NovelToon NovelToon
The Beginning Of The Birth Of The Evil God

The Beginning Of The Birth Of The Evil God

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Antagonis / Light Novel / Balas Dendam
Popularitas:393
Nilai: 5
Nama Author: Arfian ray

Di Aethelgard, mata ungu Varian dianggap dosa. Ia bertahan hidup di distrik kumuh hanya demi adiknya, Elara. Namun, malam "Pembersihan Suci" merenggut segalanya.
​Saat Ksatria Suci membunuh Elara di depan matanya, kewarasan Varian hancur. Bukan cahaya yang menjawab doanya, melainkan kegelapan purba. Ini bukan kisah pahlawan penyelamat dunia, melainkan kelahiran sang Evil God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arfian ray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelelangan di sangkar emas

Gedung Opera Royal Symphony berdiri megah di jantung distrik bangsawan. Dinding luarnya terbuat dari marmer putih yang berkilauan di bawah sinar bulan, pilar-pilarnya dihiasi ukiran malaikat yang sedang meniup terompet. Dari dalam, terdengar alunan musik orkestra yang agung, menyembunyikan kebusukan yang terjadi jauh di bawah fondasinya.

​Di ruang bawah tanah gedung itu, terdapat dunia yang sama sekali berbeda. Dunia tanpa hukum. Dunia yang dikenal sebagai The Gilded Cage (Sangkar Emas).

​Ini adalah rumah lelang ilegal paling eksklusif di kerajaan. Hanya mereka yang memiliki undangan bertinta emas—dan jiwa yang cukup gelap—yang diizinkan masuk. Di sini, moralitas ditinggalkan di pintu masuk bersama mantel dan tongkat jalan.

​Varian berdiri di depan cermin di ruang ganti pelayan. Dia mengenakan rompi beludru merah marun, kemeja putih bersih, dan celana hitam yang disetrika rapi. Rambut hitamnya disisir ke belakang, menonjolkan wajah tampannya yang dingin. Di lehernya, terpasang dasi kupu-kupu yang mencekik.

​Dia tampak seperti pelayan muda yang patuh. Namun, di balik senampan anggur mahal yang dia pegang, jantungnya berdetak dengan irama pembunuhan.

​"Ingat tugasmu, Void," suara Viper terdengar kecil melalui alat komunikasi sihir berupa anting hitam di telinga Varian. "Target kita adalah 'Mata Malakar'. Kristal ungu. Jangan sampai terjual. Ambil barangnya, bunuh siapa saja yang menghalangi, dan keluar. The Black Lotus tidak mentolerir kegagalan."

​"Dimengerti," gumam Varian pelan, nyaris tanpa gerak bibir.

​Dia berjalan keluar menuju aula utama pelelangan.

​Ruangan itu berbentuk setengah lingkaran, diterangi oleh lampu gantung kristal yang cahayanya diredupkan. Meja-meja bundar disusun rapi, dikelilingi oleh pria dan wanita yang mengenakan topeng emas dengan berbagai bentuk—serigala, burung hantu, ular. Asap cerutu mahal mengepul, bercampur dengan aroma parfum yang menyengat dan bau feromon nafsu.

​Varian bergerak lincah di antara meja-meja, menuangkan anggur Crimson Vintage ke gelas para tamu. Matanya yang ungu—yang kini disamarkan dengan sihir ilusi sederhana agar terlihat hitam—bergerak liar, memindai setiap sudut ruangan.

​Penjaga: 30 orang. Level Menengah.

Penyihir Keamanan: 4 orang di sudut ruangan. Level Tinggi.

Jalur keluar: Dua pintu di belakang panggung, satu lift di samping.

​"Berikutnya!" seru Juru Lelang dari atas panggung. Pria itu memakai jas berekor dan topeng badut yang menyeramkan. "Item utama yang kalian tunggu-tunggu malam ini! Ditemukan di reruntuhan Katedral Kematian, sisa peninggalan era Perang Iblis 300 tahun lalu... The Eye of Malakar!"

​Tirai beludru merah di belakang panggung tersibak.

​Dua orang budak berotot besar mendorong sebuah troli yang membawa kotak kaca antipeluru. Di dalam kotak itu, melayang sebuah benda yang membuat suhu ruangan turun drastis.

​Sebuah kristal. Bukan, itu lebih mirip bola mata yang membatu. Warnanya ungu tua, begitu pekat hingga seolah menyerap cahaya di sekitarnya. Di tengah kristal itu, terdapat pupil vertikal berwarna hitam legam yang seolah bergerak, menatap setiap jiwa di ruangan itu dengan rasa lapar.

​DUM.

​Jantung Varian berdetak kencang, begitu keras hingga telinganya berdenging.

​Itu bukan sekadar artefak sihir. Varian merasakannya. Energi di dalam kristal itu... itu adalah energi yang sama dengan yang ada di dalam tubuhnya. Energi Void. Energi Kehampaan.

