NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merayakan kelulusan

Hari kelulusan tiba, Vanya, Sifa, Rosa dan Rosi menggunakan baju yang sama. tak disangka Farida datang menghampiri Vanya hanya untuk mengucapkan selamat.

"Van congrats ya, lo dapet nilai tertinggi ya"

"eh iya makasih, congrats juga ya Far" jawab Vanya gugup. Iya sudah merasa sangat asing dengan Farida sekarang.

Dari kejauhan Vanya melihat Nana dan Irgi serta teman teman Irgi sedang tertawa bersama.

"Ayo Van kesana" Ajak Sifa sambil menunjuk ke arah Nana dan Irgi.

"Eh iya itu Nana Van" kata Rosa yang langsung menarik tangan Vanya.

"woi Na" Sifa berteriak cukup kencang yang membuat orang orang di sekitar menoleh ke arah nya.

"widih cakep bener lu Sifa tumben banget" Kata Rido yang sebenarnya menyukai Sifa diam diam.

"kurang ajar lo"

"Hai Van congrats ya, mantap deh dapet nilai paling tinggi" Kata Rido saat melihat Vanya mendekat.

"Gue kira lo gak bisa menang lawan Nana Van" Kata Irgi

"Bisa kan walaupun cuma kali ini hahaha" mereka semua tertawa mendengar nya.

mereka berfoto bersama, dan Vanya mengajak teman teman nya untuk merayakan kelulusan mereka di rumah nya "Kerumah gue dulu yuk kita makan makan sekalian maen nanti kan pasti kita bakal susah ngumpul"

"Yaudah ayo" Jawab Irgi dengan semangat.

...☘️☘️☘️...

Sesampai di rumah Vanya. Raka dan sudah menyambut mereka dengan banyak makanan yang ia masak sendiri. ketika mendengar Vanya berhasil mendapatkan nilai tertinggi, Raka dengan semangat membara memasak makanan kesukaan Vanya dengan porsi besar.

"Widih banyak banget" Kata Irgi, Nana dan Vanya berbarengan.

"mantap kan" jawab Raka dengan bangga.

"eh ayo makan dulu" Irgi mengajak yang lain untuk bergabung di meja makan.

Rido, Sifa, Rosa dan Rosi terlihat Kebingungan dengan tingkah Irgi. "ini kan rumah Vanya kenapa jadi kaya Irgi yang punya rumah" tanya Rosi keheranan.

"udah biasa dia disini" Jawab Nana yang langsung menarik tangan Rido untuk segera bergabung.

"Aku tinggal ke atas bentar" pamit Vanya

Ratih menyapa satu satu teman Vanya.

Mereka berbincang sambil tertawa bersama. Vanya turun dengan beberapa paperbag di tangan nya. ia sudah menyiapkan hadiah perpisahan untuk teman teman nya termasuk untuk Rido.

Vanya membagikan kepada teman teman nya.

"Wih keren lukisan muka gue, mantap gue jadi cantik"

Ya isi nya adalah hasil lukisan Vanya, ia sudah mengerjakan nya cukup lama. tak hanya wajah masing masing saja tapi juga ada lukisan mereka bertujuh.

"Oh iya gimana kalo kita lusa ke Villa nginep aja 2 hari" Ajak Ratih yang senang melihat teman teman Vanya sangat banyak.

"Aku izin orang tua dulu ya tante" Jawab Rosa. Rosi dan Sifa hanya mengangguk menyetujui omongan Rosa.

"oke nanti kalo dibolehin kabarin ya ke Vanya, gausah bawa apa apa, cukup baju ganti aja sama obat obatan pribadi nya, makan biar tante yang urus" Kata Ratih dengan excited.

"Nana, Irgi ikut ya, Rido juga ikut ya" ajak Ratih saat melihat Nana dan Irgi yang sedang berebut makanan.

"duh udah deh gue masakin lagi gausah berantem" Raka sudah sangat lelah melihat tingkah laku Nana dan Irgi.

Nana dan Irgi langsung menaruh makanan nya dan tersenyum menatap Raka yang terlihat sedikit emosi.

...☘️☘️☘️...

