NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Fantasi / Harem
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan mahasiswa elite jurusan bisnis, hukum dan manajemen tanpa sadar memasuki dunia novel kultivasi yang baru saja dibacanya, bukan sebagai mc, bukan juga villain, tapi menjadi karakter pendukung yang akan mati pada arc awal. Dengan bantuan sistem, Wu Xuan berusaha mengubah cerita.

Ia masuk ke tubuh patriark tua, namun karena sistem membantunya menerobos, tubuh tuanya berubah menjadi muda dan tampan.

Dia melamar wanita (Villain) yang harusnya menjadi menantunya, karena pembatalan pertunangan sepihak yang dilakukan oleh anaknya.

Demi menghindari masalah di masa depan, ini adalah jalan yang harus di ambil oleh Wu Xuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tambang Kristal Merah 6 : Warisan Teknik

Dari balik debu kemerahan di dalam Gua Tambang Kristal Merah yang perlahan menipis, terlihat bayangan Xu Mei yang berlari ke arahnya, mengabaikan segala sisa wibawa dan aturan kesopanan duniawi sebagai seorang Nyonya Utama Utara.

Penaklukan dua naga kristal dan hancurnya Domain Darah meninggalkan gema keheningan yang luar biasa pekat di dalam Tambang Kristal Merah. Udara masih dipenuhi oleh partikel debu kosmik dan sisa-sisa tekanan Primordial yang membuat napas terasa berat. Namun, bagi Xu Mei, satu-satunya hal yang nyata di ruangan itu hanyalah siluet pria berzirah emas yang berdiri tegak menembus badai pasir.

"Kakak Xuan!" Suara Xu Mei pecah, dipenuhi oleh campuran antara kepanikan dan kelegaan yang luar biasa dalam. Tanpa mempedulikan statusnya, tanpa mempedulikan dua jenderalnya yang masih terengah-engah di kejauhan, Xu Mei menghambur ke depan.

BRUK!

Wanita dewasa yang memancarkan pesona matang dan keanggunan itu menabrak dada Wu Xuan, melingkarkan kedua lengannya erat-erat di pinggang sang Archduke. Ia membenamkan wajahnya di dada zirah emas Wu Xuan, tubuhnya bergetar hebat. Metanya memejam mengusapkan kepalanya ke jubah putih yang tersemat di bahu pria itu.

Di luar, wajah Wu Xuan tetap kaku dan tenang. Kedua tangannya sedikit terangkat di udara, seolah terkejut oleh serangan fisik yang tidak mematikan ini.

Namun, di dalam kepalanya, sifat aslinya sedang menjerit histeris sambil memegang dadanya sendiri.

'Astaga naga! Apa-apaan ini? apa dia telah takluk oleh pesonaku?! Dewa-dewi kultivasi! Cobaan macam apa ini?!' monolog batin Wu Xuan meledak dalam kepanikan yang sama sekali tidak sesuai dengan wibawa tirannya. 'Tante matang secantik dan semempesona ini memelukku erat-erat?! Wangi tubuhnya.... Uhhh... campuran antara teratai es dan keringat dingin ini benar-benar memabukkan! bidadari matang seperti Xu Mei ini adalah tipe idaman yang hanya bisa kulihat di layar kaca ponselku. Tubuhku ini laki-laki normal, sialan! Imanku bisa goyah sekarang juga!'

Menelan ludah secara diam-diam untuk menekan gejolak hormon masa mudanya, Wu Xuan segera mengambil kendali situasi. Ia tidak membalas pelukan itu dengan penuh gairah, melainkan meletakkan kedua tangannya yang terbungkus gauntlet emas dengan sangat lembut—namun tegas—di bahu Xu Mei.

Ia mendorong tubuh wanita itu sedikit menjauh, memberikan jarak yang cukup sopan, lalu menundukkan kepalanya.

"Jaga wibawamu, Adik Xu Mei," bisik Wu Xuan tepat di telinga Xu Mei. Suaranya adalah bariton yang berat, menggoda, sekaligus memperingatkan. "Adik Xu Mei, akan sangat berbahaya bagi reputasimu jika kedua jenderal bawahanmu di belakang sana melihat Nyonya Utama mereka memeluk pria lain seerat ini. Kau adalah penguasa feodal wilayah utara, bukan gadis kecil yang baru puber."

