seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alina Gadis Culun
Seorang gadis cantik memakai kaca mata nya sedang berjalan menuju sekolah nya dengan membawa beberapa buku karena tak muat di tas nya, namun tiba-tiba di hadang teman sekolah nya yang nakal salah satunya ada sepupunya bernama Kayla ..
"cepat sini buku nya!"tegas Bella membuat Alina menghela nafas.
"Untuk apa?"tanya Alina dengan menunduk.
"Argh! Cepat sini ngga usah banyak cincong Lo!"jawab Bella membuat Alina geleng.
"Ngga mau!"ucap Alina.
Mereka pun terpaksa merebut dengan paksa karena Alina tak mau menuruti mereka hingga Alina terjatuh karena berusaha merebut kembali, Alina pun mencari kaca mata nya karena susah lihat dengan jelas jika dirinya tak bisa menemukan kaca mata nya entah kemana kaca matanya..
"Hey, cepat lah minggir!"teriak seorang pria membuat Alina menghela nafas.
Alina akhirnya berhasil menemukan kaca mata nya lalu segera minggir dari jalan raya sungguh pria itu begitu galak, lalu Alina segera masuk ke sekolah nya dengan pakaian kotor karena lumpur hari ini benar benar si4l!
"Huft.. Kotor gini pakaian ku!"keluh Alina dengan menghela nafas.
"Ehh.. Alina, kamu kotor sekali?"tanya Anisa membuat Alina menatap sahabatnya.
"biasa gara gara mereka,"jawab Alina membuat Anisa kaget.
"kamu kenapa ngga lawan sih,aku rasanya ingin lawan mereka!"geram Anisa.
Alina hanya geleng kepala tak ada pikiran melawan mereka karena tak mau perpanjang masalah yang nanti nya akan ribet apalagi ada sepupunya kalo sampai lapor guru, pasti saat di rumah Alina akan kena marah bibi nya yang galak itu karena sangat sayang putrinya dari pada dirinya..
"Kita ke kantin yuk!"ajak Anisa membuat Alina ngangguk saja.
"tapi aku ngga di beri uang saku!"ucap Alina membuat Anisa tersenyum.
"Biar gue yang traktir deh!"ucap Anisa membuat Alina tersenyum.
Sahabat nya sangat mengerti dengan Alina dengan kehidupan Alina selama ini terkadang ingin menolong Alina, tapi Alina ngga enakkan ngga mau menyusahkan siapa pun padahal Anisa ikhlas bantu Alina agar bisa hidup seperti yang lain tak ada rasa takut tapi Alina keras kepala ngga mau di tolong..
"Alina, Lo lahap banget ya,"ucap Anisa membuat Alina malu.
"Sorry Nis,gue lapar banget,"ucap Alina membuat Anisa ngangguk.
"santai aja Alin, gue paham kok!"ucap Anisa membuat Alina tersenyum.
_
_
_
Setelah selesai sarapan mereka pun pergi menuju kelas mereka namun tiba tiba bola basket mengenai kepala Alina membuat Alina terjatuh karena sedang lemas, membuat Anisa kaget lalu menatap kesal anak laki laki yang main basket lalu ambil bola nya dirinya mau mereka minta maaf..
"Ehh.. Sorry, gue ngga sengaja!"ucap Vino membuat Alina ngangguk
"Ngga apa,"ucap Alina membuat Anisa menghela nafas.
"gampang banget maafin nya lin!"celetuk Anisa membuat Alina tersenyum.
"ini cuma sepele Nis,"ucap Alina membuat Anisa geleng kepala.
Mereka pun segera memasuki kelas mereka masing masing karena sudah jam masuk sekolah ada guru juga yang datang,para murid berlarian masuk kelas begitu pun Alin dan Anisa segera masuk kelas sungguh Alin malu pakaian nya kotor pasti guru akan menilai rendah penampilan Alina..
"Malu banget Nis!"celetuk Alina membuat Anisa tersenyum.
"Jika di tanya guru, bilang saja habis jatuh!"ucap Anisa membuat Alina ngangguk.
"Baiklah.. Semoga ngga kena marah,"lirih Alina.
