Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelamatkan Ratu
"Ada apa kalian kemari?" Wang Ryu mengerutkan keningnya melihat pada keduanya.
"Kami ingin meminta bantuan...." Pengeran ke 3 melihatnya dengan wajah serius.
Alis pria itu mengerut..".... Jika ini soal kakak mu aku tak bisa membantunya..."
Ning Zao tertegun,siapa kira Tuan muda sudah menembaknya,1 Minggu lalu dia menerima kabar dari Menteri Yun bahwa terjadi sesuatu antara Kakaknya dan kakak iparnya.
Keduanya bertengkar dan posisi Ratu Ning mengalami kesulitannya dikediaman nya, namun paman Yun tak menceritakan apapun soal masalah apa yg terjadi.
Sampai Jendral tua meminta mereka menemui Tuan muda dan memintanya untuk melihatnya.
dikatakan bahwa Tuan Muda bisa tau semua yg terjadi pada kakaknya dan iparnya.
Jadi dia kesini. Ning Zao melihatnya dengan agak canggung."...aku datang bukan untuk kakakku ,tapi kakak ipar ku ... bisakah kamu membantu nya...."
Wang Ryu akan menjawab bisa,saat pandangannya tiba-tiba buram dan dimata Ning Zao dan Zhang zen melihat Tuan muda Wang menghilang dengan sengatan cahaya biru didepan matanya sendiri.
Keduanya membeku.
Zhang zen menoleh pada pengeran ke 3 dengan kaku."...aku tak bermimpi..."
"....Dia menghilang,apa dia tak mau membantu ku?" tanya Ning Zao menarik lengan temannya dengan semangat.
Sebelum Zhang Zen menjawab...
Bang!- pintu kamar terbuka dengan keras,dan Wang Ryu keluar dari sana dengan pakaian basah.
Keduanya berdiri dengan terkejut."...Tuan muda!"
"... kenapa wanita-wanita itu begitu menakutkan....Hanya karena 1 pria bahkan harus membunuh orang.....!" Wajah Wang Ryu gelap seperti tinta.
Rambut hitamnya terlah berubah mejadi putih berkibar dengan cahaya biru.
"Tuan muda,apa yg terjadi.?!" Tanya Ning Zao tak sabar, mencoba menyentuhnya,namun Wang Ryu dalam kondisi emosi tak baik.
jadi saat tangan pengeran menyentuh lengan bajunya dia tersentak mundur saat merasakan sengatan pada jari-jarinya.
"Ning Zao.....!" Zhang Zen panik, segera menarik tangannya dan melihat luka melepuh Disetiap ujung jarinya.
Keduanya saling memandang lalu menoleh pada Wang Ryu yg masih berwajah gelap. sekitar pria itu seperti dialiri oleh petir kebiruan yg hampir berputar-putar di sekelilingnya.
Ini tak baik.
" Tuan muda ada apa dengan anda...!"Zhang Zen mencoba menyadarkannya. Ning Zao juga berteriak memanggilnya." Tuan tenang lah!"
Wang Ryu sepertinya tak mendengar mereka dia Berdiri didepan kamar , aliran petir semakin menjalan kemana-mana,menyengat semua yg ada disekitarnya.
" Ini terlalu berbahaya....!" Zhang Zen dan Pangeran hanya bisa berusaha mundur dan menghindari sengatan petir pria itu.
Paman Feng masuk saat mendengar teriakkan mereka yg panik,dan melihat kondisi Tuan muda yang belum pernah dia lihat.
"...Apa yg terjadi?"tanya nya pada kedua pria itu,wajah keduanya juga tak baik terkejut.
kondisi pakai mereka hangus dibeberapa tempat.
"...kami Tidak tau, tiba-tiba saja Tuan muda menghilangkan dan kembali dengan kondisi seperti ini....!"jelas Ning Zao cemas sambil menyentuh lengannya.ada luka bakar dilengannya.
Lalu Ning Zao,Zhang Zen dan paman Feng melihat asap putih berputar di sekeliling kaki Wang Ryu , seperti gumpalan awan yg berputar-putar.
"Saudara ku tenanglah ,kamu menakuti semuanya..."suara susu tiba-tiba terdengar.