Mendengar bisikan hangat yang menggelitik telinganya itu, kewarasan Xu Mei seketika kembali seperti disiram air es. Matanya terbelalak. Wajahnya yang pucat pasi mendadak merona merah padam hingga ke lehernya. Ia buru-buru mundur satu langkah, menundukkan kepalanya dalam-dalam, menghindari tatapan mata keemasan Wu Xuan yang seolah menginginkannya.

"M-Maafkan kelancanganku, Yang Mulia Archduke," ucap Xu Mei dengan suara bergetar, berusaha setengah mati untuk menata kembali nada suaranya menjadi tegas. Ia mengusap sudut matanya dengan cepat. "Aku... aku hanya mengira Anda tidak akan kembali dari ruang dimensi mematikan itu. Apakah... apakah Anda terluka?"

"Hanya sedikit berkeringat," jawab Wu Xuan santai, sebuah kebohongan yang sangat elegan mengingat ia baru saja nyaris mengalami kerusakan jiwa permanen jika bukan karena bantuan sistem. "Dua kadal merah raksasa itu sedikit lebih merepotkan dari perkiraanku, tapi mereka sudah bukan ancaman sekarang."

Meong... eh, Grrrr...

Sebelum percakapan romantis namun canggung itu berlanjut, sebuah bayangan putih raksasa melompat mendekat. Mandou, sang singa putih bersayap griffin berkepala tiga. Meskipun wujudnya adalah binatang buas purba yang bisa meratakan sebuah kota kultivasi kecil dalam sekali napas, saat ini Mandou bertingkah tidak lebih dari seekor kucing peliharaan rumahan berukuran raksasa.

Ketiga kepalanya mengendus-endus zirah Wu Xuan, memastikan tuannya masih utuh, lalu menggesekkan surainya yang berlumuran darah monster ke kaki Wu Xuan dengan manja.

"Ya, ya, aku tahu kau khawatir, Kucing Besar. Kau bekerja dengan sangat baik tadi," ucap Wu Xuan sambil terkekeh pelan, menepuk-nepuk ketiga kepala singa itu secara bergantian.

Kedua jenderal Utara yang akhirnya berhasil menyusul mereka hanya bisa menatap pemandangan itu dengan rahang yang nyaris jatuh ke lantai. Archduke Xuan... baru saja keluar dari Domain Primordial, tanpa goresan sedikit pun? Dan beast pembantai itu besikap seperti anak anjing? Monster macam apa sebenarnya Archduke ini?!

"Yang Mulia Archduke! Nyonya Duchess!" seru salah satu jenderal, langsung menjatuhkan diri dengan satu lutut. "Kami berdua telah merusak bagian luar dari formasi penyegel tambang ini, tetapi inti formasinya ternyata memiliki mekanisme pertahanan kuno yang mengunci kekuatan kami."

Wu Xuan menoleh ke arah ujung ruangan kubah tersebut, tempat sebuah altar kristal merah berdiri di tengah-tengah formasi array yang berpendar redup. Kedua Naga Darah Kristal sebelumnya menjadikan formasi ini sebagai takhta kekuasaan mereka.

"Biarkan aku yang mengurusnya," titah Wu Xuan.

Ia melangkah melewati Xu Mei dan kedua jenderalnya, berjalan dengan tenang menuju pusat formasi. Gravitasi yang ekstrem masih menekan tubuh mereka, tetapi di bawah pancaran Dao Halo milik Wu Xuan, tekanan itu sedikit berkurang.

Wu Xuan berdiri tepat di depan susunan rune-rune kuno yang berkedip di lantai. Jika ia adalah kultivator biasa, ia mungkin akan menggunakan kekerasan absolut untuk menghancurkan formasi ini, membebaskan tambang dari kutukannya. Namun, Wu Xuan adalah seorang strategis yang tidak suka menyia-nyiakan aset.

'Formasi anti-penerbangan, penyegel spasial, dan pengganda gravitasi tingkat tinggi... ini adalah sistem keamanan (security system) kelas VIP,' monolog otak analitis Wu Xuan berputar. 'Menghancurkannya sama saja dengan merobohkan brankas bank hanya untuk mengambil isinya. Mengapa dihancurkan jika aku bisa mengganti kata sandinya?'

