NovelToon NovelToon
Istri Kedua Untuk Tuan Duda

Istri Kedua Untuk Tuan Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cerita Tina

Willie, seorang pengusaha muda yang sukses, hidupnya hancur seketika ketika sang istri, Vira meninggal secara tragis setelah berusaha membuka kasus pemerkosaan yang melibatkan anak didiknya sendiri.

Kematian Vira bukan kecelakaan biasa. Willie bersumpah akan menuntut balas kepada mereka yang telah merenggut keadilan dan istrinya.

Namun di balik amarah dan tekadnya, ada sosok kecil yang menahannya untuk tidak tenggelam sepenuhnya, putri semata wayangnya, Alia.

Alia berubah menjadi anak yang pendiam dan lemah sejak kepergian ibunya. Tidak ada satu pun yang mampu menenangkannya. Hanya seorang guru TK bernama Tisha, wanita lembut yang tanpa sengaja berhasil mengembalikan tawa Alia.

Merasa berhutang sekaligus membutuhkan kestabilan bagi putrinya, Willie mengambil keputusan untuk melakukan pernikahan kontrak dengan Tisha.

Willie harus memilih tetap melanjutkan dendamnya atau mengobati kehilangan dengan cinta yang tumbuh perlahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita Tina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Tak Di Inginkan

Ponsel di tangan Willie perlahan terlepas, jatuh ke lantai. Dunia di sekelilingnya seakan meredam suara. Nafasnya terasa sesak, dadanya perih seperti diremas dari dalam.

“Vira…” bisiknya lirih, pandangannya kosong. Ia menggenggam kepalanya, mencoba menyangkal kenyataan yang baru saja ia dengar.

Beberapa detik kemudian, Willie meraih kembali ponselnya dengan tangan bergetar. Ia masih tidak percaya pada kabar yang baru saja didengarnya.

Rasanya seperti mimpi buruk yang menolak berakhir. Dengan napas tersengal, ia segera menekan nomor rumahnya.

“Tuut... tuut...”

Beberapa saat kemudian terdengar suara Bi Ratih di seberang, agak serak dan terguncang.

“Halo,”

“Bi, tolong bilang sama saya, kabar tadi itu nggak benar, kan? HP istri saya mungkin dibajak orang? Katakan kalau Bu Vira baik-baik saja.” Suara Willie terdengar memohon, nyaris bergetar.

Di ujung sana, Bi Ratih menarik napas panjang sebelum menjawab pelan, “Maaf, Pak. Saya juga berharap begitu. Tapi tadi saya lihat sendiri, ada berita kecelakaan di TV dan itu memang Bu Vira.”

Hening. Suara napas Willie terdengar berat di antara jarak ribuan kilometer. Ia menutup wajahnya, bahunya menegang, suaranya hampir pecah.

“Ya Allah… Vira…”

Bi Ratih ikut menahan tangis. “Pak, bagaimana dengan Alia?” tanyanya hati-hati. Bi Ratih juga memberitahu bahwa Tisha ada disana juga.

Willie lalu menjawab serak, “Tolong temani dia, Bi. Saya mohon. Minta Bu Guru Tisha tetap di rumah dulu. Saya takut, Alia syok kalau dengar kabar ini tanpa saya.”

“Baik, Pak. Kami akan jaga Alia,” jawab Bi Ratih.

Begitu sambungan terputus, Willie segera membuka aplikasi pemesanan tiket. Tangannya gemetar saat mengetik. Ia memesan penerbangan paling cepat sore itu juga.

Ia tak menyangka, kepulangannya kali ini bukan untuk liburan keluarga, melainkan untuk mengantarkan istrinya ke peristirahatan terakhir.

***

Sementara itu di jalan tempat kejadian kecelakaan, polisi telah memasang garis kuning. Mobil Vira remuk parah di sisi kanan jalan.

Ban belakangnya terbakar sedikit, dan ada bekas goresan panjang di aspal tanda kuat bahwa tabrakan itu bukan kebetulan.

Saksi di lokasi mengatakan, sebuah mobil hitam melaju di belakang Vira, terlalu dekat, lalu menyalip tajam dari sisi kiri, membuat mobil Vira kehilangan kendali dan menghantam pembatas jalan dengan keras. Mobil misterius itu tak pernah berhenti, langsung melesat pergi.

Beberapa menit sebelum kecelakaan, pesan singkat terakhir di ponsel Vira belum sempat terkirim.

“Aku rasa ada yang mengikutiku. Kalau aku belum sampai, jaga Alia baik-baik.”

Pesan itu ditemukan oleh polisi saat memeriksa barang-barangnya.

Kini, di ruang IGD yang sunyi, tubuh Vira sudah terbujur kaku di atas ranjang berselimut putih.

Rani berdiri di depan kaca ruangan dengan air mata yang sulit dibendung. Ia tahu ini bukan kecelakaan biasa.

Perlahan, ia berbisik dalam hati, “Seseorang ingin membungkam Vira dan aku harus tahu siapa itu.”