__________________________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN..
Malam ini Alina sedang di dapur membuat makan malam untuk keluarga bibinya yang udah merawatnya sejak kecil, Alina ngga masalah seperti ini asal di perbolehkan tinggal di rumah ini walaupun sebenarnya rumah orang tua Alina tapi Alina ngga tau karena paman dan bibinya tak bicara apapun tentang rumah ini..
"Tolong dong, setrika baju gue kak!"pinta Kayla membuat Alina menghela nafas.
"Baiklah.. Sebentar lagi,"ucap Alina membuat Kayla geleng.
"Gue mau nya sekarang!"tegas Kayla membuat Alina menghela nafas.
Terpaksa Alina menurut dengan perintah Kayla takut tambah kena marah memang di rumah serba salah punya paman pun ngga berani dengan istrinya, sungguh Miris sekali hidup Alina harus hidup seperti ini entah kapan penderitaan nya berakhir?
"jika Aku udah dapat kerja, Aku mungkin mau cari kontrakan untuk tempat tinggal ku,"gumam Alina dengan tersenyum.
"Ehh.. Buatin gue jus dong!"perintah Kayla membuat Alina menghela nafas.
"Sebentar lagi Kay, aku kan lagi setrika,"ucap Alina membuat Kayla mendengus.
"udah mulai bantah hm?"tanya Kayla membuat Alina geleng.
"Baiklah.. Aku akan buatin!"jawab Alina membuat Kayla tersenyum sinis.
Alina pun pergi meninggalkan Kayla membuat jus untuk Kayla berusaha terburu buru karena sedang setrika agar cepat selesai, jadi dirinya bisa istirahat malam ini karena sungguh lelah menuruti perintah mereka yang sepertinya tak ada habisnya mungkin sengaja karena Alina pun gadis penurut..
"Mamah!"teriak Kayla.
Membuat Gayatri kaget putrinya teriak lalu segera hampiri entah ada apa putrinya teriak seperti itu mungkin ada sesuatu yang penting,lalu Kayla perlihatkan baju kesayangan mamah nya berlubang membuat Gayatri menatap Alina yang habis membuat kan Kayla jus ..
"Ada apa bi?"tanya Alina merasa bingung.
"Heh! Kenapa baju bibi seperti ini hah?!"tanya Gayatri balik membuat Alina kaget.
"Aku ngga tau bi!"jawab Alina merasa bingung padahal tadi baik baik saja.
Sementara Kayla hanya tersenyum seperti nya merasa senang Alina dapat murka Gayatri sungguh Kayla tak punya hati, hanya menonton saja saat Alina kena omel mamah nya yang sama sekali tak menyukai Alina karena menurutnya Alina adalah beban nya!
"Maafkan Alina bi, sungguh aku ngga tau!"ucap Alina dengan satukan tangan.
"jangan berbohong kamu!"bentak Gayatri membuat Alina menunduk.
"kamu ngga akan, dapat kan makan malam!"tegas Gayatri membuat Alina kaget.
Mereka pun meninggal kan Alina membuat Alina menghela nafas mungkin malam ini akan kelaparan untuk kedua kali nya, Alina mencoba kuat semoga saja besok bisa makan walaupun hanya sedikit Alina ngga masalah yang penting bisa sarapan dan juga bisa fokus sekolah..
"kenapa kehidupan ku, seperti ini,"keluh Alina dengan menghela nafas merasa sedih.
"padahal aku, tak pernah melawan mereka yang udah sakiti aku,"gumam Alina merasa bingung.
Alina pun bersiap tidur dengan perut kosong ini memang tak enak tapi udah biasa seperti ini,Alina pun baring di kasur nya hanya dengan tidur hidup nya seperti tenang tak ada rasa takut jika bangun penderitaan nya seperti di mulai itulah kehidupan nya saat ini..
"Aku susah tidur, perutku sungguh lapar,"keluh Alina dengan sentuh perutnya.
"Aku lupa kan ada roti, yang aku beli saat sekolah,"ucap Alina dengan tersenyum.
Alina pun membuka tas nya lalu ambil rotinya segera makan lahap rotinya,merasa bersyukur bisa makan malam ini mungkin dirinya setiap sekolah akan beli roti untuk makan malam untuk jaga jaga siapa tau nanti ngga makan malam..
"Akhirnya.. Aku udah ngga kelaparan,"celetuk Alina dengan tersenyum.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"