Mata Wu Xuan berkilat. Ia tidak mencabut Pedang Pelahap Dunia. Ia menggunakan Akar Spiritual Samudra Terdalam miliknya.

Wu Xuan mengulurkan tangan kanannya ke udara. Ia menarik kelembapan dari darah monster yang tersisa di udara, memadatkannya menjadi ratusan jarum air mikroskopis yang setajam berlian. Dengan presisi yang melampaui kemampuan ahli bedah dewa, ia menembakkan jarum-jarum air itu ke titik-titik persimpangan (node) formasi kuno di bawah kakinya.

Tring! Tring! Tring!

Jarum-jarum air itu masuk ke dalam alur rune, tidak untuk menghancurkannya, melainkan untuk mengubah aliran energi Qi yang mensuplai formasi tersebut. Wu Xuan secara harfiah sedang melakukan 'hacking' (peretasan) pada formasi berusia ribuan tahun menggunakan hukum air ekstream miliknya.

Setelah aliran energinya berhasil dibelokkan, Wu Xuan mengeluarkan sebuah Plat Segel Giok Kosong dari cincin spasialnya. Ia menancapkan plat itu tepat di mata formasi.

WUUUNGGG!

Sebuah dengungan spasial bergema. Cahaya merah dari formasi itu meredup, lalu berubah menjadi warna keemasan yang sejalan dengan aura Wu Xuan. Ia telah mengambil alih hak kepemilikan formasi tersebut. Mulai sekarang, formasi ekstrem ini hanya akan mematuhi siapa pun yang memegang plat giok turunan dari Wu Xuan.

Seketika itu juga, tekanan di dalam tambang menguap.

Wush.

Hukum alam kembali normal. Gravitasi yang tadinya mampu meremukkan tulang ahli ranah roh lenyap tak berbekas. Efek penyegelan spasial menghilang, membuat cincin-cincin penyimpanan kembali aktif. Aura udara yang tadinya menyesakkan kini terasa seringan bulu.

Kedua jenderal Utara tersentak. Mereka nyaris jatuh tersungkur ke depan karena tubuh mereka yang tadinya menahan tekanan berat kini kehilangan bebannya secara mendadak. Xu Mei menghela napas panjang, rongga dadanya akhirnya bisa menghirup oksigen spiritual dengan bebas.

Namun, kejutan sesungguhnya baru saja dimulai.

Setelah formasi itu diambil alih, dinding batu merah di belakang altar utama mulai bergeser. Suara gesekan batu yang berat bergema, membuka sebuah lorong tersembunyi yang belum pernah disentuh oleh cahaya selama ribuan zaman. Sebuah Ruangan Rahasia.

'Ini yang ku tunggu,' gumam Wu Xuan. Ia berjalan masuk lebih dulu, diikuti oleh Xu Mei dan kedua jenderalnya yang masih diselimuti kewaspadaan. 'Tempat dimana warisan teknik jiwa berada.'

Ruangan rahasia itu tidaklah luas, hanya berukuran sebesar kamar tidur biasa. Di tengah-tengahnya, terdapat sebuah cekungan altar kecil yang terbuat dari batu giok hitam pekat. Dan di dalam cekungan itu... menggenang sebuah cairan kental yang memancarkan pendaran cahaya berwarna emas kemerahan.

Aroma dari cairan itu begitu murni, begitu absolut, hingga membuat kultivasi kedua jenderal Utara yang baru saja stabil kembali bergejolak ganas. Hanya dengan mencium baunya, mereka merasa meridian mereka seolah dilebarkan secara paksa.

"I-Itu..." Xu Mei menelan ludah, suaranya bergetar hebat. Matanya membelalak tak percaya. "Itu adalah Darah Daratan Murni (Pure Earth Blood)! Dan dilihat dari ketebalan esensinya... ini berada di tingkat Esensi Primordial!"

Darah Daratan Murni adalah sekresi alami dari inti planet yang hanya terbentuk satu tetes setiap ribuan tahun. Dan satu mangkuk kecil di depan mereka ini adalah akumulasi dari jutaan tahun sejarah Benua Tianlan!

