NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Act of service Keanu

Anindia dan Keanu sudah berada di dalam kelasnya, terlihat jelas bahwa kelas itu sudah mulai ramai dengan para teman-teman sekelas yang menyibukkan diri dengan alat tulisnya. Anindia dan Keanu pun langsung bergegas menuju ke tempat duduknya masing-masing.

Anindia melihat Dara di bangkunya, ia tidak bereaksi apa-apa selain menatap Dara dengan tatapan dingin. Ia yang awalnya selalu akrab dengan Dara, kini hubungan keduanya terlihat renggang bahkan asing hanya karena kejadian kemarin. Sementara Dara, gadis itu langsung memutarkan bola matanya ketika melihat Anindia yang berjalan menuju ke arah bangkunya.

"Pagi Yudhi, pagi Edo," sapa Anindia kepada kedua teman laki-lakinya, mengalihkan perhatiannya dari Dara.

"Pagi," sapa Edo singkat.

"Pagi cantik-" ujar Yudhi, tapi perkataannya terpotong ketika Keanu langsung melontarkan tatapan tajam ke arahnya.

"Pagi cantiknya Keanu," ujar Yudhi kemudian, seakan terkena pukulan telak dengan tatapan elang dari Keanu.

Keanu menatap Yudhi dengan tatapan serius, lalu mengangkat dua jarinya dan mengarahkannya ke wajahnya sendiri, kemudian ke arah Yudhi. Keanu seakan mengingatkan Yudhi agar tidak macam-macam dengan istrinya itu, meskipun yang Yudhi tahu Anindia hanya pacar Keanu saja.

"Iya Keanu, iya... Posesif banget lo jadi pacar," ujar Yudhi dengan nada santainya.

Mendengar perkataan Yudhi, Anindia pun refleks menoleh ke arah Keanu. Ia penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya itu hingga membuat Yudhi terlihat kikuk seperti ini. Sementara Keanu hanya menaikkan alisnya, seolah mengatakan 'tidak ada apa-apa' kepada istrinya itu.

Anindia hanya menanggapi suami dan temannya itu dengan gelengan singkat, sebelum akhirnya ia pun langsung duduk di bangkunya. Saat itu, bel masuk berbunyi, diikuti oleh seorang guru yang memasuki ruang kelas.

Kelas yang tadinya ricuh, kini terasa hening ketika seorang guru yang terkenal killer memasuki kelas mereka. Bahkan, beliau sudah siap dengan penggaris kayunya, seakan siap memberikan hukuman kepada murid-murid yang tidak mendengarkannya hari ini.

Tak ada seorangpun yang berani untuk sekedar bergerak, seakan takut dengan gurunya itu. Guru laki-laki itu pun akhirnya memulai pembelajaran dan menjelaskan materi dengan suara bariton nya yang terdengar tegas. Semua murid memperhatikan dengan seksama, seakan tidak ingin terkena konsekuensi dari gurunya itu.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Saat jam istirahat tiba, Anindia dan Keanu berjalan menuju kantin, diikuti dengan Yudhi dan Edo, serta beberapa teman yang lain di belakangnya. Dara sendiri langsung berjalan ke lain arah, menuju kelas lain yang entah untuk apa. Sejak kejadian kemarin, Dara terlihat menjauhkan diri, bahkan untuk sekedar senyum saja terlihat sangat berat untuk ia tunjukkan.

"Nindi, nanti baca buku di perpus yuk," ajak salah satu teman perempuan sekelasnya.

Anindia yang berjalan di depan bersama Keanu, langsung menoleh ke belakang dengan seutas senyum. Lalu ia menganggukkan kepalanya, menyetujui ajakan temannya itu.

"Boleh-boleh, nanti kita ke perpus," ujar Anindia yang begitu antusiasnya.

Temannya itu hanya menganggukkan kepalanya dengan seutas senyum, lalu kembali berbincang-bincang dengan teman yang lainnya. Sementara Anindia langsung menoleh ke arah Keanu yang benar-benar dingin ketika sedang bersama teman yang lain seperti ini. Anindia hanya melontarkan senyum, ia sangat paham bagaimana kepribadian suaminya itu.

Setibanya di kantin, mereka semua langsung memesan makanan dan minumannya masing-masing. Lalu duduk bersama di satu meja diiringi dengan perbincangan santai. Saat itu, mata Anindia tidak sengaja melihat Dara dan Ariga yang berbincang di kejauhan. Tapi Anindia tidak bisa mendengar apa-apa, karena Dara dan Ariga berada di jarak yang cukup jauh dari mereka duduk.

