NovelToon NovelToon
THE CEO’S SECRET SON

THE CEO’S SECRET SON

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Anak Genius / Cintapertama / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:485k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Blurb:

Dua belas tahun yang lalu, Jaxon Thorne memberikan segalanya, hatinya, janjinya, masa depannya pada wanita dengan sepasang mata hijau yang indah, Scarlett Reed yang merubah namanya menjadi Scarlett Quinn.

Lalu, dia terbangun di dunia yang hancur, hanya disisakan secarik surat perpisahan yang melukai hatimya.

Sejak saat itu, sang pewaris tunggal kerajaan bisnis Thorne itu membangun benteng kokoh di sekeliling hatinya, dingin, berkuasa, dan tak tersentuh.

Kekayaannya melimpah, tetapi kebenciannya pada pengkhianatan lebih membara dari apapun hingga dia tak percaya lagi akan cinta sejati dan suka mempermainkan wanita.

Namun, takdir berkata lain.

Semuanya berubah saat Jaxon bertemu dengan Dash Quinn, seorang bocah jenius berusia dua belas tahun pemenang olimpiade sains yang mendapat beasiswa dari perusahaannya.

Ada sesuatu pada senyum dan sorot mata anak itu yang membuat dunia Jaxon berguncang, sebuah pengingat yang tak tertahankan akan masa lalu yang dikuburnya dalam-dalam.

Semakin dekat Jaxon dengan Dash, semakin banyak fakta yang terungkap. Rahasia gelap itu akhirnya terbuka.

Penghianatan terbesar bukan berasal dari gadis sederhana yang dulu dicintainya, melainkan dari lingkaran terdekatnya sendiri, yaitu keluarganya.

Sekarang, dihadapkan pada kebenaran yang pahit, Jaxon harus memilih, tetap menjadi pewaris yang terluka seperti yang diharapkan keluarganya, atau menjadi pejuang yang mengambil kembali segala sesuatu yang telah dicuri darinya.

Sebuah perjalanan untuk menuntut balas, memperbaiki kesalahan, dan meraih keluarga yang tak pernah dia sangka bisa dimilikinya, sebelum segalanya benar-benar terlambat.

Mana yang akan dipilih Jaxon? Keluarganya yang licik atau keluarga barunya yang baru dia temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Menjalani Bersama

Setelah mandi air hangat yang cukup lama, Scarlett merasa sedikit lebih bisa bernapas. Air hangat telah mencairkan sedikit dari kerumitan di kepalanya.

Dia memilih pakaian yang biasa saja. Kaos dan celana jeans pendek. Tak perlu berdandan karena dia tak mau terlihat menarik di mata Jaxon.

Scarlett turun melalui tangga yang luas. Dari balik dinding kaca, dia sudah melihat siluet Jaxon di ruang makan.

Pria itu sedang berdiri di dekat meja, memeriksa sesuatu di ponselnya.

Saat Scarlett memasuki ruangan, Jaxon menoleh. Matanya, dengan cepat menangkapnya. Tidak ada kata yang diucapkan, tapi karena tatapan itu—Scarlett berdesir dibuatnya.

Seperti sengatan listrik yang halus, mengingatkannya pada masa ketika tatapan seperti itu akan langsung membuatnya mendekat, mencari pelukan dan ciuman dari pria itu.

Sekarang, dia hanya diam, tak bereaksi.

"Kau tak menua," ucap Jaxon.

“Aku memang belum tua!” kesal Scarlett. “Aku masih—“

“Aku tahu umurmu, Baby,” potong Jaxon. “Duduklah.”

Scarlett mencebik dan bergerak menuju kursinya. Sarapan sudah terhidang, buah segar, yogurt, croissant. Jelas disiapkan oleh koki rumah, bukan Jaxon.

Tapi kopi di samping piringnya terlihat persis seperti yang dia suka, hitam, satu shot espresso. Pasti Jaxon yang membuatnya, dia masih ingat rupanya.

Mereka makan dalam suasanay tenang. Jaxon tidak banyak bicara. Dia sesekali melirik Scarlett. Scarlett mencoba mengabaikan kehadiran Jaxon, mengabaikan cara cahaya pagi menyoroti garis rahangnya yang kuat, mengabaikan aroma tubuhnya yang menggoda.

Scarlett fokus pada rasa croissant yang renyah, pada buah berinya. Bertahan dengan sikap diamnya.

Setelah makan berakhir, saat Scarlett sedang menyeka bibirnya dengan lap, Jaxon meminum airnya.

"Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu," katanya, bangkit dari kursinya. "Ayo kita pergi."

"Pergi?" tanya Scarlett, mengerutkan kening. "Kau punya meeting?"

"Bukan rapat. Kita akan keluar.”

Tanpa penjelasan lebih lanjut, Jaxon menarik tangannya dan membawanya ke garasi bawah tanah.

