seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kejutan ulang tahun!
TIGA TAHUN KEMUDIAN.
Tiga tahun berlalu Alina kini telah menyelesaikan kuliah nya, tentu biaya dari hasil ia bekerja sebagai asisten pribadi Devano dan telah di support Devano selama Alina kuliah hingga mendapatkan penghargaan.
Hari ini Devano berada di kampus jemput Alina yang kini sudah menyelesaikan kuliah nya,lalu Devano hampiri Alina yang keluar dari gedung bersama sahabatnya yaitu Anisa sahabat Alina sejak Alina masih kecil.
"Wahh.. Tuan Devano,anda sudah pulang!"ucap Alina merasa terkejut.
Devano habis ke London langsung jemput Alina karena tau Alina sedang wisuda hari ini,ia berharap Alina bisa mengejar cita cita nya selama ini yaitu sebagai pengusaha seharusnya meneruskan perusahaan orang tua Alina.
"selamat Alina,sudah wisuda akhir nya!"ucap Anisa membuat Alina tersenyum.
"terimakasih Anisa!"ucap Alina balas Anggukan Anisa.
Alina pun masuk ke mobil Devano dan Anisa tau hubungan Alina dan Devano saat ini karena Alina yang sempat curhat,Anisa berharap pernikahan sahabatnya bisa langgeng dan Alina bisa bahagia.
"tuan,aku selalu mampir ke toko kue anda karena itu keinginan mu,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"sebenarnya toko itu, memang untuk mu Alina,"gumam Devano dengan tersenyum tipis.
"selalu pantau toko nya,kamu suka nggak tokonya?"tanya Devano membuat Alina tersenyum.
"tentu saja suka, apalagi toko itu ada warna kesukaan ku!"jawab Alina balas Anggukan Devano.
"Aku sudah tau, warna yang kamu suka Alina,"gumam Devano.
__________________________________________
TENGAH MALAM KEMUDIAN..
Malam ini Alina terbangun dari tidurnya karena haus ingin minum namun nggak ada Devano dikamar,lalu Alina beranjak dari tempat tidur nya segera keluar dari kamar nya namun gelap sekali.
"kenapa gelap sekali?"gumam Alina merasa heran.
"nggak biasa nya,di matiin semua lampu nya?"gumam Alina lagi.
Alina pun menekan tombol lampu nya seketika merasa terkejut,ada banyak hiasan di setiap ruangan rumah ini entah ada apa ia ngga tau,lalu melangkah turun dari tangga secara perlahan.
"selamat ulang tahun!"ucap Devano membuat Alina kaget.
"Yaampun.. Tuan Devano,anda beri aku kejutan?"tanya Alina merasa tak percaya.
"Iya Alina, semoga keinginan tercapai selama ini,"jawab Devano membuat Alina tersenyum.
Alina tak pernah ada yang beri kejutan seperti ini kecuali pas orang tuanya masih ada,namun sejak orang tua nya meninggal dunia nya bagai sebuah neraka baginya karena sang bibi yang sangat tak menyukai Alina.
Alina meniup lilin nya dengan mata terpejam ia berharap pernikahan tetap langgeng walaupun beda kasta dengan Devano,namun Alina sudah merasa nyaman bersama Devano apalagi Devano selalu perlakukan Alina dengan baik.
"Alina,baca ini ya yang ada di jendela!"pinta Devano membuat Alina mengerutkan keningnya.
Alina menatap ke jendela melihat kembang api di langit bertuliskan i love you Alina, membuat Alina terkejut lalu menatap Devano nggak biasanya Devano seperti ini namun ia merasa bermimpi..
"Aku nggak mau, bangun dari mimpi ku tuan!"celetuk Alina membuat Devano terkekeh.
"kamu tidak bermimpi,ini kenyataan Alina!"ucap Devano membuat Alina menatap.
"kenapa nggak, bicara langsung dengan mulut kamu tuan?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Ehmm.. Saya belum,terbiasa Alina!"jawab Devano membuat Alina menghela nafas.
"itu artinya,nggak beneran cinta!"ucap Alina membuat Devano menghela nafas.
