NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 DUA DAYANG YANG NEKAT

Dua dayang kepercayaan Layla tergesa-gesa berjalan kembali, mereka hendak memata-matai selir Sofia di kediamannya.

"Bagaimana ini, kita bisa ketahuan oleh penjaga di istana Alhambra ini jika mengikuti selir Sofia ?"

"Aku juga tidak tahu harus bagaimana lagi, kalau kita tidak melaksanakan tugas dari nyonya Layla maka nasib kita akan buruk."

"Apa yang kita harus lakukan sekarang, Fatima ?"

"Kita kerjakan saja tugas dari nyonya Layla tanpa mengaduh apa-apa lagi."

"Ini buruk, tugas ini tidak mudah, bisa-bisa kita ditangkap sebagai mata-mata, sama saja nasib kita nantinya, Fatima."

"Tapi tugas kita memang harus begini, mau apa lagi selain mematuhi perintah atasan kita, Ruhama."

"Lantas tugas pertama kita sekarang apa, Fatima ?"

"Aku tidak mau mati tertangkap, Ruhama !"

"Apa ?"

Ruhama tertegun diam sembari menatap serius pada Fatima.

"Kau kira kau saja yang tidak ingin mati konyol, aku juga masih mau hidup, Fatima !"

"Tapi kita harus bagaimana sekarang, Ruhama ???"

"Kita lakukan saja sesuai perintah nyonya Layla, kita awasi gerak-gerik selir Sofia kemana pun dia pergi, Fatima !"

"Ya, Tuhan, Ruhama !" Tampak Fatima mulai gusar dengan tugas ini bahkan dia sangat frustasi karena desakan Ruhama agar mereka mengikuti perintah Layla.

"Ini dosa besar yang tak terampuni sekalipun kita telah bersujud berulang kali, membuang ibunya dan merampas bayi dari selir Sofia merupakan kejahatan yang tak terampuni dosanya, Ruhama !"

"Lantas bagaimana lagi, kau punya solusinya agar kita bisa bebas dari perintah ini selain kita kabur, Fatima ?"

"Apa kita tidak bisa mengganti bayinya dengan bayi orang lain, kita biarkan saja selir Sofia hidup tentram di istana ini bersama bayi yang akan dia lahirkan ?"

"Kau gila, Fatima !"

"Kenapa harus gila untuk suatu kebaikan, Ruhama ?"

"Jika nyonya Layla mengetahuinya maka kepala kita jadi taruhannya, Fatima !"

"Demi menyelamatkan keturunan Kerajaan Ezaz Raya maka kita wajib melakukannya, dia turunan langsung putra tuanku Jabez Ezaz, Ruhama."

Tampak Ruhama menggeleng cepat dengan wajah gusar seraya berucap panik.

"Tidak, tidak, tidak..., kita tidak mungkin melakukan itu, tapi kita juga tidak bisa mencelakakan putra kandung tuanku Jabez..."

"Nah, kau juga memahaminya, Ruhama !"

"Ya, a-aku tahu itu dan aku juga memahaminya..."

"Yakinlah, Ruhama !"

Fatima memegangi kedua tangan Ruhama seraya menatap tajam, lama mereka berdua saling berpandang-pandangan satu sama lainnya.

Sepertinya Ruhama menangkap maksud ucapan Fatima dan dia hanya bisa bersikap pasrah sebab dia tidak tahu harus berbuat apa-apa.

"Lantas sekarang bagaimana ?"

Lanjut Ruhama pada Fatima meski dia berusaha tetap tenang.

"Kita lakukan perintah nyonya Layla untuk mengawasi selir Sofia sampai kelahiran putranya namun kita bersiasat setelah itu, Ruhama."

"Bersiasat ?"

"Ya, bersiasat, kita sembunyikan keberadaan selir Sofia dari jangkauan nyonya Layla."

"Tapi tuanku Jabez pasti akan mencarinya jika dia tidak ada di istana Alhambra ini, Fatima."

"Karena itulah kita bersiasat, Ruhama !"

"Demi Tuhan, ini suatu tindakan paling mengerikan yang harus kita lakukan seumur-umur hidup kita, entah apa yang akan terjadi pada kita nantinya."

"Pasti Tuhan Yang Maha Esa tidak akan membiarkan kita hidup nyaman, dan aku tak mau menanggungnya."

"Bagaimana kalau nyonya Layla tahu jika kita berkhianat padanya ?"

"Sudah kukatakan kita akan bersiasat, Ruhama !"

Rumaha terhenyak diam sembari memandangi wajah Fatima di hadapannya namun pikirannya terus berpikir serius.

"Baiklah, kali ini aku akan mematuhi permintaanmu, dan kita bersiasat sesuai petunjukmu, Fatima."

"Ya... Mari kita lakukan sekarang, Ruhama !"

"Apa kita akan menculik selir Sofia dan menyembunyikannya di suatu tempat lainnya setelah kelahiran putra tuanku Jabez nanti ?"