"Sayang sekali," Wu Xuan berkomentar dengan nada datar, meski matanya berkilat penuh perhitungan. "Meskipun tingkatnya sangat tinggi, energi di dalam Darah Daratan ini terlalu liar dan dipenuhi oleh racun elemen tanah purba. Jika kalian meminumnya mentah-mentah, tubuh kalian akan membatu dari dalam. Ini harus dimurnikan oleh Alkemis terlebih dahulu sebelum bisa dikonsumsi dengan aman."

Meski begitu, harta ini adalah aset tak ternilai. Jika dibawa ke lelang Ibukota, satu tetesnya bisa dihargai setara dengan beberapa kota kecil.

Wu Xuan membalikkan telapak tangannya. Menggunakan elemen airnya, ia membungkus seluruh cairan di dalam mangkuk itu ke dalam sebuah bola air bertekanan, lalu memasukkannya ke dalam botol giok spasial miliknya.

Namun, ia menyisakan empat tetes yang melayang di udara.

Dengan satu jentikan jari, ia mengarahkan satu tetes ke hadapan jenderal pertama, dan satu tetes ke jenderal kedua.

"Satu tetes untuk masing-masing dari kalian," titah Wu Xuan mutlak. "Simpan ini. Jika kalian bisa menemukan alkemis yang mumpuni di Utara untuk menetralkan energi liarnya, setetes darah ini akan menjamin kalian menembus Ranah Kuno tahap menengah tanpa hambatan (bottleneck)."

Kedua jenderal itu langsung menjatuhkan diri, membenturkan kepala mereka ke lantai batu. Tubuh mereka bergetar hebat. "Kebaikan Yang Mulia Archduke seluas lautan! Kesetiaan kami, pedang kami,..... adalah milik Anda!"

Xu Mei terkejut, ada 8 jenderal agung di utara, dan dua jenderal itu bersumpah hari ini pada Archduke wilayah selatan, Namun yang anehnya Xu Mei tidak merasakan penghianatan dan malahan merasakan perasaan kenyamanan yang aneh di hatinya.

Wu Xuan tersenyum sinis di dalam hati. 'Loyalitas dibeli dengan barang yang bahkan belum bisa mereka gunakan. Sempurna. Wilayah Utara kini resmi memiliki dua panglima yang menjadi anjingku.'

Wu Xuan kemudian mengarahkan sisa dua tetes darah murni itu ke hadapan Xu Mei. Botol giok kecil bermanifestasi dari tangan Wu Xuan dan menangkap kedua tetes itu, lalu ia serahkan langsung ke telapak tangan Xu Mei.

"Dua tetes untukmu, Adik Xu Mei," ucap Wu Xuan dengan senyum lembut. "Sebagai kenang-kenangan dari kencan kita di bawah tanah. Simpanlah dengan baik."

Wajah Xu Mei kembali merona. Ia menggenggam botol itu erat-erat, tidak bisa lagi menemukan kata-kata untuk mendeskripsikan perasaannya yang kacau balau antara rasa terima kasih dan godaan romantis.

Tepat saat transaksi pembagian harta karun itu selesai, mata Wu Xuan tertuju pada dinding di belakang altar tersebut.

Dinding itu dipenuhi oleh ukiran-ukiran aneh. Garis-garisnya tidak beraturan, melengkung dan bersilangan membentuk pola yang sama sekali tidak menyerupai huruf dari bahasa mana pun di Benua Tianlan. Jika dilihat oleh mata kultivator biasa, itu hanyalah coretan acak dari seseorang yang kehilangan kewarasannya.

Wu Xuan menatap ukiran itu. Otak Primordialnya mencoba mencari pola, tetapi gagal.

"Adik Xu Mei," panggil Wu Xuan, berpura-pura penasaran. Ia menunjuk ke arah dinding tersebut. "Apa kau atau kedua jenderalmu mengenali aksara atau pola ukiran di dinding ini?"

Xu Mei dan kedua jenderalnya berjalan mendekat, menyipitkan mata ke arah dinding batu yang dipenuhi coretan tersebut. Mereka mengamatinya selama beberapa menit, mengalirkan sedikit kesadaran spiritual, namun langsung mundur dengan napas terengah-engah dan dahi berkeringat.

"Ini... ini bukan bahasa, Yang Mulia Archduke," jawab salah satu jenderal sambil memijat keningnya yang berdenyut sakit. "Ini adalah sebuah bentuk pemahaman mental yang sangat purba. Setiap kali saya mencoba membacanya, lautan spiritual saya terasa seperti ditusuk jarum. Ini sangat tidak cocok untuk kami yang menempuh jalan pertempuran fisik."

