NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:334.7k
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Dibuang ibu kandungku, disiksa keluarga tiriku. Tapi itu belum cukup...

Saat Lania beranjak dewasa, ia justru harus menggantikan kakak tirinya untuk menjadi tunangan pria yang tidak dikenalnya.

Penyiksaan itu terus berlanjut sampai Lania benar-benar menikahi pria itu. Karena sebuah kesalahpahaman, suaminya terus menyiksanya karena kebencian yang tidak seharusnya ia terima.

Sabar... sabar... sabar... hanya satu kata itu yang bisa menguatkan Lania dalam menjalani kehidupannya yang sangat keras.

Akankah kehidupan Lania menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjadi Penyiksaan Lagi

Daley terus mondar-mandir di kamarnya, walaupun kakeknya sudah memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja, tapi melihat darah yang begitu banyak tercecer di lantai rumahnya, Daley merasa lukanya itu sangat dalam.

"Haisssss sialan... seharusnya aku membencinya, tapi kenapa aku justru mengkhawatirkannya," gumam Daley.

Daley melangkahkan kakinya untuk mengambil ponselnya di atas meja samping tempat tidurnya, ia pun segera menghubungi pak Malik.

Tak perlu waktu lama Daley menghubungi asistennya, dalam sekali dering saja, panggilannya langsung dijawab oleh pak Malik.

"Halo tuan muda, ada yang anda butuhkan?" tanya Malik.

"Pak Malik, aku butuh bantuan. Bisakah anda mengirimkan satu orang untuk terus mengikuti Lisa?"

"Mengikuti nona Lisa? memangnya ada apa dengan wanita itu tuan?"

"Mulai hari ini dan seterusnya, aku ingin mengetahui setiap gerak-geriknya. Aku ingin mendapatkan laporan setiap hari bahkan bila perlu setiap jam."

"Baiklah, aku akan mencari orang yang paling bisa diandalkan untuk melakukannya."

"Aku ingin sekarang juga, aku ingin tahu apa yang dilakukan Lisa sekarang juga."

"Hah? tapi tuan muda..."

"Bantulah aku pak," sergah Daley.

"Oh baiklah, aku akan melakukannya sekarang juga dan langsung mengirimnya ke rumah besar Furhet."

"Satu lagi, aku harap kau merahasiakan permintaanku ini dari kakek Aston. Kakek tidak boleh tahu jika aku mengawasi Lisa."

"Baik tuan muda."

"Terima kasih pak," ucap Daley seraya menutup teleponnya.

Pria itu melemparkan ponselnya ke atas ranjang seraya menghela nafas panjang.

"Jika aku bisa mengetahui setiap gerak-geriknya, maka aku tidak perlu khawatir lagi. Tidak-tidak... aku bukan mengkhawatirkannya, tapi aku ingin mengetahui belangnya. Wanita itu sangatlah pintar bersandiwara," gumam Daley.

Daley melangkahkan kakinya menuju jendela kamarnya yang masih berada di lantai 1, pria itu terpaksa menempati kamar tersebut demi sandiwara kelumpuhannya. Ia menatap taman rumah besar Jamiko dengan nanar, matahari perlahan-lahan mulai tenggelam hingga sinar kekuningan menghiasi taman tersebut.

"Papi, mami... aku merindukan kalian. Rumah ini terasa hampa karena kalian tak ada. Taman kesukaan mami terlihat tidak menarik sama sekali. Aku ingin bertemu kalian lagi," ucap Daley.

Tanpa terasa ia meneteskan air matanya, Daley segera menghapus air matanya sendiri.

"Kau tidak boleh lemah Ley, kau adalah harapan papi dan mami untuk mengungkapkan semua kebenarannya. Tidak boleh mengeluarkan air mata lagi, kau harus menghadapi duniamu yang keras ini dengan keberanian. Siapapun yang ingin menghancurkan keluarga Jamiko harus kau lawan. Tidak boleh lagi ada yang menindasmu," ucap Daley pada dirinya sendiri.

...****************...

Keluarga Furhet akhirnya tiba di rumah, namun Juanda menghentikan mobilnya hanya di depan pagar rumah mereka.

"Loh... papa mau kemana lagi?" tanya Amel.

"Aku ingin ke perusahaan, ada yang harus dikerjakan. Mungkin aku juga tidak bisa pulang saat makan malam. Kalian turunlah... Lania, jika kakimu memang terluka, segera obati lukanya," kata Juanda.

