NovelToon NovelToon
Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Kyara, Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / CEO
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Punya rumah tangga bahagia adalah dambaan setiap orang. Apalagi bagi seorang wanita. Suami dan mertua yang baik adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Seperti itulah harapan Kyara Nawasena. Menikah dengan lelaki yang ia cintai dan mencintainya ternyata tidak menjamin rumah tangganya berjalan mulus.

"Mas, tidakkah kau punya sedikit pun rasa iba kepadaku? Aku ini istrimu, bukan seorang babu!"

"Kalau kau sudah tak mau menuruti semua perintahku, lebih baik kau keluar dari rumah ini! Aku capek dan muak setiap pulang kerja harus mendengar ocehanmu! Kau itu adalah istri yang menyusahkan dan pembangkang!" Doni menghardik Kyara seraya melemparkan bantal ke wajah istrinya.

Kyara tersenyum getir, "Jika aku istri pembangkang, berarti kau adalah suami yang tidak bertanggung jawab!"

"Kyaraaa!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Kyara tertegun beberapa detik, sebelum akhirnya ia terhenyak seketika saat suara langkah Doni terdengar mendekat dari balkon. Pembicaraan telepon itu ternyata sudah selesai. Jantungnya berdegup sangat keras. Tanpa berpikir panjang, Kyara buru-buru berlari kecil menuju kamar. Langkahnya cepat namun berusaha tidak menimbulkan suara.

Begitu masuk ke dalam kamar, ia langsung menutup pintu, lalu menarik napas panjang yang sejak tadi tertahan di dadanya. Tangannya gemetar. Kalimat yang tadi ia dengar masih terngiang jelas di telinganya.

"Iya, Sayang. Besok aku udah masuk kerja lagi kok."

Kyara memejamkan mata sejenak. Ia mulai menghubungkan penemuan struk pakaian dalam wanita, dan lingerie waktu itu, rencana poligami dan obrolan Doni barusan. Dugaannya makin kuat, jika suaminya memang punya wanita idaman lain.

Meskipun sekarang ia berusaha memangkas perasaan cinta dan sayangnya pada Doni, tapi tetap saja rasa perih dan cemburu itu masih ada.

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Walau rumah tangganya dipenuhi kesengsaraan dan bentakan, namun Doni adalah cinta pertamanya. Lelaki yang selalu ia doakan menjadi jodoh dunia akhiratnya. Lelaki yang ia harapkan menjadi ayah dari anak-anaknya kelak.

"Mas ... kamu ..." Perkataan itu rumpang, karena pintu kamar perlahan terbuka.

Kyara cepat-cepat membuka kantong belanja yang ia bawa. Ia mengeluarkan beberapa pakaian baru, lalu berpura-pura mencobanya di depan cermin.

Doni pun akhirnya masuk ke dalam kamar.  Lelaki itu terlihat sedikit melebarkan mata melihat Kyara sudah berada di dalam kamar. "Eh ... kukira kamu belum pulang, Kya?" suaranya terdengar gelagapan.

Kyara menoleh sambil tersenyum kecil, seolah tidak mendengar apa-apa. "Udah, Mas. Baru saja." Ia kembali melihat ke arah cermin sambil memegang sebuah blus yang baru saja ia beli. "Oh ya," lanjutnya santai, "Kamu udah makan siang belum?"

Doni mengangguk sambil berjalan masuk lebih jauh ke dalam kamar. "Udah. Tadi aku pesan makanan lewat online." Ia lalu melirik beberapa kantong belanja yang berserakan di atas tempat tidur. "Kamu belanja apa saja?"

Kyara mengangkat beberapa barang belanjaannya dengan sedikit semangat yang ia buat-buat. "Ini ... baju bepergian, daster, dalaman, sendal, kosmetik dan beberapa keperluan kecil lainnya." Ia menunjukkan satu per satu barang yang dibelinya. "Makasih ya, Mas. Aku senang kamu udah ngasih aku uang nafkah lagi." Ia tersenyum manis di akhir ucapan.

"Iya." Doni mendekat. Matanya meneliti Kyara dengan lebih saksama. Baru beberapa detik kemudian ia menyadari sesuatu yang berbeda. "Kamu potong rambut?"

Kyara refleks menyentuh ujung rambutnya yang kini sedikit lebih pendek. Yang asalnya rambutnya sepinggang, kini tinggal sepunggung. "Iya," jawabnya ringan. "Tadi setelah belanja, aku mampir ke salon. Kamu suka, nggak?"

Doni mengangguk pelan. "Suka." Ia benar-benar memperhatikan wajah Kyara sekarang. Rambut yang dipotong sepunggung itu membuat wajah istrinya terlihat lebih segar. Ditambah riasan ringan dari salon yang masih tersisa di wajahnya.

Dalam hati Doni mengakui sesuatu yang jarang ia akui akhir-akhir ini. "Kyara jadi cantik lagi." Ia terdiam sejenak menatap istrinya. Namun hanya beberapa detik. Pikiran Doni tiba-tiba melayang pada sosok lain.

Nayla.

Perempuan yang belakangan ini memenuhi hampir seluruh pikirannya. Rambut panjang berkilau dan bergelombang, tubuh ramping, dan cara tertawanya yang menggoda.

Doni menghela napas tipis dalam hati. "Tapi Nayla tetap jauh lebih cantik." Pikiran itu muncul begitu saja, tanpa ia sadari. Dan seperti biasa, pikiran itu membuat perasaan bersalah yang sempat muncul langsung memudar. Ia berdeham kecil. "Kya ..."

Kyara menoleh. "Iya, Mas?"

