Disaat bumi dikuasai oleh para alien berwujud monster mengerikan. Dunia dilanda kekacauan dimana mana, Umat manusia harus berperang menghadapi ancaman yang nyata tersebut.
Ini adalah awal dari permulaan punahnya umat manusia dari tangan monster ganas, Perwujudan dari alien yang kejam.
Didunia yang hancur ini, Hanya yang terkuatlah yang disegani dan yang lemah hanya akan menjadi mayat tak berharga.
~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Berada di Sarang Monster
Batas berlaku pisau X74, Tersisa selama 40 menit lagi. Storm segera memasuki area Tapcell City yang kini menjadi sarang bagi monster.
Baru saja Storm tiba dikota terbengkalai tersebut, Dia sudah dihadang oleh banyak monster semut. Mereka secara bergerombol mengepung, Setelah mersakan hawa keberadaan manusia yang memasuki kawasan sarang mereka.
"Shttts!...
Jumlah monster semut yang tidak bisa dihitung itu, Menatap ada mangsa yang memasuki kandang singa.
Jumlahnya sangat banyak sekali? Sementara aku hanya memiliki senjata berbatas waktu ini?"...
Storm pasrah menatap pisau X74 yang digenggamnya, Ditambah jumlah monster yang mengepungnya.
Apa boleh buat, Aku akan bertarung habis habisan...
Storm dengan tegas menyemangati dirinya, Tak ada kata mundur baginya saat ini.
Sebagai seorang ahli dalam mencuri, Mana mungkin dia memiliki keahlian dalam perkelahian.
Namun berbeda dengan saat ini, Storm harus menjadi kuat, Agar dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari bahaya didepan mata.
[Apa ada yang bisa saya bantu?.]
Terra menawarkan bantuannya kepada Storm, Sebab dia bisa merasakan perasaan emosi dari dalam hatinya.
Tidak, Biarkan aku sendiri saja... Storm menggeleng, Dia tak mau dibantu olehnya.
Storm yakin, Terra menawarkan bantuannya pasti dengan imbalan menawarkan benda berharganya. Oleh karenanya, Menolak adalah pilihan yang bijak.
[Baiklah, Semoga masih hidup.]
Terra tak lagi bersuara, Membiarkan Storm bertarung secara mandiri.
Tanpa banyak kata lagi, Storm bergerak maju kedepan. Dengan berbekal senjata gratis yang tersisa beberapa menit lagi.
Dengan brutalnya Storm bergerak lincah, Lalu menebas banyak monster semut dalam beberapa serangan.
"Slash!
Crasss!
Para monster semut terus mencoba mengepung Storm, Namun sayang mereka tertebas pisau tajam milik manusia tersebut.
Dalam hitungan menit saja, Storm sudah menumbangkan ratusan monster semut.
Darah segera membanjiri kawasan sekitar. Dengan tubuh yang dipenuhi cairan darah menjijikkan, Storm menantang maju monster semut.
"Apa sudah selesai?"... Storm bingung kenapa semua monster semut tidak bergerak menyerangnya.
Tiba tiba saja.
'Arrrrh...
Storm jatuh terkulai lemas, Sembari memegangi jantungnya.
[Darurat.]
[Jenderal monster semut, Mulai menuju ketempat ini.]
Terra dengan panik memberitahu Storm, Tentang apa yang sebenarnya yang terjadi.
Storm merasa kesakitan, Dikarenakan aura berbahaya dari jenderal monster semut. Hal itu memperjelas bahwa, Level jenderal monster semut berada diatas dari para monster semut biasa.
"Sialan, Padahal hanya auranya saja...
Aku sudah seperti ini!"...
Storm perlahan berdiri, Menahan jantungnya yang seakan meledak tak kuat merasakan aura dari monster yang dimaksud Terra.
"Duarrrh!
Satu persatu gedung gedung kota yang terbengkalai mulai berhancuran.
Terra langsung cemas seketika, Setelah merasakan bahwa jenderal monster semakin mendekat.
Tetapi Terra tidaklah takut dengannya, Hanya saja Storm pasti tak akan sanggup berhadapan dengan jenis monster mengerikan seperti itu.
"Apa yang-
Duarrrh!
Belum sempat Storm bertanya, Dia sudah terhempas jauh hingga ratusan meter.
Storm berusaha berdiri dengan tubuh yang kaku, Belum melihat wujud monster yang dimaksud Terra. Dirinya sudah hampir mati, Bagaimana jika menantangnya.
Tampak dari arah yang tak jauh, Sesosok monster semut dalam ukurannya yang melebihi gedung gedung. Menampakkan dirinya.
"Sressst...
Jenderal monster semut, Mendesit melihat makhluk lemah yang mencoba mengacau sarang dari anak buahnya.
Apa apaan itu? Apa aku tidak salah lihat?"...
