NovelToon NovelToon
Suami Untuk Shanum

Suami Untuk Shanum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Shanum gadis desa yang harus bekerja keras untuk kebutuhan hidupnya dan juga keluarganya. Di tengah kesulitan ekonominya, ia terus menjadi perbincangan orang-orang disekitarnya karena di usianya yang akan menginjak 30 tahun, ia belum saja menikah.

Karena merasa malu, Ibunya meminta tolong salah satu orang yang dikenal sebagai mak comblang di desanya agar mencarikan laki-laki untuk Shanum, hingga akhirnya mak comblang tersebut memperkenalkan Shanum dengan seorang pria yang merupakan cucu dari salah satu warga desa yang terpandang di desa.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Shanum akan menerima pria tersebut? Siapakah pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malu

"Sudah, jangan dipikirkan lagi, sekarang kita makan martabaknya," ucap Abi.

Abi membawa kotak martabak manis yang masih hangat itu ke sofa ruang tengah, ia duduk dan menyandarkan punggungnya lalu menepuk tempat di sampingnya dan mengisyaratkan Shanum untuk duduk mendekat.

Dengan ragu, Shanum mengikuti sang suami. Wangi adonan martabak yang gurih, wijen sangrai dan lelehan cokelat kacang seketika memenuhi penciumannya.

Abi membuka tutup kotak karton itu, asap tipis masih mengepul membawa aroma mentega wisman yang sangat premium. Ia mengambil satu potong martabak yang paling tebal, di mana keju parut dan cokelatnya tampak meluap keluar dari pori-pori adonan yang bersarang sempurna.

Bukannya memakan sendiri, Abi justru mengarahkan martabak itu ke depan bibir Shanum.

"Buka mulutnya" ucap Abi.

Shanum tersentak kecil, matanya membulat. "Mas... aku bisa sendiri, Mas juga belum makan martabaknya," tolak Shanum halus dan merasa tidak enak terus-menerus dilayani setelah ia melakukan kesalahan.

"Sudah, jangan banyak protes. Gigit sedikit," balas Abi.

Shanum akhirnya menyerah dan memajukan wajahnya lalu menggigit pinggiran martabak yang renyah dan lembut itu, rasa manis yang pas dan gurihnya mentega meledak di lidahnya. Ia mengunyah pelan dan menatap lurus ke arah televisi besar yang mati di depan mereka karena tak berani menatap mata Abi.

"Enak?" tanya Abi singkat.

Shanum mengangguk pelan, "Enak banget, Mas. Manisnya pas," jawab Shanum.

Namun, hal yang terjadi berikutnya membuat jantung Shanum seolah berhenti berdetak. Di mana Abi tidak mengambil potongan baru, pria itu justru menarik kembali potongan martabak yang baru saja digigit oleh Shanum. Tanpa ragu, Abi memutar sedikit posisi martabak itu dan mendaratkan gigitannya tepat di bekas gigitan Shanum tadi.

Shanum terpaku, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana bibir suaminya menyentuh bagian yang baru saja terkena bibirnya. Abi mengunyah dengan santai, seolah berbagi bekas gigitan adalah hal paling lumrah di dunia.

"Memang enak, pantas saja antreannya panjang," gumam Abi pelan setelah menelan makanannya.

Wajah Shanum kini benar-benar terasa terbakar, merah padamnya merambat hingga ke balik hijabnya. Tindakan Abi saat di rumah Ayah Aris, yang berbagi gelas mungkin terasa intim, tapi berbagi gigitan martabak di suasana sesunyi ini terasa jauh lebih mendebarkan.

"Mas... kenapa makan yang bekas aku? Kan masih banyak potongan yang lain," tanya Shanum pelan sambil menunduk dalam, jari-jarinya meremas ujung gamisnya.

Abi menoleh dan menatap Shanum yang merona, ia meletakkan sisa martabak itu kembali ke kotak lalu bergeser sedikit lebih dekat hingga lengan mereka bersentuhan.