"Aku setuju," tambah Xu Mei, menggelengkan kepalanya. "Pola ini terlalu kacau. Mungkin ini ditinggalkan oleh ras purba yang sudah punah. Tidak mungkin ada manusia yang bisa memahaminya tanpa merusak jiwanya sendiri."

Di luar, Wu Xuan mengangguk maklum seolah menyetujui opini mereka.

Namun, di dalam kepalanya, antarmuka sistem yang berkedip dengan warna emas terang baru saja meledak seperti kembang api tahun baru.

[Ding!]

[Peringatan Random! Mendeteksi entitas warisan kuno: Warisan Ingatan Darah (Blood Memory Legacy) - Teknik Awal!]

[Deskripsi Pasif: Memperbesar kapasitas pemahaman jiwa dan memori hingga batas yang tidak diketahui. Kecepatan mempelajari segala bentuk teknik, formasi, atau seni kultivasi akan meningkat 100 kali lipat secara permanen.]

[Deskripsi Aktif: Membuka 'Indra Penjelajah Ingatan' (Memory Explorer Sense). Host mampu melihat, mengunduh, dan memahami seluruh ingatan, pengalaman, dan teknik tempur dari makhluk hidup mana pun yang darahnya Host serap atau konsumsi (Batas maksimal serapan bergantung pada tingkat kultivasi saat ini).]

Mata keemasan Wu Xuan terbelalak di balik ketenangannya. Jantung tirannya berdegup kencang.

'Biar kuperjelas,' Monolog dalam jiwa Wu Xuan. 'Teknik ini tidak hanya memberiku otak super yang bisa belajar seratus kali lebih cepat dari komputer kuantum... tapi aku juga bisa mencuri pengalaman hidup orang lain hanya dengan meminum setetes darah mereka?! Jika aku menyerap darah seorang tetua agung sekte pedang yang berlatih selama ribuan tahun, aku akan langsung memiliki beberapa tahun pengalaman berpedangnya tanpa harus mengayunkan pedang sekalipun?!'

'Ini bukan lagi cheat. Ini adalah pelanggaran hak cipta intelektual (copyright infringement) berskala kosmik!' Wu Xuan tertawa gila di dalam hatinya. 'Buku pelajaran? Latihan bertahun-tahun? Omong kosong! Mulai sekarang, aku hanya perlu menjadi drakula!'

'Pantas saja Chu Zhang Langsung mendapatkan banyak kekuatan saat menerima warisan ini.'

Tanpa ragu sedetik pun, Wu Xuan memberikan perintah mental mutlak pada sistemnya.

"Sistem. Pelajari."

ZWWWOOOOSSH!

Seketika, ukiran-ukiran abstrak di dinding gua itu memancarkan cahaya merah yang membutakan. Garis-garis cahaya itu terlepas dari batu, melayang di udara, dan melesat masuk menembus dahi Wu Xuan secara beruntun.

Proses pencerahan (Epiphany) terjadi secara instan.

Wu Xuan memejamkan matanya. Di dalam lautan kesadarannya (Sea of Consciousness), sebuah ledakan besar (Big Bang) sedang terjadi. Ruang mentalnya yang tadinya hanya seluas danau kini membelah diri, meluas menjadi samudra yang tak bertepi. Sel-sel otaknya mengalami evolusi paksa. Ia bisa merasakan kapasitas memorinya membesar hingga melampaui kemampuan penyimpanan server Google di Bumi. Segala ingatan dari kehidupan masa lalunya, buku-buku yang pernah ia baca, wajah-wajah orang yang pernah ia temui sedetik pun, semuanya tersusun rapi dalam katalog mental yang bisa ia panggil dalam waktu nol koma sekian detik.

Dan yang paling mengerikan, ia bisa merasakan sebuah "indra baru" terbangun di pangkal lidah dan dantiannya. Rasa lapar yang aneh. Rasa lapar untuk mencicipi takdir dan masa lalu orang lain melalui setetes darah.

Pencerahan itu selesai hanya dalam waktu tiga detik.

Cahaya di dinding gua padam sepenuhnya. Ukiran-ukiran purba itu berubah menjadi debu dan rontok ke lantai, kehilangan seluruh esensinya.