"Iya pah," jawab Lania sambil menganggukkan kepalanya.

Amel dan Lania pun keluar dari mobil, sedangkan Juanda memacukan mobilnya lagi meninggalkan mereka. Amel menatap Lania, ia akhirnya melihat kaki anak tirinya itu, matanya terbelalak lebar saat melihat darah yang cukup banyak di high heels yang Lania gunakan.

Amel mendekati Lania, ia langsung meremat lengan Lania dengan kuat membuat Lania meringis kesakitan.

"Apa kau sudah gila? mengapa kau melukai tubuhmu? apa kau sengaja mencari perhatian keluarga Jamiko?" tanya Amel geram.

"Sakit mah, sakit..." ucap Lania sambil terus meringis.

Bukan kakinya yang sakit, tapi lengannya yang tertusuk kuku ibu tirinya yang tajam kini yang terasa sakit.

"Sakit? sudah tahu rasa sakit hah? ayo masuk..."

Amel menarik tubuh Lania dengan kasar, wanita itu menyeret tubuh anak tirinya dengan paksa tanpa memperdulikan rasa sakit yang diderita Lania. Ia terus menyeretnya dengan kasar sampai masuk ke dalam rumahnya.

"Lisa... kami pulang...!!!" teriak Amel seraya melepaskan Lania.

Lania yang dilepaskan secara tiba-tiba justru jatuh ke lantai. Air matanya mulai mengalir deras, ia memegang lengannya yang berdarah karena kuku Amel melukainya.

"Kalian lama sekali sih, aku ada syuting nanti malam," ucap Lisa seraya mendekati mereka.

Wanita itu terkejut saat melihat Lania di lantai dengan banyak darah di kakinya.

"Apa yang kau lakukan?" teriak Lisa seraya mendekati Lania dengan penuh amarah, "kau gila, mengapa melukai kakimu hah?" teriaknya.

"Ma...ma...maaf..." ucap Lania disela tangisannya.

"Mama... aku ada syuting," teriak Lisa, "aku tidak bisa membatalkannya hanya karena kaki Lania terluka," imbuhnya.

Amel menghela nafas panjang, "mama juga tidak tahu apa yang terjadi sayang. Gadis bodoh ini bahkan tidak mau bilang jika kakinya terluka."

Sontak Lisa menarik rambut Lania dengan kasar.

"Aw... sakit kak..." ujar Lania sambil meringis.

"Kau sengaja melakukannya kan? kau ingin menghancurkan aku kan?" tanya Lisa geram.

"Ampun kak, sakit... lepaskan rambutku..."

"Tidak ada papa, panggil aku yang benar..."

"I..i...iya nona... ampun... sakit..."

"Lepaskan Lisa, jika kau melukainya lagi maka kau juga yang akan kesulitan," pinta Amel.

Dengan kesal Lisa melepaskan tangannya dari rambut Lania, namun ia justru langsung menampar pipi Lania dengan keras.

"Aku tidak mau tahu, kau harus berjalan dengan kakimu seperti biasanya. Kau dengar tidak..."

Lania menganggukkan kepalanya.

"Cepatlah ke kamarmu, obati lukanya. Jangan keluar lagi karena tidak ada makan malam buatmu sebagai hukumannya," ucap Amel.

Lania kembali menganggukkan kepalanya, dengan tenaga yang tersisa, Lania bangun dari lantai. Ia mulai melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan kaki tertatih.

"Aku bilang berjalanlah seperti biasanya," bentak Lisa.

Lania terkesiap, ia pun berusaha berjalan dengan biasa. Rasa sakit semakin ia rasakan, tapi ia tidak bisa mengeluh atau merasakannya di depan keluarga tirinya. Lania terus melangkahkan kakinya sambil menahan air matanya yang sulit ia kendalikan. Bahkan saat menaiki anak tangga, ia semakin kesakitan.

"Tahan Lania, tahan... kau pasti bisa melewatinya," pikir Lania.

"Dasar anak haram sialan," celetuk Lisa.

Lania masih bisa mendengar makian dari kakak tirinya tersebut, namun ia hanya bisa mengabaikannya.

Amel menghempaskan tubuhnya ke sofa, "benar-benar melelahkan," ucapnya.

Lisa menatap ibunya, "bagaimana pria itu?"