"Kita sudah menikah, Shanum," ucap Abi tegas.

Shanum hanya bisa terdiam tenggelam dalam debaran jantung yang kian tak beraturan.

Abi kemudian mengambil ponsel di saku celananya, "Berikan tanganmu," pinta Abi.

Shanum memberikan tangan kanannya yang mungil, Abi tidak menggenggamnya, melainkan meletakkan ponselnya di telapak tangan Shanum.

"Ketik nomor teleponmu di sini dan mulai sekarang, simpan nomor saya. Saya tidak ingin kejadian hari ini terulang lagi," ucap Abi.

"Iya, Mas," jawab Shanum patuh.

Shanum mulai menekan tombol-tombol di ponsel canggih Abi dengan hati-hati, sementara Abi terus memerhatikannya.

Setelahmenyimpan nomornya, Shanum pun memberikan ponsel tersebut pada sang suami. Namun, setelah Shanum memberikan ponsel tersebut, tiba-tiba Abi menariknya dan membuat Shanum berteriak cukup keras.

Dunia seolah berputar sesaat ketika tarikan kuat dari Abi, di mana kink Shanum tidak lagi duduk di atas busa sofa yang empuk, melainkan di atas pangkuan kokoh sang suami.

​Shanum membeku, kedua tangannya secara refleks bertumpu pada bahu Abi untuk mencari keseimbangan, sementara wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari dada bidang pria itu. Aroma maskulin yang bercampur dengan sisa wangi sabun mandi Abi menyerbu indra penciumannya dan membuatnya jantung Shanum berdebar tidak karuan.

​"Ma-Mas... Mas Abi," panggil Shanum pelan.

Jantungnya berdentum begitu keras hingga ia takut Abi bisa merasakannya melalui persentuhan tubuh mereka, Abi tidak melepaskannya justru kedua lengannya melingkar posesif di pinggang Shanum dan memastikan istrinya tidak merosot jatuh.

Di bawah pencahayaan ruang tengah apartemen yang temaram, suasana mendadak menjadi sangat pekat oleh ketegangan yang manis. Shanum merasa seolah seluruh sendi di tubuhnya membiarkan dia sepenuhnya bergantung pada dekapan Abi.

​Abi tidak segera berbicara, ia justru menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, namun tetap membiarkan Shanum berada di atas pangkuannya. Tatapannya yang biasanya setajam silet saat di ruang kuliah, kini meredup dan digantikan oleh binar yang lebih hangat dan dalam.

​"Mas... turunin, Mas. Malu," ucap Shanum pelan.

Suaranya nyaris hilang, tertutup oleh deru napasnya sendiri yang memburu. Tangannya yang mungil masih bertengger kaku di bahu Abi, meremas kaus Abi hingga sedikit kusut.

​Bukannya menuruti, Abi justru menarik pinggang Shanum hingga istrinya itu menabrak dada bidangnya. Detik berikutnya, Abi membawa Shanum bersandar di dada bidangnya.

Posisi ini begitu intim, telinga Shanum menempel tepat di dada kiri Abi dan membuatnya bisa mendengar detak jantung suaminya yang ternyata tidak sedatar ekspresi wajahnya.

​"Mas... nanti ada yang lihat," bisik Shanum dengan suara bergetar.

Matanya melirik ke arah jendela besar yang memperlihatkan kerlap-kerlip lampu kota Bandung, ia merasa seolah ribuan mata dari gedung-gedung seberang sedang memperhatikannya.

​Abi terkekeh rendah, sebuah suara bariton yang menggetarkan rongga dada tempat Shanum bersandar. "Tidak akan ada yang lihat, Shanum. Kaca ini satu arah dan kita berada di lantai dua puluh lima. Lagipula, siapa yang berani melarang saya memeluk istri saya sendiri di rumah saya," balas Abi.

