakan milik adik Radit, bisa saja milik teman kencannya yang lain. Tasya tak mau ambil pusing, ia harus kembali ke rumah sakit secepatnya.

Radit mengantar Tasya sampai parkiran rumah sakit. Sebelum Tasya turun, Radit memberikan ucapan perpisahan yang tidak Tasya duga. "Periksa rekeningmu. Aku sudah menambahkan uang tip atas jasamu yang memuaskan." Radit tersenyum lebar. "Terima kasih atas pelayanannya."

****

1
EmakKece
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mawar Hitam
Untung sdh dapT jatah ehm jadi papi Richard gak marah..
yeni NurFitriah
Tasya bakalan banyak ketawa juga kalo jadi bagian keluarga Kusumadewa yg pada sengklek,Tasya bakal ikut sengklek apalagi kalo bergaul sama Maya🤭
Eka Marliyani
diawal nyesek diakhir lucu
yeni NurFitriah
🤣🤣ah Aq terhibur kalo udah nyeritain keluarga Kusumadewa,masih mending Radit nyuri Singkong goreng Pi...lah istri orang juga di curi Pi..😅hukum tuh anakmu Papi..
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
ibumu menolong pengobatanmu ya sudah kewajibannya sebagai orang tua dari pihak laki2 lah, apalagi kamu anaknya
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dari sini udah tahu klo Setyo anak yg takut ma orang tua
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
benar sya,banyak halangan di hubungan rumah tangga mu,mertua yang toxic dan adanya pelakorrr.. lebih baik pergi menjauh
Mommy'ySnowy 💕
jngankn singkong org,, bini org aja radit ajak kabur..🤭🤣🤣🤣
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
Mertua Lucknut memang
Nanysetyarsi24 Nanyse24
gantian rebutin singkong goreng
Wanita Aries
gak ank gk bpk sama tengilnya🤣

huhhh emaknya setyo pngen tak jitak
Dien Elvina
pasti ibunya s Setyo dan Siska bersorak gembira...pas Tasya pergi dari rmh nya 🤭
Dien Elvina
nah gitu Sya, pergilah dari rmh neraka itu ..carilah kebahagiaan mu ..tapi janganlah lupa ceraikan dulu s Setyo gendeng 🤣
Dien Elvina
wkwkwk rasain Lo Pi, singkong goreng nya d bawa kabur Radit 🤣
dari dulu keluarga Kusumadewa anggota keluarganya pada sengklek 🤣 tapi aku suka, keliatan nya jadi hangat ..antara anak dan ortu gak ada jaim nya 🤣
tehNci
Hahaha....lucu banget Icad sama Radit. Keluarga yg sangat hangat. Konglomerat yg lagi rebutan singkong goreng🤣🤣🤣🤣
Irma
good job sya mingat dari rumah mertua yg seperti meraka ,urus surat ceraimu dan kembali kepelukan Radit pasti mendapatkan kebahagiaan mempunyai mertua yg baik hati dan suami penyayang seperti radit
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Apa kabar dengan keluarga Leo ya...kangen sama mereka
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
eka perwita
yess ayo cerai Tasya, mommy adel psti syok klo tau Radit jd pebinor 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!