Dua tahun menikah dengan suamiku sungguh sangat membuatku curiga.Bagaimana tidak selama dua tahun ini dia Hannya menyentuhku tiga kali,mertua ku yang sangat sombong mengatai ku wanita mandul hingga suatu saat aku mengetahui rahasia suamiku yang sangat membuatku tidak percaya dan nyaris pingsan.
apa rahasia suamiku,apa yang terjadi dengannya ikuti dalam kisah cerita ini ya jangan lupa dukung cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 ~ Menikah lah dengan ku ~
Doni dan Alex segera berangkat menuju restoran dimana Tamara bekerja.Sebenarnya Doni enggan untuk menemui Tamara lagi tapi dia juga ingin semua masalahnya cepat selesai dan mamanya tidak menuntutnya setiap saat untuk sebuah pernikahan yang tidak pernah dia harapkan.
Doni sangat yakin Tamara akan menerimanya,dengan pesona yang dia miliki banyak wanita yang mengharapkannya jadi kekasih atau pun hanya teman tidurnya untuk sebuah uang.
Doni menghela napas berat,sejak mereka keluar hotel dan masuk ke dalam mobil Doni sudah menghela napas entah beberapa kali membuat Alex bingung.
"Pak apa kamu tidak yakin wanita itu menerimamu?" Tanya Alex sembari menoleh ke arah bosnya itu.
" Cih....!!! wanita mana yang berani menolak ku,jaman sekarang semua wanita sama saja yang ada di otak mereka hanya uang!! mereka mencari pria-pria kaya agar mereka bisa menikmati hidup,dan aku yakin wanita itupun pasti demikian sudahlah jangan membahas itu,aku muak jadinya ." Jawab Doni dengan wajah datar.
Alex tersenyum kecil mendengar jawaban bosnya,dia kembali menatap lurus ke depan dan mengemudi dengan serius.Tidak lama kemudian mereka sampai di restoran dimana Tamara bekerja.Aura pria kaya yang terpancar dari tubuh Doni langsung menarik perhatian dari beberapa pelayan di restoran itu dan seorang wanita cantik langsung berlari kecil menghampiri mereka dan menyapa mereka dengan ramah.
" Selamat datang tuan di restoran ini,silahkan pesan apa yang ingin di makan tuan." Ucap wanita itu dengan senyum menggoda.
"Kami ingin di layani wanita yang bernama Tamara,suruh dia melayani kami." Jawab Doni datar.Langsung saja senyum yang menggoda dari bibir wanita langsung menghilang.
Wajahnya langsung masam lalu pergi begitu saja meninggalkan Doni dan Alex,wanita itu terkesan tidak menghargai Doni dan Alex.
"Apa perlu aku mengurus wanita itu pak?"
"Tidak perlu,namanya juga jalang,dia pikir aku tergoda dengan bodinya yang dia umbar murahan itu." Jawab Doni.
Sementara itu Bella dengan wajah masam menemui Tamara yang sedang bersiap-siap membawa nampan yang berisi pesanan ke ruangan restoran.
" Berikan itu padaku,di meja nomor delapan belas seorang pria ingin bertemu dengan mu." Ucap Bella sembari meraih nampan dari tangan Tamara dengan wajah masam.
"Siapa mereka?"
"Tanya saja sendiri kenapa bertanya padaku dasar bodoh." Jawab Bella ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan Tamara yang masih bingung.
" Huh...Apa cantiknya dia,wajahnya juga kampungan dan dadanya rata dasar pria tolol." Sungut Bella.
Tamara berjalan menuju meja nomor delapan belas,setelah melihat Doni dari kejauhan wajahnya langsung merona jantungnya berdegup kencang.
"Sepertinya dia kehilangan nomor ponsel ku makanya dia mencari ku sampai kesini,dia memang pria yang sangat berkilau pantas saja Bella kesal kepada ku." Ucapnya dalam hati sambil berjalan menghampiri Doni dan Alex.
"Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu?"
"Duduk..!!?" Ucap Doni mengabaikan sapaan Tamara.
Jantung Tamara semakin kencang berdetak,apalagi saat Doni berbicara dengan mode serius membuatnya semakin tegang.Doni memberi isyarat kepada Alex,karena dia sudah tidak tau lagi harus membahas apa dengan Tamara.
