Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 31: Raja di Balik Bayangan
Angin malam berhenti.
Seolah dunia menahan napas.
Di atas gedung—
dua kekuatan berdiri berhadapan.
Kael.
Raven.
Dan di depan mereka—
pemimpin Noctis Veil.
Tekanan yang Berbeda
Aura dari sosok bertopeng putih itu…
berubah.
Lebih dalam.
Lebih berat.
Lebih… tidak manusiawi.
Udara di sekitarnya retak halus.
CRACK...
Kael menyipitkan mata.
“…Dia bukan sekadar host.”
Sistem muncul.
[SISTEM ECLIPSE]
Analisis:
Sinkronisasi entitas-host: 89%
Status: Stabil
Ancaman: Sangat tinggi
Raven menghela napas pelan.
“…Jadi ini versi suksesnya.”
Ia mengangkat pedangnya.
Aura Rank S-nya memuncak.
“Kalau begitu—”
“…jangan tahan diri.”
Tanpa aba-aba—
pemimpin itu menghilang.
BAM
Ia muncul di depan Kael.
Serangan langsung menghantam.
Cepat.
Berat.
Kael menahan—
namun langsung terdorong.
Atap gedung retak di bawah kakinya.
Raven masuk dari samping.
SLASH
Pedangnya menebas—
namun…
ditahan.
Dengan satu tangan.
“…Lambat.”
Level yang Berbeda
Pemimpin itu mengayunkan tangan.
Gelombang energi hitam meledak.
BOOOOM
Kael dan Raven terpental.
Kael mendarat.
Menggeser kakinya.
Napasnya sedikit berat.
“…Ini di atas yang sebelumnya.”
Raven berdiri kembali.
Matanya tajam.
“…Dia hampir setara entitas di Rift.”
Pemimpin itu tidak menunggu.
Ia menyerang lagi.
Kali ini—
lebih cepat.
Kael langsung mengaktifkan VOID STEP.
Menghindar.
Namun—
pemimpin itu mengikuti.
BAM
Pukulan mengenai Kael.
Ia terpental.
“…Dia bisa membaca ruang?”
Sistem menjawab.
[SISTEM ECLIPSE]
Kemampuan target:
Prediksi dimensi
Kael tersenyum tipis.
“…Makin menarik.”
Raven melompat tinggi.
Pedangnya bersinar terang.
“Kael!”
Kael langsung paham.
Ia mengangkat tangan.
Bayangan bergerak—
mengunci pergerakan musuh.
“Sekarang!”
Raven menebas.
SLAAAAASH
Serangan langsung mengenai—
Namun—
pemimpin itu tersenyum.
Energi di tubuhnya meledak.
Bayangan hancur.
Serangan Raven tertahan.
“…Kalian terlalu lemah.”
Perubahan Kael
Sunyi sejenak.
Kael berdiri perlahan.
Debu jatuh dari tubuhnya.
Matanya berubah.
Lebih gelap.
Lebih dalam.
“…Kalau begitu…”
Sistem bergetar.
[SISTEM ECLIPSE]
Mode: Eclipse (Parsial)
Sinkronisasi: 39%
Energi hitam keluar dari tubuhnya.
Bayangan menyebar.
Lebih luas.
Lebih hidup.
Raven melirik.
“…Jangan kehilangan kendali.”
Kael tidak menjawab.
Namun auranya sudah berubah.
Pemimpin itu langsung menyerang.
Namun—
Kael tidak menghindar.
BOOOOM
Tabrakan langsung terjadi.
Tanah di bawah mereka hancur.
Udara bergetar.
Kael menahan serangan itu.
Dengan satu tangan.
Pemimpin itu sedikit terkejut.
“…Oh?”
Kael menatapnya.
Matanya bersinar ungu gelap.
“…Sekarang seimbang.”
Pertarungan Brutal
Serangan bertukar.
Cepat.
Berat.
Tanpa jeda.
BAM! CRASH! BOOM!
Setiap benturan menghancurkan atap gedung.
Raven ikut masuk.
Menyerang dari sisi.
Koordinasi dua arah.
Pemimpin itu mulai terdorong.
Satu langkah.
Dua langkah.
Namun—
ia tertawa kecil.
“…Bagus.”
Kebenaran
Ia mundur sedikit.
Mengangkat tangannya.
“Sekarang… lihat ini.”
Tubuhnya retak lebih dalam.
Energi keluar.
Lebih padat.
Lebih murni.
Sistem Kael langsung berbunyi keras.
[SISTEM ECLIPSE]
PERINGATAN
Energi identik dengan entitas Rift inti
Kael membeku sesaat.
“…Jadi ini…”
Pemimpin itu menatapnya.
“…Kami bukan sekadar pemburu.”
Ia tersenyum.
Untuk pertama kalinya—
terlihat jelas di balik topeng yang retak.
“…Kami adalah jembatan.”
Langit di atas mereka kembali bergetar.
Retakan kecil muncul.
Lebih kecil dari sebelumnya—
namun sama.
Raven menyipitkan mata.
“…Jangan bilang…”
Kael mengepalkan tangan.
“…Mereka bisa membuka Rift… sendiri.”
Pemimpin itu melangkah maju.
Aura-nya memuncak.
“Dan kau…”
Ia menunjuk Kael.
“…adalah kunci terakhir.”
Dan malam itu—
pertempuran berubah dari sekadar pertarungan…
menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.