Doni memasukkan kedua tangannya ke saku celana jogernya. "Nanti sore aku mau pergi ke rumah temanku. Ada acara kumpul-kumpul." Kyara menatapnya. "Mungkin pulangnya agak malam," lanjut Doni santai. "Boleh kan?"

Kalimat itu langsung membuat Kyara teringat pada percakapan di telepon yang tadi ia dengar dari balik dinding balkon. "Mungkin Doni mau menemui perempuan itu?" Jantungnya kembali berdetak lebih cepat. Namun wajahnya tetap berusaha dibuat tenang. Ia tidak ingin terlihat curiga. Apalagi terlihat cemburu. Ia harus menekan perasaan itu. Toh sebentar lagi, dia memang harus pergi dari rumah ini.

Tidak ingin membuat situasi menjadi aneh. Kyara mengangguk pelan. "Boleh, Mas. Silakan." Nada suaranya terdengar normal.

Doni tersenyum. "Makasih, Sayang."

Ia lalu mendekat dan memeluk Kyara sekilas.

Pelukan itu singkat, namun cukup membuat Kyara terdiam. Pelukan yang selama lima tahun ini tak pernah ia rasakan lagi.

Doni melepaskan pelukan itu. "Aku mau mandi dulu ya."

"Iya," jawab Kyara.

Doni langsung berjalan menuju kamar mandi.

Beberapa detik kemudian suara pintu kamar mandi tertutup terdengar. Disusul suara air shower yang mulai mengalir.

Kyara masih berdiri di tempatnya. Tangannya perlahan menurunkan pakaian yang tadi ia pegang. Matanya menatap bayangannya sendiri di cermin. Rambut baru, baju baru dan penampilan baru. "Aku merubah penampilanku bukan untuk Doni, tapi untuk diriku sendiri. Aku tidak peduli jika ia punya wanita lain. Tujuanku sekarang adalah mengumpulkan uang untuk masa depanku setelah ditendang dari rumah ini. Karena aku tahu ... sebaik apa pun aku merubah diri, Doni dan keluarganya tetap akan menjadikanku sebagai babu." Kyara kembali memantapkan hati. Ia tak mau tujuannya goyah gara-gara obrolan Doni di telepon tadi. Baginya, mempertahankan rumah tangga yang sudah penuh dengan derita itu adalah hal yang mustahil. Kyara ingin menjaga kewarasannya. Ia tak mau sisa hidupnya digunakan untuk mengabdi pada suami yang tak mencintainya lagi.

Sementara itu di dalam kamar mandi, Doni bersenandung riang sambil menyabuni tubuhnya. "Ah, aku sungguh tidak sabar ingin segera bertemu dengan Nayla. Ingin segera bermesraan lagi dengan dia seperti tadi malam." Ia terkekeh genit. "Jika nanti aku dan dia sudah menikah ... aku akan menggagahinya setiap waktu. Aku akan mengurungnya di kamar ini." Ia melanjutkan menyabuni punggungnya. Lalu tertegun sejenak. "Tapi Kyara sekarang sudah tidak kucel seperti kemarin-kemarin. Ia jadi cantik lagi seperti saat masih gadis dulu. Aku jadi pengen menaunginya lagi. Mengurung dia dengan tubuh kekarku ini." Doni menurunkan tangannya ke bagian paling sensitifnya. "Udah lama juga si jagoan ini nggak masuk ke milik Kyara." Ia memainkan miliknya dengan tangan yang dipenuhi busa. "Duh, aku jadi pengen sekarang deh. Tapi si Kya kan lagi datang bulan." Doni menggigit bibirnya, menahan hasrat yang tiba-tiba menggelegak. Matanya terpejam, rahangnya mengeras.

"Ohhh ..." Ia mendesah. Lalu dalam sedetik, matanya tiba-tiba terbuka. "Hm ... kalau bagian depan nggak bisa dimasuki ... aku kan bisa lewat bagian belakang. Sama seperti yang sering kulakukan dengan Nayla." Ia menjentikan jarinya sambil menyeringai, lalu dengan gerakan cepat, ia menghidupkan shower. Air pun meluruhkan semua busa sabun yang ada di tubuhnya. "Aku akan mengajak Kyara mandi bersama," desisnya tersenyum licik.

1
falea sezi
bkin cerai lah lama amat g sat set kya menye menye agak. oon
falea sezi
harusnya semua isi ATM di kuras
falea sezi
muter. doank. sih. Thor hadehh. g sat sett. kelamaan. drama. doank
falea sezi
menye menye oon
stela aza
menjijikan
stela aza
males bgt kebanyakan drama
stela aza
Nora bgt biyunge Doni Karo Doni ,, melayat kaya mau kondangan
Ama Apr: haha orkay sombong adigung kk
total 1 replies
stela aza
Thor emang si Kya g punya kelebihan selain beres2 rumah ,,, kasian amat mau minggat dari rumah itu nunggu ngumpulin duit di kasi Doni 🤦
stela aza: kalau bisa karakter cewenya jgn cuma cantik doank Thor harus punya kelebihan yg bisa di banggakan 🤭
total 2 replies
I Love you,
🤣🤣🤣🤣🤣 kaget ya...🙏🙏
Ama Apr: hehe iya
total 1 replies
I Love you,
nnk karma tunai bayar nya g nyicil loh🤣🤣
Ama Apr: hehehe
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤😤selingkuh dia😡😡
Ama Apr: iya kk
total 1 replies
falea sezi
bertele tele tolol males
Ama Apr: skip aja kk
total 1 replies
falea sezi
ngadu ngadu percuma ambil tindakan. lah. goblok. je males. like. lahh g jelas
falea sezi
oon menye menye
Amy
jgn mau kyaa
Ama Apr: semoga kya nggak luluh
total 1 replies
CB-1
lanjut kaak💪
Ama Apr: siap kk, makasih🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!