"Perkenalkan nama saya Alex asisten dari bapak Doni,jadi begini kami datang menemui mu itu karena kami ingin melamar mu menjadi istri dari pak Doni kalau kamu bersedia langsung saja terima dan secepatnya kalian menerima kalau tidak menerima kami akan segera meninggalkan tempat itu." Ucap Alex tanpa basa-basi tentu saja Tamara kaget setengah mati.
"Ap_apa melamar kenapa secepat itu? apa kita tidak menjalaninya saja dulu sembari saling mengenal satu sama lain?"
Doni langsung beranjak dari tempat duduknya lalu menatap Tamara dengan tajam dia begitu kesal mendengar jawaban Tamara.
" Dia menolaknya kita pergi saja."
"Tu_tunggu aku menerimanya,aku mau menikah dengan anda." Jawab Tamara tanpa pikir panjang.Sebenarnya dia sedikit takut karena lamarannya begitu tiba-tiba tapi dia tidak kuasa menahan godaan aura kekayaan yang terpancar dari tubuh pria yang ada di hadapannya.
" Hari ini juga kamu resign dari tempat ini,asisten ku akan mengurus semuanya." Jawab Doni lalu mereka segera meninggalkan Tamara sama sekali tidak menunggu jawaban dari Tamara.
"Menikah? secepat itu,apa dia menyukai ku? apa seperti ini cara orang kaya jatuh cinta, ahh masa bodoh yang penting aku dinikahi orang kaya,aku tidak harus bekerja keras untuk menjalani hidupku ini." Ucap Tamara dalam hati menjawab semua pertanyaannya yang muncul dari hatinya.
Tamara kembali ke belakang dengan semangat dia langsung menulis surat resign dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini,makanya dia langsung bertindak.
"Jadi kamu serius ingin keluar hari ini Tamara? ingat jangan menyesal,mencari pekerjaan di kota ini tidak mudah pikirkan lagi keputusan mu ini kamu cuma lulusan SMA sangat sulit mencari lowongan pekerjaan.." Ucap pria itu mencoba menegosiasi.
"Tidak pak,aku harus keluar,terim kasih untuk kesempatan bekerja di restoran ini,aku akan berusaha sesekali datang untuk menjadi tamu di restoran ini." Jawab Tamara dengan santai.
"Kalau aku sudah dinikahi pria kaya,jangankan makan di restoran ini,di restoran paling mewah sekalipun mungkin hal yang mudah bagiku." Ucapnya dalam hati mencoba berhalusinasi membayangkan dirinya jadi nyonya kaya yang tinggal hanya minta uang kepada suaminya.
"Ya sudahlah,kamu bisa keluar." Jawab pria itu sembari menandatangi surat resign milik Tamara.
Tamara segera kembali ke rumahnya hatinya sudah berbunga-bunga membayangkan kebahagian yang akan dia nikmati di depan matanya,dia sudah tidak sabar menunggu waktu itu.
" Kalau aku menikah dengannya,shoping,makan makanan yang enak pasti sangat mudah bagiku." Ucapnya lagi sambil tersenyum,dia duduk di pinggiran tempat duduknya sambil membayangkan kebahagian yang sudah dia harapkan.
Drtttt....Drtttt....
Tamara langsung menyambar tas yang ada di atas tempat tidurnya,dia menatap nomor baru yang menghubunginya dia sudah menebak siapa yang menghubunginya.
" Hahahaha.....Selamat tinggal dunia kemiskinan,aku sudah lelah menjadi orang miskin selama ini,aku akan menikmati hidup jadi orang kaya." Tamara melempar ponsel buruknya ke atas ranjang lalu dia bersorak bahagia tidur di atas ranjang.
"Aku di ajak menemui orang tuanya,sungguh sangat menakjubkan,mimpi apa aku di lamar pria kaya hahahaha....." Tamara terus berbicara sendiri melampiaskan kebahagiannya.Kali ini dia tidak bisa melukiskan kebahagiannya dengan kata-kata.
****
Hari sudah mulai sore Tamara langsung mandi,dia memilih baju yang paling bagus yang dia miliki, walaupun harga baju yang paling mahal cuma harga seratus ribuan.
"Sudahlah pakai ini saja,kalau aku sudah kaya,kamu akan aku jadikan kain lap di toilet." Ucapnya lagi berbicara sendiri sembari mengenakan bajunya.
❤️❤️❤️ bersambung ❤️❤️❤️