Anindia tidak menghiraukannya lagi, terlebih ia pun tahu bahwa Dara benar-benar memusuhinya saat ini. Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah teman-temannya, lalu bergabung percakapan bersama mereka.

"Gimana kalo liburan semester nanti kita main-main satu kelas? Kayaknya seru tuh!" Ujar salah satu teman sekelas mereka.

"Gue sih setuju aja, btw main-main kemana? Kalo main-main ke rumah mantan, gue sih ogah," ujar Yudhi menimpali, membuat teman-teman yang lain langsung meledak dalam tawa.

Anindia langsung terkekeh sembari menggelengkan kepalanya. Ia merasa bahwa temannya yang satu itu selalu saja ada gebrakannya. Sementara Keanu hanya menanggapinya dengan gelengan singkat, merasa tidak habis pikir dengan mulut Yudhi yang tidak ada habisnya.

Keanu menoleh sejenak ke arah Anindia, seakan menanyakan sesuatu tanpa kata. Terlebih sebelumnya ia pernah berjanji untuk membawa Anindia ke luar kota saat liburan semester tiba, dan ia ingin memastikan apakah Anindia menyetujui ajakan teman-temannya atau justru sebaliknya.

Seakan paham kata tak terucap dari suaminya, Anindia pun langsung mengangguk singkat. Ia membiarkan Keanu yang mengambil keputusan, karena menurutnya apapun itu yang penting bisa bersama dengan Keanu. Sementara Keanu langsung mengangguk singkat dengan seutas senyum, seakan paham maksud dari istrinya itu.

"Gue sih ikut aja, selagi Nindi ikut," ujar Keanu pada akhirnya.

"Iya, aku setuju sama Keanu," ujar Anindia menimpali.

"Eeeaa!" Sorak teman-temannya kompak, mereka merasa bahwa Keanu tidak bisa jauh dari Anindia, begitu juga sebaliknya.

Anindia hanya menanggapinya dengan seutas senyum, meskipun ia sedang merasa malu saat ini. Sementara Keanu hanya tersenyum samar bahkan hampir tak terlihat.

"Haha iyain deh, yang lagi kasmaran... Yang waras ngalah," ujar Yudhi meledek keduanya.

"Lo kalo lagi bucin lebih parah!" Celetuk Edo yang sedari tadi diam.

Suasana di meja kantin terlihat lebih ramai dari biasanya, pasalnya di meja mereka ada saja perbincangan santai dan canda tawa yang terdengar. Saat itu, pesanan mereka pun tiba. Mereka semua langsung menikmati makanan dan minumannya masing-masing.

Di saat yang bersamaan, Anindia melirik ke arah kakinya dan melihat bahwa tali sepatunya terlepas. Ia pun langsung menunduk untuk mengikat tali sepatunya itu. Namun tiada di duga, Keanu justru memegangi sudut meja agar kepala Anindia tidak terbentur.

Menyadari aroma parfum yang sangat familiar di indra penciumannya, Anindia pun langsung menoleh. Dan benar saja, Keanu memegangi ujung meja itu tepat di dekat Anindia. Anindia pun tidak bisa menahan senyum, ia merasa bahwa Keanu ternyata orangnya sangat perhatian terhadap hal-hal kecil.

Cukup lama ia tersenyum sendiri, akhirnya ia pun kembali ke posisi duduknya, mencoba untuk terlihat biasa saja meskipun ia sedang merasa salah tingkah. Setelah Anindia kembali duduk, Keanu pun langsung menarik tangannya lalu menikmati makanan yang tersaji di hadapannya.

Keanu sesekali melirik Anindia, ia merasa bersyukur memiliki Anindia di dalam hidupnya. Dan ia juga merasa bersyukur karena telah dipertemukan dengan orang yang tepat di dalam ikatan yang suci juga. Keanu pun akhirnya melanjutkan makannya, membiarkan perasaannya itu terus berlabuh kepada orang yang disayanginya.

Anindia yang tidak menyadari tatapan Keanu, langsung menikmati makanan dan minumannya, ia takut tidak sempat pergi ke perpustakaan karena mengulur waktu. Begitu juga dengan Keanu dan teman-teman mereka yang melakukan hal yang sama.

Setelah menghabiskan waktu istirahat di kantin, mereka semua pun bubar menuju ke tujuannya masing-masing. Anindia, Keanu dan beberapa teman lainnya berjalan menuju ke arah perpustakaan. Sementara Yudhi, Edo dan yang lainnya memutuskan untuk pergi ke tempat yang lain.