​Lengan kokoh Abi semakin mengeratkan tarikannya dan melingkar sempurna di pinggang ramping Shanum hingga tak ada lagi celah udara yang tersisa di antara mereka, Shanum bisa merasakan panas tubuh Abi merambat menembus kain gamisnya dan memberikan rasa aman sekaligus kegelisahan yang manis.

​Tangan Abi yang bebas perlahan bergerak naik, jemarinya yang panjang dan rapi mengusap lembut puncak kepala Shanum yang terbalut hijab.

Abi menatap wajah Shanum yang masih memerah, lalu jemarinya merapikan sedikit helai hijab Shanum yang miring akibat posisi bersandar tadi.

​"Besok saya tidak ada jadwal mengajar di kampus, biasanya saya gunakan waktu libur untuk memeriksa jurnal atau bimbingan online, tapi sepertinya besok saya akan libur sepenuhnya," ucap Abi.

​Shanum mengerjapkan matanya dan mencoba menetralisir debar jantungnya, "Mas Abi libur? Mas mau istirahat di rumah?" tanya Shanum.

​Abi menggeleng pelan, "Tidak, kamu baru masih baru di sini dan belum familiar dengan kota ini, jadi rencananya setelah salat subuh besok, aku mau ajak kamu jalan-jalan," jawab Abi.

​"Jalan-jalan? Kemana, Mas?" tanya Shanum.

"Rahasia, sekarang kamu istirahat. Jangan sampai besok kamu bangun kesiangan lagi karena kelelahan," ujar Abi sambil mencubit pelan hidung Shanum, yang sukses membuat Shanum terpaku di tempatnya.

.

.

.

Abi.

1
Eva Tigan
Hukumannya enak kok..Shanum malah jadi pengen lebih itu..dan sebaiknya dilakukan di rumah saja😄
Asni Kenedy
ahhh ikut baperr
mamayasna
shanum ooo shanumm
Eva Tigan
Kasi ponsel baru buat istrinya Mas Abi..😄
Eva Tigan
Pak Dosen dan shanum sama sama baru buka segel.
pasti keduanya akan merasa kecanduan setelah merasakan nikmatnya Sorga Dunia😊
mamayasna
😍
Eva Tigan
mesra nya sepiring berdua..isi energi dulu nanti selesai makan dilanjutkan kegiatan romantis nya tadi 😊
mamayasna
😍😍
gemar baca
luar biasa alur ceritanya bagus, penokohan nya keren gak berlebihan, bahasa yang digunakan juga Bagus,keren pokok'e
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
mamayasna
😍😍😍
Valen Angelina
baper gak tuh🤭🤭😄😄
Valen Angelina
belajar terbuka sama suamimu ....jgn apa2 terpendam sndiri ya....
Eva Tigan
segera kasi makan itu istrinya Abi..kasihan seharian gak makan..padahal udah lebaran ini..istrinya malah puasa😊
diaul_5
love you thorrr😍
diaul_5
suka banget sama cerita author satu ini dan lebih suka lagi ttp up meskipun lebaran jan josss polll, soalnya novel yang lain g up lebaran😭😭😭
elaretaa: Terima kasih Kak🥰 Pas lebaran .asih ada draf buat up, nah habis lebaran ini belum ada draf buat up soalnya sibuk lebaran, jadi belum sempat nulis🙏🙏🙏🙏🤭
total 1 replies
dika edsel
hai assalamualaikum bestieeeee... selamat lebaran .minal'aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya...😊
elaretaa: Waalaikumsalam bestieeeee!!! selamat lebaran yaaaaaaaaa. Minal aidin wal faizin, semoga kita dipertemukan dengan Ramadan selanjutnya🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
mamayasna
semangat berkarya/Kiss/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
dika edsel
/Heart/
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Valen Angelina
pasti tidak seindah itu pernikahan shanum kan thor...jgn kejam2 kasian dia...Uda ortua gtu masa dpat suami gtu lagi wkwkkwke🤭
mamayasna
lanjut kakaaaa
elaretaa: Siap Kakkk👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!