​Rasa lapar yang purba bangkit di dalam perut Varian. Bukan lapar akan makanan, tapi lapar akan kekuatan. Mata Malakar itu memanggilnya.

​...Makan aku... bisik suara asing di kepala Varian. ...Jadilah Raja...

​"Benda itu..." batin Varian, tangannya mencengkeram nampan anggur erat-erat. "Isinya adalah murni energi Void yang dipadatkan. Jika aku menyerapnya, aku bisa melompati batasku saat ini."

​"Kita buka harga di 5.000 Koin Emas!" seru Juru Lelang.

​"Enam ribu!" teriak seorang bangsawan bertopeng babi.

"Sepuluh ribu!"

"Dua puluh ribu!"

​Tawaran menggila. Para bangsawan itu tidak tahu apa yang mereka tawar. Mereka hanya menginginkannya sebagai koleksi, sebagai mainan. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang menawar bencana.

​"Lima puluh ribu emas!" seru seorang pria gemuk dengan cincin batu delima besar di meja nomor 4. "Dan aku akan berikan budak wanitaku sebagai bonus!"

​Hening. Tidak ada yang bisa menandingi harga gila itu.

​"Lima puluh ribu emas! Terjual kepada Tuan Babi di meja 4!" Juru Lelang mengetukkan palunya. Tok!

​Saat petugas mulai memindahkan kotak kaca itu untuk diserahkan ke pembeli, Varian tahu waktunya telah habis. Jika benda itu masuk ke tangan bangsawan itu, akan sulit mengambilnya tanpa memicu perang besar dengan pengawal pribadinya.

​Sekarang atau tidak sama sekali.

​Mode Pembantaian: ON.

​Varian berjalan mendekati panggung seolah hendak mengantarkan minum. Tepat ketika dia berada di jangkauan yang pas, dia melempar nampan perak berisi gelas-gelas kristal itu tinggi-tinggi ke udara.

​Semua mata tertuju pada nampan yang melayang itu.

​Dalam pecahan detik itu, Varian mencabut pedang pendek yang disembunyikan di balik rompi pelayannya.

​Shadow Step.

​Tubuh Varian menghilang, meninggalkan sisa bayangan di tempatnya berdiri.

​Zrrrt!

​Varian muncul di atas panggung, tepat di belakang Juru Lelang.

​Tanpa basa-basi, Varian mengayunkan pedangnya. Kepala Juru Lelang yang bertopeng badut itu terpenggal, melayang di udara bahkan sebelum nampan anggur tadi jatuh ke lantai. Darah menyemprot, menodai kotak kaca di depannya.

​PRANG!

​Nampan jatuh. Jeritan pecah.

​"Hah? P-PENYUSUP!" teriak si bangsawan gemuk, menjatuhkan gelasnya. "PENJAGA! BUNUH DIA!"

​"Amankan barangnya!" teriak kepala keamanan. Empat penyihir di sudut ruangan langsung merapal mantra. Bola api dan rantai petir melesat ke arah panggung.

​Varian tidak peduli pada serangan itu. Dia memusatkan seluruh mananya ke tangan kirinya, membentuk lapisan pelindung Void yang tipis namun padat.

​Tangannya menghantam kaca pelindung.

​KRAK!

​Kaca yang diperkuat sihir itu hancur berantakan.

​Varian menyambar kristal 'Mata Malakar' itu.

​Begitu kulitnya bersentuhan dengan permukaan kristal yang dingin itu, sensasi yang luar biasa menjalar ke seluruh lengan Varian. Rasanya seperti menyentuh nitrogen cair, membakar tapi membekukan. Pembuluh darah di lengan Varian menonjol, berubah warna menjadi hitam.

​...Wadah yang sempurna... suara itu mendesis girang.

​"Lepaskan itu, Bocah!" Seorang Ksatria berbaju zirah merah melompat ke panggung, mengayunkan kapak raksasa yang dilapisi api magis. Dia adalah Kapten Penjaga, seorang petarung tingkat tinggi.

​Varian melirik ke arah ksatria itu. Viper memerintahkan untuk membawa barang itu kembali ke markas. Tapi Varian tahu, jika dia menyerahkannya ke Guild, dia hanya akan tetap menjadi prajurit rendahan. Dia butuh kekuatan untuk dirinya sendiri.

​"Kalian menginginkan ini?" tanya Varian, suaranya tenang di tengah kekacauan.

​Di depan ratusan bangsawan dan penjaga yang mengepungnya, Varian melakukan hal yang tidak terduga. Dia tidak memasukkan kristal itu ke dalam tas penyimpanannya.

​Dia meremasnya.

​"Absorb (Serap)."

​Mulut Void di dalam inti mana Varian terbuka lebar.

​Kristal kuno itu retak. Cahaya ungu meledak, bukan keluar, tapi masuk ke dalam tangan Varian. Kristal itu hancur menjadi debu cahaya, lalu tersedot masuk lewat pori-pori kulit Varian, mengalir lewat aliran darahnya, merusak dan memperbaiki sel-sel tubuhnya secara bersamaan, melesat naik langsung menuju ke mata kanannya.

