"Aku akan selalu mencintaimu, tapi ketika kau mengkhianati aku, di saat itulah aku akan pergi." Yasmin
"Aku hanya sekali melakukan kesalahan, tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan." Jacob
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah terindah
"Sayang, tadi aku melihat seorang wanita keluar dari ruangan ini, matanya terlihat sembab, sepertinya wanita itu habis menangis, apa yang terjadi padanya? Apa penyakit ibunya kritis lagi?" ucap Yasmin pelan, Ia bicara tentang Ara, salah satu keluarga pasien yang ditangani Jacob.
"B-benar, tadi ibunya sempat kritis, tapi sekarang sudah baik-baik saja kok. Dia datang untuk mengucapkan terima kasih saja kok. Hanya itu!" Jacob kembali berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya.
"Oh..." Yasmin mengangguk pelan, mencoba untuk percaya dengan perkataan sang suami.
"Kau pasti sudah sangat lelah setelah bekerja keras seharian, ayo kita pulang bersama." Ajak Jacob sebelum Yasmin bertanya tentang Ara lagi.
Yasmin tersenyum lembut, mengiyakan ajakan sang suami.
***
Setibanya di rumah, Jacob segera masuk ke dalam kamar mandi dan tak lupa mengunci pintunya dari dalam.
Jacob membuka keran air, membiarkan guyuran air deras membasahi badannya yang terasa lengket. Pria itu menggosok-gosok kulitnya dengan keras, seolah-olah ingin menghapus setiap jejak Ara yang masih menempel di tubuhnya.
Biasanya Jacob hanya butuh waktu sepuluh menit di kamar mandi, tapi kali ini berbeda, sudah 30 menit berlalu dan pria itu masih betah mengurung diri di dalam sana.
Di depan pintu, Yasmin berdiri dengan hati yang berdebar. Dia telah mengganti pakaiannya dengan lingerie hitam yang selalu membuat Jacob terpukau, bahan sutra yang melekat di tubuh indahnya, tali yang membentuk lekukan yang sempurna. Hari ini adalah ulang tahun pernikahan mereka. Yasmin ingin menghabiskan sisa malam ini dengan pria yang dicintainya.
"Sayang, kamu baik-baik saja? Jangan tidur di dalam ya..." Yasmin mengetuk pintu perlahan.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi mulai terbuka. Jacob sudah berdiri di hadapan Yasmin dengan rambutnya yang masih basah, sisa air mandi masih menetes di tubuh bagian atasnya, sedangkan tubuh bagian bawahnya terbungkus handuk yang melilit di pinggangnya.
"Sayang, kenapa mandinya lama sekali? Aku sudah lama menunggumu." ucap Yasmin dengan nada menggoda.
Mata Jacob terlihat lelah meskipun sang istri sudah berpenampilan secy layaknya model majalah dewasa.
"Maaf sayang, tapi tidak untuk malam ini ya, aku sangat lelah. Kau...tidak keberatankan?" tanya Jacob dengan sedikit rasa bersalah.
"Ya, tidak papa kok." Yasmin mengangguk, senyumnya masih terpasang meskipun dadanya terasa sesak. Kecewa itu muncul seperti embun pagi, ringan, tapi pasti ada.
"Istirahat saja. Besok kita bisa..."
Yasmin tidak menyelesaikan kalimatnya, takut Jacob akan menolaknya lagi.
Jacob menyadari istrinya tengah merajuk, kemudian Jacob memeluk sang istri dengan erat, wajahnya menempel di ceruk leher Yasmin.
"Happy anniversary sayang," ucapnya lembut, lalu dengan perlahan Jacob berjalan menuju jas putihnya yang tergantung dekat lemari, mengambil hadiah kecil yang sudah ia persiapkan untuk Yasmin di dalam kantong jas putih tersebut. Kemudian Jacob berlutut di hadapan sang istri.
Yasmin terkejut. Gerakan itu mengingatkan Yasmin saat Jacob melamarnya di taman bunga yang penuh bunga mawar. Saat Jacob berjanji kalau Yasmin akan menjadi satu-satunya wanita dalam hidup Jacob.
Air mata Yasmin mulai menggenangi kelopak mata kala mengingat kenangan manis itu.
"Hadiah ini sudah aku persiapkan sejak sebulan yang lalu, semoga kamu menyukainya. Penjaga toko bilang, kalung ini adalah lambang cinta sejati." kata Jacob diiringi senyuman. Lalu Jacob mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin lambang cinta sejati dari kotak kecil tersebut.
"Terima kasih sayang," Yasmin menerima kalung itu dengan netra berkaca-kaca.
"Maaf ya sayang... aku tidak bisa memberimu apa-apa. Makan malam yang aku masak juga pasti sudah dingin." lirih Yasmin dengan wajah yang merengut.
Jacob membelai wajah sang istri dengan lembut, menghapus tetesan air mata yang membasahi pipi putih itu.
"Itu bukan masalah, sayang. Yang penting, kita bisa bersama hari ini." Jacob menatap mata Yasmin dengan penuh Cinta.
"Bisa memiliki istri secantik dan penyayang seperti dirimu, adalah hadiah terindah dalam hidupku." ucap pemilik rahang tegas itu.
Yasmin menangis lebih keras mendengar ucapan Jacob, tapi kali ini tangis bahagia. Wajahnya merona merah karena tersipu malu, kemudian Yasmin memeluk Jacob dengan erat.
"Aku cinta kamu, Jacob. Sangat cinta. Kamu juga mencintaiku kan?" Ucap Yasmin tulus dari dalam hatinya.
"T-tentu saja sayang, aku juga sangat mencintaimu." Hati Jacob merasa tercubit kala mengucapkan kata sakral itu.
Bersambung...