Bagaimana jika Cinta pertama yang kamu pendam selama ini, Tiba-tiba menjadi saudara tirimu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
“Halo Sayang, ada apa, kangen aku ya?” Tanya Brandon dengan suara sedikit manja ke Senja, melalui panggilan telfonnya.
“Euggh…” lenguh Senja tertahan saat Biru meremas dadanya.
“Sayang?” Panggil Brandon, “kamu ngapain?” Tanyanya lagi.
“Emb- enggak,” ucap Senja yang tertahan ketika tangan Biru mulai memasuki intinya dan terus meremas nya. Otak Senja benar-benar nggak bisa fokus untuk saat ini, karena semua titik intinya di serang oleh Biru. “Kita Pu-tus aja,” ucap Senja dengan terbata dan mata terpejam menahan serangan Biru yang sejak tadi terus mengancamnya.
Brandon terdengar terkekeh, “Sayang jangan bercanda deh, kita baru aja jadian, ciuman aja belum masak udah putus sih,” ledek Brandon dengan jujur.
Mendengar ucapan Brandon membuat Biru geram, dan semakin mengobok obok milik Senja yang sudah mulai banjir, “Kak udah aku nggak kuat,” ucap Senja yang semakin melebarkan kakinya dan lalu mematikan ponselnya begitu saja. “Eugghhhhh….!!” Desahan yang lolos begitu saja, Senja mengengam ponselnya dengan kuat. “Kaaaaakkk….aahgghhh….!! Cengkeraman tangannya semakin kuat dan tubuhnya bergetar hebat di pangkuan Biru, hingga beberapa saat kemudian dia terkulai lemas di pelukan Biru dengan nafas yang tersengal sengal.
“Suka?” Tanya Biru sambil mencium Senja.
“Capek,” jawab Senja dengan jujur, dan Biru menidurkan Senja di ranjangnya lalu memeluknya dan mereka tidur bersama. Dan saat itu juga Senja langsung terlelap dalam pelukan Biru.
......................
Plaaakkkkksss…!! Tamparan keras mendarat dengan sempurna di wajah mulus milik Biru, Bugghhhhh….!!” Di tambah bogeman mentah dari tangan Arga.
Darah segar mulai keluar dari hidung mancung Biru, tetapi Biru terlihat tenang seolah dia sudah tau akan kejadian ini. Begitu juga dengan Senja yang saat ini pulang bersama dengan Biru di buat tercengang dan membeku di belakang tubuh Biru.
“Anak brengsek…!!” Maki Arga yang terlihat sangat murka. Tangannya sudah siap menghantam Biru lagi, tetapi saat ini Mira langsung menahannya.
“Mas, udah mas, nanti jantung kamu kambuh,” lerainya dengan wajah yang terlihat panik.
“Duduk…!” Teriaknya lagi ke arah Biru, Biru dengan tenang jalan ke sofa lalu duduk, “Sejak kapan kamu masuk ke jurusan kedokteran, dan mengajukan beasiswa ke luar negri?”tanyanya dengan mata melotot.
“Enam bulan yang lalu,” jawab Biru tenang, tetapi tidak dengan Senja dan Arga, mereka seperti mendapatkan bom nuklir secara mendadak.
“Ja-di kak Biru, ma-u ke luar negeri?” Tanya Senja dengan terbata bata.
“Bagaimana dengan sekolah hukumu Biru?” Jadi selama ini kamu bohongi Papa,” ucap Arga yang masih tak habis fikir.
“Lebih tepatnya membohongi diriku sendiri, dan kalau Papa nggak suka aku bisa membiayai sekolahku sendiri,” jelasnya dengan tenang.
Arga langsung terbahak, “bocah ingusan seperti mu dapat duit dari mana?” Ejeknya.
“Bukan urusan Papa,” ucap Biru yang membuat Arga semakin murka, hingga vas bunga yang ada di meja melayang ke tubuh Biru sampai hancur.
“Masss,,,,” tahan Mira.
“Aku tau kok tujuan Papa nyuruh aku jadi pengacara, buat tameng bisnis kotornya papa kan?” Buat berlindung dari pembeli properti Papa yang cacat produksi itu kan? Kita beda Pa, sekalipun jika aku lulus jadi seorang pengacara, aku akan berdiri berseberangan dengan Papa, sampai kapanpun,” ucap Biru dengan tatapan yang menantang.
“Anak durhaka, bajingan,” teriak Arga meluapkan emosinya yang saat ini sedang membara. “Pergi kamu dari sini, jangan pernah injakkan kakimu ke rumah ini lagi,” usirnya dengan wajah seriusnya.
“ASSSSIIHHHHHH,,,,,,AAAGUUUSSSSSS….!!!” teriak Arga lagi dengan wajah yang memerah sempurna.
Asih dan Agus berlari mendekati mereka, “ kemas barang barang Biru,” ucapnya murka.
“Nggak usah, sebelum papa ngusir, aku udah pergi duluan dari rumah ini,” ucap Biru berdiri dan keluar rumah begitu saja tanpa pamit.
...----------------...
..."Semoga Suka Ya☺"...
semangat 🙏😍