Ruangan seluas lapangan basket itu dipenuhi dengan kendaraan-kendaraan mewah yang berjajar rapi.

Jaxon tidak menuju ke SUV yang biasa mereka gunakan bersama Dash. Dia justru berjalan ke sudut yang agak tersembunyi, di mana sebuah mobil sport berwarna abu-abu titanium terlihat tampak garang.

Hanya dua pintu. Hanya dua seat.

"Kita naik ini," ujarnya, membuka pintu penumpang untuk Scarlett.

Scarlett memandang mobil itu, lalu memandang Jaxon. "Apa rencanamu? Mau membawaku ke mana?"

"Diam dan percayalah padaku. Naiklah,” pinta Jaxon.

Dan dalam nada itu, Scarlett sepertimendengar suara dari masa lalu, pria muda yang dulu selalu punya kejutan, yang dulu dia ikuti dengan mata tertutup karena cinta.

Scarlett masuk dan duduk di mobil mewah itu. Jaxon menyetir dengan lihai, membawa mereka keluar dari area mansion melalui gerbang utama.

*

Scarlett memandang keluar jendela, mencoba menebak tujuan mereka. Mereka menuju ke pusat kota, melewati kawasan komersial yang ramai.

Dia tidak bertanya lagi. Scarlett bisa mendengar napas Jaxon, menangkap setiap gerakan kecil tangannya yang mengemudi.

Wangi maskulin-nya lebih kuat di sini, bercampur dengan aroma parfum. Scarlett melipat tangannya, berusaha keras untuk tidak terpengaruh.

Akhirnya, Jaxon memarkir mobil di sebuah jalan kecil yang cukup ramai di daerah komersil. Di sebelah kiri, ada sebuah bangunan berlantai dua dengan fasad kaca hitam dan kayu.

Desainnya modern tapi hangat. Sebuah plang kecil tergantung di depan pintu, masih tertutup kain.

Jendela lantai dasar memperlihatkan interior yang terang dengan beberapa meja dan kursi kayu yang artistik. Lantai atas memiliki balkon kecil dengan tanaman gantung.

"Ayo turun," kata Jaxon, mematikan mesin. Dia keluar dan kembali membukakan pintu untuk Scarlett.

"Di mana kita?" tanya Scarlett akhirnya, keluar dari mobil dan memandang bangunan itu.

"Lihat sendiri," jawab Jaxon, mengarahkannya ke pintu kaca. Dia menekan kunci digital elektronik dan membukanya.

Begitu Scarlett melangkah masuk, dia semakin bingung. Di sebelah kanan, ada sebuah counter bar panjang yang terbuat dari kayu, lengkap dengan mesin kopi profesional dan rak-rak yang masih kosong. Area untuk kafe ini terasa nyaman, intim, dengan pencahayaan lampu gantung yang lembut.

1
Rike Yukeni
authornya ga pernah gagal buat readers meneteskan air mata😭
Windy Nurcahyani
Gemasss
Windy Nurcahyani
Ka belum mau up lgi??? Next eps nya sangattt di tunggguuuuuuu tidakkk sabarrrrr untukkk kisah dashhhh n terra
Sri Ariyanti
Dash gimana rasanya?
Nonie Hlm
ayoo up penasaran
diah nursanti
akhirnya km merobohkan tembok yg km bangun Dash
Tia Restiana Utami
Keren
Suka karya author
Nonie Hlm
ayooooo uuuuppppp
mey
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
HR_junior
haaa brapa kali jdnya ya soale bacanya keputus deh ...aaaa..Mlah keenakan .inta lanjut trs ya..
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍😍😍💪
Rinduin
Yeahhhhhh tera selamat bisa mengikat si dash selamanyaaa 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
katumbiri
nah kan jgn sok jual mahal Dash, ujung2nya liar juga 🤭
katumbiri
gassss terus dash,eh thor maksudnya 😄
Pandin Beatrix
teganya pria itu mengusir Terra tanpa boleh mengambil baju dan buku buku nya , ayo terra kuatkan hatimu kembali lah ke apartemen buktikan pada orang tua mu bahwa kau bisa bertahan hidup mandiri tanpa campur tangan mereka
Pandin Beatrix
sekarang sudah saatnya yang tepat Terra melawan orang tua itu, perlihatkan bahwa kamu kuat Terra , bisa hidup mandiri tanpa campur tangan ayahmu
Pandin Beatrix
Terra itu sudah dewasa mahasiswi S2 tapi oleh ayahnya masih diperlakukan seperti anak kecil atau hanya sekedar dianggap barang yang bisa diperlakukan seenaknya oleh ayahnya 😠
Ari Atik
woooow..........
Pandin Beatrix
hehe Dash profesor muda si jenius yang serba bisa 😍 mulailah mencoba menarik hatinya secara elegan 😀 sedikit dibumbui jual mahal yah Terra tapi dikit aja jangan banyak banyak 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!