Aku adalah seorang gadis yang pantang menyerah sebelum berperang. Bahkan, saat berperang sebelum pun aku tidak akan mundur sebelum aku benar-benar kalah.
Ini kisahku, aku berusaha mengejar cinta seorang rektor muda yang sangat pintar. Jalan yang aku tempun untuk mendapatkan hati pak rektor tidak lah mudah. Penuh tantangan dan penuh jurang yang sulit untuk aku lewati.
Bisakah aku mendapatkan hati rektor tampan yang aku kejar. Apakah aku berhasil menjadi kekasih rektor tampan atau aku malah kalah dalam perjuanganku kali ini. Ayo ikuti kisahku, agar kalian tahu bagaimana jalan yang aku tempuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teh susu
Aku dan pak Rico pun melupakan tentang perasaanku yang seperti sedang diawasi seseorang. Kami melanjutkan pembicaraan kami, sambil sesekali bercanda lalu tertawa bersama.
Aku merasa nyaman dekat dengan pak Rico. Tapi tidak untuk nyaman dengan artian suka dengan pak Rico ini. Aku masih tidak bisa lepas dari pak Rama. Walaupun pak Rama tidak pernah menunjukkan rasa cinta atau bahkan peduli sedikit saja padaku.
....
Sejak dari aku dikampus, hingga aku pulang kerumah. Aku belum melihat pak Rama sedikitpun. Aku pikir tadinya, ia sedang keluar dengan adik sepupunya. Tapi tidak mungkin, karna Salsa sedang sibuk melihat majalah diruang tamu.
'Aku kok jadi rada **** yah. Kenapa harus mikirin pak Rama yang tidak pernah mikirin aku sih. Orang dia mau kemana juga urusan dia. Masa aku yang pusing,' ucapku dalam hati.
Aku duduk dimeja belajarku, sibuk dengan tugas yang lumayan menumpuk diatas meja itu. Tapi, bukannya mengerjakan tugas, aku malah sibuk dengan ponselku.
Hari sudah mulai senja, pikiranku kembali teringat akan pak Rama yang belum juga pulang saat ini. Aku memutuskan untuk melihat luar rumah dari jendela kamarku.
Pas sekali, saat aku melihat keluar rumah, mobil pak Rama baru saja memasuki halaman rumah kami. Hatiku yang resah ini, mendadak jadi tenang, saat melihat mobil pak Rama sampai kerumah, dan pemilik mobil itu keluar dengan santai dari dalam mobil itu.
Aku siapkan air hangat untuk mandi pak Rama. Aku juga menyiapkan baju untuk dipakai setelah mandi. Lalu, aku kembali duduk kemeja belajarku.
Seperti biasa, pak Rama tidak pernah menegur aku. Tidak pernah bicara apapun padaku saat ia pulang kekamar kami. Aku sibuk dengan urusanku dan dia sibuk dengan urusannya.
Ia mandi dan memakai pakaian yang aku sediakan. Lalu turun lagi kebawah, meninggalkan aku yang duduk di meja belajarku tanpa sepatah katapun.
Aku berusaha kuat akan hal yang sebenarnya menyakitkan buat aku. Aku ada dikamar ini, sekamar dengannya, selalu berusaha mengejar hatinya. Tapi tidak pernah dilihat dan dihargai. Perlahan tapi pasti, air mata ini mengalir begitu saja. Jatuh diatas meja belajar ini, setitik demi setitik.
Segitu burukkah aku dimata pak Rama, sehingga tidak pernah menganggap aku ada. Sampai kapan aku bisa bertahan dengan kehidupan yang seperti ini. Aku tidak kuat lama-lama begini.
Aku hapus air mata ini, berusaha terlihat baik-baik saja. Aku ingin turun kebawah dan menikmati makan malam diruang makan.
.....
Selesai makan malam tadi, aku langsung kekamarku. Sama halnya dengan pak Rama. Ia juga langsung kekamar setelah makan. Jadinya, aku sibuk di meja belajar, sedangkan pak Rama sibuk diatas kasur dengan sebuah laptop dipangkuannya.
Mungkin, malam ini pak Rama sedang banyak kerjaan kali yah, sehingga ia tidak bercanda ria bersama adik sepupunya itu.
Tak lama, bibik mengantarkan segelas teh susu kekamar kami. Satu untukku dan satu lagi untuk pak Rama. Aku mengucapkan terima kasih pada bibik atas teh susunya malam ini. Ini agak aneh sebenarnya, biasanya tidak ada yang mengantarkan minuman kekamar ini. Tapi, malam ini ada yang mengantarkan teh susu buat kami. Apa ini pak Rama yang minta, tapi juga dibuatkan untuk aku sekalian.
Lho, kenapa teh susu ini yang jadi permasalahan dipikiranku sih. Bukankah bagus, kalau ada yang mengantarkan minuman buat aku. Aku pun minum teh susunya dengan perlahan tapi pasti habisnya. Sama halnya dengan pak Rama, aku lihat ia juga menikmati minuman yang diantarkan bibik tadi.
coba pameran nya orang blasteran belanda indonesia
jd cewek kalem napa,jngn terlalu agresif