Storm terbelalak melihat betapa besarnya monster semut itu. Padahal dia hanya jenis monster serangga, Tapi mengapa ukurannya sangat besar sekali.
[Mengidentifikasi jenis monster.]
[Jenderal monster semut dapat terus bertambah besar, [Apabila semakin banyak monster yang dilahapnya.]
[Dan monster jenis itu, Hanyalah bawahan dari ratu serangga.]
[Dimana monster hybrid paling berbahaya, Dari monster serangga lainnya.]
Setelah mendengarkan penjelasan dari Terra tersebut, Storm mati kutu dan ambruk ketanah dengan lemasnya.
Monster serangga sebesar itu, Ternyata hanyalah pelayan dari ratu serangga yang pastinya lebih kuat darinya.
Melihat Storm putus asa, Melihat lawan yang akan dihadapinya. Terra menawarkan kembali bantuannya, Kali ini dia memberikan barangnya secara gratis.
Tetapi tentu saja Storm menolak mentah mentah tawaran Terra, Storm tak mau diperdaya oleh makhluk sepertinya.
"Akan kuhabisi kau, Sialan...
Dengan cepat Storm segera maju, Berbekal kelincahannya dalam memanjat.
Seperti kebiasaannya memanjat tebing tembok dipinggiran kota, Mencuri perhiasan mahal. Walaupun berakhir gagal, Tetapi keahliannya dalam memanjat tak mau disia siakannya.
Melihat Storm yang menaiki tubuh jenderal monster semut, Terra meyakinkan bahwa usahanya akan sia sia saja.
"Srash!
Storm mencoba menusukkan pisau X74, Tetapi sayang kulit jenderal monster serangga terlalu keras bagaikan besi.
Sretsss...
Jenderal monster serangga menggoyangkan tubuhnya, Dan hal itu membuat Storm terjatuh dari ketinggian.
Booom!
Storm terjatuh ketanah dengan tubuh yang luka luka.
Kini Storm sadar bahwa senjata pisau X74, Tidak akan cukup membunuhnya. Dengan tubuh gemetaran, Storm kembali berdiri.
Meskipun dia tidaklah kuat dalam pertempuran, Tetapi nilai juangnya tak ada kata mundur baginya.
"Arrrh, Masih belum brengsek...
Storm melihat luka lukanya mulai berenegerasi, Tetapi penyembuhan tersebut sangatlah lama sekali.
Tidak ada pilihan lain lagi?"...
Storm segera meminta bantuan Terra, Setelah tahu dia tak akan menang menghadapi jenderal monster semut.
[Baiklah, Pedang Destrolayer X99.]
[Pedang ini memiliki harga 200.000 EXP.]
[Anda dapat membayarnya dengan cara lain.]
Terra memperlihatkan sebuah pedang unik dengan desain berupa berwarna kecahayaan.
Dengan apa aku harus menggantinya?"... Storm yakin pasti dia tidak akan mudah mendapatkan senjata itu secara gratis.
[Bunuh ratu serangga berwujud lebah, [Dia adalah ancaman level paling berbahaya.]
Karena tak ada pilihan lain lagi, Storm mengiyakannya saja. Terpenting baginya menumbangkan monster besar didepannya itu.
Tak lama, Dari depan Storm sebuah layar muncul. Lalu sepersekian detik, Sebuah pedang menakjubkan muncul.
"Pedang yang indah?". Storm kagum dengan pedang tersebut, Lalu mengenggamnya bersiap menyerang.
[Pedang Destrolayer X99, Dilengkapi dengan pemusnah massal.]
[Semakin sering mengalahkan banyak monster, [Maka level pedang Destrolayer X99 akan mengalami Evolusi.]
Terra dengan bangga, Menjelaskan keistimewaan pedang itu yang dapat berevolusi layaknya monster.
Storm segera berlari cepat, Lalu menebaskan pedang barunya tersebut menuju kearah kaki dari sang monster.
Tetapi sayang, Kaki jenderal monster semut sulit dilumpuhkan.
Terra kembali muncul, Dan mulai menjelaskan bahwa pedang tersebut berada dilevel paling rendah. Hal itulah, Menyebabkan tebasannya tak ada gunanya.
Mendengar suara Terra yang muncul secara terus menerus, Storm geram dengannya. Saat ini dia harus menghadapi kematiannya, Tetapi Terra hanya menjelaskan saja sedari tadi.
"Kau sangat mengangguku saja...
Umpat Storm pada Terra, Dia tak mau menghiraukan ocehan darinya.
Saat ini dia harus memikirkan cara bagaimana dia bisa mengalahkan monster tersebut, Meskipun kemenangannya mungkin rendah.
Storm tak mau menyerah begitu saja, Tak ada pilihan selain maju melawan atau mati ditempat yang asing ini.