Xu Mei dan kedua jenderalnya terpaku melihat adegan tersebut. "Kakak Xuan... Anda... Anda baru saja menyerap warisan itu?!" seru Xu Mei tak percaya. Bukankah ia baru saja mengatakan bahwa itu tidak bisa dipahami oleh manusia?!

Wu Xuan perlahan membuka matanya. Sekilasa muncul cahaya emas yang menyilaukan, dari sebuah pandangan yang terasa sangat dalam, seolah ia bisa melihat menembus jiwa mereka bertiga hanya dengan satu lirikan.

"Itu hanya permainan teka-teki kecil dari masa lalu," dusta Wu Xuan dengan senyum tipis yang meremehkan, menyembunyikan kekuatan monsternya yang baru. "Tidak ada yang istimewa."

Namun, sebelum Wu Xuan bisa menguji coba kemampuannya yang baru, sebuah getaran keras terasa dari balik zirah emasnya.

Itu bukan serangan musuh. Itu adalah getaran dari Plat Telekomunikasi Darurat tingkat tertinggi miliknya yang terhubung langsung ke Wilayah Selatan.

Wu Xuan sedikit mengerutkan kening. Ia mengeluarkan plat giok tersebut, mengalirkan sedikit Qi-nya.

Suara panik namun tertahan dari Qin Han—Ayah Mertuanya—terdengar jelas menggema di dalam ruangan rahasia itu.

(Lapor, yang mulia Archduke! Maafkan hamba karena mengganggu perjalanan Anda! Ini adalah situasi darurat tingkat tertinggi!)

"Bicaralah, Tetua Agung Qin Han," titah Wu Xuan dingin. "Apa langit di Selatan baru saja runtuh?"

(Bukan langit, Yang Mulia! Sebuah kapal raksasa yang tidak terdeteksi oleh radar formasi kita tiba-tiba bermanifestasi di atas batas wilayah udara Istana Selatan!) Suara Qin Han terdengar menahan ketegangan yang sangat berat. (Mereka bukan dari faksi kekaisaran kita. Mereka adalah... Utusan dari Kekaisaran Fajar Suci (Holy Dawn Empire). Mereka menolak untuk turun dari kapal dan secara mutlak menuntut izin untuk bertemu langsung dengan penguasa tertinggi Selatan... yaitu Anda, Yang Mulia Archduke!)

Mendengar nama "Kekaisaran Fajar Suci", mata keemasan Wu Xuan menyipit berbahaya.

Di dalam otaknya yang kini seratus kali lipat lebih cepat berkat teknik barunya, ensiklopedia dari novel asli dunia ini langsung terbuka.

Kekaisaran Fajar Suci. Mereka adalah eksistensi yang sangat misterius, sebuah faksi misterius yang berada di lapisan wilayah dalam benua Tianlan. Dalam novel aslinya, kekaisaran ini didominasi oleh fanatisme religius dan memiliki kekuatan militer yang jauh melampaui Kekaisaran Great Yan. Mereka sangat jarang muncul, namun setiap kali mereka ikut campur, darah akan mengalir layaknya sungai.

'Wilayah dimana kekaisaran Great Yan berada ada di perbatasan wilayah dalam dan wilayah belantara,' pikir Wu Xuan tajam. 'Tapi apa yang sebenarnya terjadi, hingga membuat kekaisaran besar wilayah dalam ini datang ke wilayahku?'

"Aku mengerti. Layani mereka dengan baik. Jangan biarkan satu pun prajurit kita menyerang terlebih dahulu," perintah Wu Xuan mutlak. "Aku kembali sekarang."

Koneksi terputus.

Wu Xuan menoleh ke arah Xu Mei. Sang Duchess Utara menundukkan pandangannya, tangannya saling meremas di depan perutnya. Meskipun ia mencoba mempertahankan wajah datarnya, Wu Xuan bisa dengan mudah membaca kilatan kesepian dan rasa enggan yang terpancar dari mata wanita itu. Pertemuan mereka terlalu singkat, dan pria ini baru saja menjadi pilar di hatinya yang runtuh.

Namun, Xu Mei terlalu angkuh—atau terlalu sadar diri—untuk menahannya. "Wilayah Selatan memanggil Anda, Kakak Xuan. Anda harus segera kembali."