Alina tau kalo Devano pria kaku sangat susah untuk berbicara tentang cinta,namun Alina sudah mulai jail dengan Devano ia ingin tau apakah Devano akan mengutarakan perasaannya dengan mulut Devano sendiri.
"Alina saya memiliki perasaan padamu,saya mencintaimu Alina!"ucap Devano dengan mata terpejam.
"Aku pun sebenarnya menyukai tuan, hanya saja aku sadar aku ini hanya orang biasa,"ucap Alina membuat Devano tersenyum.
"saya bahkan,tak pernah memandang kamu dengan kasta Alina,itu kenapa saya menikah dengan mu namun saat itu saya nggak menyadari dengan perasaan saya ini!"ucap Devano membuat Alina berkaca kaca merasa tak percaya.
Devano mengambil pisau untuk memotong kue nya karena ia yakin kue ini kesukaan Alina karena rasa blue berry,Alina pun perlahan memotong kue nya menyuapi Devano dengan tersenyum.
"Wahh.. Kue nya enak tuan,apa ini buat sendiri?"tanya Alina membuat Devano terkekeh.
"Saya mana mungkin,bisa membuat ini Alina!"jawab Devano membuat Alina tersenyum.
"siapa tau, tuan bisa buatnya seperti Kak Jason hihi!"celetuk Alina sembari memakan kuenya.
"pasti dia bisa buat, karena dia kan chef Alina!"gerutu Devano membuat Alina terkekeh.
"Aku baru lihat,tuan Devano cemburu seperti itu biasanya gengsi untuk menunjukkan cemburu nya,"gumam Alina.
___________________________________________
PAGI HARI KEMUDIAN..
Pagi ini Alina menyiapkan sarapan untuk Devano tentu saja makanan vegetarian seperti biasanya,ia sudah tak bekerja sebagai asisten pribadi Devano karena dirinya adalah istri Devano saat ini bukan lagi karyawan Devano.
"kalo jam istirahat, tolong datang ya,"pinta Devano membuat Alina ngangguk.
"Aku dengar,tuan sudah pecat Kayla ya?"tanya Alina balas Anggukan Devano.
"Iya Alina, karena saya benar benar tak menyukai Kayla apalagi selama ini, kerjanya hanya duduk saja,"jawab Devano balas Anggukan Alina.
Alina sudah tak peduli dengan Kabar Kayla atau pun sang bibi saat ini, karena Alina sudah benar benar tak menyukai mereka apalagi kalau mengingat perbuatan mereka pada Alina yang benar benar jahat.
"Yaudah.. Saya harus berangkat kerja,kamu hati hati ya di rumah,"pamit Devano balas Anggukan Alina.
"Hati hati juga,buat kamu di jalan tuan!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
Devano pun pergi meninggalkan Mension nya bersama David menaikki mobil,ia berharap Alina baik baik saja di Mension nya karena saat ini Novi masih terus berharap pada Devano agar mau bersama nya.
"bagaimana.. Dengan Novi,apa ada kelakuan dia yang mencurigakan?"tanya Devano merasa penasaran.
"Ehmm.. Nggak ada sepertinya tuan!"jawab David balas Anggukan Devano.
"Aku harus tenang, mungkin saja Novi sudah berubah saat ini,"gumam Devano.
Sementara itu Alina sedang hendak pergi dari Mension ingin ke toko kue nya,Alina pergi naik mobil barunya yang Devano pernah belikan kemarin sebagai hadiah ulang tahun nya dan kebetulan Alina sudah belajar mengendarai.
"hoamm.. Kenapa aku masih mengantuk,ini sudah pagi ngga boleh mengantuk!"celetuk Alina sembari menguap.
"kenapa mobil hitam itu,terus mengikuti aku?"gumam Alina merasa bingung.
Alina pun segera percepat mobilnya mumpung ada truk yang menghalangi mobil itu lewat,Alina sangat takut apalagi nggak ada Devano bersama nya saat ini namun Alina seperti tau mobil apa itu.
"ini mobil ayahku, bukan nya sudah di jual kata bibi karena biaya sekolah ku?"gumam Alina merasa heran.
"apapun itu,pasti Kayla yang sedang mengejar ku entah kenapa dia mengejar Astaga!"gerutu Alina dengan sebal.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"