Mereka pun langsung memasuki ruang perpustakaan yang terlihat lebih tenang dari situasi di lapangan maupun kantin. Aroma pengharum ruangan membuat Anindia merasa rileks, selaras dengan suasana perpustakaan yang damai.

Setelah mengisi daftar kunjungan, mereka semua beredar mencari buku bacaan masing-masing. Keanu mencari buku sejarah, sementara Anindia mencari buku tentang desain.

Anindia menemukan rak buku tentang desain dan grafis, namun karena tubuhnya yang mungil membuatnya kesulitan untuk mengambil buku di rak atas itu. Ia pun berjinjit, berharap bisa meraih buku yang diinginkannya.

Saat itu, tiba-tiba saja sebuah tangan mengambil buku yang Anindia inginkan, dan Anindia sangat tahu siapa orang itu karena gelang hitam yang melingkar di tangannya. Anindia mendongak, mendapati Keanu yang menyunggingkan senyum ke arahnya. Keanu yang iseng pun langsung mengetuk kepala Anindia pelan dengan buku yang dipegangnya itu.

"Makanya jangan pendek, sayang. Untung aja suaminya tinggi," bisik Keanu dengan nada tengilnya.

"Biarin aja aku pendek! Kamu tuh yang terlalu tinggi, kayak gapura kabupaten," canda Anindia dengan suara yang sangat pelan.

Mendengar perkataan Anindia, Keanu pun langsung menggelengkan kepalanya dengan tawa tanpa suara. Akhirnya, ia pun memberikan buku bacaan itu kepada Anindia.

"Ya udah, nanti gak keburu bacanya," ujar Keanu sembari merapikan anak rambut Anindia yang menutupi wajahnya.

"Iya, nanti udah masuk lagi," ujar Anindia sembari melangkahkan kakinya menuju ke arah teman-temannya.

"Nindi tunggu," ujar Keanu menangkap pergelangan tangan Anindia, membuat istrinya langsung berhenti.

"Kenapa Kean?" Tanya Anindia yang merasa penasaran.

Keanu tidak menjawab apa-apa, ia langsung berjongkok dan meraih tali sepatu Anindia yang lagi-lagi terlepas. Keanu pun langsung mengikatnya, ia tidak ingin membuat Anindia terjatuh karena tali sepatu yang tidak terikat.

Anindia langsung terkejut dengan perhatian Keanu. Ia merasa bahwa Keanu benar-benar memperhatikan dirinya meskipun hanya hal kecil. Mungkin perhatian kecil itu terlihat sepele, namun terasa begitu berarti menurut Anindia.

Anindia tidak bisa menahan senyumnya lagi, perhatian kecil dari suaminya itu benar-benar membuat hatinya terasa bergetar. Perhatian kecil itu membuat Anindia merasa satu-satunya yang sangat penting bagi Keanu, dan itu juga yang membuatnya merasa spesial dan dicintai.

Menurutnya, perhatian kecil itu bukan hanya sekedar tindakan, tapi sebuah pernyataan cinta dan kasih sayang yang sangat tulus. Dan Keanu sudah menunjukan hal itu.

"Udah, ayo!" Ajak Keanu sembari berdiri.

Anindia menatap Keanu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, senyuman manis yang terukir di wajahnya sudah menjelaskan bagaimana perasaan Anindia saat ini. Tanpa kata lagi, mereka berdua pun langsung bergabung kembali dengan teman-temannya yang sudah duduk sambil membaca bukunya masing-masing.

Anindia dan Keanu pun langsung bergabung dengan mereka, membaca buku sembari menunggu waktu istirahat berakhir. Lembar demi lembar mereka buka, menampilkan tulisan dengan berbagai isi dan makna dari setiap lembarannya.

Anindia sendiri begitu fokus ketika membaca buku desain grafis itu, ia berharap bahwa cita-citanya masih bisa ia raih meskipun ia sudah menikah. Anindia mengingat perkataan ibunya bahwa Keanu akan mendukung cita-citanya kelak. Ia pun melirik sekilas ke arah Keanu, berharap bahwa perkataan ibunya itu benar adanya.

Karena tidak ingin mengganggu fokus suaminya, Anindia pun kembali mengalihkan pandangannya ke arah buku. Ia merasa senang karena Keanu benar-benar berubah, dan ia berharap bahwa suatu hari nanti ia dan Keanu bisa menggapai impian dan cita-citanya masing-masing.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!