"Ya, kita akan menyembunyikannya guna melindungi mereka dari kejahatan nyonya Layla sampai keadaannya benar-benar aman serta terkendali, Ruhama."

"Dimana kita akan menyembunyikan selir Sofia nantinya ?"

"Istana sunyi di Makanun Sakin, istana tersunyi di belahan Kerajaan Ezaz Raya, kita akan menempatkan selir Sofia disana, Fatima."

"Makanun Sakin ?"

"Ya, disana..."

Fatima mengangguk tegas seraya menatap serius pada Ruhama sahabat karibnya.

Keduanya saling berpandangan dekat dengan tatapan tajam, lama mereka terdiam tanpa bergeming sedikit pun.

Ruhama berkata kembali meski hatinya sangat cemas dengan semua rencana ini.

"Baiklah, kita pergi sekarang ke kediaman selir Sofia."

"Ya, Ruhama."

Dua dayang kepercayaan Layla terpaksa mengkhianati Layla demi melindungi garis keturunan langsung dari Jabez Ezaz karena mereka tahu bahwa Layla pasti akan menyia-nyiakan hidup putra kandung selir Sofia nanti setelah ambisinya menjadi permaisuri dari kerajaan Ezaz Raya tercapai. Dan Demi melindungi nyawa mereka sendiri dari ancaman hukuman mati maka Ruhama dan Fatima terpaksa bersiasat licik agar mereka berdua selamat.

Tampak Ruhama dan Fatima melanjutkan langkah kaki mereka menuju kediaman selir Sofia yang letaknya di sebelah Barat dari area istana Alhambra ini, mereka melewati jalan di area selasar istana sembari berjalan bersama-sama.

Namun percakapan diantara Ruhama dan Fatima telah diawasi oleh seseorang sejak dari tadi.

Rupanya ibu pengasuh Saba diam-diam mendengar percakapan dua dayang kepercayaan Layla itu dari balik pilar besar di dekat tempat Ruhama dan Fatima bicara tadi.

"Jahat sekali mereka ternyata..."

Ibu Saba mengatupkan bibirnya rapat-rapat sembari menatap marah.

"Menculik serta menyembunyikan Sofia agar Layla hidup tenang bersama Jabez dan bayi orang lain ?"

Dua tangan ibu pengasuh Saba mengepal kuat sedangkan gerahamnya menggertak keras.

"Aku harus cepat-cepat memberitahukan masalah ini pada menteri Rayan dan selir Sofia !"

Ibu pengasuh Saba memutar langkah kakinya, dia bermaksud menemui menteri Rayan di ruangan kerjanya untuk melaporkan perihal buruk ini.

Pengasuh yang masih awet muda itu berlarian kecil melewati area ruangan luas di istana Alhambra ini, sedangkan pikirannya dipenuhi kecemasan yang berlebihan terhadap selir Sofia.

Di tempat lain...

Ruhama dan Fatima telah tiba di kediaman selir Sofia, mereka berdiri memandangi tempat tinggal dengan pagar besi besar di hadapan mereka.

Kediaman milik selir Sofia teramat besar bahkan tak kelihatan dari arah luar bagian tempat tinggal tersebut karena terlindungi oleh pagar besi serta tembok tinggi yang mengelilinginya.

Ruhama serta Fatima saling melempar pandangan, lama berpikir sedangkan tiga orang penjaga terus berseliweran di depan kediaman selir Sofia di istana Alhambra ini.

"Mari kita pergi kesana, Ruhama !"

"Ya, Fatima..."

"Ingat tugas utama kita jangan sampai penjaga disana curiga pada kita, Ruhama !"

"Baik, Fatima, aku mengerti..."

"Sekarang kita segera bergerak mendekat, jangan ada yang tahu siasat kita untuk menyembunyikan selir Sofia."

"Ya, Fatima..."

"Kalau kau sudah siap maka kita berangkat sekarang juga, Ruhama !"

"Apa kau membawa sesuatu, Fatima ?"

"Kita hanya membawa satu nyawa kita, Ruhama..."

Ruhama terdiam mendengar jawaban Fatima padanya lantas mereka berdua bergerak mendekati kediaman selir Sofia yang tampak tenang itu namun dijaga oleh sejumlah penjaga dengan pedang besar serta senapan api bahkan ada beberapa anjing khusus yang sengaja ditugaskan di kediaman tinggal milik selir Sofia.

Bukan perkara mudah bagi dua dayang kepercayaan Layla yang bernama Ruhama dan Fatima untuk melakukan tugas mereka sesuai rencana mereka yang hendak menyembunyikan selir Sofia di Makanun Sakin, tempat tenang dimana Istana Sunyi berada disana.

Ruhama dan Fatima berlarian cepat menuju kediaman selir Sofia serta berusaha menghindari pengawasan ketat dari dua orang penjaga yang berjaga-jaga di tempat itu.

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!