Semua orang melangkah lebih jauh dari ruang tamu,lalu didepan semua orang sosok kecil memeluk kaki Tuan muda Wang.
Mata semua orang melebar saat muncul anak kecil dengan mata merah dengan tubuh seputih susu memeluk kaki Wang Ryu.
Kondisi fisik anak itu mirip dengan wujud Dewa Wang Ryu.dengan wajah sedih berkata." Kamu jangan marah...."
Lalu sosok lain muncul ditengah asap yg perlahan menghilang ,memeluk kaki kiri Wang Ryu,berkata dengan lebih lembut."saudara ku,gadis itu masih hidup jangan marah...."
Sosok kecil dengan wajah yg sama,hanya saja matanya berwarna biru. Ini sepertinya kembar.
Wang Ryu merasa amarahnya sedikit memudar,dia menyentuh keningnya,panas membakar karena terlalu banyak emosi yg dia bawa.
" Yao.er ....Zao.er bangun lah...tak apa-apa..."panggilnya dengan suara serak.
Kedua bocah kecil itu melepaskan kakinya,lalu berdiri berjajar dengan saudaranya, sambil bergandengan tangan.
"Maaf menakuti kalian...."Dia mengusap kepala mereka. energi ditubuhnya perlahan ditarik kembali.
"jangan marah lagi..!" ucap mereka serempak.
"Oke..."jawab Wang Ryu tersenyum enggan.kedua bocah itu tertawa,lalu berlari masuk ke dalam kamar Wang Ryu.
Ketiganya membeku diluar pintu ruang tamu.
Wang Ryu dengan jelas memanggil mereka Yao.er dan Zao.er buknkah ini nama pohon persik Dewa.
Mereka bahkan bisa berubah menjadi anak manusia!.
Ning Zao yg tak tau apapun soal pohon persik,hanya berfikir bahwa ke dua anak itu saudara tuan muda Wang.
Keduanya tiba-tiba datang saat Wang Ryu sendang marah, agar membujuknya tetap tenang,dan tak mencelakai mereka.
Ning Zao dan lain tanpa sadar bernafas lega.untungnya.
Wang Ryu menegakkan tubuhnya,berjalan ke arah meja tamu."Paman panggil bibi untuk membantu gadis didalam..."
"Baik tuan muda..." Paman Feng tak berkata banyak dan segera pergi. Zhang Zen dan Ning Zao kembali ke ruang tamu dengan langkah kaku.
"Duduklah..." Wang Ryu meminta mereka untuk duduk,dia sendiri duduk ditempatnya dengan wajah serius
"Apa anda tak berganti pakaian....?" Bisik Ning Zao melihat pakaiannya yg basah kuyup dihari dingin akan mudah terkena flu.
Wang Ryu mengibaskan lengannya, pakaian berkibar dan menjadi kering seperti semula."...ayo bicara..."
Keduanya saling memandang, sebelum fokus pada Wang Ryu.dia melihat ke arah Pangeran ke 3."Ratu Ning ada didalam...."
Mata pria itu melebar,apa Wang Ryu pergi ke istana saat dia menghilang tadi."Anda...pergi ke istana?"
Wang Ryu menyentuh keningnya.pusing. ini adalah pertama kalinya dia dipindahkan Begitu saja tanpa persiapan apapun , energi' dalam tubuhnya sedikit terguncang.
"Aku melihatnya didorong ke danau oleh 3 selir kakakmu..."jawabannya.
Entah apa yg terjadi,Wang Ryu sendiri tak mengerti,tapi dia mendengar namanya dipanggil.
Lalu dia muncul didekat danau dimana Ratu Ning baru saja ditendang jatuh ke danau,gadis itu berjuang untuk bisa bernafas dipermukaan sedangkan 3 wanita dengan lebih dari 10 pelayan tertawa bahagia melihat wanita itu berjuang diantara kematian.
"Ini..." Zhang zen benar-benar tak menduga nya. Pangeran ke 3 mencengkram Tangannya."...sangat lancang!"
"Aku ingin tau,apa kalian para pangeran harus sekejam ini pada istri mu sendiri! Membiarkan selir menginjak-injak posisinya sebagai istri sah bahkan membunuh'nya....!"