​"AAAARGH!"

​Varian berteriak. Bukan teriakan ketakutan, tapi teriakan kesakitan yang murni. Rasanya seperti ada paku panas yang ditancapkan perlahan ke bola mata kanannya, diputar, dan dibakar.

​Darah hitam mengalir dari mata kanannya.

​Ksatria Kapten itu tidak peduli Varian sedang kesakitan. Kapak apinya turun membelah udara, siap membelah kepala bocah gila itu menjadi dua.

​"Mati kau!"

​KLAANG!

​Kapak itu berhenti.

​Bukan ditahan oleh pedang. Bukan ditahan oleh perisai.

​Kapak raksasa yang membara itu ditahan oleh satu tangan kiri Varian. Aura ungu pekat melapisi tangan bocah itu seperti sarung tangan iblis yang padat. Panas api kapak itu ditelan oleh kegelapan, tidak meninggalkan bekas luka bakar sedikitpun.

​Varian mengangkat wajahnya perlahan.

​Mata kirinya masih ungu normal. Tapi mata kanannya... Mata kanannya telah berubah total. Sklera matanya menjadi hitam pekat, dan di tengahnya, terdapat pupil vertikal berwarna ungu neon yang bercahaya tajam.

​Mata Iblis Malakar telah menyatu.

​"Terima kasih atas hidangannya," ucap Varian. Suaranya bergema ganda, berat dan mengerikan, seolah ada entitas lain yang bicara bersamanya.

​Varian meremas bilah kapak baja itu.

​Krek. Krek.

​Baja tempaan kurcaci itu retak seperti kerupuk, lalu hancur berkeping-keping di tangan kosong Varian.

​"Apa?!" Ksatria itu mundur ketakutan, wajahnya pucat pasi. "Monster apa kau?!"

​Varian menyeringai. Darah hitam masih mengalir di pipinya, membuatnya tampak seperti iblis yang baru bangkit dari neraka.

​Skill Baru Terbuka: Demon Eye of Malakar (Passive/Active)

Efek: Memperlambat persepsi waktu musuh (Bullet Time) dan melihat titik lemah vital (Vital Points) yang bersinar merah.

​"Kalian semua..." Varian menatap ke seluruh ruangan lelang yang kini panik. Para bangsawan berlarian seperti tikus, para penjaga ragu untuk maju.

​Di mata kanan Varian yang baru, dunia terlihat melambat. Dia bisa melihat partikel debu yang melayang di udara. Dia bisa melihat detak jantung para penjaga yang cepat. Dia bisa melihat aliran mana para penyihir yang sedang mempersiapkan mantra.

​Dan yang paling penting, dia melihat titik-titik merah kecil di leher, jantung, dan sendi setiap orang di sana. Titik kematian.

​"...Hanyalah poin pengalaman (XP)."

​Varian menerjang maju.

​Malam itu, Sangkar Emas berubah menjadi rumah jagal. Varian bergerak seperti badai. Setiap tebasannya presisi, memotong titik vital tanpa membuang tenaga. Dia tidak lagi sekadar membunuh; dia menari di antara kematian.

​Satu jam kemudian.

​Gedung opera itu terbakar hebat. Api melahap tirai beludru, meja kayu, dan mayat-mayat bertopeng. Tidak ada yang selamat. Varian memastikan itu. Tidak ada saksi mata yang boleh tahu bahwa kristal itu telah diserap, bukan dicuri.

​Varian berdiri di lorong keluar, tubuhnya penuh luka bakar ringan dan darah. Dia mengambil tas kosong yang seharusnya berisi kristal itu, lalu memasukkan segenggam debu sisa kristal yang hancur ke dalamnya.

​Dia menekan anting komunikasinya.

​"Lapor, Viper," kata Varian dengan suara yang dibuat lemah dan terengah-engah. "Misi... gagal."

​"Apa maksudmu gagal?!" Teriakan Viper terdengar marah di seberang sana.

​"Ada Ksatria Suci yang menyamar di pelelangan," Varian berbohong dengan lancar. Wajahnya datar tanpa ekspresi, meski suaranya terdengar panik. "Pertarungan terjadi. Kristal itu terkena benturan sihir suci saat aku mencoba merebutnya. Hancur menjadi debu. Aku... aku nyaris mati. Mataku terluka parah."

​Hening sejenak. Varian tahu Viper sedang menimbangnya.

​"Bawa debunya kembali," perintah Viper dingin. "Dan bersiaplah untuk hukuman."

​Varian mematikan alat komunikasinya. Dia menyentuh perban yang menutupi mata kanannya yang baru. Di balik perban itu, mata iblisnya berkedip puas.

​Varian tidak hanya mencuri harta bangsawan. Dia baru saja mencuri kekuatan Raja Iblis Kuno tepat di bawah hidung Guild pembunuh paling berbahaya di dunia.

​Dan mereka tidak curiga sedikitpun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!