Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.
Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.
Bagaimana kelanjutan cerita nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dominic Ingat
Itulah ingatan terakhir kali Dominic dan saat Sera tak ada pria itu amat terpukul, kemudian mencari Sera kemanapun namun tidak menemukan dimana-mana padahal Dominic sudah mengerahkan beberapa pengawalnya untuk mencari jejak Sera, namun semua nihil.
Hingga Bibi Yuni mengangetkannya dengan mengatakan dia menemukan Sera di televisi dan sedang di labrak oleh Celesta. Jujur saja Dominic tak lagi perduli dengan wanita itu sebab yang ada perasaan Dominic sekarang hanyalah Sera.
Dominic perlahan membuka ponselnya mencari informasi yang ingin dia cari tentang keberadaan istrinya itu, dimana Bibi Yuni tadi sedang tonton.
Gerak tubuhnya condong kedepan, mata nya nampak fokus kelayar ponsel yang menyinari wajahnya, tangan kirinya menyangah ponselnya dan tangan kanannya nampak terampil mengetik dengan cepat mencari video Celesta yang baru saja di sebar.
Dan benar saja dalam beberapa menit kemudian akhirnya dia dapat menemukan video yang baru saja Bibi Yuni tonton di ruang tengah rumah itu. Dominic melihat dengan seksama video dan tak sengaja menyentuh bibirnya karena terlalu fokus melihat layar ponsel itu.
Benar saja isi video itu memperlihatkan Celesta yang mencengkram seorang ibu hamil yang memberontak meminta di lepaskan bahkan Celesta dengan berani memaki ibu hamil itu.
Awal Dominic tidak menyadari siapa yang sedang di maki oleh wanita itu, namun akhirnya dia mencoba melihatnya dengan jelas, sebab tadi Bibi Yuni mengatakan bahwa isi di dalam video itu terdapat istrinya, Sera.
Dia terkejut ternyata perempuan yang ada di hadapan Celesta ternyata Sera, istrinya yang selama ini dia cari-cari. Tapi, bagaimana bisa Sera berpenampilan seperti itu, 'Apakah ada sesuatu yanga ku lewatkan,' gumam Dominic dalam hati, mencoba mencari akar permasalahannya.
'Apakah Sera selingkuh,' fikirnya mulai menerawang, namun detik berikutnya Dominic mengelengkan kepalanya, 'Tidak, orang-orang yang ku tugaskan untuk mengawasinya dulu tidak pernah mengatakan dia pernah keluar, bagaimana bisa kenal dengan pria,'
Dominic menghempaskan ponselnya keatas king size nya itu dan mengumamkan, 'Ya memang hanya aku yang bajingan,'
Dominic keluar dari ruangannya demi untuk mencari informasi lebih lanjut pada pelayan yang ada di rumah, termasuk memerintahkan pengawal pribadinya untuk mencari jejak Sera yang mungkin belum jauh dari kota tempat Dominic tinggal.
Pria itu menuruni tangga dengan cepat, dan melihat Bibi Yuni masih melaksanakan tugasnya untuk bersih-bersih meskipun terlihat wajah masih kahwatir karena tidak sengaja mengatakan tentang Sera ketika menonton TV.
Dominic lalu menghampiri Bibi Yuni, "Bi, aku tidak akan marah, namun aku butuh penjelasan sekarang," minta Dominic dengan nada tegas.
Bibi Yuni terdiam menghentikan pekerjaannya tanpa aba-aba, sembari menunduk pada lantai yang dingin di ujung kakinya, "Anu... Tuan, saya sudah tau Nyonya hamil, dan itu anak Tuan,"
Dominic nampak membeku karena terkejut dengan perkataan Bibi Yuni, di tambah lagi dia bingung dengan bagaiman Sera hamil padahal Dominic tak pernah menyentuhnya, "Kenapa bisa tidak cerita, Bi, berapa banyak hal yang Bibi Yuni tutupi dari ku," keluh Dominic merasa kecewa pada pelayan yang menemaninya sedari kecil itu.
"Bukan begitu Tuan, Nyonya yang meminta saya untuk merahasiakannya sebab, Nyonya takut Tuan tidak akan percaya pada Nyonya. Apa lagi Tuan hanya mencintai Nona Celesta, Nyonya takut anak dalam kandungannya akan di gugurkan," sahut Bibi Yuni dengan ekspresi khawatir.