Wu Xuan tersenyum tipis. Ia melangkah maju, memperkecil jarak di antara mereka hingga ujung zirah emasnya nyaris bersentuhan dengan gaun biru Xu Mei.

Alih-alih mengucapkan kata perpisahan yang formal, Wu Xuan memfokuskan pikirannya dan mengirimkan sebuah transmisi suara telepati yang menembus langsung ke dalam benak Xu Mei.

'Adik Xu Mei. Kita akan bertemu lagi nanti untuk membahas urusan jalur perdagangan,' bisik suara bariton Wu Xuan di dalam kepala Xu Mei, membuat wanita itu merinding pelan. 'Apalagi aku belum menepati janjiku untuk membantumu menerobos batas kuno tahap menengah... dan saat kita bertemu lagi aku akan memberimu "Bimbingan Khusus".'

Wajah Xu Mei memerah luar biasa mendengar nada menggoda dari transmisi telepati tersebut. Ia tidak berani mendongak, hanya menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan hingga nyaris tak terlihat.

Wu Xuan tertawa pelan. Ia menepuk leher Mandou. Singa raksasa itu mengaum pelan, lalu merendahkan punggungnya.

Sang Archduke melompat ke atas punggung binatang surgawi tersebut. Dengan satu ayunan tangannya yang membelah udara, Pedang Pelahap Dunia memancarkan energi Primordial, merobek jalinan ruang dan waktu di dalam tambang itu. Sebuah retakan spasial kosmik terbuka lebar.

"Sampai jumpa lagi, Adik Xu Mei," ucap Wu Xuan dari atas punggung singanya.

Kedua Jenderal berlutut dengan satu kaki, memberikan penghormatan pada Wu Xuan.

Mandou melompat masuk ke dalam retakan dimensi. Dalam sekejap mata, celah ruang itu tertutup rapat, menyatu kembali seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Meninggalkan Tambang Kristal Merah yang kembali sunyi. Meninggalkan dua jenderal veteran yang kini memiliki bibit fanatisme dan seorang wanita dewasa manmenggoda yang telah sepenuhnya merasakan kenyamanan hati pada sang tiran dari Selatan.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
thor gambar yan meli mana thor
EGGY ARIYA WINANDA: Nanti kalau wu xuan udah pulang ke selatan dinasti.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 46
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 45 thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan licik orang yang mau meracuni klanya bikin bantai bikin orang yang mau meruntuhkan tambang spritual juga di bantal semua sampai tak tersisa bikin faksi ibu kota ketakutan bikin wuxuan meracuni semua anggota Kekaisaran great yan termasuk kedua leluhur itu bikin ranah kultivasi mereka turun sampai ranah primordial suci tahap awal bikin mereka menua
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan bikin pil racun yang menurunkan ranah kultivasi kedua leluhur itu sampai ranah primordial suci tahap awal thor bikin wuxuan licik
Fajar Fathur rizky
bikin semua orang yang di suruh itu mati oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maier yang ada elu yg bakal di taklukkan oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
bikin Kekaisaran great yan bangkrut thor
Fajar Fathur rizky
bikin nanti bantai leluhur itu dan kaisar Kekaisaran great yan dengan cara paling kejam thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai para pembunuh itu dengan cara paling kejam thor bikin tubuh mereka jadi makanan hewan kontraknya
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 44 thor
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi wuxuan sampai ranah tinggi thor pengen liat dia bantai kaisar Kekaisaran great yan termasuk dua leluhur itu dan taklukin ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin ranah kultivasi yan dobu dan yan chaoran turun sampai ranah primordial suci tahap awal
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
nanti jika wuxuan jika sudah berada di ranah tribulasi dunia tahap puncak bantai kedua leluhur Kekaisaran great yan itu dengan cara paling kejam Dan keji thor
Fajar Fathur rizky
chapter 42 bikin wuxuan kejam kepada musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yantian dengan cara paling kejam mati di tangan rakyatnya sendiri
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai kaisar dan kedua leluhur Kekaisaran great yan dengan cara licik memberikan racun yang membuat ranah kultivasi kedua leluhur Kekaisaran great yan turun begitu juga ranah kultivasi kaisar yan turun
Fajar Fathur rizky
bikin nanti dinasty menjadi dinasty wu bukan yan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!