Amel menyunggingkan senyumnya, "lumpuh selamanya."

"Astaga... mengerikan sekali jika aku harus merawat pria lumpuh seumur hidupku mah. Untung saja ada Lania," kata Lisa.

"Tapi kau harus melihat wajahnya nak," kata Amel seraya mengambil ponselnya.

Wanita itu menunjukkan foto Daley yang ia ambil secara diam-diam.

"Lihatlah, pria itu tumbuh menjadi pria yang sangat tampan," kata Amel.

Lania memperhatikannya, "cih... tetap saja ia cacat. Pria seperti ini justru akan mengganggu masa depanku."

"Kau benar, setampan apapun Daley sekarang, ia tetaplah pria yang cacat. Jika kau yang menikahinya, maka kau akan kelelahan selama hidupmu. Bekerja lalu mengurus suami yang lumpuh. Membayangkannya saja, mama sudah takut."

Lisa melepaskan tawanya, "aku sangat puas sekarang, jika kita tidak bisa menyiksa Lania lagi, itu tidak masalah karena ia akan tersiksa selama hidupnya di rumah keluarga Jamiko."

Amel ikut tertawa, "tapi setelah Lania menikah dengan Daley, mama harus mencari pelayan lagi. Mama tidak mau mengurus rumah ini sendirian Lisa."

"Mama tenang saja, saat Lania keluar dari rumah ini, aku akan mencarikan pelayan lagi," jawab Lisa.

Ya... 2 tahun yang lalu, mereka memecat mbok Iyem yang berusaha melindungi Lania. Sejak pelayan itu berhenti bekerja, Lania lah yang menjadi pelayan mereka. Namun Amel memberi alasan pada suaminya, bahwa ia merasa bosan di rumah jika tidak bekerja. Ia sengaja memberhentikan pelayan agar ia yang bisa mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Dengan bodohnya, Juanda mempercayai ucapan istrinya dan justru merasa bangga karena Amel semakin berubah. Namun pria itu sama sekali tidak tahu, jika putri keduanya lah yang mengerjakan semuanya.

Sejak perginya mbok Iyem, kehidupan Lania semakin seperti di dalam neraka karena tidak ada lagi yang melindunginya, menemaninya berbicara atau membantunya secara diam-diam. Walaupun demikian, Lania tetap berusaha sabar menerima nasib hidupnya.

...****************...

Happy Reading All...

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah loh kelojotan sendiri akhirnya ini mah, yang memuaskan siapa 🤪🤭🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Luka yang sama pernah dialami Lania dn masih harus bekerja di rumah Furhet, sekarang Lisa merasakan hal yang sama
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
lania pasti nggak bakalan mau mereka berdua di penjara, lania terlalu baik 😌 meskipun udah di siksa sama mereka
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
butuh air 🥵
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
olahraga sore 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
demi anak sama mantu apapun di lakukan papa Juan
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Mereka yang bucin aku yang gila 🤣 ketawa sendiri 🤧
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
nggak di kasih syarat itu , ley juga bakalan ngasih cicit yang banyak koq kek 😁
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
banyak bekas gigitan nyamuk kepala item ya lania 🤣
ngenes banget kamu Lisss nggak ada yang muasin 😄
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan² kalau di kunci di gudang request kasih ular juga ya mbak Yun 😄
harusnya minuminnya sekalian sama botol²nya tuh 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan masalah mu selesai ley ? kasihan mau ketemu ayang aja harus ngendap² begitu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
baca lania aja belum kelar² , udah ada karya baru ya Miss 🤧
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
wah bisa viral dia kalo diseret namanya oleh Tomy
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
siksa terooozz
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
malam pertama nya ley sama lania lancar jaya, eh Lisa di gudang di temenin tikus² 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
akhirnya ley ..
kasihan Lisa nungguin sampe karatan , eh yang di unboxing malah lania 🤣🤣🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
semangat ley jangan sedih² lagi , semua sudah di atur sama Miss jalan hidup mu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
dih ngarep banget kamu Lisa bakal di sentuh ley , liat aja nggak sudi apa lagi nyentuh 🥱
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jangan sampe ley masuk jebakan Lisa
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
pak Kurdi dah membayar semua perbuatannya ley, jadi sekarang fokus aja nyiksa Lisa. dan kumpul lagi sama lania. nggak kangen kah jauh²an terus 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!