"Apa Bibi fikir saya sekejam it," murka Dominic mengacak rambutnya dengan kasar.Sedangkan Bibi Yuni hanya menunduk takut dengan kemarahan pria itu.
Dominic kembali menatap Bibi Yuni, "Lalu, apa lagi yang Sera katakan,"
"Nyonya Sera mengatakan ketika Tuan mabuk malam itu, Tuan tidak sengaja menyentuh Nyonya dan tidak sengaja melakukan hal yang tidak seharusnya," ujar Bibi Yuni mencoba untuk mengangkat wajahnya di hadapan Dominic.
"Nyonya sudah berusaha untuk menjelaskannya pada Tuan pada pagi itu, namun Nyonya melihat Anda bersama dengan Nona Celesta membuat Nyonya mengurungkan karena merasa pecuma mengatakannya pada Anda..."
"...Mungkin saja malah Tuan menyalahkan Nyonya karena di anggap mengoda Tuan untuk melakukan itu, karena cemburu. Itulah yang Bibi dengar dari Nyonya Sera hingga Bibi menyetujui keputusannya untuk tidak memberitahui Tuan,"
Dominic merasa dada mengeras, aliran darah seolah berhenti menyesakkan tubuhnya. Dia mematung tak bergeming mendengar runutan jawaban dari Bibi Yuni, dia mencoba mengingat lagi malam di mana pulang dari bar setelah memergoki Celesta bersama pria lain.
Dia memang tidak meingat dengan jelas malam itu sebab mabuk berat, tapi kini Dominic mulai menyusun pola setelah kembali kerumah. Dominic ingat dia pulang dengan perasaan hancur selepas melihat Celesta menghianati cintanya, dan mulai menyadari kesalahan nya pada Sera yang harusnya dia perhatikan saat ini.
Dia menjadi merasa benar-benar merasa bersalah selepas melihat Sera yang memeluk lututnya sendiri sembari duduk di sofa ruang tengah rumah itu. Dominic mulai meracau memanggil perempuan itu.
Namun, dia tidak bisa mengatakan maaf atau merasa bersalah karena Dominic terlanjur pusing dan hampir muntah di hadapan Sera. Sera yang akhirnya memapahnya ke dalam kamar. Dan saat sampai di kamar itu entah mengapa gairah Dominic malah memuncak.
Lalu, ingatan Dominic berputar pada kejadian malam itu. Benar saja mereka melakukan penyatuan di dalam itu, tanpa di sadari oleh Dominic, namun malam itu Dominic saat menikmati wajah Sera.
Dominic meraup wajah dengan kasar, "Ya ampun, apa yang sudah ku lakukan,"
Bibi Yuni masih khawatir, menatap lekat-lekat Tuannya itu, "Ada apa Tuan?"
"Tidak apa-apa Bibi Yuni, tapi sekarang aku tau harus bagaimana sekarang, mereka memang anak-anak ku. Aku tidak akan membiarkan mereka berkeliaran tanpa Ayah, aku akan membawa Sera dan anak-anak kembali," jawab Dominic seolah kini sudah tau arah dan tujuannya.
Dia kemudian meinggalkan Bibi Yuni dan menuju kearah halaman rumah memanggil Robert, salah satu pengawal pribadinya yang paling patuh dan piawai, "Robert, sini kamu,"
Robert nampak membungkukkan tubuhnya, "Iya Tuan ada yang bisa saya bantu,"
"Aku ingin kau mencari Nyonya, terakhir aku melihat di dalam video Celesta yang sedang viral baru-baru ini," ujar Dominic tidak menyembutkan pastinya tempat Sera terakhir di lihat di dalam video. Namun, Dominic yakin Robert bisa menyelesaikan semuanya.
"Baik Tuan, saya mengerti," ujar Robert dengan tegas, karena mengerti betapa penting mencari Nyonya Sera, melihat belakangan ini Tuannya sangat khawatir dengan keberadaan Nyonya mereka.
"Saya akan memeriksa sumber video itu serta lokasi rumah sakit latar belakang dari video itu, dan menghubungi rumah sakit itu secepat mungkin untuk mendapat infomasi tentang Nyonya Sera," jelas Robert membungkukkan tubuhnya.
"Aku tidak perduli dengan semua itu, aku ingin Sera cepat ditemukan bagaimana pun tempatnya, pastikan juga Sera selamat," desak Dominic.