Pagi hari Sifa, Rosa, Rosi, Rido, Irgi dan Nana sudah berkumpul di halaman rumah Vanya. menunggu sang pemilik rumah terbangun dari mimpi indah nya.

"Vanya ayo kamu tuh susah banget sih, itu loh temen kamu udah pada sampai" Ratih mencoba membangunkan Vanya, sedangkan Raka dan Danu sibuk memasak di dapur.

"iya mah aku bangun" Vanya bangun dan langsung menuju kamar mandi.

"Mamah tunggu dibawah ya jangan lama lama"

"iya mah"

Ratih menghampiri teman teman Vanya, memastikan mereka semua mendapatkan izin dari orang tua masing masing, dan membawa perlengkapan pribadi dengan benar.

"udah siap semua berarti ya" Kata Ratih dengan semangat yabg membara.

"iya tante aman semua kok" jawab Irgi dan yang lain nya.

"yaudah kita makan dulu ya sambil nunggu Vanya" ajak Ratih sambil menyuruh mereka pergi ke meja makan.

Nana celingukan mencari Vanya yang tak kunjung turun.

"Masih mandi dia Na" Kata Ratih yang sudah mengerti maksud Nana.

"hehe tau aja tante aku nyariin Vanya"

"Tau lah nyari siapa lagi kamu kalo bukan nyari Vanya" Kata Ratih sambil tersenyum.

"Makan aja dulu Na, Nanti juga turun dia kelamaan kalo nunggu dia" Kata Raka yang sudah menyodorkan piring ke arah Nana.

"Iya makasih bang"

cukup lama Vanya bersiap siap, sampai sampai saat ia turun semua teman teman nya sudah selesai makan. "Yah aku ketinggalan ya"

"Kamu lama sih, ayo cepet sini makan" Kata Ratih yang dengan sigap menyiapkan nasi dan lauk untuk Vanya. sedangkan yang lain membantu Raka merapihkan piring kotor dan alat alat dapur yang tadi di pakai untuk masak.

"Vanya makan nya jangan lama lama ya nanti kalo kesiangan takut macet" Kata Danu sambil berjalan menuju mobil dengan tas tas besar yang ia bawa.

"Iya pah" Jawab Vanya dengan mulut penuh nasi.

Pak Agus membantu Danu merapihkan semua barang bawaan dan tas tas yang akan di bawa ke Villa. "ini mau berapa hari pak banyak banget bawaan nya"

"dua hari pak Agus, ini makanannya banyak banget takut ke habisan di sana"

tanpa banyak bicara lagi pak agus menyusun barang bawaan itu di bagasi 2 mobil. kali ini mereka harus pergi dengan 2 mobil.

Tak lama semua sudah siap untuk berangkat.

meraka pun di bagi ke 2 mobil, mobil pertama ada Vanya dan keluarganya dengan barang bawaan yang lebih banyak dari pada mobil yang satunya dan mobil ke dua diisi oleh pak Agus, Rosi, Rosa, Irgi, Nana, Sifa Rido.

"Pak Agus bawa nya hati hati aja ya pelan pelan aja gak papa" kata Danu saat mereka akan berangkat.

"Iya pak siap, bapak juga hati hati bawa mobilnya"

mereka berjalan beriringan. di dalam mobil Nana terlihat murung. Pak Agus yang berada di sebelah Nana langsung menyadari perubahan ekspresi muka Nana. "Ntar juga ketemu mas di Villa sabar ya paling satu jam sampe kok" kata Pak Agus sambil menggoda Nana sedikit.

"Pak Agus tau aja" Kata Nana yang tersenyum kearah Pak Agus.

"Dasar bucin" Kata Irgi dari bangku paling belakang.

"Diem Jomblo" Kata Nana dengan Sarkas

"Dih Sarkas" gelak. tawa terdengar memenuhi mobil. ini adalah interaksi langka, melihat Irgi yang selalu terlihat berkarisma di sekolah mendapatkan Sarkas dari seorang murid jenius yang sangat jarang berbicara adalah hal yang menakjubkan. perjalanan di lanjutkan dengan beberapa candaan dan cerita lucu dari Pak Agus. pak Agus memang sangat pandai mencairkan suasana.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!