Wang Ryu benar-benar tak habis pikir , ternyata Kaisar Ning lebih bajingan dari yg dia duga.
Mungkin pria itu berfikir tak masalah dia tak mendapat cinta Ratu Ning, asalkan dia tetap mendapatkan keturunan dari selir-selir.
Dia bahkan tak perduli soal prediksi Wang Ryu yg mengatakan soal kehancuran tatahnya.
"Tuan muda saya tidak akan melakukannya!" Tolak Ning Zao dengan cepat. Dia menjelaskannya dengan cemas."...saya hanya akan memiliki satu istri...namun kondisi kerjaan sangat extrim....."
"Dan itu hanya karena dia tak memiliki anak...!"bentaknya marah.
Keduanya berkeringat dingin.
Ini bukan salah mereka kenapa mereka yg dimarahi.
"...apa kalian pria begitu menjijikan! Bajingan itu berfikir dengan begitu banyak selir yg memberinya anak dia tak membutuhkan Ratu Ning yg mencintainya dengan tulus....."
"......dia begitu bodoh,begitu banyak putra yg lahir akan begitu banyak persaingan, kecemburuan dan pembunuhan yg akan dilakukan anak-anaknya itu untuk memperebutkan kuasanya...!"
"Jika ini terjadi siapa yg akan menderita...mereka para rakyat....!" Wang Ryu mengertakan giginya.
Ning zao mencengkram lututnya,dia tau tentu dia tau,hanya dia tak mengira kakaknya bisa menjadi sejahat itu. Dia bahkan menjadi bodoh hanya untuk memiliki keturunan.
Benar yg dikatakan Tuan muda, semakin banyak pangeran lahir, semakin banyak juga pertumpahan yg akan terjadi di istana,bukan hanya merugikan istana tapi rakyat juga akan menanggung akibatnya.
Wang Ryu menarik nafas dalam-dalam, untuk mengambil kembali emosinya."....pernikahan Kaisar Ning sudah terputus dengan Ratu Ning...mereka tak memiliki ikatan apapun...."
"Apa mereka berpisah?" Keduanya melihatnya dengan tak percaya. Zhang Zen benar-benar harus segera memberi tau ayahnya secepatnya.
Wang Ryu melirik Ning Zao dengan tajam."...kamu tidak tau? Kakakmu menurunkan jabatan istrinya menjadi wanita biasa dan akan mengangkat selirnya menjadi ratu!"
"Tidak! Itu tak bisa dilakukan! Itu melanggar peraturan!" Tolaknya dengan panik.
Bagaimana mungkin saudara bisa bertindak sejauh itu.
"Kau harus bertanya sendiri pada kakakmu.....!" Wang Ryu menaikan nada bicaranya.
membuat wajah Ning Zao memucat,pria itu lalu menunduk kepalanya dengan bibir gemetar.
Semua orang terdiam.
Bahkan Bibi Meng dan Paman Feng masuk ke lorong kamar yg melewati ruang tamu dengan Sangat hati-hati.
"Lalu bagaimana dengan Ratu Ning...?"tanya Zhang Zen melihat Wang Ryu dengan hati-hati.
".. aku akan menjaganya untuk saat ini .."jawabannya dengan tegas.Wang Ryu melihatnya pangeran ke 3 dengan wajah dingin.
"......Jika kamu kembali ke istana ingatan dia akan kata-kata ku .. hidupnya tak akan berakhir baik karena tindakan bodohnya ini!"
"Baik Tuan muda...." Jawab Pangeran ke 3 dengan wajah pucat,Zhang zen tak mengira bahwa Kaisar Ning akan menjadi pria sekejam itu.
"Berikan tangan mu..."
Ning Zao mendongak,tangan putih terulur padanya.dia tanpa sadar menyentuhnya.
Wang Ryu menggenggam tangannya dan mengalirkan energi penyembuhan, luka-luka bakar ditubuh Ning Zao perlahan sembuh.
Zhang Zen jelas melihat lengan Kanan Ning Zao yg hangus melepuh perlahan sembuh dengan kecepatan luar biasa.
bahakan hampir tak ada bekasnya.