NovelToon NovelToon
Aku Tidak Menyesal

Aku Tidak Menyesal

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Menyembunyikan Identitas / Konglomerat berpura-pura miskin / Chicklit / Tamat
Popularitas:267.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Ayuna begitu mencintai suaminya, meskipun selama pernikahan ia harus membagi uang nafkah suaminya kepada seluruh anggota keluarga suaminya. Seiring berjalannya waktu, Ayuna akhirnya menggugat cerai suaminya. Mampukah Ayuna jauh dari pria yang sangat dicintainya itu?

Apakah Ayuna bisa menemukan suami dan mertua yang begitu menyayanginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian Kelima

Esok paginya, seluruh keluarga berkumpul di ruang makan menikmati sarapan bersama. Mida lalu bertanya, "Ayuna, malam ini kamu tidak pergi ke mana-mana, 'kan?"

"Tidak, Bu. Memangnya kenapa?" Ayuna balik tanya.

"Kamu tahu 'kan Ibu bekerja juga di luar, jangan sampai di rumah harus mengerjakan pekerjaan lagi," jawab Mida.

"Rani 'kan menganggur, apa salahnya dia saja yang beberes. Aku juga capek, Bu." Kata Ayuna.

"Ayuna, adik ipar kamu itu lulusan sarjana. Mana mungkin dia harus mengerjakan pekerjaan rumah," ucap Mida.

"Kemarin ada pekerjaan di restoran saja sebagai pegawai bagian cuci piring Ayah melarangnya," sahut Anton.

"Memangnya kenapa jadi karyawan dapur? Yang penting 'kan uangnya daripada nganggur dan menghabiskan uang orang tua," sindir Ayuna.

"Yuna, jaga bicara kamu!" sergah Romi.

"Apa yang dikatakan Kak Yuna ada benarnya, sih?" sahut Mayang melirik adiknya. "Lagian di rumah kerjanya cuma main hape, poto-poto enggak jelas. Sok kecantikan!" lanjutnya menyindir Rani yang selalu dimanjakan.

"Kak Mayang iri denganku yang lebih cantik dan memiliki gelar sarjana, 'kan?" Rani tak senang disindir.

"Cih, iri? Denganmu? Sorry banget, tak ada yang dapat dibanggakan!!"  ucap Mayang sinis.

"Sudah... sudah.... kenapa kalian yang jadi ribut?" Mida melerai putrinya yang berdebat.

"Ini semua gara-gara Kak Ayuna!" Rani menunjuk Ayuna dengan jari telunjuknya.

Ayuna mendorong kursinya ke belakang lalu bangkit, "Aku sudah kenyang, nanti sore mau aku belikan apa?" tatapannya memperhatikan satu persatu anggota keluarga suaminya.

Mida dan suaminya saling pandang.

"Ya sudah kalau tidak mau!" Ayuna gegas melangkah sebelum mertuanya berucap.

"Kenapa kalian diam saja? Kak Ayuna menawarkan makanan untuk kita!" kata Rino.

"Kenapa dia menawarkan makanan kepada kita?" tanya Mayang juga heran tiba-tiba Ayuna berbicara seperti itu.

"Apa kamu tahu, Romi?" Mida mengarahkan pandangannya kepada putranya.

Romi mengendikkan bahunya karena juga tidak tahu dan heran.

-

Sore harinya, Ayuna pulang kerja menenteng kantong makanan memasuki rumah mertuanya. Ia menyapa tanpa menawarkan makanan yang dibawanya. Ia bergegas ke kamarnya dan menikmatinya seorang diri.

Tak lama kemudian Romi pulang, sebelum melangkah ke kamarnya ia dicegat Mida. "Ada apa, Bu?"

"Istrimu membawa sesuatu tapi dia tidak menawarkan kami."

"Memangnya dia bawa apa?" tanya Romi.

"Ibu juga tidak tahu, tapi kenapa dia pelit sekali tak menawarkan kami makanan," jawab Mida.

"Mungkin bukan makanan," ucap Romi mencoba berprasangka baik.

"Pasti makanan, Romi. Kelihatan dari bentuk kotaknya," kata Mida.

"Nanti aku coba tanyakan padanya!" Romi melangkah memasuki kamarnya.

Begitu masuk, Romi melihat Ayuna sedang menikmati mie goreng dan martabak daging sapi. Ayuna begitu lahap memakannya.

"Kamu makan sendirian di kamar, kenapa tidak menawarkan ibu?"

"Tadi pagi aku 'kan sudah menawarkan mereka tapi lama sekali jawabnya, ya sudah aku beli cuma untuk aku saja!" ucap Ayuna dengan santai.

"Apa salahnya kamu belikan juga untuk ayah dan ibuku," kata Romi.

"Aku 'kan sudah bilang, mereka cuma diam saja. Jadi, aku tidak salah, dong!"

"Kamu jangan pelit gitu, ya kamu beli saja kenapa mesti tanya," ucap Romi.

"Aku pelit?" Ayuna menunjuk diri sendiri dengan jari telunjuknya.

"Kamu makan seorang diri di kamar, kamu tahu 'kan di rumah ini bukan kita berdua saja yang tinggal di sini," ucap Romi lagi.

"Jika aku pelit, aku tak mungkin mau membagi gaji kamu untuk keluargamu dan aku juga tidak akan memberikan uang kepada ayah ibumu," singgung Ayuna membuat Romi terdiam.

"Kamu pasti tidak ingat ini tanggal berapa," Ayuna kembali menyinggung.

"Aku tahu ini tanggal dua," kata Romi dengan santai.

"Tidak ingat yang lainnya?" tanya Ayuna.

Romi menggelengkan kepalanya karena memang tidak tahu.

"Ini tanggal kelahiran aku," ucap Ayuna lagi.

"Aku benar-benar tidak tahu!" kata Romi cuek.

"Kamu memang tidak pernah tahu tanggal lahir aku!" Ayuna tampak kesal dengan suaminya yang sama sekali tidak ingat momen-momen penting dalam hidupnya.

1
Nong Nong
gw suka Mayang asik 👍
niktut ugis
Alhamdulillah
niktut ugis
kasihan sich sama Bu Mida rasa sirik hati nya sudah mendarah daging
niktut ugis
ya ampun, pak Anto bini mu minta d ruqyah
niktut ugis
pokoke menu andalan Bu Mida tidak blh ketinggalan kangkung + tempe 🤭👍
niktut ugis
karena otak Mayang lebih waras dari pada 3anak Mida yg lain nya
niktut ugis
keluarga Romi yg waras jiwa raga hanya Mayang & anton
niktut ugis
ayuna kenapa masih kepo sama Romi padahal cuek & abaikan saja,
niktut ugis
Romi suami laknat
niktut ugis
Mayang kan sudah kerja lbh baik keluar dari rmh saja. hasil keringat buat kebutuhan pribadi saja
niktut ugis
Mayang bukan ayuna
Fatmawati Fhatza
preeettt laki2 tak pux modal...
M Holis
coba mampir Thor💪
Dewi Yanti
bagus ayuna mumpung blm menukah hrs tegas, jagan smp gagal untuk ke 2 x nya
Mazree Gati
END, UNSUB, ,ANEH ALURNYA
Mazree Gati
aneh lucu bin ngakak ada ya menantu ga kenal keluarga,ada mertua ga kenal menantu trus nikahnya gi mana thorrrrrrr
Cheng Nyo
Luar biasa
Kasih Bonda
Alhamdulillah trima kasih thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!