Sementara itu, di rumah itu, suasana terasa hening dan tegang. Tisha menatap Bi Ratih bingung.

“Bi, apa ada keluarga lain yang tahu, selain ayahnya Alia?” tanyanya pelan.

Bi Ratih menggeleng perlahan, matanya sembab.

“Sejauh yang saya tahu, nggak ada, Bu. Bu Vira itu yatim piatu. Nggak pernah cerita tentang keluarga lain.”

Hati Tisha mencelos. Ia menoleh ke arah Alia yang sedang duduk di lantai, memperlihatkan gambar kelinci yang baru saja ia warnai.

Wajah mungil itu begitu polos, belum tahu apa pun tentang badai yang baru saja datang dalam hidupnya.

“Bu Guru, lihat nih. Cantik nggak?” tanya Alia riang.

Tisha tersenyum samar, menahan sesak di dadanya. Ia berjongkok, mengelus kepala kecil itu pelan.

“Iya, cantik sekali, Sayang…” suaranya nyaris tak terdengar, bergetar di ujung air mata.

Dalam hati ia berbisik lirih,

“Tuhan, beri aku kekuatan untuk mendampingi anak ini sampai ayahnya datang.”

Di rumah sakit, langkah Willie terasa berat. Setiap langkahnya seolah menghantam tanah dengan nyeri yang dalam.

Ia menatap tubuh yang terbaring diam di atas ranjang, tertutup kain putih dari kepala hingga kaki.

Tangan Willie gemetar ketika menyentuh ujung kain itu. Perlahan ia tarik dan tampak wajah yang begitu ia kenal, wajah yang selalu tersenyum lembut padanya, kini membisu.

“Vira…” suaranya pecah. Lututnya melemah, dan ia jatuh bersimpuh di lantai.

“Kenapa… kenapa kamu pergi secepat ini?” air matanya jatuh tanpa henti, membasahi tangan yang menggenggam jemari istrinya yang kini membeku.

Rani yang sedari tadi berdiri di belakangnya menahan tangis, lalu menepuk pelan bahunya.

“Sabar ya, Wil. Semua sudah kehendak Tuhan.”

Kata-kata itu terasa hampa. Tidak ada kekuatan yang cukup untuk menahan duka sebesar itu.

Disisi lain, Alia menoleh ke arah Bi Ratih dengan wajah polos.

“Bi, kok Mama belum pulang?” tanyanya lirih, matanya memandang ke arah pintu rumah yang masih tertutup rapat.

Bi Ratih menatap Tisha dengan pandangan kalut, tak sanggup menjawab. Tisha berjongkok di depan Alia, mengusap kepala kecil itu dengan lembut.

“Tunggu sebentar ya, sayang. Untuk sementara main sama Bu Guru dulu, ya?” ucap Tisha berusaha menenangkan.

Namun ketenangan itu tak bertahan lama.

Ambulans berhenti di depan rumah mereka dengan suara sirene meraung.

Alia yang sedang duduk di ruang tamu langsung menoleh ke arah jendela. “Bi, kenapa ada ambulans di rumah kita?” tanyanya bingung.

Dan ketika pintu mobil terbuka, ia melihat sosok ayahnya turun dengan wajah letih dan mata sembab.

“Papa!” serunya.

Willie langsung membuka tangannya, memeluk putri kecilnya erat, seolah takut kehilangan lagi. Tapi air matanya kembali jatuh, deras, tak tertahan.

“Papa kenapa nangis?” tanya Alia polos, menatap wajah ayahnya.

Sebelum Willie sempat menjawab, dua petugas medis menurunkan tandu dari ambulans. Di atasnya, tubuh Vira terbujur kaku, diselimuti kain putih.

Alia menatap mereka, sekilas sebagian kain itu tersingkap sedikit, menampakkan wajah damai sang ibu.

“Mama…” suara kecil Alia serak. Ia menatap tanpa kedip, lalu menjerit histeris, “Mamaaa!”

Jeritannya menggema di seluruh rumah, menusuk hati siapa pun yang mendengarnya.

Tisha yang berdiri tak jauh dari situ segera berlari menghampiri. Ia memeluk Alia erat, menahannya.

“Tenang sayang, sabar, ya,” ucapnya pelan, menahan tangis sendiri.

“Bu Guru, Mama kenapa?” suara kecil itu bergetar di dada Tisha.

Tisha menarik napas panjang, mencoba menata kata di tengah sesak.

“Mama sekarang sudah di surga, Nak. Allah lebih sayang sama Mama. Alia harus sabar, ya.” ucapnya lembut.

Alia menangis di pelukan Tisha, tubuh kecilnya bergetar hebat. Sementara Willie berdiri menatap pemandangan itu dengan dada sesak. Pandangannya kosong, penuh luka.

Tisha sempat melirik sekilas ke arahnya. Wajah Willie begitu pilu, matanya memerah menahan tangis yang tak lagi bisa dibendung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!